Home / Romansa / Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi / Bab 187. Keinginan Terpendam Reon

Share

Bab 187. Keinginan Terpendam Reon

Author: Sweety
last update Last Updated: 2026-03-08 17:00:50

Dareon Sankara Adinata memang sudah digariskan akan mewarisi kerajaan bisnis Adinata Group. Namun, tuntuntan dan kekangan yang ia dapatkan dari mama papanya membuat Reon punya misi sendiri untuk hidupnya. Dia mau berdiri di atas kaki sendiri tanpa melibatkan nama keluarga Adinata.

Keinginan itu semakin kuat sejak Reon bertemu dengan Ellena. Gadis yang dia kenal bukan berasal dari keluarga konglomerat dan tidak punya nama besar di belakangnya.

Sejak mendekati Ellena di masa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 189. Mengerjai Sherine

    Sharron baru saja ingin menghampiri Lucien yang berbincang dengan Ellena dan nenek gadis itu. Tapi, suaminya sudah menjauh dan tampak bersalaman dengan seseorang dari keluarga konglomerat ternama di negeri ini. Riovandra Alveroz. "Lihat, Kak Sharron, sepertinya Kak Lucien memang hanya menyapa Ellena karena dia istri putraku," sahut Diana, berpikiran positif. "Ya, sepertinya begitu," jawab Sharron. Tapi, dia masih tetap saja tidak tenang dengan keakraban yang terlihat antara Ellena dan Lucien. "Lebih baik kita menyapa Tamara Alveroz. Sangat jarang melihat keluarga Alveroz ada di acara yang diliput media seperti ini," saran Diana. "Ayo."Sebelum melangkah, Sharron menoleh pada Sherine. "Kamu lebih baik cari kesempatan untuk mendekat dengan Dareon, sayang."Diana mengiakan. "Iya, mumpung Dareon dan Ellena tidak sedang bersama.""Tentu, Mama, tante Diana," ujar Sherine. Setelah Diana dan Sharron berlalu, gadis

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 188. Sharron Semakin Benci Ellena

    Setelah sambutan Reon sebagai CEO selesai, acara berlanjut ke agenda berikutnya. Ada demo aplikasi dan peluncuran simbolis. Di layar besar, logo aplikasi Investku kembali muncul disertai animasi grafik yang bergerak naik perlahan, seolah melambangkan masa depan investasi anak muda.Beberapa saat kemudian, suasana dalam ballroom berubah jadi lebih santai. Lampu utama sedikit diredupkan, musik instrumental lembut mulai terdengar dari pengeras suara. Para tamu berdiri dari kursi mereka, sebagian mengambil minuman, yang lainnya mulai berbincang satu sama lain.Saat Reon turun dari panggung. Beberapa orang langsung menyalaminya, memberikan ucapan selamat. Dia membalas dengan senyum sopan sebelum akhirnya berjalan menuju meja di barisan depan.Di sana duduk mama dan papanya. Untuk sesaat Reon hanya berdiri di depan mereka. Bayangan mengenai perdebatan, penolakan dan keputusan meninggalkan Adinata Group terlintas cepat di kepala lelaki itu.

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 187. Keinginan Terpendam Reon

    Dareon Sankara Adinata memang sudah digariskan akan mewarisi kerajaan bisnis Adinata Group. Namun, tuntuntan dan kekangan yang ia dapatkan dari mama papanya membuat Reon punya misi sendiri untuk hidupnya. Dia mau berdiri di atas kaki sendiri tanpa melibatkan nama keluarga Adinata. Keinginan itu semakin kuat sejak Reon bertemu dengan Ellena. Gadis yang dia kenal bukan berasal dari keluarga konglomerat dan tidak punya nama besar di belakangnya. Sejak mendekati Ellena di masa sekolah mereka, Reon sering melihat gadis itu pulang lebih cepat karena harus bekerja. Lalu, semakin lama mengenal gadis itu, Reon akhirnya tahu kalau Ellena punya impian menjadi jewelry designer. Selain jatuh cinta pada Ellena, Reon juga kagum dengan tekad serta kerja keras gadis itu. Meski sempat berpisah dan lama dihantui amarah karena dicampakkan Ellena, Reon tidak menyerah pada keinginan dalam lubuk hatinya. Saat kuliah di Amerika, Reon sudah punya ide untuk m

