Share

Bab 490

Author: Elenor
Clara meninggalkan Kantor Catatan Sipil dan kembali ke kantor tepat waktu untuk rapat pagi.

Setelah duduk, Dylan berbisik, "Sudah selesai mengurus prosedurnya? Secepat itu?"

Clara mengangguk.

Tidak ada konflik antara dirinya dan Edward, dan mereka berdua sangat positif tentang perceraian ini, jadi prosesnya pun cepat.

Dylan melanjutkan, "Kalau kalian nggak ada masa jeda perceraian, kalian bisa resmi bercerai hari ini, tapi kalian harus menunggu tiga puluh hari lagi. Nanti kalau masa jedanya bera
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (159)
goodnovel comment avatar
Nia Arahman
kesalhn anknya sendiri,dulu kenapa mengabaikan ibu mu Clara,akhirnya Clara juga pelit bicara,,
goodnovel comment avatar
Farhat Ashshidiq
lhaaaaaah....blm cerai?????? duh
goodnovel comment avatar
Uti Nabil
ceritanya bertele-tele
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 828

    Edward dan Dani masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan, jadi mereka menghabiskan waktu di pulau itu selama dua hari sebelum kembali ke kota.Keesokan harinya, Edward kembali ke Anggasta Group untuk membahas masalah kerja sama.Setelah dua hari yang sibuk, kabar bahwa Edward telah kembali ke ibu kota dari perjalanan bisnisnya sampai ke telinga Ervan.Keluarga Gori dan Sanjaya mengalami masa-masa yang tidak mudah selama beberapa hari terakhir.Setelah mengetahui Edward telah kembali, Ervan segera memberi tahu Vanessa, "Aku dengar Edward sudah kembali."Sebelum Vanessa sempat bereaksi, Diana sudah bersorak gembira dan berkata, "Kak Edward akhirnya sudah kembali? Kalau begitu kita bisa ...."Namun, ekspresi Ervan tidak terlihat baik. Dia menatap Vanessa dan berkata, "Aku dengar Edward sudah kembali sejak beberapa hari yang lalu."Sebelumnya, Vanessa sudah terus mencoba menghubungi Edward, tetapi dia tidak menanggapi sama sekali. Saat itu, mereka menduga dia memiliki banyak hal ya

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 827

    Elsa berkata, “Iya, Ma. Ya sudah … aku tutup teleponnya ya, Ma.” Clara tidak menyangka Elsa akan langsung berpamitan secepat itu, tetapi tidak berkomentar apa pun. Dia hanya menjawab, “Iya, kau istirahat ya.”“Iya. Selamat malam, Mama.” Setelah menutup telepon, Elsa berbalik dan turun ke lantai bawah, langsung bertanya kepada Kepala Pelayan, “Kek, apa tadi Kakek menelepon mama?”Kepala Pelayan berkata, “Iya. Karena Kakek khawatir kamu nggak mau makan, jadi Kakek memberi tahu mamamu.” Mendengar hal itu, Elsa menundukkan kepala dan tidak mengatakan apa-apa lagi, dia lalu berbalik untuk kembali ke kamarnya....Keesokan paginya, Elsa bangun dan sengaja tidak turun ke lantai bawah untuk sarapan. Edward selesai sarapan dan naik ke lantai atas untuk mengetuk pintunya. “Ayah mau pergi sebentar, nanti sore baru pulang.”Elsa masih merajuk. Saat mendengar hal itu, dia memalingkan muka dan mengabaikan Edward, tetapi seperti teringat sesuatu, dia tiba-tiba menatap ayahnya, namun ragu-ragu untu

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 826

    Elsa semakin marah dan langsung meronta, "Lepaskan aku! Aku nggak mau dipeluk."Edward menatapnya. "Baiklah, tapi kau harus turun untuk makan."Elsa mengerutkan bibir, dia memalingkan wajah dan tak mau menatap ayahnya.Meskipun begitu, Edward sama sekali tidak melepaskannya dan langsung menggendongnya ke bawah.Di lantai bawah, Kepala Pelayan sudah memanaskan hidangan yang semuanya adalah makanan favorit Elsa.Nasi juga sudah disajikan. Edward menurunkan putrinya itu dan memberinya sendok.Elsa sempat ragu sejenak, lalu mengambilnya, dan mulai makan dalam diam.Edward duduk di sebelahnya. Melihat pemandangan itu, Kepala Pelayan berkata, "Pak, apa Anda juga mau makan sekalian?"Edward menggelengkan kepala. "Aku sudah makan."Dia tidak mencoba mengganggu lebih lanjut, lalu membiarkan ayah dan anak perempuan itu berduaan saja.Elsa tetap makan dalam diam. Edward menatapnya dan berkata, "Sekolah akan segera dimulai. Sebelum itu, apa ada tempat yang ingin kau kunjungi? Ayah akan menemanimu.

