ログインDi Negara M, sebuah rumah sakit.“Kak Jeffry, kenapa kita datang ke sini?” Elora duduk di dalam mobil.Tangannya menggenggam erat ujung rok hingga buku-buku jarinya memutih. Wajahnya dipenuhi penolakan.Jeffry berdiri di samping mobil sambil merokok.Pintu mobil terbuka. Dia sedang menunggu Elora turun.“Aku dengar di sini ada seorang dokter spesialis penyakit langka yang sangat terkenal.”Sejak mobil berhenti di depan rumah sakit, wajah Elora sudah terlihat sangat buruk.Kini, warna darah di wajahnya benar-benar menghilang hingga pucat pasi.“Aku nggak mau pergi rumah sakit!”Jeffry mengisap rokoknya perlahan.Asap tipis mengaburkan sebagian wajahnya, membuat ekspresinya semakin sulit ditebak.“Hasil terburuk sudah seperti sekarang. Masuk dan periksa saja.”Suara pria itu terdengar tegas, tidak memberi kesempatan bagi Elora untuk menolak.Tangan Elora mengepal begitu kuat hingga kukunya hampir melukai telapak tangannya sendiri.“Kak Jeffry ….”“Turun. Aku akan menemanimu.” Nada Jeffry
Shelly masih mengingat kejadian itu. Itu adalah sebuah konflik bisnis.Satu-satunya pewaris Keluarga Anderson menjadi sasaran konspirasi. Peristiwa tersebut merupakan aib besar bagi keluarga mereka. Alhasil, tidak lama setelah diberitakan, semua berita itu pun dibungkam hingga menghilang tanpa jejak.Saat Shelly sedang mengingat kejadian tersebut, Harrison terus menatapnya.Namun, dia sama sekali tidak melihat perubahan emosi di wajah Shelly.“Apakah sudah selesai?” Shelly menurunkan kaki yang sempat disilangkan, siap mengantar tamunya keluar kapan saja.“Belum. Coba pikir lebih dalam!”Harrison terus berusaha menggiring pikiran Shelly. “Coba bayangkan. Elora pernah menyelamatkan nyawa Jeffry. Menurutmu, mungkinkah Jeffry menikahinya hanya untuk membalas budi?”Shelly berkedip pelan.Kalau dipikir-pikir, kemungkinan itu memang ada.Namun menurutnya, cara membalas budi ada banyak.Jeffry tidak mungkin mempertaruhkan seluruh hidupnya hanya untuk membayar utang budi.“Bisakah kamu kasih s
Elora benar-benar tak habis pikir.Anak yang dikandung Shelly jelas bukan milik Jeffry, lalu kenapa masih harus disembunyikan mati-matian?Kalau anak itu milik Harrison ….Apa Shelly takut dirinya tidak diterima Keluarga Wijaya, sehingga ingin diam-diam melahirkan anak itu dan mengandalkan status sang anak untuk memperoleh kedudukan?Bagi keluarga kaya, munculnya anak di luar nikah adalah aib yang mencoreng nama keluarga.Biasanya, demi menjaga kehormatan, mereka akan memilih menyelesaikannya secara diam-diam.Anaknya tetap tidak akan diakui, tetapi sang ibu akan diberi sejumlah uang sebagai kompensasi.Menurut keluarga kaya, uang yang mereka keluarkan dengan santai saja sudah cukup membuat orang biasa hidup berkecukupan seumur hidup.Shelly benar-benar licik!Elora tidak ingin membiarkan Shelly mendapatkan apa yang diinginkannya.…Karena Jeffry sedang berada di luar negeri, beban kerja memang bertambah.Namun, hati Shelly justru terasa jauh lebih ringan.Saat tidak bertemu, tidak ada
Jeffry meneruskan nomor paspor itu kepada Shelly tanpa memberikan penjelasan apa pun. “Nggak ada urusan lagi.”Kemudian, dia mengembalikan ponsel itu kepada Shelly.Di sisi lain, Elora masih terus berbicara.“Kalau begitu, kapan kita berangkat ….”Namun, Shelly langsung mengakhiri panggilan.Dia memilih penerbangan pukul delapan malam. Setelah tiket selesai dipesan, dia mengirimkan rinciannya kepada Jeffry.“Kirimkan satu salinan kepada Elora,” ujar Jeffry datar sambil membalik-balik sebuah dokumen.Shelly justru mematikan layar ponselnya. “Nona Elora lebih suka menerima pesan langsung dari Pak Jeffry.”Baru saja Elora memperlakukannya seperti apa, Jeffry tentu melihatnya.Hanya saja ….Dia tidak pernah memedulikan bagaimana Elora memperlakukannya.Alis Jeffry sedikit berkerut, lalu dia menatap Shelly.Namun, Shelly sudah lebih dulu mengalihkan pembicaraan.“Pak Jeffry, pekerjaan saya yang berkaitan dengan Proyek Sinergi Utama sudah hampir selesai. Dokumen pengajuan komisi sudah saya k
Begitu Jeffry berdiri di sana, Maxwell langsung terdiam.Dia memandang Shelly dengan penuh rasa bersalah.Jelas tidak apa-apa kalau dia hanya bercanda berdua dengan Shelly agar tidak berpacaran sampai mengganggu pekerjaan.Namun, dia tak sengaja mengatakannya di depan atasan ….Bukankah itu sama saja dengan menyindir Jeffry dan membuat seolah-olah Shelly rela mengabaikan pekerjaan demi berkencan?Padahal dia sama sekali tidak bermaksud begitu.Shelly mengerti.Dia menarik kembali pandangannya dari Jeffry sambil merapikan dokumen di tangannya. “Beberapa hari ini benar-benar merepotkanmu, Maxwell.”“Nggak, nggak. Ini memang sudah tugasku.” Maxwell buru-buru menyambung pembicaraan, “Aku cuma bercanda saja. Sebenarnya aku masih sanggup menangani pekerjaan-pekerjaan ini.”Keduanya mencoba mengalihkan topik dengan harapan ucapan barusan bisa berlalu begitu saja.Namun, wajah Jeffry tetap dingin dan tak berekspresi.Dia perlahan berjalan mendekat.Jari-jarinya yang panjang mengetuk pelan perm
Bersamaan dengan beban yang akhirnya terlepas dari dadanya, air mata yang selama beberapa hari ditahannya pun jatuh perlahan dari pelupuk mata Shelly.“A-aku tarik kembali ucapanku tadi!”Saryna memeluknya sambil tertawa bahagia. “Anaknya memang kuat dan sejak awal tidak apa-apa. Bukan karena kamu menukar keberuntunganmu dengan Tuhan. Tenang saja, ucapanmu tadi tidak akan menjadi kenyataan.”Untuk pertama kalinya setelah beberapa hari, senyum tulus kembali menghiasi wajah Shelly.“Sudahlah, dua hari ini kamu juga tidak makan dengan baik. Nanti aku suruh pengasuh memasak lebih banyak. Malam ini makan di sini dulu baru pulang, kamu harus banyak makan.”“Jangan buru-buru kembali bekerja. Akun media sosialku yang utama sekarang performanya bagus, aku juga baru membuat akun khusus untuk Nana dan pengikutnya bertambah sangat cepat.”Setelah kejadian ini, Saryna akhirnya benar-benar mengerti.Anak itu adalah seluruh hidup Shelly.“Kapan pun nanti soal kehamilanmu terbongkar, tidak akan ada y