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 186. Meredam Kecemburuan Reon

    Tanpa protes lagi, tangan Ellena akhirnya naik ke tengkuk Reon, jemarinya menyelip di antara rambut lurus Reon sebelum dia menariknya mendekat. Ellena lebih dulu meraup bibir Reon, lalu melumatnya dengan dalam. Reon merespons ciuman istrinya tanpa ragu. Tangannya bergerak di pinggang Ellena, menahannya agar tetap dekat.Di dalam mobil yang terparkir itu, cahaya senja menyelinap melalui kaca jendela, memantul lembut di jok kulit dan bayangan tubuh mereka yang saling merapat."Mhmmm… Elle…""Reon…"Mata mereka sama-sama terpejam, menikmati setiap hisapan kuat di bibir mereka yang saling bertaut. Beberapa saat kemudian, Ellena melepaskan ciumannya. Dahi mereka tidak bersentuhan, tapi ujung hidung keduanya yang memerah menyatu. Di sela-sela napas mereka yang memburu, Ellena menggeser tubuhnya. Dengan luwes dia bertukar posisi dengan Reon sambil menanggalkan jas suaminya. Dalam beberapa detik, Ellena berada di atas Reon, k

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 185. Urusan Mendadak

    Langit perlahan dikuasai oleh warga oranye dan ungu, lampu-lampu gedung mulai menyala, pembahasan antara Ellena dan Areksa juga sudah mendekati ujung. Meeting mereka sebenarnya berjalan cukup lancar. Namun suasananya tidak pernah benar-benar santai. Karena beberapa meter dari sana… ada sepasang mata yang sesekali memperhatikan. Siapa lagi kalau bukan Reon. Kalau saja suami Ellena tidak ada di restoran itu, Areksa sudah pasti menawarkan diri mengantar Ellena pulang. Setidaknya itu rencananya sejak awal.Tapi kehadiran Reon mengacaukan segalanya.Ketika pembicaraan mereka akhirnya selesai, Areksa mengangkat tangan hendak meminta bill. Seorang pelayan pun mendekat dengan senyum sopan."Maaf, Pak. Tagihan meja ini sudah dibayarkan," ucap pelayan itu. Areksa mengernyit. "Sudah dibayar?"Pelayan itu menoleh sekilas ke arah meja Reon. "Bapak di meja sana yang membayarnya, Pak."Tatapan Areksa langsung mengikuti arah

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 184. Kehadiran Reon

    Mengajak suaminya ke meeting yang berkaitan dengan pekerjaan mungkin terdengar tidak profesional. Tapi, Ellena punya alasan tersendiri. Saat masih kuliah desain, Areksa kerap kali merencanakan sesuatu yang bisa membuat Ellena dan laki-laki itu berduaan. Hanya saja, Ellena juga punya cara untuk menghindar. Saat dihubungi Areksa untuk meeting di luar dengan iming-iming membahas konsep kolaborasi bersama tim dari Star Games, Ellena sudah punya firasat kalau hanya Areksa yang akan datang. Dan, dugaan Ellena benar. Di meja sebuah restoran, terlihat Areksa yang duduk sendirian sambil berkutat dengan hapenya. Ketika melihat Ellena, dia melambaikan tangan sambil tersenyum tipis. Ellena mendekat dengan senyum kaku sambil tetap menjaga ekspresi profesionalnya. Dia kemudian duduk di seberang Areksa. "Akhirnya kamu datang, Ellena," kata Areksa. "Iya, Pak Areksa," balas Ellena. "Oh iya, yang lain belum datang ya, Pak?" tanyany

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status