Share

Bab 3

Author: Jubei
Di tengah tangisan pilu Eva, Mia mencengkeram lenganku dengan penuh amarah dan menyeretku ke ruang istirahat di lantai atas.

Dulu tempat ini adalah markas rahasia milikku dan Owen.

Karena letaknya dekat dengan rumah sakit, setiap kali aku kelelahan setelah operasi, dia selalu membawaku ke sana untuk beristirahat sejenak.

Owen tahu aku sering lupa makan saat sibuk, jadi dia memasak sendiri dan menyiapkan makanan ringan ke dalam tasku.

Dia juga tahu leherku sering pegal karena pekerjaanku, sehingga sengaja membelikan kursi pijat dan meletakkannya di ruang tamu.

Perhatian-perhatian kecil itu ... pernah membuatku percaya bahwa itulah cinta.

Namun sekarang ... tempat itu telah berubah menjadi kamar bayi. Terdapat boks bayi, meja ganti popok, dan mainan anak-anak dimana-mana.

Semua jejak keberadaan kami telah lenyap tanpa sisa.

“Yang benar-benar dicintainya adalah Eva. Sedangkan kepadamu, yang dia anggap sebagai cinta hanyalah rasa terima kasih karena kamu telah menyembuhkan penyakit jantungnya.”

Aku tertegun, “Apa maksudmu?”

Mia tidak langsung menjawab, dia hanya menatapku dengan penuh rasa iba.

Kemudian dia menyingkap layar proyektor, memperlihatkan dinding yang dipenuhi foto-foto. Semuanya adalah foto Owen dan Eva.

Mereka pergi ke Gunung Eldor untuk bermain ski pasangan ….

Berjalan menikmati matahari terbenam di tepi Danau Raven ....

Naik perahu di Kota Air Willow ....

“Mereka sudah bersama sejak 3 tahun yang lalu.”

“Tahun lalu, saat ulang tahunmu, Kak Owen sebenarnya tidak sedang pergi dinas. Aku dan Liam juga sama sekali tidak pergi berbulan madu.”

Mia berjalan mendekat, lalu menunjuk foto pernikahan yang tergantung tepat di tengah.

“Kami semua pergi ke Silveria menghadiri pernikahan mereka. Dan menjadi saksi kebahagiaan mereka.”

“Kerusuhan medis waktu itu ... juga diatur oleh Kak Owen.”

“Jika bukan karena khawatir setelah mengetahui identitasnya, kamu akan berubah pikiran dan tidak lagi mengobati Mia sepenuh hati, kami tidak akan merahasiakan semuanya sampai sekarang.”

Aku menatap Mia seolah sedang melihat orang asing.

Aku benar-benar tidak bisa membayangkan ... bagaimana mungkin kata-kata seperti itu keluar dari mulutnya.

Padahal belum lama ini ....

Di pesta pernikahannya dengan adikku, dia menyerahkan buket pengantin hanya kepadaku, si satu-satunya pendamping pengantin wanita.

Dia mendoakanku agar kelak menikah dengan cinta sejatiku dan hidup bahagia selamanya.

Bahkan dia pernah mengancam Owen, kalau sampai berani menyakitiku, dia tidak akan pernah memaafkannya.

Namun sekarang ... justru dialah yang membantu orang lain merebut kebahagiaanku. Lalu mengatakan bahwa akulah orang yang telah ditinggalkan.

Air mataku akhirnya jatuh juga. Aku bahkan tidak tahu harus menggambarkan perasaanku seperti apa.

Yang kurasakan hanya ... hatiku yang tulus telah diinjak berkali-kali. Diremukkan sedikit demi sedikit.

Hingga tidak mungkin lagi disusun kembali seperti semula.

“Kalau begitu ....”

Aku menatap Owen dan Eva yang baru saja masuk ke ruangan. Lalu mengucapkannya perlahan, kata demi kata.

“Kalau begitu, kalian saja yang bersama. Aku merelakan kalian.”

“Dokter Reed ....”

“Nora, apa yang sedang kamu katakan?”

Keduanya menatapku dengan wajah terpaku.

Sementara aku ... hanya melepas cincin berlian di jari manisku lalu meletakkannya di telapak tangan Eva.

