공유

Bab 2

작가: Jubei
“Kukira Anda masih marah dan tidak mau datang. Jangan menyalahkan keluargaku. Mereka hanya terlalu mengkhawatirkanku, hingga terjadi kesalahpahaman seperti itu.”

“Karena hari ini semuanya berkumpul, akan kuperkenalkan mereka kepadamu. Setelah semuanya dijelaskan, masalah ini pasti selesai.”

Dia merangkul lenganku dengan akrab, lalu membawaku ke hadapan semua orang sambil tersenyum.

“Semuanya, lihat siapa yang datang!”

Dalam sekejap, semua tatapan tertuju kepadaku.

Begitu melihatku, senyum di wajah Owen dan 2 orang lainnya langsung membeku.

“Ini sahabatku, Mia. Dia juga bekerja di bagian psikiatri rumah sakit kalian. Kalian pasti sudah pernah bertemu, kan?”

Tatapan Mia bergetar beberapa kali sebelum akhirnya berkata dengan kaku, “Halo, Dokter Reed ....”

Nada bicaranya sopan, tetapi sangat asing. Seolah-olah ini adalah pertama kalinya kami bertemu.

Tanpa menyadari ada yang tidak beres, Eva kembali menarikku ke hadapan Liam.

“Ini teman kuliahku, Liam. Pengacara bodoh inilah yang menggugatmu. Tetapi aku sudah memarahinya. Dokter Reed, jangan sungkan memaafkan si bodoh ini, ya.”

Wajah Liam tampak rumit. Tatapannya menghindar.

“Kak ....”

Suaranya terlalu pelan hingga tenggelam oleh riuhnya suasana, dan Eva tidak mendengarnya.

Terakhir, dia membawaku ke hadapan Owen. Dia menyandarkan tubuh ke pelukan pria itu dengan manja.

“Dan ini suamiku. Dia adalah ….”

Aku tersenyum lalu memotong ucapannya, “Owen, pemilik restoran ini.”

Eva tertegun. Dia menatapku dan Owen bergantian.

“Bagaimana kamu bisa tahu? Kalian sudah saling kenal sebelumnya?”

Aku terkekeh pelan.

Mengabaikan tatapan peringatan dari Owen, aku pun berkata perlahan, “Karena dia adalah pacarku. Kami sudah bersama selama 7 tahun, bahkan baru-baru ini sedang mempersiapkan pernikahan.”

“Restoran ini pun dulunya dibelikan untukku. Apa dia tidak pernah menceritakan semua itu kepadamu?”

Dulu aku pernah bercanda ….

[Seandainya setiap hari bisa duduk di sini menikmati pemandangan laut ….]

Keesokan harinya, restoran ini menjadi hadiah ulang tahunku yang ke-26.

Hingga 6 bulan lalu, Owen mengatakan bahwa perusahaannya sedang kekurangan dana. Dan barulah aku setuju menjual restoran ini untuk membantunya melewati masa sulit.

Namun sekarang aku paham ... itu hanyalah kebohongan lain yang dia ciptakan.

“Dokter Reed, apa yang sedang Anda katakan?”

Mata Eva langsung memerah, “Aku dan Owen sudah menikah secara resmi setahun yang lalu. Mana mungkin dia pacarmu? Sebenarnya apa yang terjadi?”

Owen langsung panik, “Eva, dengarkan dulu penjelasanku ....”

Mendengar itu ... hatiku benar-benar mati rasa.

Orang yang dikhianati dan ditipu adalah diriku. Namun pria itu hanya sibuk menjelaskan kepada Eva.

Aku tertawa lirih.

Lalu, seolah ingin melampiaskan semua amarah, kuungkap satu demi satu rahasia yang selama ini kusimpan.

“Di pinggang bagian belakangnya ada bekas operasi. Itu didapat 4 tahun lalu saat terjadi kerusuhan di rumah sakit, ketika dia menyelamatkanku.”

“Kalung giok yang selalu dipakainya, kumohonkan khusus dari kuil untuknya.”

“Jadi ... kamulah wanita simpanan yang selama ini diam-diam dipeliharanya di belakangku!”

“Nora, cukup!”

Melihat mata Eva memerah karena menangis, ketiganya serempak membentakku.

Sorot mata Owen langsung menjadi dingin. Tatapan Mia dan Liam kepadaku juga penuh celaan.

“Apa aku salah? Owen, Mia, Liam ….”

“Kalian berani melakukan, tetapi tidak berani mengakuinya?”

Owen memeluk Eva yang menangis hingga tubuhnya gemetar. Dan dengan suara berat berkata, “Nora. Eva tidak tahu apa-apa. Kalau ada yang ingin disalahkan, salahkan saja aku. Jangan mengatakan hal seperti itu tentang dirinya.”

