Share

Bab 639

Author: Elenor
Doni tidak memperhatikan ekspresi Clara. Mendengar ibunya menyebut nama Richard, dia juga merasa bahwa jika Richard ada di sana, dia akan memiliki teman untuk diajak bicara hari itu.

Menjelang jam sepuluh malam, Clara dan yang lainnya pun berpamitan untuk pulang.

Saat mengantar mereka pergi, Gunawan tak tahan untuk berkata, "Clara, kalau kau punya waktu, sering-sering berkunjung ke sini bersama Dylan. Aku dan Tante akan selalu menyambutmu kapan saja."

Clara menjawab, "Iya, Om."

Doni memperhatikan dengan tatapan dingin dari samping, tanpa berkata apa-apa.

Namun, dia semakin merasa bahwa orang tuanya tampak lebih menyukai Clara daripada yang dia duga.

Bahkan, dia merasa bahwa mereka lebih menyukai Clara daripada Dylan.

Setelah Clara dan yang lainnya pergi, dia tak kuasa berkata, "Ma, Pa, Clara itu memang cukup bagus, tapi dia bukan orang yang tulus. Kalian ...."

Bu Agustin tersenyum dan menanggapi, "Oh iya? Tapi, Mama rasa Clara itu sangat tulus. Mama sama papamu justru semakin lama mal
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (91)
goodnovel comment avatar
Euis Hendrawati
emberr sinetron bgt.
goodnovel comment avatar
Novi Hardiyanto
kasian clara keq badut nurut apa kata edw..katanya hebat pinter bahkan anaknya ga menghargai maknya
goodnovel comment avatar
Rina Aspama
jadi males baca aku,,Sampek episode 600an tapi Clara GK cerei2,,huufff
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 640

    Gading terkejut, "Hah? Nggak jadi bercerai? Kenapa?"Sebelum Edward sempat menjawab, dia sudah bisa menebak apa yang terjadi. "Apa karena Elsa?"Dia bertanya demikian karena tahu kalau Elsa sekarang sangat dekat dengan Clara.Edward berkata, "Iya."Gading tiba-tiba teringat sesuatu dan bertanya, "Apa Clara juga setuju?""Iya."Gading mengerutkan bibir. "Serius? Kukira dia nggak akan setuju. Kau ingat, waktu kau pertama kali mulai mengajukan perceraian, dia menyerahkan hak asuh Elsa tanpa ragu-ragu. Selain itu, bergabung dengan Dylan, hidupnya juga sangat baik sekarang. Kudengar dia pergi makan malam di rumah Keluarga Wijaya kemarin bersama Dylan, Prof Nian, dan yang lainnya. Keluarga Wijaya dan Henry sangat menyukainya."Edward mengangkat alisnya setelah mendengar informasi itu. "Oh ya?""Iya, aku dengar dari keluargaku."Edward tersenyum dan tidak bertanya lebih lanjut.Hari itu, ketika Gading menghubungi Dani, dia juga menceritakan bahwa Edward dan Clara telah memutuskan untuk menund

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 639

    Doni tidak memperhatikan ekspresi Clara. Mendengar ibunya menyebut nama Richard, dia juga merasa bahwa jika Richard ada di sana, dia akan memiliki teman untuk diajak bicara hari itu.Menjelang jam sepuluh malam, Clara dan yang lainnya pun berpamitan untuk pulang.Saat mengantar mereka pergi, Gunawan tak tahan untuk berkata, "Clara, kalau kau punya waktu, sering-sering berkunjung ke sini bersama Dylan. Aku dan Tante akan selalu menyambutmu kapan saja."Clara menjawab, "Iya, Om."Doni memperhatikan dengan tatapan dingin dari samping, tanpa berkata apa-apa.Namun, dia semakin merasa bahwa orang tuanya tampak lebih menyukai Clara daripada yang dia duga.Bahkan, dia merasa bahwa mereka lebih menyukai Clara daripada Dylan.Setelah Clara dan yang lainnya pergi, dia tak kuasa berkata, "Ma, Pa, Clara itu memang cukup bagus, tapi dia bukan orang yang tulus. Kalian ...." Bu Agustin tersenyum dan menanggapi, "Oh iya? Tapi, Mama rasa Clara itu sangat tulus. Mama sama papamu justru semakin lama mal