“Semoga kalian berdua hidup bahagia selamanya. Semoga keluarga kecil kalian selalu dipenuhi kebahagiaan.”

Mia dan Liam hanya bisa menatapku tanpa berkata apa-apa. Owen membuka mulut, seolah ingin mengatakan sesuatu.

Namun ... aku sudah tidak ingin mendengar apapun lagi.

Aku mendorong pintu, lalu melangkah pergi.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Pada Akhirnya, Kita Berpisah Arah   Bab 8

    “Maaf ... akulah yang telah membunuh anak pertama kita dengan tanganku sendiri.”Sambil berkata demikian, Owen mengangkat tangannya dan menampar wajahnya sendiri berkali-kali.“Maaf ... maaf, Nora. Aku bajingan ... aku benar-benar bukan manusia ....”“Maukah kamu memberiku satu kesempatan lagi? Aku ... aku ingin menebus semua kesalahanku.”Sinar matahari senja menembus jendela, menyinari sosok Owen yang tampak begitu mengenaskan.Tanpa sadar, aku teringat saat pertama kali bertemu dengannya.Saat itu juga di rumah sakit, di sebuah ruang rawat.Di matanya terpancar keputusasaan yang masih menyisakan secercah harapan. Sambil menggenggam tanganku, dia pun berkata, “Dokter Reed, tidak apa-apa. Jika Anda tidak bisa menyembuhkan saya pun tidak apa-apa.”Waktu itu aku baru kembali setelah ditugaskan di rumah sakit medan perang.Aku yang masih muda, penuh keyakinan dan semangat, tersenyum lalu berkata kepadanya, “Tidak. Aku yakin 100 persen bisa menyembuhkan penyakitmu.”Namun siapa sangka, pe

  • Pada Akhirnya, Kita Berpisah Arah   Bab 7

    Saat rasa sakit yang menusuk menjalar dari punggungnya, Mia akhirnya mengerti makna ucapan Nora tempo hari.[Liam sedikit banyak mewarisi sifat ayahku yang dingin dan tidak setia. Mia, jangan pernah terlalu dikuasai perasaan ….]Dia juga baru memahami niat baik Nora yang dulu mati-matian menentangnya terburu-buru menikah dengan Keluarga Reed.[Mia, aku tidak akan menghalangimu mengejar cinta dan kebahagiaanmu. Tetapi ada yang ingin kukatakan. Apapun yang terjadi, aku akan selalu berdiri di pihakmu, meski orang itu adalah adik kandungku sendiri ….]Namun saat itu, betapa bodohnya dia mengira Nora memandang rendah dirinya sebagai sahabat sekaligus adik ipar.Mia mengira Nora meremehkannya karena dia hanyalah anak yatim yang ditelantarkan orang tuanya, dan tidak pantas menjadi bagian dari Keluarga Reed.Sejak saat itulah benih iblis dalam hatinya mulai tumbuh dan semakin tenggelam, hingga membawa semuanya pada keadaan yang tidak lagi bisa diperbaiki.Mia terduduk lemas di lantai. Luka di

  • Pada Akhirnya, Kita Berpisah Arah   Bab 6

    [Apa bayi ini benar-benar anak Owen? Eva, katakan yang sebenarnya padaku!][Memangnya kenapa? Kita sudah putus, Liam! Jangan kira hanya karena kejadian malam itu, kamu bisa memisahkanku dan Owen!][Tetapi aku sudah melakukan tes DNA dan dia memang anakku! Eva, demimu aku sudah mengkhianati kakakku sendiri. Sekarang, apa kamu juga ingin merampas anak kandungku?!][Kita bersama selama 6 tahun penuh! Eva, kamu tidak boleh sekejam ini kepadaku ....]Hanya dengan beberapa kalimat singkat, seluruh kisah cinta, kebencian, dan pengkhianatan di antara mereka berdua pun tersingkap.Adegan terakhir dalam rekaman itu memperlihatkan Liam yang menyeret paksa Eva ke ruang penyimpanan di ujung lorong.Akibatnya, mereka bahkan tidak mendengar tangisan bayi dari ruang rawat.Mereka juga tidak tahu … bayi itu menangis hingga hampir kehabisan napas.Jika saja seorang perawat yang kebetulan lewat tidak segera menemukan dan membawanya ke IGD untuk mendapat pertolongan, nyawanya mungkin sudah tidak tertolong

