Share

Bab 262

Penulis: Ratih Larasati
Entah sudah berapa kali Bibi Yanti melakukan hal seperti ini.

Jessica pun segera tersadar dan kembali memakan apel itu dengan lahap.

“Keluar. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.”

Di balik mata Shelly yang jernih, tampak kemarahan yang sulit disembunyikan.

Tatapan itu membuat hati Bibi Yanti berdebar.

Shelly lebih dulu keluar dari ruang rawat. Dia berdiri menunggu di ujung lorong.

Setelah cukup lama, barulah Bibi Yanti keluar.

“Memangnya kenapa tidak bisa dibicarakan di dalam? Jessica sendiria
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 544

    Jeffry tertawa karena saking kesalnya. “Berarti aku harus berterima kasih padamu karena sudah menghentikan niat ibuku.”Herman mengangkat bahu. “Ini memang harus kulakukan. Dulu kalau bukan karena dia mengancamku, aku juga nggak mungkin bantu dia memalsukan semuanya hanya untuk menipumu.”“Aku nyaris lupa.” Senyum Jeffry seketika lenyap. “Kamu sudah jadi dokter selama ini, tapi malah nggak pernah periksa otak sendiri? Kamu sendiri nggak tahu kondisi tubuhmu?”Herman menggaruk kepala. Raut wajahnya canggung. “Waktu itu aku masih muda. Ditambah lagi, aku minder gara-gara ayahku. Semua orang menjauhiku, kecuali kamu yang masih mau membantuku. Aku sendiri nggak bisa membedakan apakah itu rasa terima kasih atau apa.”Wajah Jeffry langsung berubah muram. “Omong kosong. Bagaimana mungkin ada orang yang nggak bisa membedakan rasa terima kasih dan rasa cinta? Hidupmu selama dua puluhan tahun ini sia-sia? Mending mati saja biar nggak bikin aku kena reputasi jelek.”Setelah berkata begitu, dia be

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 543

    Jantung Elora serasa melompat sampai ke tenggorokan. Dia menatap Herman dengan kerongkongan menegang dan napas yang berantakan.“Dulu Nona Elora terluka parah demi menyelamatkan Jeffry, meninggalkan dampak permanen, dan seumur hidup nggak bisa punya anak. Nggak ada kemungkinan bisa sembuh ...”Herman mengucapkannya kata demi kata, jelas, dan tegas.Belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, Elora sudah buru-buru memotong, “Kamu bohong! Herman, kamu sengaja? Tubuhku jelas-jelas nggak bermasalah ….”“Maaf, Nona Elora. Memang ada sedikit kelemahanku yang dipegang olehmu, tapi Jeffry adalah sahabat terbaikku. Aku nggak boleh membohonginya. Aku juga nggak setuju dengan caramu yang menekannya supaya dia bertanggung jawab.”Ucapan Herman bagai petir yang meledak di siang bolong, membuat wajah Melly seketika membiru oleh amarah.Dia berdiri, lalu menampar Elora keras-keras.“Kamu mempermainkanku berkali-kali, sekarang masih mau menyuap Herman untuk menipuku? Elora, sejak kecil sampai sekarang,

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 542

    Kenapa kamu memasukkan tanganmu ke mulutku?Pertanyaan itu memang terdengar tidak sopan, tapi kalau tangan Jeffry tidak mendekat, bagaimana mungkin dia bisa menggigitnya?Di dalam mimpi tadi, dia benar-benar menggigit sekuat tenaga. Kalau saja giginya sedikit lebih tajam, jari Jeffry mungkin sudah tidak selamat.Jeffry turun dari ranjang, lalu berjalan ke kamar mandi.“Kamu mau pergi ke mana?” Shelly ikut turun, berniat mengambil kotak obat untuk merawat lukanya.“Cuci pakai sabun,” kata Jeffry.Gerakan Shelly yang hendak mengambil kotak obat langsung terhenti.Seharusnya tadi dia menggigitnya lebih kuat lagi.Setengah jam kemudian, Shelly turun ke bawah bersama Jery.“Shelly, coba kamu lihat. Ini Saryna, ‘kan?”Kak Ratih datang sambil memegang ponsel. “Ternyata dia putri Keluarga Gunawan yang hilang. Benar-benar beruntung sekali.”Judul halaman depan Koran Pagi Kota Sentara memberitakan bahwa besok Rendy akan mengadakan jamuan untuk memperkenalkan putrinya kepada semua orang.Di foto

