Share

Bab 586

Author: Elenor
Bagas memang semakin dekat dengan Anugerah Group akhir-akhir ini, dan sebenarnya sedang merencanakan kerja sama.

Dia tidak tahu bagaimana Edward bisa tahu tentang ini.

Namun, itu bukan sesuatu yang harus dirahasiakan.

Melihat Edward sengaja mengangkat topik itu, dia menjawab, "Iya."

Kemudian, Edward dan Bagas mengobrol tentang urusan bisnis.

Nenek Anggasta, Clara, dan Arini membahas hal-hal lain.

Sambil mengobrol dengan Bagas, Edward juga tetap memperhatikan makan Elsa. Dia mengambilkan makanan,
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (194)
goodnovel comment avatar
Eka Yuni Astuti
mungkin koinnya gak cukup atau kalau berlangganan belum perpanjangan langganannya
goodnovel comment avatar
Farhat Ashshidiq
rombongan Wewe gombel adaaaa aja dimana-mana....ngintil Mulu, heran!
goodnovel comment avatar
Farhat Ashshidiq
hahahaaaa....
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 805

    Dylan pertama-tama menyerahkan ponsel kepada sekretarisnya, lalu seolah-olah baru mendengar lelucon, dia menatap Rendi dan berkata, "Pak Rendi, kau terlalu banyak berpikir. Hanya karena Bu Vanessa yang kau kagumi itu adalah orang licik, bukan berarti semua orang seperti dia." Mendengar penghinaan Dylan yang tanpa ragu terhadap Vanessa, Rendi tersadar kembali ke kenyataan. "Kau …." Namun, Dylan tidak berniat mendengarkan kalimatnya.Dia langsung menyela, tiba-tiba berkata, "Kau tadi bilang kalau kau dan Bu Vanessa ini sama-sama bergabung dengan Morti Group karena bahasa pemrograman CUAP milik kami, kan? Banyak orang yang berpikir kalau akulah yang sudah mengembangkan CUAP, tapi aku ingat dulu pernah bilang padamu kalau itu bukan ciptaanku."Rendi terkejut. "Iya, Anda memang pernah bilang begitu …."Dia tidak mengerti mengapa Dylan tiba-tiba mengalihkan topik pembicaraan ke hal tersebut.Tiba-tiba, sebuah pikiran terlintas di benaknya.Dalam sekejap, dia langsung mengerti maksud Dylan.

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 804

    Kerumunan di aula pun berseru takjub."Kalau apa yang dikatakan Pak Dylan benar, maka itu sama saja seperti air susu dibalas dengan air tuba!""Tepat sekali! Sudah baik hati membantu dan mendukung teman, tapi malah dibalas dengan khianat, sampai menyebabkan keluarga orang itu hancur. Dan, setelah bertahun-tahun kemudian, masih merusak pernikahan cucu perempuan keluarga itu … Keluarga ini benar-benar seperti sarang ular berbisa yang bisa menelan manusia tanpa sisa!""Mereka mungkin merasa berhasil saat aksi pertama kali. Jadi saat melihat Bu Clara menikah dengan kalangan elit, mereka menjadi iri dan kembali menggunakan trik lama. Lagipula, kalau bukan karena menempel pada Pak Edward, keluarga mereka bahkan nggak memenuhi syarat untuk berada di sini malam ini. Mereka benar-benar tega melakukan segala macam cara hanya demi panjat kelas sosial dan popularitas.""Aku pernah makan malam dengan Pak Edward, Bu Vanessa, dan Bu Clara sebelumnya. Waktu itu, Bu Vanessa duduk di sebelah Pak Edward

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 803

    Anggi sangat terkejut hingga pikirannya menjadi kosong. "A … apa yang kau katakan?" Rendi, Doni, dan Gery pun bereaksi serupa, wajah mereka juga dipenuhi rasa tidak percaya.Gading dan Dani bahkan lebih terkejut daripada Anggi dan Rendi.Setelah Dylan selesai berbicara, mereka butuh waktu lama untuk pulih dari keterkejutan, lalu menatap Edward dengan ekspresi tak percaya.Vanessa dan Clara … ternyata saudara tiri?Terlebih lagi, ibunya Vanessa sebenarnya adalah seorang wanita simpanan yang demi naik posisi tega membuat ibunya Clara hingga menjadi gila?Sebenarnya, mereka tahu mengenai kondisi ibunya Clara, tetapi mereka tidak pernah membayangkan bahwa orang yang sudah membuat ibunya Clara gila adalah ibunya Vanessa .…Edward tidak pernah menceritakan hal ini pada mereka.Jika kata-kata Dylan benar, maka …. Melihat reaksi Anggi dan Rendi, Dylan tersenyum, tetapi sorot matanya sangat dingin. "Dilihat dari ekspresi kalian berdua yang sangat terkejut, sepertinya Bu Vanessa belum mencerit

