Share

Bab 672

Author: Elenor
Dani terutama datang untuk menemui Clara.

Dia sempat mengobrol singkat dengan Clara, Dylan, dan bahkan orang yang sedang mereka jamu, barulah pamit keluar.

Dylan semakin menyukai Dani.

Setelah Dani pergi, dia berbisik kepada Clara, "Setiap kali bertemu di luar, dia selalu berinisiatif untuk datang menyapa kita. Dia cukup perhatian."

Dylan merasa Dani melakukan itu semua untuk menunjukkan bahwa dia menghargai kerja sama di antara mereka.

Clara mengangguk.

Dia juga berpikir demikian.

Ketika Dani k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (57)
goodnovel comment avatar
gadis
Thor, please... progressnya jangan terlalu lambat dong.... lama2 novel ini bs ditinggal sama pembacanya..
goodnovel comment avatar
Pika Cello
tolong jangan buat pembaca bosan dan beralih ke cerita lain deh thor... jika ingin selalu dibaca buatlah cerita yg tdk terlalu byk narasi yg pjg. dan ciptakan cerita baru lg. dijamin pembaca rame...
goodnovel comment avatar
eni kurniawati
Membosankan. Kebanyakan narasi dan monoton. Ibarat makan sayur tanpa garam, hambar nich cerita. Nggak ada greget - gregetnya sama sekali. Jadi illfiil bacanya...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 719

    Dua hari lagi berlalu.Edward masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan, jadi pada hari Sabtu, Elsa tinggal di rumah Keluarga Hermosa bersama Clara.Edward menyuruh Elsa untuk lebih sering mengunjungi Ronald di rumah sakit setiap kali punya waktu, jadi setelah sarapan, Clara menemani Elsa pergi ke rumah sakit.Ketika mereka tiba, Ronald sedang terjaga. Melihat kedatangan mereka, senyum muncul di wajahnya yang pucat. "Clara dan Elsa sudah datang?"Clara hanya mengangguk, sedangkan Elsa menyapanya.Kondisi Ronald belum terlalu baik, jadi Clara tidak berani berbicara terlalu banyak dengannya.Kemudian, mereka mengunjungi Sinta di kamar lain, dan setelah beberapa saat, lalu pergi.Nenek Anggasta memang semakin taat beribadah selama bertahun-tahun ini.Kabarnya sehari setelah kecelakaan Ronald, dia sengaja pergi ke kuil untuk berdoa.Kondisi Ronald telah stabil selama dua hari terakhir ini, dan pada hari Minggu, Nenek Anggasta mengajak Clara untuk menemaninya naik gunung untuk memenu

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 718

    Ketika Clara tiba, Nenek Hermosa dan Nenek Anggasta sudah ada di sana.Nenek Anggasta menyapa Clara dan mempersilakan dia duduk ketika ponselnya berdering.Entah apa yang dikatakan orang di ujung telepon, wajah Nenek Anggasta langsung berubah muram. Sesaat kemudian, Nenek Anggasta mengerutkan kening dan berkata, "Iya, aku mengerti." Setelah itu, dia menutup telepon."Itu telepon dari Edward," kata Nenek Anggasta meminta maaf kepada Clara dan Nenek Hermosa. "Dia sebenarnya sudah dalam perjalanan, tapi tiba-tiba ada urusan mendadak di kantor, jadi dia nggak bisa bergabung dengan kita untuk makan siang bersama."Nenek Hermosa dan Clara sama-sama mengatakan bahwa itu bukanlah masalah.Mereka memang benar-benar merasa tidak keberatan. Mereka datang hanya karena tidak ingin menolak kebaikan Nenek Anggasta. Selain itu, mereka benar-benar ikut merasa senang untuk Nenek Anggasta karena Ronald sudah sadar.Setelah makan, Clara kembali ke Morti Group untuk bekerja.Meskipun Ronald sudah sadar, na

