Share

Bab 89

Author: Piemar
last update publish date: 2025-09-14 21:48:46
Setelah menyantap bubur buatan menantunya, Raja Edric mulai membaik. Sakit lambungnya sudah mereda. Nafasnya mulai teratur.

Senyum kelegaan terulas di wajahnya. Ia bersandar di atas kursi yang berada di kamarnya. Di sampingnya Ratu Elia menatap suaminya dengan perasaan tak kalah lega. Tadi ia begitu khawatir jika sakit suaminya semakin parah. Namun pertolongan itu datang dari menantu mereka. Menantu yang menurutnya terlihat belum pantas berada di sisi Leonhart.

“Yang Mulia, sebaiknya istirahat.
Piemar

Dear My lovely readers, terima kasih atas support kalian untuk novel ini ya. Semoga Allah membalas kebaikan kalian, melimpahkan rezeki sehat dan harta pada kalian. Amin. Semoga terhibur ceritanya ya...

| 84
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Arum Kumala Dewi
huhuhuhu.. gemeees sama anaaaa.. kenapa harus akting buruk rupaaa🥲......
goodnovel comment avatar
Nessa Ness
Aamiin...semoga babnya nggk terlslu banyak dan tuntas nggk menggantung....
goodnovel comment avatar
Saraswati
aamiin. belom kak ridha, belom ketauan, pangeran Evander anaknya ratu elia, aku di awal berpikir dia berpura2 baik. tapi ga tau juga sih endingnya, penasaran. semoga bab nya tidak terlalu banyak
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 690 (Happy Ending)

    —-Epilog—-“In the end, love did not arrive like a storm. It simply stayed, quietly, until forever began.” (Pada akhirnya, cinta tidak datang seperti badai. Ia hanya tinggal dengan tenang sampai selamanya dimulai)Setahun kemudian.Musim semi kembali datang ke Ravensel. Taman istana dipenuhi bunga yang baru mekar, warna-warni lembut menyelimuti halaman luas yang dulu terasa begitu asing bagi Ana. Kini tempat itu terasa… seperti rumah.Banyak hal telah berubah dalam setahun. Kabar kematian Seraphina. Kabar kehamilan Clara. Kabar Evander dan Inez kembali ke istana. Dan anehnya, sebagian besar perubahan itu membawa kedamaian.Di ruang kerja yang menghadap taman, Leon berdiri di dekat jendela besar dengan setumpuk dokumen di tangannya. Mahkota tidak selalu berada di kepalanya, akan tetapi tanggung jawab seorang raja jelas terlihat dari cara para pejabat dan bangsawan memandangnya.Ia membaca satu dokumen terakhir sebelum menutupnya.“Jika kau terus bekerja seperti itu,” suara Ana terdeng

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 689

    Dari arah pintu balkon sosok Mira hadir. Di luar pintu beberapa kali ia memanggil Clarissa. Namun karena tidak ada sahutan, ia menggedor pintu beberapa kali. “Putri Clarissa!” serunya berteriak panik.Sementara itu Clarissa tidak mundur. Tangannya masih menggenggam gagang belati itu. Ia menatap lurus ke mata Seraphina. Namun, tatapannya kosong. “Sekarang,” bisiknya pelan, hanya cukup untuk mereka berdua yang mendengar, “kau tidak bisa memanfaatkanku lagi. Dan … kau tidak bisa membunuh Ana,”Tubuh Seraphina sempat jatuh. Namun ia berhasil bangun di antara sisa-sisa kesadaran dan rasa sakit yang tajam di perutnya. Namun anehnya, ia tersenyum seringai. Justru perlahan… semakin melebar.Dan tepat saat Clarissa mulai menyadarinya—Seraphina mendekatinya—yang tampak syok berat seraya berbisik lirih di dekat telinganya. “Akhirnya… kau melakukan apa yang kuharapkan.”Tak lama kemudian, ingatan tentang mimpi itu melintas seperti bayangan. Wanita yang menghabisinya bukan Ana … tetapi … Clariss

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 688

    Suara itu tidak keras, akan tetapi cukup tajam untuk membuat beberapa orang menoleh. Pelayan itu membeku. Namun hanya sepersekian detik. Kemudian tangannya langsung bergerak cepat, menarik belati dari lengan bajunya.Ana bahkan belum sempat menyadari apa yang terjadi ketika pria itu menerjang ke arahnya.“ANA!”Leon langsung bergerak. Namun seseorang lebih cepat. Clarissa melangkah maju dan menendang pergelangan tangan pria itu dengan keras. Belati itu terlepas dan jatuh berdenting di lantai marmer.Keributan meledak seketika di aula.Kursi bergeser kasar, para bangsawan berdiri dengan wajah pucat, sementara para pengawal berlari cepat dari segala arah.“Amankan dia!” teriak seseorang.Dua pengawal kerajaan segera menjatuhkan pria yang tadi menyerang itu ke lantai. Tubuhnya dibanting keras, lalu tangannya dipelintir ke belakang hingga ia tak lagi bisa bergerak.Di sisi lain ruangan, Thorian sudah lebih dulu menarik Clara menjauh dari kerumunan. “Ke belakang,” gumamnya singkat, satu tan

