LOGIN"Kau yakin... Bos? Kera itu bahkan belum bergerak tapi kalian..." Bandit itu sempat protes, jelas tidak setuju dengan usulan pria tua dan pria kekar itu.Bagi dirinya,dia masih ingin hidup. Kesempatan seperti ini tidak akan datang kedua kalinya!"Kau bodoh?" Bentak pria tua, matanya memerah akibat kemarahan. "Sumber daya ini tidak bisa kita sia-siakan! Kita bisa harus menghargai perjuangan rekan-rekan mu! Mereka rela mati untuk mengambil sumber daya ini, tapi kau mementingkan diri sendiri dengan melarikan diri? Mana harga dirimu sebagai penyihir sejati?" Bisiknya dengan pelan, sambil menunjuk dada bandit itu. Bandit itu terdiam mendengar pernyataan dari pria tua tersebut. Pikirannya terus berputar dalam ketidak pastian. Apa yang di katakan pria tua ini ada benarnya, namun situasi saat ini benar-benar tidak meyakinkan.Ketika bandit tersebut tengah berada dalam kebingungan, kera raksasa di depannya mengaum ganas, suaranya memecah kesunyian hutan. Groooaaahhh!Setelah mengaum, dia ber
Sensasi aneh muncul di tubuh Frank, membuat pemuda itu tidak bisa deskripsikan melalui kata-kata. Sensai nyaman, berenergi dan semangat muncul dalam tubuh Frank, membangkitkan sepenuhnya kesadaran pemuda itu. Luka-luka yang di alami oleh Frank secara perlahan-lahan mulai membaik dengan kecepatan yang dapat di lihat oleh mata telanjang!Rasa sakit yang di alami oleh pemuda itu juga ikut perlahan memudar, membuat pergerakannya semakin leluasa.Di sisi lain, arena pembantaian kini telah menjadi neraka yang mengerikan. Puluhan tubuh bandit berserakan di mana-mana. Ada beberapa bahkan tinggal daging yang berceceran dan darah yang menggenang. Pemandangan sadis tersebut membuat bandit yang tersisa benar-benar ketakutan setengah mati!Kini yang tersisa hanya tiga orang bandit saja, pemimpin mencurian, Pria tua, pria kekar dan bandit biasa. Kekuatan mereka hanya Penyihir Magang tingkat enam, tingkat lima dan tingkat dua. Melihat bawahannya di bantai seperti memusnahkan semut, pria kekar ber
"Apa?! Binatang Sihir tingkat tiga?!""Celaka!""Mati kita!""Lari!"Kepanikan massal melanda semua bandit. Wajah mereka yang tadinya penuh keraguan kini berubah menjadi ketakutan mutlak!Mereka hanyalah Penyihir Magang, tidak mungkin bisa melawan Binatang Sihir tingkat tiga yang setara dengan High Mage!Wajah semua orang telah berubah pucat seperti mayat, terutama yang berada di dekat Kera raksasa tersebut.Groooaaahhh!Kera tersebut mengaum dengan ganas, membuat seluruh hutan terguncang hebat!Pemimpin dari pencurian Apel Sihir Formula, seorang pria tua yang memberi perintah sebelumnya mendadak jatuh dari berdirinya. Kakinya gemetar ketakutan akibat sosok kera tersebut.Dia hanyalah Penyihir Magang tingkat enam, sementara kera tersebut Binatang Sihir tingkat tiga!Perbandingan kekuatan yang teramat jauh tersebut membuat pria tua itu sadar bahwa mereka telah mengusik sosok yang seharusnya tidak boleh mereka usik!Kera tersebut kemudian mengangkat kedua lengannya tinggi-tinggi ke udara
Namun, perasaan aneh di dalam tubuhnya belum menghilang. Mana itu masih mengalir di sekelilingnya, menyelimuti tubuhnya seperti cahaya pelindung. Yang lebih aneh lagi, Frank merasa tubuhnya seperti sedang mengenali sesuatu. "Kenapa aku bisa merasakan mana?" Pertanyaan itu muncul begitu saja. Bukankah dirinya tidak memiliki bakat? Bukankah Kristal Takdir bahkan hancur ketika mengujinya? Bukankah seluruh kerajaan telah menyatakan bahwa dirinya tidak berguna? Lalu mengapa sekarang dia bisa merasakan mana? Frank memejamkan mata, mencoba mengingat kembali pernyataan jiwa tua yang memberikan banyak pertanyaan dan teka teki. "Bakat hanyalah penopang, bukan penentu," Jantung Frank berdegup semakin cepat. "Apakah ini maksudnya?" Gumamnya dengan lirih, matanya terbelalak. Dia berpikir bahwa dia dapat merasakan energi sihir penyihir lain, yang menandakan bahwa pasti dia di berkahi kekuatan sihir kelak. Namun, sebelum dia sempat berpikir lebih jauh, pohon apel formula telah terkendali se
Swish!Puluhan bandit melesat cepat menuju pohon apel, dan tanpa ragu mengayunkan senjata sihir mereka. Ada yang menggunakan tongkat kayu, tombak besi, bahkan pedang.Mereka tetap menjaga jarak pada pohon Apel Sihir Formula, seperti seseorang yang takut sesuatu akan terjadi jika mereka mendekat. Swoosh!Puluhan Apel Sihir Formula langsung terpisah dari ranting pohon, dalam sekejap melesat menuju wadah kayu besar yang berada di pepohonan yang berjarak sekitar tiga puluh meter dari pohon Apel Sihir Formula. Mata Frank terbelalak melihat apel-apel sihir formula yang mulai melayang pergi dari pohon, menuju wadah para bandit. Dia dengan panik memegang erat apel-apel di tangan, baju dan mulutnya agar tidak terbawa oleh para bandit.Tidak cukup lima menit, Pohon Apel Sihir Formula telah rontok, semua buah apel telah di jarah paksa oleh para bandit dan Frank."Buah Apel Sihir Formula telah habis! Sekarang, cabut pohonnya!" Suara tua yang sebelumnya memerintah, kembali terdengar. Perintahny
Waktu berjalan begitu cepat, tak terasa malam panjang terlewati begitu saja. Cahaya mentari mulai bersinar terang, menerangi wajah Frank dari ufuk timur.Frank yang tengah memejamkan mata, merasa terusik dengan cahaya mentari tersebut. Dia kemudian mengucek-ucek matanya, lalu mulai membukanya perlahan. Sinar matahari pagi langsung memasuki pelupuk matanya, membuat pandangan Frank sedikit silau serta buram khas baru bangun tidur. Setelah beberapa saat, Frank akhirnya tersadar. Dia menoleh ke sekelilingnya. "Dia kembali menghilang?" Gumam Frank dengan alis berkerut.Perasaan kesal bercampur penasaran masih membumbung tinggi di dadanya, gemas akibat ia tidak kunjung menemukan jawaban.Darimana asal mana itu sendiri. Bahkan inti mana yang di kategorikan sebagai sumber mana pun ternyata tidak termasuk sebagai sumber. "Apakah mana itu berasal dari suatu tempat? Jika inti mana bukan sumbernya... Apakah sumber mana itu sebenarnya adalah tempat yang menyimpan mana? Seperti kolam spiritual d







