Share

Bab 572

Author: Ratih Larasati
Kegelisahan di dalam hati Shelly perlahan seolah ditenangkan. Hatinya menjadi rileks, lalu rasa kantuk menyerang. Tanpa sadar, dia pun tertidur.

Di dalam kamar, suara napas Jery yang teratur berpadu dengan embusan napas ringan Shelly.

Kelopak mata Jeffry bergerak sedikit. Mata dalamnya membuka celah tipis, lalu dia melirik ke samping.

Rambut panjang Shelly tergerai memenuhi bantal. Kulitnya yang seputih giok tampak merona.

Lekuk tubuhnya terlihat begitu indah. Sekilas dipandang, yang terlihat ha
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
ganesha alvaro
ayyuukkk thoorrr di up lagiii jgn bikin gemeZzz
goodnovel comment avatar
Dwi Rawati
Lebih seru klo Jeffry ttp pura" g tau klo dia ayah kandung Jerry...anggap aj buat balas dendam sm Shelly yg sdh bohongin Jeffry....selama ini meski dingin Jeffry kn ttp jujur
goodnovel comment avatar
Eka Sari
nah lhooo habis kesabaran jefrry kaaann
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 636

    Raut wajah Melly sempat tampak serbasalah, tetapi segera kembali normal. "Aku cuma sempat bertemu dua kali, itu pun sembunyi-sembunyi seperti pencuri. Lagian ....""Nggak kasih berarti nggak kasih. Alasannya banyak banget."Joycelin lekas-lekas menyimpan hadiahnya, seolah takut barang itu direbut oleh Melly."Kamu ... dari mana dapat uang sebanyak itu buat beli barang-barang begini?" Melly langsung berbalik menyerang. "Kamu minta uang dari Kakek dan Nenek lagi, ya?""Nggak!"Sejak kecil, Joycelin memang terbiasa hidup boros. Begitu dia dewasa, Melly memperketat pengeluarannya dengan memberi jatah uang saku bulanan dalam jumlah tetap, tanpa tambahan sepeser pun."Ini semua hasil tabunganku."Gaji yang didapatkannya dari bekerja di Grup Dominion bahkan nggak cukup untuk kebutuhannya.Selain uang saku, setiap hari libur dan perayaan besar dia selalu mendapat amplop uang. Semuanya selalu ditabungnya.Melly menimbang-nimbang sejenak, lalu berujar, "Kamu baru saja sampai, ayo ibu ajak jalan-

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 635

    "Ibu, lah."Joycelin mengibaskan tangannya. "Ngapain kamu nahan-nahan aku? Anak yang dilahirkan Shelly itu anakmu, kenapa kamu nggak bilang dari awal? Terus kenapa Ibu nyuruh aku merahasiakannya dari Nenek?"Rentetan pertanyaan itu membuatnya sulit menjawab.Alis Jeffry berkerut dalam. Setelah terdiam beberapa detik, dia berkata, "Kamu belum boleh ketemu Jery dulu.""Kenapa nggak boleh?" Joycelin seketika emosi. "Aku ini tantenya!""Tante juga nggak boleh," tolak Jeffry lugas tanpa kompromi.Joycelin langsung merogoh ponselnya hendak menelepon Shelly, "Aku mau telepon kakak ipar. Aku nggak percaya kalau dia juga bakal ngelarang!"Sebelum panggilan tersambung, Jeffry sudah merebut ponsel itu dari tangannya."Masuk mobil dulu. Nanti aku jelaskan pelan-pelan."Raut wajah pria itu sedingin es. Meski tidak terima, Joycelin terpaksa menurut dan masuk ke mobil.Mobil Maybach itu perlahan meluncur keluar dari area parkir, lalu melaju kencang di jalanan berliku yang mulus mengelilingi perbukita

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 634

    "Yang ini boleh?"Jeffry mengangguk.Shelly membawa pakaian itu hendak melangkah keluar, tetapi langkahnya tertahan saat mendengar Jeffry berkata, "Masih kurang satu."Shelly berhenti, lalu menunduk menatap pakaian di tangannya.Udara Kota Sentara sangat panas. Paduan kemeja dan celana bahan dengan mantel luar saja rasanya sudah berlebihan, apanya lagi yang kurang?Dia menatap Jeffry dengan bingung.Jeffry melipat tangan di dada, bersandar santai di kusen pintu ruang ganti sambil menatapnya lekat. Sepasang mata sehitam jelaga itu tampak begitu dalam, seolah sanggup menenggelamkan siapa pun yang memandangnya.Hari ini Shelly berdandan dengan riasan tipis yang sangat rapi. Penampilannya terlihat jauh lebih memikat dibanding biasanya saat dia hanya sibuk mengurus Jery di rumah.Bibir tipis Jeffry terkatup rapat."Kamu mau pakai celana dalaman termal?" tanya Shelly ragu.Jeffry bungkam tanpa kata.Melihat ekspresi Jeffry yang tidak biasa, Shelly terdiam.Bahkan pada puncak musim dingin pal

