Share

Bab 420

Author: Ratih Larasati
Shelly ingin membeli semua perlengkapan bayinya sebelum memasuki trimester akhir kehamilan.

Karena itu, dia meluangkan satu hari untuk pergi ke pusat perbelanjaan.

Awalnya Saryna juga ingin ikut. Namun sebelum berangkat, Nana terus merengek mencarinya, bahkan tanpa sengaja kepala Nana terbentur.

Shelly pun menyuruh Saryna tetap di rumah saja. Di luar dugaan, Saryna langsung setuju tanpa banyak protes.

Baru setelah Shelly selesai bersiap dan keluar rumah, lalu melihat mobil Harrison terparkir di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 430

    Shelly dan Saryna saling bertatapan. Keduanya sama-sama menangkap sesuatu dari tatapan satu sama lain.“Tahu.” Shelly menjawab dengan nada santai sambil menunduk dan memainkan ponselnya, seolah tidak terlalu peduli.Bibi Yanti sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan dan merendahkan suaranya. “Kalian sudah pernah berinteraksi dengan mereka?”Gerakan jari Shelly di layar ponsel langsung terhenti. Dia mengunci ponselnya, lalu menatap Bibi Yanti.“Kalau memang ada sesuatu, Bibi bisa langsung bilang saja.”“Kenapa bicara berputar-putar begitu?” Saryna akhirnya tidak bisa lagi menahan emosinya. “Memangnya kenapa? Bibi orang Keluarga Gunawan?”Bibi Yanti segera menggeleng. “Tentu saja bukan. Aku cuma mau ingatkan kalian untuk menjauhi orang-orang Keluarga Gunawan.”“Kenapa?” tanya Shelly singkat.“Nggak ada alasan. Memangnya aku akan mencelakakan kalian?”Wajah Bibi Yanti dipenuhi ekspresi seolah-olah dia benar-benar memikirkan kebaikan mereka. “Kalian berdua selalu begitu, dikasih tahu apa p

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 429

    Jeffry, “Kamu bertanya padaku?”Maxwell langsung terdiam.Sikap Keluarga Gunawan terhadap Shelly memang terlalu mencurigakan.Namun kalau memang ingin menyelidikinya, mereka tetap membutuhkan arah.Kalau tidak, mereka bahkan tidak tahu harus mulai dari mana.Jeffry berkata pelan, “Selidiki semua kemungkinan yang pernah kamu pikirkan.”Satu kalimat singkat itu berisi tugas yang luar biasa besar terhadap Maxwell.Maxwell berkali-kali ingin memohon belas kasihan, tapi pada akhirnya dia hanya menelan semua keluhannya. Sebab, dia tahu tidak ada gunanya mengatakannya.Meski dirinya harus bekerja sampai kelelahan, Jeffry tetap tidak akan peduli.Apa yang Jeffry inginkan hanyalah hasil.“Baik, Pak.”Terdengar ketukan di pintu kantor. Jeffry mengakhiri panggilan telepon, lalu berkata singkat, “Masuk.”Tania membuka pintu. Ekspresinya tampak sedikit panik.“Pak Jeffry, Bu Melly datang.”“Siapa?” Jeffry mengernyit dan menoleh.Tania mengulanginya, “Bu Melly.”Belum sempat kata-katanya selesai, Me

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 428

    Shelly berganti mengenakan piyama, lalu melirik Saryna.“Kalau kamu diam-diam memesankan tempat itu tanpa sepengetahuanku, aku benar-benar akan marah.”Saryna langsung cemberut. “Sepertinya aku pernah melihat wanita tadi? Dia kelihatan sangat familiar.”“Waktu kita pertama kali datang melihat pusat perawatan pascamelahirkan itu, kita pernah bertemu dengannya.” Shelly mengingatkannya.Saryna baru teringat. “Oh, iya! Waktu itu kamu memang sengaja datang ke pusat perawatan itu karena ingin bertemu dengannya, ‘kan? Memangnya hubungan kalian dekat?”“Dia hanya seorang klien.” Shelly menggeleng. “Cuma … dia selalu membuatku merasa ada sesuatu yang aneh.”“Orang aneh di dunia ini memang banyak. Jangan terlalu dipikirkan. ” Saryna sama sekali tidak tertarik membahas tingkah Agnes. “Kamu mengerti maksud baikku, ‘kan?”Maksudnya, keinginannya membayari Shelly pusat perawatan pascamelahirkan yang lebih bagus.Shelly memutar bola matanya. “Aku nggak mau mengerti. Nggak mau pergi. Nggak mau membaha