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 802

    Sebelum Clara dan Dylan sempat berbicara, Anggi sudah kembali mencibir Clara dan berkata, "Tapi Bu Clara, keadilan pasti akan menang. Nggak akan ada lagi yang percaya pada tipu dayamu, jadi sebaiknya hemat saja tenagamu itu. Bukannya lebih baik mempertahankan sisa harga dirimu itu?"Mendengar hal tersebut, Clara tidak bereaksi. Tetapi Dylan tertawa, menatap Anggi dan berkata, "Benar sekali, 'keadilan memang pasti akan menang'!" Kemudian, dia melirik ke arah Rendi di atas panggung. "Tindakan mulia kalian berdua dalam membela teman sungguh patut dikagumi. Tapi, yang paling aku kagumi sebenarnya adalah Bu Vanessa."Saat berkata itu, pandangannya tertuju pada Vanessa. "Bu Vanessa, aku lihat Pak Rendi dan Bu Anggi, yang satu sangat mengagumimu, dan yang satu lagi benar-benar menganggapmu sebagai teman. Tapi, kau malah menipu mereka seperti ini. Apa hatimu nggak merasa bersalah?"Sebelum Vanessa sempat berkomentar, Dylan terkekeh lagi. "Oh iya, aku lupa, kau itu kan sama sekali nggak punya h

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 801

    Saat Edward kembali bersaksi membela Clara, Gading, Vanessa, dan Rita menjadi semakin terkejut.Vanessa memandang Edward dengan tatapan kosong.Anggi memandang Edward dengan ekspresi kaget. Dia tidak pernah menyangka Edward akan berdiri di pihak Clara pada saat kritis seperti ini.Namun ....Entah apa yang dia pikirkan, Anggi lalu memandang ke arah Clara dan tiba-tiba tersenyum. Dia bertepuk tangan dengan ekspresi kagum dan berkata dengan nada sinis, "Aku sempat bingung kenapa kau tiba-tiba memanggil anak itu datang ke sini. Ternyata kau sedang memanfaatkan anak itu untuk mengendalikan situasi, ya? Kau bahkan tega menggunakan putrimu sendiri sebagai alat. Bu Clara memang sangat pandai dalam hal bersiasat dan tak punya perasaan. Aku benar-benar salut, hahaha!"Begitu Anggi mengucapkan kalimat itu, semua orang segera mengerti apa yang dia maksudkan.“Jadi, alasan Pak Edward tiba-tiba membela Clara karena putri mereka ada di sini?”"Sepertinya begitu. Kudengar Pak Edward sangat menyayangi

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 800

    Saat Anggi melangkah maju, Clara sudah tahu apa yang ingin dia katakan.Ekspresinya selalu tenang sejak awal. Bahkan ketika Anggi ingin bicara pun, Clara tidak berniat menghentikannya sama sekali, bahkan terlalu malas untuk mendengarkan. Dia memandang Elsa yang tiba-tiba muncul. Ketika Anggi sedang berbicara di depan semua orang, dia membungkuk dan berkata dengan tenang kepada Elsa, "Elsa, di sini agak berisik. Bagaimana kalau kau pulang dulu?"Elsa datang di pertengahan acara dan tidak tahu pasti apa yang terjadi. Dia sebenarnya hanya paham setengah-setengah tentang ucapan Anggi dan bisik-bisik di sekitarnya.Mendengar perkataan Clara, dia menggelengkan kepala. "Ma, aku nggak mau pergi. Kalau pestanya selesai, aku mau pulang bersama Mama."Clara mengerutkan kening.Pikiran Elsa sudah tidak lagi tertuju pada Clara. Melihat Dylan sedang menatapnya, Elsa menatap balik Dylan.Tentu saja, dia juga pernah bertemu dengan Dylan, hanya saja itu sudah lama sekali ....Melihat pemandangan itu, C

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status