تسجيل الدخول"Baik."Meski merasa sangat bersalah, Shelly tetap harus mengutamakan kepentingan yang lebih besar. Dia berbalik dan berjalan keluar dari aula jamuan.Di tengah kerumunan, pria yang berdiri paling menonjol itu tiba-tiba mengalihkan pandangannya ke arahnya, lalu menatap punggungnya yang ramping dan mulus.Hampir dalam sekejap, Jeffry langsung mengenalinya.Shelly datang bersama Harrison.Wajah Jeffry seketika menjadi sedikit lebih suram tanpa bisa dia kendalikan.Orang yang sedang berbicara dengannya mendadak merasakan hawa dingin menjalar di punggung. Kalimat yang belum selesai diucapkan pun langsung terhenti.Beberapa orang mengikuti arah pandangan Jeffry, tetapi yang mereka lihat hanyalah Harrison.Semua orang tahu hubungan Jeffry dan Harrison tidak akur. Kini tampaknya rumor itu memang benar.Hanya saja, mereka tidak menyangka kebencian itu sedalam ini, sampai-sampai ekspresi Jeffry langsung berubah begitu melihat Harrison."Maaf, saya permisi sebentar."Jeffry meletakkan gelas angg
Jamuan dimulai pukul enam sore.Setelah mengantar Nana pulang, Shelly makan siang dan beristirahat sejenak sebelum mulai bersiap menghadiri jamuan.Gaun hitam yang dikenakannya tidak memperlihatkan perut hamilnya, malah membuat kulitnya tampak semakin cerah.Meski tanpa riasan, wajahnya sama sekali tidak terlihat pucat. Justru karena berat badannya bertambah beberapa kilogram, rona wajahnya tampak jauh lebih segar.Dia membawa tasnya dan keluar rumah. Harrison sudah datang lebih dulu dengan mobil balap Rolls-Royce, menunggunya di depan pintu.Pria itu bersandar di badan mobil sambil menunduk memainkan ponselnya.Mendengar suara pintu terbuka, dia mengangkat kelopak matanya sekilas untuk melihat, lalu kembali menunduk menatap layar ponsel.Beberapa saat kemudian, dia tiba-tiba mengangkat kepala dan menoleh lagiSinar matahari senja yang condong ke barat menyinari tubuh Shelly, membuat kulit putihnya memancarkan semburat keemasan.Rambut hitam panjangnya diikat menjadi ekor kuda, ujung r
“Untuk apa kamu tanya sebanyak ini?”Melly mengambil tasnya, lalu berdiri. “Maxwell, kalau kamu masih peduli pada masa depanmu, lakukan penyelidikan ini secara diam-diam. Bahkan Jeffry pun nggak boleh tahu. Kalau nggak … aku punya banyak cara untuk membuatmu keluar dari Grup Dominion. Bahkan Jeffry pun nggak akan bisa melindungimu.”Setelah mengatakan itu, Melly langsung pergi.Jeffry memang pernah melindungi Shelly dari Melly.Namun, Maxwell merasa kalau keadaan benar-benar memburuk dan Melly bersikeras memecatnya, Jeffry belum tentu akan membelanya.Dia mengerutkan dahi. Bimbang. Ragu.Sebelum sempat memutuskan apakah harus memberi tahu Jeffry atau tidak, dia lebih dulu memerintahkan anak buahnya untuk melanjutkan penyelidikan.Kali ini, mereka harus mendapatkan bukti yang benar-benar kuat.…Jeffry seolah hadir di setiap sudut kehidupan Shelly. Namun, bukan Jeffry sendiri yang muncul. Mereka justru hampir tidak pernah benar-benar berhadapan secara langsung.Shelly bahkan mulai terb
Melly menggenggam punggung tangan Elora dengan penuh keyakinan. “Sekarang ikut aku pulang ke Tavira. Tenang saja. Selama aku nggak mengubah keputusanku, Jeffry pasti akan menikahimu.”Jeffry memang pernah berjanji akan mengikuti kehendak ibunya.Sebenarnya Elora hanya ingin mundur selangkah agar Jeffry mengejarnya kembali.Dia sama sekali tidak berniat benar-benar mundur.Sekarang setelah Melly berkata sejauh itu, dia tidak punya pilihan selain mengangguk. “Baik, kalau begitu aku pesan tiket sekarang?”“Pesan saja. Kita pulang ke Tavira secepatnya.”Saat melihat wajah Elora masih dipenuhi rasa enggan, Melly menambahkan, “Tenang. Soal anak yang dikandung Shelly, aku akan memberimu penjelasan.”Elora tidak berani bertanya lagi. Dia segera mengeluarkan ponsel dan memesan penerbangan terdekat menuju Tavira.Hari itu juga, Melly membawa Elora kembali ke Tavira dan mengantarnya sendiri pulang ke rumah Keluarga Laurent.Sebelum pulang, dia meninggalkan satu kalimat, “Tunggu di rumah saja. Jef
