Share

BAB 2

 MURID PENGKHIANAT HARUS MATI

”Baiklah, akan kuturuti maumu iblis tua!” Yun Zhong segera memalingkan kepalanya ke arah para saudaranya yang melayang berjajar tak jauh darinya sambil memberikan titah untuk membentuk formasi.

“Seluruh pemuja besar dengarkan perintah! Bentuk formasi Rumah Kaca Matahari Surga sekarang!” Titah Yun Zhong memanggil segerombolan badai awan disertai kilatan cahaya berwarna orange gelap yang memiliki voltase tingkat tinggi dengan tujuan untuk mengurung Lan Hao dan membatasi pergerakannya.

Melihat ketujuh orang suci dari kekaisaran Tian Xin itu merapal segel kuat, dan membentuk formasi pesona matahari tenggelam yang terkenal, Lan Hao hanya tersenyum dingin sambil melemparkan seruan dengan nada mengejek. “Apa hanya ini yang dapat dilakukan oleh orang-orang kuat dari kekaisaran Tian Xin?! Hari ini, diri yang mulia ini akan memperlihatkan apa yang disebut dengan Teknik Yuan tingkat surgawi yang sesungguhnya pada sekumpulan manusia tak berguna ini...”

“Iblis Durjana! Kurangi omong kosongmu...”

“Pecah!” pekik Lan Hao dengan lantang secara tiba-tiba. Pada saat yang sama kurungan cahaya berbentuk kubah yang dibentuk dari formasi Rumah Kaca Matahari Surga langsung pecah begitu saja. Sebuah energi kegelapan yang sangat dahsyat langsung muncul merobek kehampaan menyelimuti langit-langit di gurun lembah kematian, tempat dimana sekte lembah kematian berdiri angkuh merajahi bagian barat laut benua Yuan.

“Gawat, bagaimana ini kak?” ucap salah seorang dari ketujuh pemuja besar aula jiwa tersebut yang panik melihat formasi besar mereka dapat digempur begitu saja hanya dengan riak suara dari sang raja iblis. Dari sini dapat dilihat bahwa perbedaan kekuatan kesatria yang baru saja menerobos level sembilan dengan kekuatan seorang puncak level sembilan, dapat memberikan kesenjangan besar. Bisa dibayangkan betapa menakutkannya kekuatan seorang sang Raja Iblis dihadapan beberapa pemuja besar yang berada di puncak level delapan dan sisanya yang baru saja menerobos level sembilan termasuk Yun Zhong.

“Kita lihat situasi dan kondisinya terlebih dahulu... Setelah mendapatkan momentum yang tepat, kita lakukan serangan dengan kekuatan penuh pada iblis terkutuk itu!” Balas yang lain.

“Kalian awasi terus pergerakan raja iblis tersebut, aku akan mengambil sebuah tindakan.” Yun Zhong melirik ke arah seorang lelaki gagah dengan baju zirah yang berdiri tak jauh dari Raja Iblis Lan Hao. Ia sepertinya menyadari sesuatu.

Belum sempat Lan Hao melihat pergerakan dari Yun Zhong, sebuah teriakan terdengar.

"Matilahhhh!!" Yun Zhong mengayunkan pedang cahayanya secara diam-diam ke arah murid kesayangan Lan Hao.

“Guru!? Tolong aku!” Ghe Long berteriak saat tiba-tiba saja sebuah pedang cahaya secepat kilat berusaha menyambar ke arahnya.

“Ghe Long?” Lan Hao yang terkesiap segera berpindah tempat dengan cara seperti hantu, dan sudah berpindah tempat di depan muridnya tersebut. Ia mengunci beberepa segel pertahanan secara instan dengan waktu singkat tersebut untuk menahan serangan Yun Shan yang mendadak itu.

"Blokir!" gumpalan racun menahan laju pedang cahaya milik Yun Zhong secara instan.

Pada saat keduanya beradu kekuatan untuk menahan serangan masing-masing, tanpa diduga. Tiba-tiba saja sebuah pedang berlumur racun api menghunus jantung Lan Hao dari belakang secara mengejutkan.

Jlebbh!!! “Menyerahlah...”

“Ghe Long?!” Lan Hao terkejut setengah mati bereaksi melihat bahwa sosok yang menghunuskan pedang secara kejam ke jantungnya adalah muridnya sendiri yang sedari tadi berusaha dirinya lindungi. Namun Ghe Long tak memberikan reaksi apapun dengan keterkejutan Lan Hao yang ada di hadapannya.

”Pengkhianat! Kenapa?! Kenapa dirimu bertindak sejauh ini, Nak?!” Bola mata Lan Hao tiba-tiba saja berair, air matanya langsung mengalir menganak sungai. Ini bukan soal orang lain, dia Ghe Long! Murid kesayangan yang dibesarkannya sejak kecil. Hal apa yang tak diberikannya pada pemuda gila itu? Harta? Makan? Kehidupan? Keselamatan? Kesaktian? Semua Lan Hao cukupi tanpa terkecuali...