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 633

    Dari balik jendela, sayup-sayup terdengar obrolan Bibi Sari dan Kak Ratih."Nyonya Muda suka acar sayur asin begini. Kalau bikin sendiri rasanya nggak terlalu asin, jadi nggak bakal ganggu ASI nya."Kak Ratih menimpali, "Tapi kalau kurang asin, gampang basi."Bibi Sari tersenyum. "Bikinnya dikit-dikit aja. Habis, baru bikin lagi. Lagian waktu kita kan luang banget."Urusan anak sudah diborong habis oleh Jeffry. Sepanjang pagi, bayi itu sama sekali belum menyentuh tangan Bibi Sari maupun Kak Ratih.Sembari membatin demikian, Bibi Sari melirik ke arah ruang tengah. Jeffry duduk di sana. Di dalam kereta bayi, Jery sesekali tertidur lalu terbangun. Begitu si kecil menangis, langsung disusui dengan susu formula, semuanya ditangani sendiri oleh Jeffry.Kak Ratih ikut melayangkan pandang ke ruang tengah. Menyaksikan pria berstatus setinggi Jeffry mau turun tangan sendiri mengurus anak membuatnya begitu kagum. Sungguh pemandangan langka!"Eh, Shelly sudah pulang."Mendengar bunyi pintu terbuka

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 632

    Shelly mengangguk. "Baik."Keduanya beranjak pergi bersama.Tepat saat pintu ruang rapat tertutup, Gunawan mendadak bangkit berdiri hingga kakinya menyenggol kursi dengan suara berderit keras.Shelly mendengarnya, tapi langkah kakinya sama sekali nggak berhenti saat melangkah pergi."Kalau aku sampai mengacaukan kerja sama ini, kerugian Grup Vantara bakal besar nggak?" Begitu melangkah masuk ke dalam ruang kerja, Harrison langsung bertanya pada Shelly.Shelly duduk di sofa. "Melihat situasi sekarang, bukan cuma nggak rugi, kita malah bisa dapat keuntungan lebih banyak. Tapi bagaimana rencana Grup Vantara berkembang di Kota Sentara ke depannya, aku kurang tahu. Itu harus ditanyakan ke Pak Wirya."Wirya adalah pemegang kendali tertinggi Grup Vantara. Bagaimana rencananya, tidak seorang pun yang tahu.Bahkan Harrison sendiri pun tidak tahu."Nggak usah mikir sejauh itu, yang penting sekarang nggak ada kerugian." Harrison menepuk pahanya, tampak sudah punya keputusan sendiri di dalam hati.

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 631

    "Sialan, ngapain dia ada di sini?"Harrison juga akhirnya bisa melihat jelas siapa orang yang duduk di dalam ruang rapat itu, sampai-sampai spontan mengumpat kasar.Terhalang sekat kaca jendela, orang yang berada di dalam ruang rapat mendengar suara Harrison lalu menoleh ke arah mereka."Pak Harrison."Asisten Johan melangkah keluar dari ruang rapat, menyapa Harrison dengan sikap penuh hormat. "Pak Johan sudah menunggu cukup lama. Silakan masuk.""Aku kira siapa yang bisa bikin Ayahku rela bagi jatah keuntungan, ternyata orang ini."Raut wajah Harrison tampak keruh. Dia menatap sinis ke arah asisten Johan, lalu menoleh menatap Shelly. "Mending kamu balik ke ruanganmu aja. Biar aku yang hadapi Keluarga Gunawan.""Nggak perlu, aku bisa."Shelly sadar dirinya mungkin bisa menghindar sesaat, tapi tidak bisa lari selamanya.Kerja sama antara Wirya dan Keluarga Gunawan sudah menjadi kesepakatan mutlak.Sebagai penanggung jawab di Kota Sentara, berurusan dengan orang-orang Keluarga Gunawan ad

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 9

    Setiap kali bertemu di acara seperti ini, Harrison selalu mencari masalah dengan Jeffry.Namun karena dia bukan saingan Jeffry, dia pun memilih cara lain, yaitu mempersulit orang-orang di sekitar Jeffry.Salah satunya … Shelly.Shelly berbalik dan mengganti arah, berniat keluar lewat pintu belakang.

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 3

    Begitu Elora masuk ke kantor, dia melihat Maxwell sedang memesan tiket.Dia langsung bertanya, “Kak Jeffry di mana? Kenapa kamu pesan tiket?”“Di ruang istirahat. Ada masalah mendadak di cabang, Pak Jeffry harus ke sana.”Belum sempat Maxwell selesai bicara, Elora sudah mengeluarkan kartu identitas

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 2

    Shelly adalah anak paling berprestasi di panti asuhan. Karena nilai akademisnya sangat baik, dia diterima di universitas top dalam negeri dengan beasiswa penuh.Di sanalah dia bertemu Jeffry.Di antara begitu banyak pria dari kalangan elit, Jeffry begitu menonjol, langsung menarik pandangannya.Awal

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 1

    Tengah malam, Shelly Malvis mengunggah sebuah foto bayi yang baru lahir, lengkap dengan keterangan: [Naik pangkat jadi Ibu! Putra sulungku!]Belum satu jam, pintu rumahnya sudah diketuk oleh mantan suami yang telah bercerai dengannya selama setengah tahun.Begitu pintu dibuka, wajah muram Jeffry lan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status