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 427

    Shelly lebih dulu membuka suara. Dia kembali mengangguk sopan kepada Agnes. “Bu Agnes, kami nggak mengganggu waktu Anda lagi. Kami pamit dulu.”“Sebentar lagi sudah jam makan siang. Bagaimana kalau kita makan bersama?”Agnes melihat jam tangannya sekilas, lalu mengajak dengan hangat. “Kebetulan, aku juga masih ingin membicarakan sedikit soal Shanen denganmu.”Nada bicaranya terdengar begitu akrab, seolah-olah mereka sudah saling mengenal selama bertahun-tahun. Ketika kebetulan bertemu, makan bersama adalah hal yang wajar.“Maaf, Bu Agnes. Kami masih ada urusan.” Shelly mengulang penolakannya.Barulah Agnes tersadar.“Oh, iya. Aku sampai nggak memperhatikan. Kalau begitu, silakan lanjutkan urusanmu. Lain kali kalau ada waktu, kita makan bersama.”Shelly mengangguk pelan, kemudian berbalik dan mendorong Saryna kembali ke arah mobil.Namun, Saryna tampaknya masih belum mau menyerah.Shelly akhirnya mendorongnya sampai duduk di kursi penumpang depan, sementara dia sendiri berjalan memutar

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 426

    Dua jam kemudian, mobil mereka berhenti di depan Pusat Perawatan Pascapersalinan Waver.Shelly tertidur selama perjalanan dan baru terbangun saat Saryna memanggilnya.Dia membuka mata dan memandang sekeliling. Tempat itu terasa agak familiar. Butuh beberapa saat hingga akhirnya dia teringat di mana mereka berada.“Kenapa kamu membawaku ke sini?”Saryna mengeluarkan sebuah kartu dari dalam tasnya, lalu mengibaskannya di depan Shelly sambil mengangkat alis. “Aku sudah siapkan uangnya. Masa nifasmu nanti dijalani di sini saja!”Dia turun dari mobil, berjalan memutar ke sisi Shelly, lalu membukakan pintu. “Ayo turun. Kita masuk dan langsung bayar.”“Nggak.” Shelly tetap duduk di dalam mobil. “Nggak perlu habiskan uang sebanyak itu.”Saryna menghentakkan kaki pelan. “Aku melakukan ini demi kebaikanmu. Tempat ini dekat dengan rumah sakit. Setelah melahirkan, ibu yang sedang menjalani masa nifas bisa mengalami kondisi darurat kapan saja. Kalau sampai terjadi sesuatu, nanti sudah terlambat ….”

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 425

    Shelly menggeleng. “Nggak usah. Terlalu mahal. Aku sudah menemukan tempat yang menurutku cocok.”“Benarkah?” Saryna memutar bola matanya sambil bertanya, “Kisaran harganya berapa?”“Aku lihat ada satu pusat perawatan pascapersalinan yang biayanya 60 juta.”Selama dua hari terakhir, perhatian Shelly sepenuhnya tertuju pada bayinya.Tanpa perlu keluar rumah, hampir semua persiapan untuk melahirkan sudah dia selesaikan.Kalau ada yang belum bisa dilakukan, dia akan mencari informasi sedetail mungkin.Pusat perawatan pascapersalinan itu adalah pilihan yang dia putuskan setelah berkali-kali membandingkan berbagai tempat.Saryna mengendus pelan.“Kalau begitu, nanti kita pergi lihat dulu. Sekalian aku tunjukkan hadiah besar yang sudah aku siapkan buatmu.”“Hadiah besar?” Shelly yang sedang mengunyah potongan nanas langsung berhenti. Dia segera menelan buah itu. “Apa hadiahnya?”“Nanti juga kamu tahu.” Saryna mengedipkan mata sambil tersenyum jahil. “Tapi jangan sampai terlalu terharu, ya. A

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 2

    Shelly adalah anak paling berprestasi di panti asuhan. Karena nilai akademisnya sangat baik, dia diterima di universitas top dalam negeri dengan beasiswa penuh.Di sanalah dia bertemu Jeffry.Di antara begitu banyak pria dari kalangan elit, Jeffry begitu menonjol, langsung menarik pandangannya.Awal

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 1

    Tengah malam, Shelly Malvis mengunggah sebuah foto bayi yang baru lahir, lengkap dengan keterangan: [Naik pangkat jadi Ibu! Putra sulungku!]Belum satu jam, pintu rumahnya sudah diketuk oleh mantan suami yang telah bercerai dengannya selama setengah tahun.Begitu pintu dibuka, wajah muram Jeffry lan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 4

    Sebelum orang-orang di ruang tamu sempat bereaksi, terdengar langkah kaki dari lantai atas.Ibu Jeffry, Melly Luwiana buru-buru turun.Meski hampir berusia lima puluh tahun, tubuhnya masih terawat seperti wanita usia tiga puluhan.Dia hanya mengenakan selendang merah, sama sekali tidak takut pada su

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 3

    Begitu Elora masuk ke kantor, dia melihat Maxwell sedang memesan tiket.Dia langsung bertanya, “Kak Jeffry di mana? Kenapa kamu pesan tiket?”“Di ruang istirahat. Ada masalah mendadak di cabang, Pak Jeffry harus ke sana.”Belum sempat Maxwell selesai bicara, Elora sudah mengeluarkan kartu identitas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status