“Aku juga menginginkan kitab tersebut guru!”

“Kau masih memanggilku guru, setelah semua yang kau lakukan terhadapku sekarang?!”

Ketujuh pemuja besar aula jiwa tak melanjutkan serangannya, mereka ikut terdiam. Bahkan seorang murid yang dicintai dan sayangi juga bisa berkhianat hanya karena sebuah Kitab Pusaka?

"Terserah anda mau berpikiran apa terhadap saya!?”

"Apa yang tak kuberikan padamu?! Kenapa harus seperti ini, Ghe Long!?"

“Tidak perlu banyak bicara lagi... Matilahhh!!!" Ghe Long berteriak, sambil menarik paksa pedang panjang beracun yang menusuk jantung Lan Hao dari belakang.

Srakkk! Pedang itu ditarik begitu saja, membuat Lan Hao meringis menahan rasa sakit. Pada saat yang sama rasa sakit itu menjadi amat sangat sebab seluruh memori hitam putih kebersamaan dengan murid yang sudah seperti putranya tersebut terlintas dalam otaknya. Murid biadabnya itu ditemukan dalam kondisi menyedihkan dipinggiran telaga yang dipenuhi buaya ganas, karena kedua orang tuannya tak menginginkan kelahirannya. Tapi Lan Hao yang seorang raja iblis, dibalik kebengisannya masih mau merawat bocah malang tersebut. Ia hanya berharap bahwa Ghe Long nantinya akan meneruskan tahtanya sebagai raja iblis kelak. Tapi semuanya tinggal harapan.

“Apa kalian pikir aku akan mati begitu saja, melihat perbuatan keji kalian semua yang menguliti diriku seperti ini? Huahahaha! Ghe Long! Lihat apa yang bisa gurumu ini lakukan... Karena sudah seperti ini, aku akan memberimu rasa sakit seribu kali lipat seperti kamu hidup dalam neraka!" Tawa raungan Lan Hao mencapai langit dan begitu pula amarahnya. Kasih sayangnya terhadap Ghe Long berubah menjadi angkara murka. Meski waktunya tak banyak, karena racun sudah menggerogoti jantungnya... Lan Hao menaikkan sebelah bibirnya dengan tatapan membunuh sebelum mengambil langkah terakhir.

“Bocah tak tahu diuntung!” Lan Hao mengeluarkan aura hitam dari tubuhnya, kemudian menyedot tubuh Ghe Long secara tiba-tiba. Pada saat yang sama, cengkeraman Lan Hao sudah mencekik sesak leher muridnya tersebut. Perlahan tapi pasti tekanan yang diberikan pada leher Ghe Long makin kuat sambil disaluri tenaga dalam yang amat pekat. Sementara ketujuh pemuja aula jiwa hanya berdiam diri menyaksikan.

“Le... Pas.. Gu.. Ru!” terbata-bata menahan sesak dirinya memohon kepada gurunya.

“Sudah terlambat, terimalahh!!!” Lan Hao langsung meluncurkan tangan kirinya yang sedari tadi mengumpulkan kekuatan roh ke arah jantung Ghe Long. Sambil meneteskan air mata ia tanpa ragu mengalirkan tenaga dalam yang amat dahsyat secara tiba-tiba. Cakar hitam melintas dari langit menjangkau muridnya tersebut.

“Arghhhhhhh!!!” Ghe Long terpental jauh sambil menjerit sejadi-jadinya.

Bayangan tangan berwarna hitam pekat sebesar tubuh Ghe Long tersebut langsung menghantamnya secara membabi buta. Tanpa waktu untuk bereaksi, cahaya kegelapan itu mencabik tubuhnya. Mata Ghe Long menyusut, wajahnya memucat, dan mundur terpental sejauh berpuluh-puluh meter dicengkeram bayangan kegelapan. Dihadapan cakar kuat itu, nyawa Ghe Long harus terenggut detik itu juga. Darah merah menyembur keluar dari mulut Ghe Long, sebelum akhirnya menghilang. Setelah menghabisi nyawa murid yang berkhianat kepadanya, Lan Hao memandang dengan wajah pucatnya ke arah tujuh pemuja besar aula jiwa.

”Hahaha!!!” dirinya masih sempat tertawa keras disaat-saat terdesak seperti itu.

Lelaki tua yang sudah lama menduduki tahta Raja Iblis tersebut menarik sebuah gulungan dari arah domain langit. Gelombang cahaya melintas dan cakar hitamnya menghilang dalam beberapa saat. Hanya auranya saja yang keluar dari gulungan tersebut, sudah bisa menunjukkan betapa berharganya pusaka itu.

"Ini bukan, yang kalian inginkan..." Raja Iblis mengulurkan tangan kirinya, mengeluarkan slip gulungan berwarna emas mempesona dari dadanya.

Itu Kitab kendali bumi dan langit, yang diinginkan semua orang.

Bersambung...

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status