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 687

    Sebulan kemudian, Ravensel Palace,Di ujung aula, Raja Edric muncul didampingi beberapa pengawal. Tubuhnya terlihat lebih kurus dari sebelumnya, akan tetapi langkahnya tetap tegak. Ia sudah sadar meski tubuhnya masih lemah.Seluruh ruangan langsung hening. Leon dan Ana berjalan masuk dari balkon menuju aula utama. Tatapan semua orang mengikuti mereka.Ketika Leon berhenti di depan singgasana, Edric memandang putranya beberapa saat. Ada kebanggaan yang jelas di matanya.Dengan suara yang sedikit lemah tetapi tetap tegas, ia berkata, “Hari ini… Ravensel menyerahkan masa depannya kepada generasi berikutnya.”Ia mengambil mahkota emas dari bantal upa

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 686

    Thorian mengangkat bahu ringan, seolah topik itu tidak terlalu berarti baginya. “Pengadilan militer.”Clara yang setengah bersandar di atas bantal berkedip pelan. “Pengadilan militer? Kau diadili dengan dicambuk oleh pengadilan militer?” Ulang Clara tidak percaya begitu saja. Ia menarik napas dalam lalu mengembuskannya perlahan. “Pengadilan Dragoria maksudmu?”“Dragoria,” jawab Thorian singkat. Ia menghela napas panjang. Bagaimanapun, ia harus jujur. Tidak jujur juga ketahuan. Luka itu membekas di punggungnya. Namun nada suaranya terlalu santai untuk sesuatu yang terdengar seberat itu.Clara menatap punggungnya lagi. Bekas-bekas luka panjang yang samar terlihat di kulitnya, seperti garis lama yang sudah lama sembuh, tetapi tidak pernah benar-benar hilang. “Kau… dicambuk oleh pengadilan?” tanyanya perlahan. Dalam kepalanya, ia tidak habis pikir dengan hukuman yang diterima oleh seorang pangeran di istananya sendiri. “Secara resmi.” Lanjut Thorian bernada enteng sedangkan Clara tidak

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 685

    Malam turun perlahan di perbatasan. Rumah besar milik Thorian berdiri tenang di antara hutan yang mulai gelap. Hanya cahaya lampu minyak dari dalam rumah yang tampak hangat di balik jendela.Di dalam rumah, suasana jauh lebih sunyi dibandingkan saat siang tadi. Tidak ada lagi tamu, apalagi percakapan ramai. Hanya suara api kecil di perapian yang sesekali berderak.Clara berdiri di dekat meja kayu, membuka pita rambutnya perlahan. Gaun pengantinnya masih ia kenakan. Gaunnya cukup mewah untuk pernikahan di biara tua. Dia tampak cantik jika berdandan seperti itu.Ia menghela napas kecil. Hari ini terasa sangat panjang. Persiapan pernikahan, para tamu yang ternyata di luar dugaan. Dan sekarang…Clara memandang sekeliling rumah yang kini resmi menjadi rumahnya. Ia mas

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 36

    Saat Pangeran Leonhart dan Ana Merwin memainkan perannya sebagai sepasang suami istri yang serasi, di balik dinding kamar salah satu pelayan, suara desahan dan racauan terdengar tak karuan.Dinding kokoh dan dingin itu merupakan salah satu saksi bisu di mana telah terjadi pengkhianatan sendiri di d

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 38

    Raja Edric dan rombongan sudah kembali ke istana Ravensel. Kini Ana resmi tinggal di kastil Ebony sebagai ‘istri Pangeran Leonhart’.Malam itu adalah malam pertama Ana menempati kamar barunya. Untuk sesaat ia merasa lega dan syukur. Ia bisa mendapat tempat yang layak, bahkan lebih dari layak.Ana b

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 12

    “Sesuai titah Tuan, Ana Merwin kini menerima hukuman merawat istal kuda.”Sir Juan melanjutkan obrolan dengan sang baginda pangeran. Penasaran melihat responnya. Tak biasa, hukuman itu terlalu ringan untuk standar seorang Pangeran Leonhart. Untuk kesalahan yang Ana lakukan setidaknya ia seharusnya

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 34

    Di tempat yang berbeda, di ruang kerja yang hanya diterangi cahaya lilin, Lord Mervyn menundukkan kepala dalam-dalam, seolah penuh hormat. Namun senyumnya tipis, seperti ular yang siap menyusup.“Paduka Raja,” ucapnya pelan, “saya tidak bermaksud mencampuri urusan keluarga tetapi apa Paduka tidak m

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status