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 717

    Clara tentu saja juga harus pulang.Dia berkata kepada Elsa, "Mama mau mengantar nenek buyut pulang. Bagaimana kalau kamu tinggal di sini saja dan menemani nenek buyutmu?"Elsa hanya bisa mengangguk patuh. "Iya, Ma."Clara dan Nenek Hermosa kembali ke kediaman Keluarga Hermosa. Sekitar jam sepuluh malam, setelah mandi, dia menemukan pesan dari Edward yang sudah dikirim beberapa menit yang lalu, dia memberitahu bahwa Sinta sudah sadar dan lolos dari masa kritis.Sedangkan Ronald masih tidak sadarkan diri, dan waktu kesadarannya masih tidak pasti.Setelah membaca pesan tersebut, Clara hanya mengiyakan dan meletakkan ponsel kembali.Meskipun Clara peduli dengan situasi Keluarga Anggasta, namun tidak pantas baginya untuk terlalu khawatir, jadi keesokan harinya, dia pun kembali bekerja seperti biasa.Adapun Nenek Anggasta, Nenek Hermosa akan mengunjunginya ketika punya waktu.Namun, Clara juga menelepon untuk menanyakan kabar Nenek Anggasta.Edward harus menginap di rumah sakit dan sekaligu

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 716

    Clara juga mencoba membujuk Nenek Anggasta beberapa kali, dan akhirnya dia setuju untuk pulang dan beristirahat di rumah.Dani dan Gading masih di rumah sakit, tetapi ketika Clara tiba, salah satu dari mereka sedang keluar untuk menjawab panggilan telepon, dan yang satunya sedang menelepon untuk memesan makan siang yang akan diantar ke rumah sakit.Ketika mereka kembali, mereka mendengar suara Clara sedang membujuk Nenek Anggasta.Setelah Clara selesai membujuk Nenek Anggasta, dia melihat Dani dan Gading. Ketika tatapan Dani tertuju padanya, dia hanya mengangguk kecil sebagai salam.Nenek Anggasta pun pergi ke kamar mandi, sementara Elsa kembali ke kamar pasien untuk mengambil barang-barangnya. Saat mereka berdua tidak ada di sana, Edward berkata kepada Clara, "Aku titip nenek padamu."Clara bergumam pelan, "Iya."Kemudian, tanpa berkata apa-apa lagi, dia masuk ke kamar pasien untuk membantu Elsa mengambil barang-barang.Gading dan Dani mengamati interaksi mereka berdua yang tampak bia

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 715

    Vanessa baru saja selesai berbicara dengan Edward ketika Keluarga Gori dan Sanjaya kembali meneleponnya untuk menanyakan tentang kabar perceraian Edward dan Clara.Dia menceritakan tentang kecelakaan yang menimpa Ronald dan Sinta.Ekspresi Keluarga Gori dan Sanjaya langsung berubah, mereka pun buru-buru bertanya, "Jadi, Edward dan Clara sudah bercerai atau belum?"Vanessa menjawab, "Aku nggak tahu, tapi ... kemungkinan besar mereka belum bercerai."Meskipun tidak ingin mengakuinya, tetapi jika dilihat dari kronologi waktunya, ada kemungkinan Edward menerima berita kecelakaan itu sebelum sempat pergi ke Kantor Catatan Sipil.Keluarga Gori dan Sanjaya tidak pernah menyangka bahwa berita yang telah lama mereka tunggu-tunggu akan berakhir sia-sia lagi."Ini ... bagaimana ini bisa terjadi?"Diana menghentakkan kakinya dengan kesal. "Iya, benar!"...Di sisi lain.Sekitar tengah hari, setelah Clara menyelesaikan rapat, dia teringat pada insiden Ronald dan Sinta, saat hendak menelepon Elsa, G

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 714

    Edward dan Clara telah sepakat untuk mengurus akta perceraian mereka pagi ini, Gading dan Dani juga mengetahui hal itu.Setelah jam setengah sebelas, Gading akhirnya tak tahan untuk menandai nama Edward di obrolan grup: [Apa kau sudah berhasil mendapatkan akta cerai? Bagaimana kalau kita semua pergi merayakannya siang ini?]Vanessa dan Dani langsung melihat pesan itu segera setelah terkirim.Vanessa bahkan sampai menahan napas.Keluarganya telah menunggu kabar dari Edward sejak pagi buta. Selama lebih dari satu jam, mereka terus mengirim pesan kepadanya, menanyakan apakah Edward dan Clara telah resmi bercerai.Mereka semua sangat cemas.Keluarganya berharap untuk menerima kabar resmi perceraian mereka sesegera mungkin.Lagipula, Edward dan Clara telah mencoba bercerai berkali-kali sebelumnya dan selalu tanpa hasil. Kali ini adalah proses terjauh yang pernah mereka capai setelah berkali-kali gagal.Sebenarnya, dibandingkan dengan keluarganya, Vanessa sendiri yang paling gugup dan paling

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status