Share

Bab 263

Author: Ratih Larasati
Shelly menyerahkan kantong kertas cokelat itu kepada Bibi Yanti.

“Ini hanya salinannya. Semua bukti aslinya ada padaku. Kalau kamu tidak melakukan seperti yang aku katakan, semua ini akan aku jadikan barang bukti dan aku serahkan ke pengadilan.”

Sisa toleransi dan rasa hormat Shelly terhadap Bibi Yanti lenyap pada saat itu juga.

Shelly berbalik dan pergi.

Bibi Yanti segera mengejarnya.

“Shelly, tunggu! Memangnya kamu tidak bisa merelakan empat ratus juta itu? Uang yang sebelumnya biarlah dipakai
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Irene
Udah thor jgn bertele tele yuk.. bolak balik isinya resign gk jadi jadi
goodnovel comment avatar
mrsmaryam187
gue curiga kalau ternyata dok herman tuh ternyata gay dan suka sama jeffry dan elora tau...
goodnovel comment avatar
Misni
maksih Thor hari ini ...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 275

    Soal persiapan pesta pernikahan, Jeffry tidak ikut campur.Gaun pengantin dan pakaian resmi pun disuruhnya diurus sendiri oleh Elora.Kalau memang dia sibuk bekerja, Elora masih bisa memakluminya.Namun, dia justru punya waktu untuk mengurus urusan Shelly.“Bagaimana kalau aku mau memajukan tanggal pernikahan?”Jeffry menjawab datar, “Kalau begitu, silakan pikirkan sendiri.”Elora terdiam.Jeffry mematikan rokok, membuang puntungnya ke tempat sampah, lalu mengibaskan asap tipis yang masih menghalangi pandangannya.“Jangan terlalu khawatir. Baliklah.”Saat melihat mata Elora sudah memerah karena menangis, Jeffry akhirnya mengucapkan satu kalimat penghiburan.Usai itu, dia langsung berjalan menuju lift.Elora menggigit bibir bawahnya erat-erat sambil memandangi Jeffry yang masuk ke dalam lift hingga pintunya tertutup.Dia hanya bisa berbalik dan kembali ke ruang rawat.Marina sedang duduk di atas tempat tidur dengan wajah yang tampak segar.Dia memperlihatkan sebuah gelang manik-manik ci

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 274

    “Belum.”Shelly sendiri sudah tidak ingat ini pertanyaan keberapa kalinya dari Saryna.Namun, jawabannya selalu sama.Saryna hanya mengangguk pelan. Meski dalam hatinya mengeluh, dia sudah terbiasa dengan jawaban itu.Kalau dipikir-pikir, perjuangan Shelly untuk pindah dari Tavira rasanya seperti perjalanan mencari kitab suci.Dia harus melewati berbagai rintangan. Bahkan ketika hampir berhasil, masih saja ada orang yang menghalangi.Namun, setiap rintangan pasti ada akhirnya.Siapa tahu, besok sudah ada kabar dan lusa Shelly sudah benar-benar pergi.“Apa kamu sudah mengembalikan uangnya?” Shelly berhenti memikirkan Jeffry.Sejak awal, dia memang tidak pernah benar-benar bisa memahami pria itu.Ekspresi Saryna tampak sedikit aneh. “Aku sudah transfer, tapi dia nggak mau terima. Malah dia bilang mau traktir aku makan.”Shelly mengernyit. “Artinya, dia mau bertemu langsung?”“Iya.” Saryna juga merasa pusing, tetapi dia berusaha berpikir positif. “Dia meminjamkanku uang dengan gampang sek

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 273

    Ratusan juta ….Itu setara dengan seluruh tabungan Shelly selama bertahun-tahun. Namun, dia malah menganggapnya urusan kecil?Kalau begitu, apakah kehamilannya termasuk urusan besar?Aura muram dari Jeffry langsung memenuhi seluruh mobil.Orang yang tidak tahu apa-apa mungkin akan mengira uang yang dibawa kabur Bibi Yanti adalah uang miliknya.Shelly menggigit pelan bibir bawahnya. Setelah ragu sejenak, dia berkata, “Urusan mutasi termasuk urusan besar. Apakah Anda sudah mengambil keputusan?”“Sepertinya kamu sangat buru-buru ingin pergi.”Jeffry menatapnya lekat-lekat. “Kamu bahkan terlihat seperti benar-benar harus pergi.”Suasana di dalam mobil langsung hening.Kalimatnya terlalu lugas sampai-sampai Shelly tidak sanggup menyangkalnya.“Karena memang nggak ada alasan bagiku untuk tetap tinggal.”Suaranya pelan, tapi terdengar sangat mantap. “Apakah Anda merasa masalah yang kutimbulkan untuk Anda dan Nona Elora masih belum cukup?”Belakangan ini, Elora memang tidak berbuat ulah lagi.