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 541

    Pasti dia Cuma pikir terlalu jauh.Ujung telinga Shelly memang memerah, tetapi dalam hatinya terus meyakinkan diri bahwa pasti dirinya yang berpikir terlalu jauh.“Nggak boleh, nggak pantas.”Dia menarik seprai, memberi isyarat agar Jeffry turun dari ranjangnya, menjauh dari Jery.Namun, Jeffry tetap berbaring di sana, tidak bergerak sedikit pun. “Kenapa nggak pantas?”Secara hukum, mereka suami istri yang sah. Apa yang tidak pantas?“Shelly, kamu seharusnya paham aku.”Paham seberapa kuat staminanya, paham kemampuannya bertarung 800 ronde semalaman.Paham juga bahwa dalam hal seperti ini, kebutuhannya memang selalu besar.Baru belakangan Shelly sadar, rujuk rupanya tidak sesederhana yang dibayangkannya.Hari itu terjadi terlalu banyak hal. Dalam keadaan panik, dia sama sekali tidak memikirkan bahwa setelah rujuk, artinya mereka kembali menjadi suami istri yang sah.Dia pun lupa menetapkan dengan jelas batas kewajiban suami istri.Setelah bersama Jeffry selama bertahun-tahun, dia terla

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 540

    Sambil berkata begitu, Kak Ratih pergi ke ruang makan mengambil ponsel Shelly, lalu menyelipkannya ke tangan Shelly.“Telepon sendiri.”Setelah itu Kak Ratih berbalik masuk ke dapur dan kembali sibuk.Layar ponsel yang gelap memantulkan raut wajah Shelly yang rumit.Setelah lama terdiam, dia menarik napas dalam-dalam lalu berjalan ke balkon.Shelly menelepon Saryna. Belum sampai dua kali berdering, panggilannya sudah diangkat.“Siapa ini?” Suara yang terdengar dari seberang bukan suara Saryna, melainkan seorang anak laki-laki.“Aku mau bicara dengan Saryna.”Di seberang sana hening beberapa detik, lalu terdengar suara anak itu yang tidak senang. “Aku tahu kamu. Kamu satu-satunya teman kakakku, tapi ayah dan ibuku nggak mengizinkan kakakku main sama kamu.”Untuk sesaat Shelly tidak tahu harus mengatakan apa.“Kakakku nggak bakal main sama kamu. Mulai sekarang jangan telepon dia lagi.”Setelah melontarkan kalimat itu, anak laki-laki itu langsung menutup telepon.“Eh ….” Shelly belum semp

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 539

    Dibanding kabar Rendy menemukan putrinya, media jauh lebih tertarik pada satu hal. Siapa sebenarnya dalang di balik semua ini, orang yang memanipulasi dari balik layar hingga membuat Rendy terpisah dari darah dagingnya sendiri selama lebih dari dua puluh tahun.Berita datang bertubi-tubi dari segala arah. Di antara begitu banyak spekulasi, terang-terangan maupun tersirat, semuanya mengarah pada Johan.“Coba tebak, langkah Johan berikutnya apa?”Ujung jari Jeffry mengetuk pelan tepi meja, sekali demi sekali.Shelly meletakkan koran pagi di tangannya. Setelah terdiam sejenak, dia berkata, “Menjadikan dirinya juga sebagai korban. Bilang kalau dia juga pernah kehilangan seorang putri.”“Begitu berita seperti itu menyebar, langkah berikutnya Johan pasti membawa banyak orang ikut mencari putrinya, lalu menemukanmu di depan semua mata.”Alis Jeffry sedikit terangkat. “Nanti, apa rencanamu?”Saryna lebih dulu mengakui hubungan keluarga dengan Rendy. Sebanyak apa pun, tetap akan ada banyak oran

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 6

    Joycelin memang mengiyakan dengan mulutnya, tapi begitu Melly pergi, dia langsung memonyongkan bibir ke arah punggung wanita itu....Elora menarik Jeffry untuk duduk di kursi makan. Pemandangan mereka duduk berdampingan terus terbayang di benak Shelly.Seharusnya dia tidak melihat adegan itu.Dalam

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 5

    Shelly tanpa sadar menarik jaket tebalnya sedikit ke depan, menutupi perutnya yang masih rata.“Aku masuk kerja. Mungkin karena umurku sudah bertambah, tahun ini aku jadi lebih gampang kedinginan.”Dia berjalan mendekat lalu duduk, sengaja mengalihkan topik.“Perlu pakai laptopku? Kalau iya, aku amb

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 4

    Sebelum orang-orang di ruang tamu sempat bereaksi, terdengar langkah kaki dari lantai atas.Ibu Jeffry, Melly Luwiana buru-buru turun.Meski hampir berusia lima puluh tahun, tubuhnya masih terawat seperti wanita usia tiga puluhan.Dia hanya mengenakan selendang merah, sama sekali tidak takut pada su

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 3

    Begitu Elora masuk ke kantor, dia melihat Maxwell sedang memesan tiket.Dia langsung bertanya, “Kak Jeffry di mana? Kenapa kamu pesan tiket?”“Di ruang istirahat. Ada masalah mendadak di cabang, Pak Jeffry harus ke sana.”Belum sempat Maxwell selesai bicara, Elora sudah mengeluarkan kartu identitas

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status