Partager

Bab 102

Auteur: Kharamiza
last update Date de publication: 2026-06-07 20:55:52

Dalam sekejap, jarak di antara mereka lenyap begitu saja.

Tangan Eca spontan mencengkeram lengan pria itu agar tak kehilangan keseimbangan.

Meski terhalang kain kaus, ia masih bisa merasakan kerasnya otot di balik lengan pria itu.

Eca bahkan bisa melihat jelas tatapan Ihsan yang kini terasa jauh lebih berbahaya daripada sebelumnya.

“K-Kang …,” suaranya lemah, hampir tak terdengar.

Ia berusaha mundur, tetapi kali ini Ihsan tidak memberinya kesempatan untuk kabur.

Tangan kekarnya masih tertahan d
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (12)
goodnovel comment avatar
Ummi Syahrul
mbakkkk sambungannya..
goodnovel comment avatar
Ummi Syahrul
ican mmg dah lama jatuh cinta sama eca...tapi ican malu ngaku... akhirnya bila melihat ada lelaki lain dekat sama eca..ican cemburu...takut kehilangan eca... sinopsis dari aku ni mbak..cepatan sambungan seterusnya mbakkk
goodnovel comment avatar
Kharamiza
kalo udah saatnya nggak diinterupsi lagi~
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 119

    Tanpa menunggu lama, pria itu mulai menggerakkan pinggulnya. Maju mundur dengan ritme yang lambat namun menghujam dalam. Setiap kali ihsan menghantam ke dalam, Eca hanya bisa mendesah hebat, kepalanya bergerak ke kanan dan ke kiri, menikmati rasa penuh yang menjalar di perut bawahnya. “Ahhh ... ahh ... Kang Ihsan … pelanghh!”Namun, Eca merasa Ihsan seperti tak lagi benar-benar mendengarkan. Gerakannya kian tak terkontrol, seolah menahan sesuatu yang sudah di ambang batas.Tempo unggahannya semakin cepat. Suara decakan basah akibat penyatuan keduanya sampai terdengar memenuhi ruangan.Eca hanya bisa menggigit bibirnya, napasnya tersengal ketika kulit keduanya terus beradu, menciptakan suara tamparan daging yang makin cepat dan liar.Eca kelabakan, tubuhnya seolah kehilangan pijakan, mengikuti setiap tarikan dan gerakan Ihsan yang tak memberinya ruang untuknya benar-benar berpikir jernih.Tangannya memeluk leher ihsan semakin erat ketika bagian bawahnya terus dihantam sensasi panas

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 118

    Mature Content (21+)Ihsan tidak menjawab.Namun, tatapan pria itu yang mulai menggelap sudah cukup membuat jantung Eca berdebar kencang.Padahal tadi, ia hanya berniat mencari kenyamanan dalam pelukan suaminya.Tetapi, memang sejak semalam, ada sesuatu yang berubah di antara mereka.Kini, setiap kali Ihsan memandangnya seperti itu, Eca tidak lagi merasa ingin menghindar.Sebaliknya, ada kehangatan yang perlahan memenuhi dadanya saat menyadari betapa diinginkannya dirinya oleh sang suami.Detik berikutnya, bibir hangat Ihsan sudah mendarat di atas bibirnya yang sedikit terbuka.Kali ini Eca tidak lagi terkejut seperti semalam.Ia bahkan mendongak sedikit, membiarkan Ihsan memperdalam ciuman itu sambil memejamkan mata perlahan.Kehangatan yang mengalir di antara mereka rasanya begitu akrab sekarang.Eca merasa seluruh tubuhnya perlahan ikut melunak.Di tengah ciuman yang semakin dalam itu, tangan Ihsan mulai bergerak menyentuhnya.“Emh ….”Desahan tertahan lolos dari bibir Eca saat ciu

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 117

    Hari itu, keduanya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja, seolah benar-benar ingin menikmati hari libur berdua. Matahari sudah bergeser cukup jauh ketika Eca akhirnya menyerah menatap layar laptopnya. Sejak tadi ia memang duduk di atas karpet ruang keluarga sambil menonton drama terbaru yang sedang ramai dibicarakan orang. Namun, entah kenapa, ia mulai merasa bosan. Sambil menghela napas panjang, Eca menutup laptopnya lalu meletakkannya di atas meja. Matanya beralih ke belakang. Ihsan masih berbaring santai di sofa panjang sambil menatap ponselnya dengan ekspresi serius. Dari suara yang samar terdengar, sepertinya pria itu sedang menonton sesuatu tentang politik lagi. Eca mengangkat bahunya santai, sambil menghela napas panjang. Kalau dipikir-pikir, nonton politik seperti itu jauh lebih membosankan daripada drama yang baru saja ia tinggalkan. Dasar pria. Setelah beberapa saat berlalu, entah dapat keberanian dari mana, Eca akhirnya bangkit dari tempatnya duduk. Ia m

