分享

Bab 500

作者: Elenor
Setelah memasuki lift, melihat Rio hanya menekan tombol lantai tempatnya berada, Edward tiba-tiba berkata, "Nggak perlu ikut naik."

Rio tertegun sejenak, lalu menyadari apa maksudnya, dan berkata, "Baik, Pak."

Setelah itu, dia menekan tombol lantai kamarnya.

Keesokan paginya.

Edward mengenakan jubah mandi, pakaiannya semalam tergantung di lengannya, dia keluar dari kamar, menutup pintu, dan berjalan ke sisi lain.

Vanessa yang baru saja keluar dari lift melihatnya dan senyum langsung mengembang d
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (265)
goodnovel comment avatar
Santunah Darlis
g usah berterima kasih clara...jahat nggak sih...edwards terlalu jahat sama kamuuu....
goodnovel comment avatar
Siska
ujung ceritanya gimana
goodnovel comment avatar
Faidah Azmi
kira-kira siapa yg bikin clara pingsan di bius???
查看全部評論

最新章節

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 836

    Clara bergumam singkat, “Hmm.”Dylan mengerti Clara tidak berinisiatif membahas perceraian saat ini sebenarnya karena menghormati Nenek dan Kakek Anggasta.Memikirkan hal tersebut, Dylan pun mengubah topik pembicaraan dan tiba-tiba tersenyum, “Aku sudah mencari informasi. Jetwave Labs bukan hanya akan melawan Gori Group sampai tuntas, aku baru dapat kabar terbaru kalau mereka juga telah menggugat X-Tech.”Clara tertegun. “Berhasil?”Dylan mengangguk. “Iya, aku dengar saham X-Tech juga telah dibekukan.”Clara tidak terlalu terkejut saat mendengar X-Tech juga terseret dalam masalah ini.Lagipula, mengingat hubungannya dengan Keluarga Gori dan Sanjaya, saat mengetahui bahwa X-Tech dan Gori Group memiliki masa depan yang cerah, yang lain juga pasti ingin ikut menikmati keuntungannya.Dylan dan Clara seharusnya merasa senang bahwa Gori Group dan X-Tech sama-sama terkena masalah.Namun .…Gabungan Gori Group dan X-Tech tidak akan bernilai banyak bagi Edward.Bahkan, jika Gori Group dan X-Tec

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 835

    Setelah upacara selesai, para orang tua mulai beranjak meninggalkan sekolah, Clara serta Edward pun bersiap untuk pergi.Clara berkata, "Elsa, Mama pergi dulu. Kalau ada apa-apa, hubungi Mama ya?"Elsa mengangguk. "Oke."Melihat Clara sepertinya sudah selesai bicara, Edward mencubit pipi Elsa dengan lembut. "Apa Ayah perlu menjemputmu nanti sore?"Elsa berpikir sejenak dan sedikit memiringkan kepala untuk menatap ke arah Clara.Jelas sekali, dia sebenarnya berharap mendengar kata-kata itu dari Clara.Namun, Clara baru saja menerima panggilan telepon dan tidak menyadari tatapan putrinya.Elsa mengalihkan pandangannya dan berkata, "Iya." Lalu, sambil menoleh ke arah Clara, dia menambahkan, "Mama pergi bekerja saja. Aku mau kembali ke kelas, pelajaran akan segera dimulai."Clara tersenyum. "Iya."Elsa melambaikan tangan tanda perpisahan, sementara Edward dan Clara memperhatikan kepergiannya.Clara tidak menjawab panggilan telepon tadi. Baru setelah melihat Elsa masuk ke ruang kelas, dia m

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 834

    Setelah selesai berbicara dengan sang guru, mereka duduk di tempat yang telah ditentukan.Begitu mereka duduk, sejumlah orang tua menghampiri Edward dan Clara untuk menyapa serta menyerahkan kartu nama mereka.Baik Clara maupun Edward berdiri untuk berjabat tangan dan berbasa-basi sejenak.Setelah berbincang sebentar, guru mulai mengumpulkan para murid untuk upacara pembukaan sekolah.Clara mengelus lembut kepala Elsa. "Pergilah."Elsa mengangguk. "Oke."Saat menjawab, dia melirik ke arah Edward, lalu beralih ke Clara.Elsa tentu menyadari bahwa sejak mereka bertemu, kedua orangtuanya hampir tidak saling bicara sepatah kata pun.Dan sepanjang ingatannya, mereka berdua memang jarang berbicara setiap kali bertemu ....Hanya saja, dia tidak terlalu memedulikannya di masa lalu.Elsa pergi untuk mengikuti upacara sesuai arahan guru, sementara Edward, Clara, dan orang tua lainnya tetap berdiri di tempat, memperhatikan anak-anak yang polos dan penuh dengan antusias itu.Melihat putrinya hari