Untung saja, demi memancing emosi Shelly, Shanen sempat mengirim banyak tangkapan layar percakapan kepadanya.Karena merasa terganggu, Shelly memang memblokir Shanen.Namun, dia tidak pernah menghapus riwayat chat mereka.Tak disangka, kini semua itu justru menjadi bukti yang berguna.Satu per satu tangkapan layar terkirim. Melly membacanya sekilas.Semakin banyak yang dia lihat, semakin suram pula wajahnya.Semua isi percakapan itu hanyalah tipu daya dan akal-akalan murahan.Cara Elora bertindak benar-benar membuat Melly merasa malu.“Bu Melly, apa pun masalah hubungan antara Pak Jeffry dan Nona Elora, mohon jangan menyeret saya ke dalamnya. Entah tujuan Nona Elora meminta Anda datang ke sini untuk melampiaskan kemarahannya kepada saya atau untuk memaksa Pak Jeffry kembali ke Tavira, saya nggak peduli. Saya hanyalah orang luar. Saya nggak seharusnya terlibat dalam masalah ini. Jadi, saya harap Anda bisa berbesar hati dan biarkan saya menjalani hidup saya dengan tenang.”Setiap kata Sh
Melly, “Mana mungkin! Masa aku sampai dipermainkan oleh perempuan seperti dia? Tenang saja. Aku akan memutus semua harapannya, membuatnya nggak lagi punya modal untuk mengikat Jeffry!”Di mata Melly, satu-satunya modal yang dimiliki Shelly untuk mengikat Jeffry adalah anak yang sedang dikandungnya.Apa yang ingin dilakukan Elora tak lain adalah mengaduk keadaan hingga semakin kacau.Pada akhirnya, orang yang terluka hanyalah Shelly dan orang yang paling diuntungkan adalah dirinya.Saat itu terjadi nanti, bukan hanya hubungan Shelly dan Jeffry yang akan sirna, bahkan mereka mungkin akan berubah menjadi musuh.…Semua perlengkapan persalinan hampir selesai dipersiapkan. Selama beberapa hari berturut-turut, Shelly bahkan tidak pernah keluar dari kompleks tempat tinggalnya.Setelah memasuki trimester akhir kehamilan, perutnya akhirnya terlihat membesar.Perut yang mulai menonjol itu membuat seluruh penampilannya tampak semakin lembut.Saryna mengatakan bahwa ibu hamil harus banyak bergerak
“Baiklah.” Suara Harrison kembali santai. “Kali ini, aku benar-benar percaya padamu.”Shelly tertegun. “Maksudmu?”Harrison terkekeh ringan. “Maksudku, aku nggak akan membayarkan 4 miliar untuk penalti kontrakmu, tapi ….”Klik.Shelly langsung menutup telepon dan melempar ponselnya ke samping.Di wa
Awalnya, Shelly masih mempertimbangkan apakah dia perlu meminta bantuan Harrison. Namun sekarang, dia tidak perlu berharap lagi, jalan itu telah tertutup.Pagi itu, Shelly tampak diliputi banyak pikiran. Wajahnya terlihat pucat dan tidak bersemangat.“Kak Shelly.”Tania memanfaatkan kesempatan saat
Napas Shelly seketika tertahan. Dia segera menjelaskan, “Saya merasa urusan pernikahan Anda dengan Nona Elora jauh lebih penting.”Sebagai sekretaris Jeffry, dia memang memiliki wewenang untuk menyesuaikan jadwal kerja secara wajar.Selama ini Jeffry tidak pernah mempermasalahkannya.Namun kali ini
“Karena kamu yang pandai mengungkapkan perasaan, urusan itu biar kamu saja yang mengurusnya.”Melihat dirinya tidak berhasil membujuk Melly, Nenek Mina pun berbalik sambil memanggil Kakek Yanto.“Ayo, kita naik dan tidur.”Kakek Yanto merapikan satu per satu bidak gomoku di papan, lalu bangkit mengi