Mia juga maju selangkah.

Nada suaranya tajam, “Nora, Kak Owen sudah lama tidak mencintaimu. Sekarang, dia dan Eva yang benar-benar saling mencintai.”

Adikku akhirnya mengumpulkan keberanian untuk membantahku, “Kak, karena Kakak sudah tahu semuanya ... biarkan saja mereka bersama.”

“Eva mempertaruhkan nyawa demi melahirkan anak untuknya. Seheboh apa pun ulahmu hari ini, kamu tetap tidak akan bisa memisahkan keluarga kecil mereka.”

Kata-kata yang menyakitkan itu terus menghantamku tanpa henti. Mataku terasa begitu panas hingga air mataku hampir meluap.

“Jadi karena itu kalian merasa berhak menghancurkan pekerjaanku? Menyuruh orang mematahkan tanganku?”

Rasa tidak rela dan amarah yang luar biasa memenuhi dadaku.

Aku menatap tajam Eva. Lalu menyapu pandanganku ke arah mereka satu per satu.

“Dia adalah wanita simpanan. Dan kalian semua adalah kaki tangannya. Apa ada yang salah dengan ucapanku?”

Belum sempat kalimatku selesai ... segelas air es langsung disiramkan ke kepalaku.

Air itu membasahi rambutku. Sekaligus mendinginkan hatiku hingga sedingin es.

“Sadarlah, Nora! Orang yang benar-benar ditinggalkan adalah kamu, bukan Eva!”

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Pada Akhirnya, Kita Berpisah Arah   Bab 8

    “Maaf ... akulah yang telah membunuh anak pertama kita dengan tanganku sendiri.”Sambil berkata demikian, Owen mengangkat tangannya dan menampar wajahnya sendiri berkali-kali.“Maaf ... maaf, Nora. Aku bajingan ... aku benar-benar bukan manusia ....”“Maukah kamu memberiku satu kesempatan lagi? Aku ... aku ingin menebus semua kesalahanku.”Sinar matahari senja menembus jendela, menyinari sosok Owen yang tampak begitu mengenaskan.Tanpa sadar, aku teringat saat pertama kali bertemu dengannya.Saat itu juga di rumah sakit, di sebuah ruang rawat.Di matanya terpancar keputusasaan yang masih menyisakan secercah harapan. Sambil menggenggam tanganku, dia pun berkata, “Dokter Reed, tidak apa-apa. Jika Anda tidak bisa menyembuhkan saya pun tidak apa-apa.”Waktu itu aku baru kembali setelah ditugaskan di rumah sakit medan perang.Aku yang masih muda, penuh keyakinan dan semangat, tersenyum lalu berkata kepadanya, “Tidak. Aku yakin 100 persen bisa menyembuhkan penyakitmu.”Namun siapa sangka, pe

  • Pada Akhirnya, Kita Berpisah Arah   Bab 7

    Saat rasa sakit yang menusuk menjalar dari punggungnya, Mia akhirnya mengerti makna ucapan Nora tempo hari.[Liam sedikit banyak mewarisi sifat ayahku yang dingin dan tidak setia. Mia, jangan pernah terlalu dikuasai perasaan ….]Dia juga baru memahami niat baik Nora yang dulu mati-matian menentangnya terburu-buru menikah dengan Keluarga Reed.[Mia, aku tidak akan menghalangimu mengejar cinta dan kebahagiaanmu. Tetapi ada yang ingin kukatakan. Apapun yang terjadi, aku akan selalu berdiri di pihakmu, meski orang itu adalah adik kandungku sendiri ….]Namun saat itu, betapa bodohnya dia mengira Nora memandang rendah dirinya sebagai sahabat sekaligus adik ipar.Mia mengira Nora meremehkannya karena dia hanyalah anak yatim yang ditelantarkan orang tuanya, dan tidak pantas menjadi bagian dari Keluarga Reed.Sejak saat itulah benih iblis dalam hatinya mulai tumbuh dan semakin tenggelam, hingga membawa semuanya pada keadaan yang tidak lagi bisa diperbaiki.Mia terduduk lemas di lantai. Luka di

