Home / Urban / Pacarku, Artis / Ch. 85 Terjepit

Share

Ch. 85 Terjepit

Author: Pinnacullata
last update publish date: 2026-04-24 10:00:31

Kalau sedang bingung rasanya waktu berjalan lama sekali. Walau baru seminggu setelah kejadian itu, rasanya seperti sudah bertahun-tahun.

Anehnya, Adrian tak pernah menghubunginya. Sama sekali tak pernah.

Jessica memandangi inkubator bayi dan melihat bayi- bayi yang baru lahir tertidur dengan pulasnya.

Tidak, tentu saja dia tidak hamil. Setelah beberapa hari pertengkarannya dengan Adrian, bulannya datang.

Jessica sungguh lega. Buk
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pacarku, Artis   Ch. 87 Malam Ini Semua Selesai

    Dengan gusar Adrian segera mematikan telepon. Walaupun yang diberitahukan Edo bukan informasi yang baru lagi, tetapi tetap saja hati Adrian tidak siap untuk mendengarnya. Pria itu tahu jika tanpa ada kontrak itu, kemungkinan untuk dia bisa bertemu dengan Jessica lebih sulit. Karena itu, dia harus menemukannya benda kecil itu. Seharusnya Jessica akan simpan itu di sini kalau memang dia tidak mau berhubungan lagi dengannya Adrian. Walau Sebenarnya dia mencari tapi sebenarnya ada yang tidak mau menemukan benda kecil itu. Hatinya lega ketika tak menemukan cincin yang dia berikan. Jika Jessica tidak ada di rumahnya, berarti wanita itu pasti di rumah sakit dan masih mengenakan cincin itu. Yah walaupun itu hanyalah hipotesa dari Adrian tapi berbekal dengan itu Adrian dengan gembira keluar dari apartemen Jessica. Sekarang ya sudah pasti ke rumah sakit dan harus berbicara dengan Jessica. Tapi sayangnya, begitu dia turun dari lobi, Adrian segera tertangkap tangan oleh Edo dan diseret pu

  • Pacarku, Artis   Ch. 86 Konferensi Pers

    Seakan masalahnya belum cukup, Jessica kini malah terperangkap di antara dua pria yang tidak tahu diri. “Nggak tau… dan nggak ikutan!” jawab Jessica sambil berdiri. Wanita itu berdiri lalu segera meninggalkan kantin dengan kesal. Jessica baru saja mau menekan lift, tapi handphonenya berbunyi. “Kamu akan ikut dalam operasi Dokter Mosley,” baca Jessica dalam hati dan wanita itu mendengus. Seharusnya tak boleh begini, tapi biasanya kalau Jessica sudah mendapatkan pesan seperti ini, maka sudah pasti akan terjadi walau Jessica mencoba mengelak. Tanpa sadar jarinya menyentuh cincin bermata biru di jari manisnya. ... Pria itu menutup wajahnya dengan selimut dan berusaha untuk tetap tidur walau Edo sudah membuka jendelanya besar-besar. “Gue heran ma lo Adrian, umur dah pala 3 loh, tapi kelakuannya kayak bocah!” omek Edo dengan kesal. “Semalam nggak bisa tidur, seka

  • Pacarku, Artis   Ch. 85 Terjepit

    Kalau sedang bingung rasanya waktu berjalan lama sekali. Walau baru seminggu setelah kejadian itu, rasanya seperti sudah bertahun-tahun. Anehnya, Adrian tak pernah menghubunginya. Sama sekali tak pernah. Jessica memandangi inkubator bayi dan melihat bayi- bayi yang baru lahir tertidur dengan pulasnya. Tidak, tentu saja dia tidak hamil. Setelah beberapa hari pertengkarannya dengan Adrian, bulannya datang. Jessica sungguh lega. Bukannya dia tak suka bayi. Dia sangat menyukai anak kecil karena itu dia dengan jelas memilih bangsal anak-anak dibanding bangsal dewasa untuk dijaga. Tapi, sekarang bukan saatnya untuk menikah apalagi punya bayi. Jessica masih banyak yang dikejar. Adrian juga sedang di puncak karirnya. Bayi akan merusak semuanya. “Ya kan?” tanya Jessica sambil menatap seorang bayi yang gendut di hadapannya. Bayi itu mengenakan topi rajutan berwarna biru muda dengan bola di ujungnya

