เข้าสู่ระบบ"Lebih baik dibuka.”
Adrian melepaskan tangannya dan dokter itu segera melepaskan jeans Adrian.“Ini dah berapa lama sih nggak di cuci? Bauu!” dengusnya sambil menarik lepas sehingga Adrian hanya mengenakan celana boxer katunnya.Adrian menatap Jessica dengan bingung, tapi wanita itu dengan santai meletakkan kompres di antara belahan pahanya.“Ooh,” desah Adrian saat wanita itu meletakkan kompres basah di daerah terlarangnya.Walau harusnya tidak berharap, nyatanya Jessica berdiri dengan cepat diikuti Louise yang penasaran. Wanita itu bertekad untuk mengawasi pria yang berhasil membuat Jessica jatuh cinta.Jessica tidak bisa bilang kalau dia tidak kecewa saat melihat malah senyum Edo yang menyebalkan. “Jessica sayang, apa kabar?” tanya pria itu dengan keramahan yang dibuat-buat. Dari awal Jessica selalu merasa orang ini tak tulus, sekarang dia yakin kalau memang Edo itu orang yang palsu. Terakhir bertemu dengan pria itu, Jessica habis di caci maki sebagai perempuan gatal. Jessica tak akan lupa itu.“Edo, ada apa ya?” tanya Jessica singkat. Dia tak ada sama sekali keinginan untuk berbasa basi. “Aku dah minta izin sama Dokter Poppy, mau pinjem kamu siang ini. Katanya boleh banget, kamu toh abis jaga malem, jadi aku dah effort banget nih pagi buta jemput kamu,” ucapnya licin seperti ular. “Oh.. saya belum
Joe seharusnya pulang, pria itu memang sudah berapa hari jaga di rumah sakit. Tapi lelahnya hilang karena sungguh bahagia. Pada akhirnya pria itu tidak pulang dan berjanji hanya duduk diam di ruang tunggu dokter. Namun pria yang sedang jatuh cinta tak bisa dilarang, dia selalu mengganggu Louise sehingga wanita itu segera menyuruh kekasihnya untuk pulang. “Nggak, aku janji nggak ganggu,” rengeknya sambil menyatukan kedua tangannya untuk memohon. "Pulang, selain kamu ganggu, kamu juga harus istirahat, setidaknya…ganti baju,” omel Louise sambil melirik ke arah Jessica. Sebenarnya Joe tidak bau, tapi hal itu cukup membuat pria itu panik dan mencium tubuhnya sendiri. “Aku bau?” tanyanya polos. Jessica menahan tawanya melihat betapa cepat reaksi omongan Louise pada Joe. “Menurutmu?” tanya Louise menantang. Bahu pria itu turun dan wajahnya memanjang karena sedih. Pada
Louise keluar dari kamar mandi dengan perasaan hancur. Lagi-lagi dia terbawa perasaan dan tertipu oleh Joe. Sudah berulang kali Louise menyadari kalau perasaan Joe hanya untuk Jessica, tapi entah kenapa dia selalu berharap kalau Joe menyadari perasaannya. Kalau Louise juga mencintainya. Louise masuk ke ruang tunggu dokter dan terkejut melihat Jessica ada di situ. Wanita itu menatapnya dah tersenyum. Seperti masalah Louise belum cukup, sekarang dia harus melihat adegan percintaan antara Jessica dan Joe. “Louise tunggu dulu! Aku belum selesai ngomong,” ujar Joe mengejar Louise masuk ke dalam ruang dokter. Louise hanya memutar tubuhnya agar Joe menyadari kalau sudah ada Jessica di situ. Tapi nyatanya Joe segera memeluknya lagi, terlalu erat sampai Louise tak bisa bernapas. “Jonathan,” desah Louise sambil melirik ke arah Jessica. Wanita itu
Cleo adalah seorang wanita muda yang hidup diisi oleh energi dari gosip. Selama setahun ini hidupnya terasa tawar karena gosipnya tak terlalu seru. Tapi semenjak dokter Jessica, dokter Joe dan Adrian, hidupnya kembali berwarna. Mereka terlalu seru untuk tidak digosipkan. Tadi saja dia melihat seakan dokter Joe mau mencium dokter Louise. Padahal tadi kelihatannya Dokter Joe khawatir sekali Dokter Jessica belum juga kembali ke rumah sakit. Cleo sudah periksa di portal gosip, katanya memang Adrian yang membawa Jessica pergi tadi, perawakan orang asing itu cocok sekali dengan Adrian. Namun, tentu saja Cleo tak bilang siapa-siapa, lebih seru melihat dokter Joe frustrasi dan kekesalan di wajah dokter Louise. Kini tiba-tiba saja mereka kedatangan dokter ganteng berambut pirang dan bermata biru yang mengaku kalau dia adalah pacar Louise. Oh hidup suster Cleo semakin seru saja! “Pa-pacar?” tanya Joe tergagap bena
Adrian menarik handphone Jessica dan kembali meletakkannya asal di atas meja. Bola mata wanita itu melebar karena tak terima. Namun mulut Adrian kembali sibuk dengan bibir Jessica yang terbuka karena mau marah. Begitu bibir Adrian menciumnya Jessica menutup mata dan membalas ciuman pria itu lagi. Jessica sungguh tergila-gila dengan ciuman pria itu. Ketagihan, ya Jessica seakan ketagihan dan tak mau ciuman itu berakhir.Ciuman Adrian sungguh memabukkan sehingga Jessica kembali terfokus pada pria itu lagi. Karena letak handphone yang tak benar, benda pipih itu jatuh saat kembali bergetar dan masuk ke bawah sofa, tapi wanita itu tak peduli lagi. Yang Jessica lakukan adalah duduk di atas pangkuan Adrian dan membiarkannya menyesap pangkal lehernya. “Jessica, kamu seksi sekali Jess!” erang Adrian semakin menguasai wanita itu. Jessica kembali merasa melayang dan membiarkan pria itu mulai melepaskan cangkang bere
"Lebih baik dibuka.”Adrian melepaskan tangannya dan dokter itu segera melepaskan jeans Adrian. “Ini dah berapa lama sih nggak di cuci? Bauu!” dengusnya sambil menarik lepas sehingga Adrian hanya mengenakan celana boxer katunnya. Adrian menatap Jessica dengan bingung, tapi wanita itu dengan santai meletakkan kompres di antara belahan pahanya. “Ooh,” desah Adrian saat wanita itu meletakkan kompres basah di daerah terlarangnya. “Jessie,—” Pria itu menahan tangan Jessica. Wanita itu menatap Adrian dan baru tersadar tangannya berada di mana. “Oh…” pipinya memerah karena telah menyentuh Adrian. Bagian itu kini mulai membumbung tinggi. Pria itu menarik sehingga Jessica jatuh di atas tubuhnya. “Kamu ini,” desah pria itu sambil meraup bokong Jessica yang dari tadi menggodanya. “Maaf… aku nggak sengaja,” desah Jessica sangat malu.