  • Pada Akhirnya, Kita Berpisah Arah   Bab 6

    [Apa bayi ini benar-benar anak Owen? Eva, katakan yang sebenarnya padaku!][Memangnya kenapa? Kita sudah putus, Liam! Jangan kira hanya karena kejadian malam itu, kamu bisa memisahkanku dan Owen!][Tetapi aku sudah melakukan tes DNA dan dia memang anakku! Eva, demimu aku sudah mengkhianati kakakku sendiri. Sekarang, apa kamu juga ingin merampas anak kandungku?!][Kita bersama selama 6 tahun penuh! Eva, kamu tidak boleh sekejam ini kepadaku ....]Hanya dengan beberapa kalimat singkat, seluruh kisah cinta, kebencian, dan pengkhianatan di antara mereka berdua pun tersingkap.Adegan terakhir dalam rekaman itu memperlihatkan Liam yang menyeret paksa Eva ke ruang penyimpanan di ujung lorong.Akibatnya, mereka bahkan tidak mendengar tangisan bayi dari ruang rawat.Mereka juga tidak tahu … bayi itu menangis hingga hampir kehabisan napas.Jika saja seorang perawat yang kebetulan lewat tidak segera menemukan dan membawanya ke IGD untuk mendapat pertolongan, nyawanya mungkin sudah tidak tertolong

  • Pada Akhirnya, Kita Berpisah Arah   Bab 5

    [Nora, kehamilan intrauterin berusia 2 minggu, mengalami keguguran akibat kecelakaan ....]Tatapan Owen terpaku pada kalimat itu.Kepalanya terasa berputar, tubuhnya limbung hingga hampir tidak mampu berdiri.“Kakakku ... hamil? Kalau begitu darah di lantai tadi ....”Liam yang ikut melihat laporan itu langsung memucat.Mendengar perkataannya, Mia pun membeku. Dia menatap genangan darah di lantai yang belum mengering. Tangannya mulai gemetar tanpa kendali.Barusan ... dia telah membunuh seorang anak yang tidak berdosa?Dan wanita itu ... bukan hanya sahabatnya. Melainkan juga kakak kandung suaminya sendiri.“Aku tadi hanya terlalu panik. Siapa yang tidak panik jika bayinya hilang?”“Kalau memang hamil, kenapa dia tidak memberi tahu kita? Tidak mungkin. Dia itu seorang dokter. Mana mungkin terjadi sesuatu semudah itu. Laporan pemeriksaan ini pasti dipalsukan untuk menipu kita!”Saat pembicaraan beralih pada anak, tatapan Eva refleks melirik ke arah Liam. Ada sedikit rasa bersalah yang t

  • Pada Akhirnya, Kita Berpisah Arah   Bab 4

    Keesokan harinya, setelah mengetahui rumah kami dijual, Owen segera pulang.Begitu masuk, dia langsung menarikku dari tumpukan koper, “Nora, apa maksudmu menjual rumah kita? Kamu sudah gila?”Emosi yang selama ini kutahan akhirnya meledak.Aku mencibir dingin, lalu mengangkat tangan dan menamparnya.Rumah? Dia masih punya muka untuk menyebut tempat ini sebagai rumah?“Owen, mempermainkanku seperti orang bodoh memang menyenangkan, ya?” Bekas lima jariku segera tercetak di pipinya.Namun, dia tidak marah.Seperti setiap kali kami bertengkar, dia justru melunakkan nada suaranya lebih dulu, “Sudah selesai memukulku? Sudah puas? Kuakui, aku memang salah karena telah membohongimu. Tetapi kita sudah bersama selama 7 tahun. Mana mungkin hubungan ini bisa berakhir begitu saja?”“Nyawaku ini adalah milikmu. Bagaimana mungkin aku benar-benar tega mengkhianatimu?”Aku sudah muak mendengar kata-kata munafik itu dan berbalik hendak pergi.Namun Owen menghalangi jalanku, lalu tiba-tiba kehilangan ken

  • Pada Akhirnya, Kita Berpisah Arah   Bab 3

    Di tengah tangisan pilu Eva, Mia mencengkeram lenganku dengan penuh amarah dan menyeretku ke ruang istirahat di lantai atas.Dulu tempat ini adalah markas rahasia milikku dan Owen.Karena letaknya dekat dengan rumah sakit, setiap kali aku kelelahan setelah operasi, dia selalu membawaku ke sana untuk beristirahat sejenak.Owen tahu aku sering lupa makan saat sibuk, jadi dia memasak sendiri dan menyiapkan makanan ringan ke dalam tasku.Dia juga tahu leherku sering pegal karena pekerjaanku, sehingga sengaja membelikan kursi pijat dan meletakkannya di ruang tamu.Perhatian-perhatian kecil itu ... pernah membuatku percaya bahwa itulah cinta.Namun sekarang ... tempat itu telah berubah menjadi kamar bayi. Terdapat boks bayi, meja ganti popok, dan mainan anak-anak dimana-mana.Semua jejak keberadaan kami telah lenyap tanpa sisa.“Yang benar-benar dicintainya adalah Eva. Sedangkan kepadamu, yang dia anggap sebagai cinta hanyalah rasa terima kasih karena kamu telah menyembuhkan penyakit jantung

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status