  • Pacarku, Artis   Ch. 84 Cincin Bermata Biru

    Bola mata biru itu dipenuhi air mata. Wanita itu menahannya dengan susah payah air matanya agar tidak tumpah. “Sialan!” maki Jessica sambil menatap dengan dengan penuh amarah dan dengan tangan yang bercincin biru itu, Jessica melempar garpunya ke badan Adrian.Pria itu segera berdiri dan mencoba melindungi dirinya.“Jessie!” panggilnya panik.Dia pikir tadi adalah lamaran yang sangat romantis. Adrian pikir Jessica akan segera menerimanya. Tatapan matanya tertuju pada Jessica dan juga cincin bermata biru yang ada di jemari Jessica. Adrian pikir mereka memiliki perasaan yang sama, apalagi setelah menghabiskan malam bersama, menikah adalah hal yang paling tepat dilakukan.“Sayang…”“Aku punya nama, bukan SAYANG!” jerit Jessica lagi yang membuat Adrian sampai berhenti bernapas. Jessica biasanya selalu tenang dia tak pernah berteriak seperti orang gila seperti ini. Kenapa tiba- tiba dia jadi marah? “Jessica… tenang dulu,” ucap Adrian sambil berusaha menyentuh tangan Jessica. Tapi wani

  • Pacarku, Artis   Ch. 83 Lamaran Adrian

    “Jadwalku begitu emang. Nggak ngerti juga, mungkin aku lupa kalau ada acara kencan, soalnya katanya mao ada iklan jam tangan, jadi mukaku harus bersinar,” ucap Adrian tak begitu peduli, karena dia sedang disibukkan dengan daging di hadapannya.“Dagingnya enak banget loh, lembut, kayak meleleh di mulut!” ucap pria itu dengan mulut penuh.Jessica mendengus dengan kesal dan mulai makan.Seperti biasa mereka makan dan saling melengkapi makanan mereka masing- masing tanpa sadar dan hal itu membuat Edo semakin kesal.“Tak ada orang yang mau putus, saling tukar makanan!” omelnya keras- keras, karena kali ini tak ada rekaman audio seperti waktu lalu. Jessica mena

  • Pacarku, Artis   Ch. 82 Rencana Edo

    Jessica mendengus saat mendengar nada sambung handphone Adrian yang terus tidak diangkat. Wanita itu semakin kesal saat membaca pesan Joe yang terkesan menyalahkan Jessica yang tiba-tiba pergi. Karena ternyata setelah Jessica pergi, Ryan segera berinisiatif mengajak Louise sarapan bersama, sehingga saat Joe menjemput, wanita itu tak ada. “Memangnya aku tau apa yang ada di kepala si Ryan!” dengus Jessica saat Joe akhirnya menelponnya untuk mengomel. Joe menatap ruang tunggu dokter yang kosong. “Ya bukan gitu maksudku, seharusnya kalian tunggu dong dokter shift berikutnya datang, baru pergi. Sekarang dokter jaga sama sekali nggak ada loh!” ucap Joe dengan gaya berlebihan menuduh Jessica. “Lah pas aku pergi kan, mereka masih ada! Aku nggak ninggalin meja dokter kosong! Kenapa malah nanya sama aku, nanya aja sama mereka!” jawab Jessica semakin kesal. “Yah… kamu juga kenapa izin lagi sih? Bukannya kemaren udah kencan, kenapa hari ini izin lagi? Kapan kamu balik, malam ini masih kamu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status