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 833

    Clara menjawab, "Iya, Mama ada waktu tanggal satu."Sebenarnya, dia tidak pernah melupakan urusan sekolah putrinya.Karena Elsa ingin dia menghadiri upacara pembukaan sekolah, maka tentu saja dia akan datang jika ada waktu.Mendengar Clara bisa hadir, wajah Elsa menjadi sedikit lebih cerah. "Kalau begitu, kita sepakat ya."Clara berkata, "Iya."Elsa terdiam sejenak, lalu berkata, "Ya sudah. Sampai jumpa, Ma."Dulu, setelah membahas suatu hal tertentu, Elsa biasanya akan terus bercerita tentang kesehariannya atau bertanya apakah Clara sedang sibuk, dia tidak hanya terpaku pada urusan yang sedang dibahas seperti dua momen terakhir.Bahkan, tersirat sedikit nada canggung dalam suaranya.Clara tidak mempermasalahkan hal itu, dan hanya berkata, "Iya."Setelah itu, dia menutup telepon.Malam harinya, persis seperti yang dikatakan Edward, Elsa tidur lebih awal. Keesokan paginya, setelah duduk dan menyantap sarapan, dia akhirnya berbicara kepada Edward yang duduk di hadapannya, "Mama akan data

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 832

    Edward berkata, “Iya.” Setelah menghela napas, Maya terdiam sejenak sebelum akhirnya mengganti topik pembicaraan.Setelah makan malam, Dustin duduk di sebelah Edward. Dia juga sudah tahu apa yang terjadi pada malam di pesta jamuan Dokter Luwana.Meskipun dia sudah lama mendengar bahwa Edward memiliki wanita lain yang disukainya, namun dia baru mengetahui pada hari itu bahwa orang yang disukai kakaknya adalah Vivi, pembalap yang sangat dia kagumi.Mengetahui semua hal tersebut, dia akhirnya mengerti mengapa Edward tidak memberinya foto Vanessa yang sudah ditandatangani untuk dipajang di kamar .…Melihat Dustin duduk di dekatnya, Edward meliriknya sekilas. “Apa yang ingin kau katakan?”Dustin sempat ragu sejenak sebelum akhirnya berbicara, “Kak, menurutku Kak Clara benar-benar hebat.”Meskipun dia memang sangat menyukai Vivi, namun setelah mengetahui bahwa Vivi dan keluarganya adalah orang-orang yang telah menyakiti Clara dan Keluarga Hermosa, maka dia tidak bisa lagi menyukai orang itu

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 831

    Saat Vanessa sampai di rumah, waktu sudah menunjukkan sekitar jam sembilan malam.Melihat kepulangannya, Ervan bertanya, "Apa perusahaan baik-baik saja?""Untuk saat ini baik-baik saja."Tetapi jika para investor sampai mengetahui bahwa masalah Gori Group telah memengaruhi X-Tech, maka hal itu bukan lagi masalah kecil.Ervan sangat mengerti jika masalah Gori Group tidak segera diselesaikan, maka itu akan berpotensi ikut melumpuhkan X-Tech.Dia telah aktif berkomunikasi dengan pihak Jetwave, tetapi mereka menolak untuk menurunkan tuntutannya.Kompensasi yang diminta Jetwave adalah sesuatu yang tidak mampu mereka bayar walaupun mereka harus menjual semua harta benda yang mereka miliki .…Jika Edward berada di pihak mereka, mereka akan memiliki kesempatan untuk bangkit kembali, walaupun jika harus mengorbankan Gori Group. Tetapi, Edward sama sekali tidak memberikan respon apa pun .…Sekian hari telah berlalu, dan mereka masih tidak dapat memahami apa yang sebenarnya ada di dalam pikiran E

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status