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 638

    Clara membantu Gunawan?Bantuan macam apa yang mungkin diberikan Clara kepada ayahnya?Gunawan belum pernah menceritakan hal itu, jadi Doni tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Bantuan apa?"Gunawan mengerutkan bibir. "Bukan urusanmu."Doni tertegun.Saat itu, terdengar suara mobil dari luar.Selain Bu Agustin, istri dari Gunawan Wijaya, yang baru saja pulang kerja, Prof Nian dan Henry Listanto juga tiba.Ini adalah pertemuan pertama Clara dengan Bu Agustin.Clara dan Dylan berdiri untuk menyambut mereka.Meskipun ini juga adalah pertemuan pertama Bu Agustin dengan Clara, namun dia sudah hampir tahu segala hal tentang Clara.Dia tersenyum dan menepuk tangan Clara, lalu berkata dengan lembut, "Aku selalu ingin bertemu denganmu sejak suamiku cerita tentangmu. Hari ini akhirnya aku bisa bertemu langsung denganmu. Aku nggak menyangka ternyata kau aslinya jauh lebih cantik daripada di TV."Clara merasa sedikit malu dan berkata, "Anda terlalu memuji."Doni kembali mengerutkan kening.Dia

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 637

    Saat itu, Dylan mencondongkan tubuh untuk berbicara dengan Clara dan tanpa sengaja melihat pesan yang dikirim Edward.Dia terkejut. "Jangan bercerai? Apa maksudnya?"Edward tidak ingin bercerai dengan Clara?"Bukan." Clara tahu apa yang dipikirkan Dylan dan berkata dengan suara datar, "Ini demi Elsa.""Apa dia sudah tahu tentang perceraian kalian?""Bukan begitu ...." Clara menjelaskan singkat situasinya.Dylan terdiam lama. "Terus, bagaimana denganmu? Apa pendapatmu?"Sejujurnya, dia cukup terkejut bahwa Edward bisa menunda perceraian mereka demi perasaan Elsa.Sepertinya Edward benar-benar peduli pada anak mereka.Jika Edward bisa menunda perceraian mereka demi Elsa, dia tentu saja bisa melakukan hal yang sama.Tetapi ....Dia sempat ragu sejenak sebelum membalas pesan Edward.[Aku akan pikirkan dulu.]Edward segera membalas pesannya.[Iya.] Sekitar tengah hari, Clara dan Dylan menerima pesan dari Prof Nian yang mengatakan bahwa Gunawan Wijaya ingin mengundang mereka makan bersama

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 636

    Edward harus mengejar jadwal pesawat.Setelah pertemuan orang tua dan guru selesai, Edward dan Clara bersiap untuk pergi.Elsa melambaikan tangan dengan gembira. "Ayah, Mama, dadah!"Melihat Elsa bermain dengan gembira bersama teman-teman sekelasnya, Clara dan Edward mengangguk, lalu berbalik dan pergi berdampingan.Baru berjalan sebentar, ponsel Edward berdering.Tadi pagi, Clara datang dengan mobil Edward, namun dia sudah meminta supir untuk membawakan mobil Clara ke sekolah.Ketika Edward selesai menelepon, Clara sudah berjalan langsung ke mobilnya dan bersiap masuk.Saat itu, Edward berkata kepadanya, "Sampai jumpa lagi." Clara sedikit mengerutkan kening, dia tidak menyahut, lalu masuk ke mobil dan pergi....Saat tiba di kantor, Dylan bertanya, "Apa pertemuan di sekolah Elsa sudah selesai?""Iya." Dylan masih ada jamuan bisnis, jadi tidak mengobrol lama dengan Clara dan langsung pergi.Clara hendak kembali ke ruangannya ketika bertemu dengan Gery.Gery menyapanya, "Halo, Bu Clar

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 635

    Hari Senin.Clara dan Elsa baru saja selesai sarapan dan sedang mengemasi barang-barang mereka ketika mendengar suara mobil di luar.Edward telah tiba.Elsa berlari keluar dengan gembira. "Ayah, Ayah sudah datang!""Iya." Edward mengangguk kepada Clara. "Selamat pagi, ayo kita berangkat sekarang."Clara tidak mengatakan apa-apa, dia masuk ke mobil bersama Elsa.Di dalam mobil, karena insiden yang agak tidak menyenangkan ketika Clara meninggalkan rumah lama hari itu, Clara dan Edward tidak banyak berbicara.Ketika tiba di sekolah, setelah keluar dari mobil, Elsa langsung menarik Clara menuju ruang kelas, sementara Edward berjalan diam-diam di sebelah kiri Clara.Matahari bersinar terang hari itu, tetapi angin bertiup agak kencang. Clara membungkukkan bahu, dan Edward menoleh. "Dingin? Di mobil ada ...."Clara malah berkata dengan tenang, "Nggak dingin."Dia tidak sedang berpura-pura, dia memang benar-benar tidak merasa kedinginan.Edward menatapnya diam-diam selama beberapa detik. Setel

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status