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 825

    “Ayo, kita pergi bersama.” Dani menyela perkataannya. “Jika benar-benar terjadi sesuatu, kami juga bisa membantu membujuknya.”Clara tidak berkata apa-apa lagi setelah mendengar itu.Gading juga merasa cukup khawatir, jadi dia pun ikut.Situasinya sangat mendesak, jadi Clara belum sempat bertanya lebih banyak. Setelah meninggalkan aula, dia mengambil ponsel dan ingin menanyakan lebih detail tentang situasi Elsa.Panggilan itu langsung terhubung.Dia bertanya, “Apa sebenarnya yang terjadi pada Elsa? Bagaimana dia bisa tiba-tiba jadi seperti ini?”Kepala Pelayan itu menjawab, “Sebenarnya, Elsa beberapa hari ini ....”Sebelum Kepala Pelayan itu selesai berbicara, sebuah suara sudah menyela, “Apa yang terjadi pada Elsa?”Itu suara Edward.Kepala Pelayan itu berbalik dan menyadari bahwa Edward telah kembali.Edward melirik ke arah Kepala Pelayan. “Siapa yang kau hubungi?”Kepala Pelayan menjawab dengan jujur, "Bu Clara. Saya baru saja memberi tahu Ibu tentang kondisi Elsa. Karena merasa kha

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 824

    Pesan yang dikirim Gading pada hari saat insiden di perusahaan Keluarga Gori terjadi, baru mendapat balasan dari Edward di keesokan siangnya. Balasannya sangat singkat, hanya: [Nggak apa-apa, aku bisa menanganinya sendiri.]Dani berkata, "Apa aku juga perlu mengirim pesan?"Gading menjawab, "Tentu saja."Dani mengeluarkan ponsel dan mengirimkan pesan kepada Edward.[Apa urusannya sudah hampir beres? Kapan kau akan kembali?]Saat Dani mengirim pesan itu, tatapan Gading kembali tertuju pada Clara yang berdiri tidak jauh darinya.Malam ini, Clara masih sama seperti sebelumnya, tetap menjadi pusat perhatian.Setelah selesai, Dani juga ikut menatap Clara.Dia benar-benar terkejut dengan kejadian di pesta jamuan Dokter Luwana. Setelah itu, dia sempat berpikir untuk mengirim pesan kepada wanita itu untuk menanyakan perasaannya.Namun, Dani tahu dia tidak memiliki hak untuk menunjukkan kepedulian itu, dan akhirnya dia tidak jadi mengirim pesan tersebut.Sekarang, melihat Clara tampak sangat te

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 823

    Clara melangkah masuk dan terkejut melihat Nenek Anggasta telah ada di sana.Melihat kepulangannya, Nenek Anggasta tersenyum. "Clara sudah pulang?"Clara tersenyum, meletakkan tasnya, dan duduk di sebelah Nenek Anggasta. "Nenek, kapan Nenek kembali?"Clara tahu bahwa Nenek Anggasta beberapa waktu lalu pergi ke daerah selatan untuk menghindari cuaca musim panas."Aku sampai tadi siang," kata Nenek Anggasta sambil memegang tangan Clara. "Aku sudah membeli banyak oleh-oleh makanan khas sana dan membawakan beberapa untuk kalian."Setelah mengobrol sebentar, mereka pun mulai makan malam. Selama makan, Nenek Anggasta berbagi banyak cerita menarik selama perjalanannya ke daerah selatan.Nenek Anggasta dan Nenek Hermosa sudah lama tidak bertemu, jadi mereka berdua memiliki banyak hal untuk diobrolkan.Nenek Anggasta tinggal sampai hampir jam sembilan malam, lalu berpamitan untuk pergi.Saat Clara dan Nenek Hermosa mengantarnya ke luar pintu, senyum Nenek Anggasta tiba-tiba memudar. Dia sempat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status