  • Pada Akhirnya, Kita Berpisah Arah   Bab 5

    [Nora, kehamilan intrauterin berusia 2 minggu, mengalami keguguran akibat kecelakaan ....]Tatapan Owen terpaku pada kalimat itu.Kepalanya terasa berputar, tubuhnya limbung hingga hampir tidak mampu berdiri.“Kakakku ... hamil? Kalau begitu darah di lantai tadi ....”Liam yang ikut melihat laporan itu langsung memucat.Mendengar perkataannya, Mia pun membeku. Dia menatap genangan darah di lantai yang belum mengering. Tangannya mulai gemetar tanpa kendali.Barusan ... dia telah membunuh seorang anak yang tidak berdosa?Dan wanita itu ... bukan hanya sahabatnya. Melainkan juga kakak kandung suaminya sendiri.“Aku tadi hanya terlalu panik. Siapa yang tidak panik jika bayinya hilang?”“Kalau memang hamil, kenapa dia tidak memberi tahu kita? Tidak mungkin. Dia itu seorang dokter. Mana mungkin terjadi sesuatu semudah itu. Laporan pemeriksaan ini pasti dipalsukan untuk menipu kita!”Saat pembicaraan beralih pada anak, tatapan Eva refleks melirik ke arah Liam. Ada sedikit rasa bersalah yang t

  • Pada Akhirnya, Kita Berpisah Arah   Bab 4

    Keesokan harinya, setelah mengetahui rumah kami dijual, Owen segera pulang.Begitu masuk, dia langsung menarikku dari tumpukan koper, “Nora, apa maksudmu menjual rumah kita? Kamu sudah gila?”Emosi yang selama ini kutahan akhirnya meledak.Aku mencibir dingin, lalu mengangkat tangan dan menamparnya.Rumah? Dia masih punya muka untuk menyebut tempat ini sebagai rumah?“Owen, mempermainkanku seperti orang bodoh memang menyenangkan, ya?” Bekas lima jariku segera tercetak di pipinya.Namun, dia tidak marah.Seperti setiap kali kami bertengkar, dia justru melunakkan nada suaranya lebih dulu, “Sudah selesai memukulku? Sudah puas? Kuakui, aku memang salah karena telah membohongimu. Tetapi kita sudah bersama selama 7 tahun. Mana mungkin hubungan ini bisa berakhir begitu saja?”“Nyawaku ini adalah milikmu. Bagaimana mungkin aku benar-benar tega mengkhianatimu?”Aku sudah muak mendengar kata-kata munafik itu dan berbalik hendak pergi.Namun Owen menghalangi jalanku, lalu tiba-tiba kehilangan ken

  • Pada Akhirnya, Kita Berpisah Arah   Bab 3

    Di tengah tangisan pilu Eva, Mia mencengkeram lenganku dengan penuh amarah dan menyeretku ke ruang istirahat di lantai atas.Dulu tempat ini adalah markas rahasia milikku dan Owen.Karena letaknya dekat dengan rumah sakit, setiap kali aku kelelahan setelah operasi, dia selalu membawaku ke sana untuk beristirahat sejenak.Owen tahu aku sering lupa makan saat sibuk, jadi dia memasak sendiri dan menyiapkan makanan ringan ke dalam tasku.Dia juga tahu leherku sering pegal karena pekerjaanku, sehingga sengaja membelikan kursi pijat dan meletakkannya di ruang tamu.Perhatian-perhatian kecil itu ... pernah membuatku percaya bahwa itulah cinta.Namun sekarang ... tempat itu telah berubah menjadi kamar bayi. Terdapat boks bayi, meja ganti popok, dan mainan anak-anak dimana-mana.Semua jejak keberadaan kami telah lenyap tanpa sisa.“Yang benar-benar dicintainya adalah Eva. Sedangkan kepadamu, yang dia anggap sebagai cinta hanyalah rasa terima kasih karena kamu telah menyembuhkan penyakit jantung

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status