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 272

    Saat ini, sebesar apa kepanikan yang dirasakan Bibi Yanti, sebesar itu pula kekacauan yang dirasakan Shelly.Dia memandang Maxwell dengan tatapan penuh kerumitan.Wajah Maxwell tetap tenang. Setelah saling menatap beberapa detik, dia menyerahkan dokumen itu kepada Shelly. “Bu Shelly, saya serahkan semua dokumen ini kepada Anda. Pak Jeffry sedang menunggu di luar. Tolong selesaikan urusan di sini secepatnya, lalu temui beliau.”Jeffry juga datang?Kelopak mata Shelly tiba-tiba berkedut, bahkan sudut matanya ikut berdenyut pelan.“Baik, terima kasih.”Shelly refleks menerima dokumen itu, mengucapkan terima kasih, lalu memandangi Maxwell hingga pergi menghilang dari pandangan.Mata Saryna membelalak.Tatapannya terus mengikuti punggung Maxwell, seolah ingin menembus kepala pria itu.“Buktinya ada di sini. Lihat sendiri.”Shelly meletakkan berkas-berkas itu di depan Bibi Yanti. “Aku beri kamu waktu lima menit untuk berpikir.”Bibi Yanti segera mengambil dan membolak-balik dokumen itu untuk

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 271

    Kenapa harus bersikeras mencari tahu siapa ayah dari anak yang dikandung Shelly?“Keluar.”Jeffry membuka bibirnya tipis-tipis, melontarkan satu kata singkat.Tubuh Maxwell sempat bergerak, tetapi dia tidak langsung pergi. “Pak Jeffry … Anda ingin saya keluar dari perusahaan atau keluar dari ruangan ini?”“Keluar dan tanyakan.”Tatapan Jeffry sedingin es. Amarah mulai terlihat di wajahnya.Maxwell segera berbalik dan keluar.Begitu meninggalkan ruang kerja Jeffry, hal pertama yang dilakukannya adalah mengirim balasan kepada Harrison. [Oke.]Dia sendiri tidak tahu bagaimana Harrison bisa mengetahui bahwa mereka sedang menyelidiki kehamilan Shelly.Namun tepat sebelum Maxwell masuk ke ruang kerja Jeffry, Harrison tiba-tiba mengirim pesan.Dia memberi tahu bahwa anak yang dikandung Shelly memang benar milik Jeffry.Kalau rahasia ini sampai terbongkar, semuanya akan kacau.Harrison bahkan rela menurunkan harga dirinya demi membujuk Maxwell.Dia menjelaskan panjang lebar bahwa jika Jeffry m

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 270

    Ide itu memang bukan berasal dari Harrison.Namun Harrison ikut memanfaatkan keadaan dan menyempurnakan rencana yang sebenarnya penuh dengan celah.Meski begitu, mereka tetap tidak berhasil menipu Shelly.Sebenarnya, Harrison tidak pernah menyangka Shelly benar-benar rela menguras seluruh tabungannya demi seorang anak yang sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengannya.Saat mengetahui Shelly benar-benar menyerahkan uang itu, perasaannya sangat rumit.Dan sekarang, setelah semua kebohongan terbongkar, hatinya semakin kacau.“A-aku benar-benar minta maaf .…”Shelly langsung memotong ucapannya, “Permintaan maaf Pak Harrison terlalu tinggi untuk orang seperti saya. Saya hanya orang biasa. Di mata orang-orang kaya seperti kalian, saya hanyalah mainan. Kalau keberadaan saya bisa menjadi hiburan untuk Pak Harrison, itu sudah menjadi sebuah kehormatan bagi saya. Mulai sekarang, apa pun yang ingin Pak Harrison lakukan atau katakan, tidak perlu memedulikan hidup atau mati saya. Selama Pak

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 88

    Di bawah cahaya redup, tatapan Shelly tampak goyah, tapi suaranya tetap tegas.“Pak Harrison, Anda salah dengar. Tadi Bu Irene membicarakan program kehamilannya dengan suaminya.”Seberkas cahaya jatuh tepat di matanya. Jernih seolah tak menyembunyikan apa pun.Jika Harrison tidak mendengarnya sendir

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 87

    Shelly bahkan tak berani bernapas terlalu dalam. Tatapannya pada Irene penuh kewaspadaan, seolah menghadapi musuh besar.Namun, profesionalisme yang terlatih bertahun-tahun membuat ekspresinya tetap terjaga nyaris tanpa celah.Kata-kata penyangkalan yang sempat ingin diucapkannya seketika tertelan k

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 86

    Istrinya Fandy sudah menunggu cukup lama di pemandian air panas.Fandy mengundang Jeffry dan Harrison untuk naik satu mobil bersamanya, agar mereka tidak perlu menyetir sendiri dan tersesat hingga membuang waktu.Keduanya pun setuju.Sementara Shelly hanyalah seorang bawahan. Tak ada yang peduli den

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 85

    Shelly menggigit bibirnya pelan, menahan napas sambil memasangkan sabuk pengaman Jeffry, lalu kembali duduk tegak.Di dalam kabin mobil yang sempit, suasana aneh terasa memenuhi setiap sudut.Dia memalingkan wajah ke arah jendela, menunggu Jeffry memulai percakapan tentang pekerjaan.Hingga setengah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status