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 116

    Cahaya matahari sudah menyusup dari sela-sela gorden saat Eca membuka matanya keesokan pagi. Ia berkedip beberapa kali. Butuh beberapa detik baginya untuk mengingat apa yang terjadi semalam. Lalu, ketika ingatan itu datang begitu saja. Eca spontan menutup wajahnya dengan kedua tangan. Astaga. Rasanya ia ingin segera menghilang saja ke balik bantal. Pada akhirnya, selimut itu malah ia tarik sampai menutupi sebagian wajahnya sendiri. Tak lama kemudian, matanya melirik ke sisi ranjang. Kosong. Ihsan sudah tidak ada di sana. Eca mengerjap pelan. Pagi-pagi sekali pria itu pergi ke mana? Namun, ia tak terlalu memikirkannya. Cuma mengembuskan napas pendek sebelum akhirnya memaksa dirinya bangun dari ranjang. Hanya saja, baru saja kedua telapak kakinya menyentuh lantai, Eca langsung meringis tipis. Apa yang terjadi semalam rupanya masih meninggalkan bekas di tubuhnya. Tidak terlalu sakit, tetapi cukup membuat langkah pertamanya terasa sedikit aneh. Eca berdiri b

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 115

    Tanpa menunggu lebih lama, Ihsan langsung membopong tubuh Eca dan membawanya ke dalam kamar tidur mereka. Kasur di bawah punggungnya berayun pelan saat Ihsan membaringkannya dengan sangat hati-hati, membuat Eca sesaat lupa pada rasa gugup yang sejak tadi mengikat dadanya.Ihsan segera menyusul, merengkuh tubuh Eca dalam pelukan yang hangat. Cara Ihsan memandangnya membuat Eca sulit menahan gemetar yang perlahan menjalari tubuhnya.Entah sejak kapan, pakaian yang semula melekat di tubuh keduanya kini telah terlepas sepenuhnya, menyisakan kulit yang saling bersentuhan tanpa pembatas.Eca bisa mendengar napas mereka yang semakin tidak teratur di antara sunyinya kamar.Meski sudah hampir dua bulan menikah, ini tetap yang pertama bagi mereka.Gerakan Ihsan terasa lambat dan hati-hati, seolah pria itu sengaja memberinya waktu untuk menyesuaikan diri. Eca sempat menggigit bibirnya menahan pe

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 114

    Menyebalkan sekali memang suaminya itu.“Gaya banget main rahasia-rahasiaan segala,” cibir Eca sambil melirik tajam ke arah suaminya.Sayangnya, pria di sebelahnya tampak sama sekali tidak merasa bersalah.Tatapannya tetap lurus ke depan, seolah tadi ia tidak baru saja membuat kepala Eca penuh pertanyaan.Eca memalingkan wajah kembali ke layar televisi.Acara kuis malam itu masih berjalan. Pembawa acaranya berceloteh riang, diselingi tawa penonton yang sesekali terdengar dari televisi.Namun, pikiran Eca sudah telanjur ke mana-mana.Paling menyebalkannya lagi, ia sendiri tidak mengerti kenapa sampai sepenasaran ini pada perasaan Ihsan.Padahal, kalau dipikir-pikir lagi, perempuan itu jelas ada di masa lalu suaminya.Yang namanya masa lalu, harusnya tidak usah diungkit lagi, kan.Sayangnya, logika tidak selalu bisa mengalahkan perasaan.Sungguh ia masih tak suka membayangkan kalau perempuan yang pernah disukai Ihsan itu benar-benar Asih.Bagaimana kalau Ihsan sebenarnya masih menyukain

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 106

    Dalam beberapa detik itu, Eca hampir lupa bagaimana cara bernapas dengan normal.Jantungnya berdebar tak karuan.Bahkan tanpa perlu menoleh sekalipun, ia sudah tahu persis siapa pemilik tangan kokoh yang kini melingkar hangat di pinggangnya.Memang dia tidak mengatakan apa-apa. Begitu pula dirinya.

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 105

    Eca sempat terdiam beberapa detik sambil menggigit bibir bagian dalamnya.Tatapan Ihsan seolah langsung membuatnya mati kutu.Ia masih ingat betul bagaimana pria itu bersikap saat cemburu pada Fajar kemarin.Kesalnya memang tidak lama, tetapi tetap saja itu mengusiknya.Sekarang Eca malah jadi serb

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 104

    Setelah memastikan kondisi Ainun jauh lebih baik dari sebelumnya, Eca dan guru pendamping lain menemani gadis itu menyusul teman-temannya ke arena lomba.Waktu hari itu terus bergulir tanpa terasa.Berbagai cabang lomba yang berlangsung sejak kemarin akhirnya satu per satu seles

  • Pak Kades, Nikah, Yuk!   Bab 98

    Eca mengernyit.Untuk sesaat ia benar-benar tidak mengerti kenapa anak-anak itu malah meminta maaf.Harusnya mereka lega. Penampilan sudah selesai.Namun, wajah-wajah itu malam tampak murung seperti habis dimarahi.“Kenapa minta maaf atuh?”

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status