Beranda / Urban / Pakde, Aku Juga Mau Dipilih! / Bab 180 Main Basah Basahan

Share

Bab 180 Main Basah Basahan

Penulis: Er_Su
last update Tanggal publikasi: 2026-08-26 09:12:18

“Pakde, rajin bener. Sekalian, dong!” rayu Amy ketika ia lihat Danu sedang mencuci mobil lama Susan yang belum juga laku itu.

Guru Tk cantik baru saja pulang, hari ini ia cukup sibuk karena sudah mulai masuk daftar siswa baru yang ingin bersekolah di tempatnya bekerja.

“Eh, Neng Amy pulang. Sini loh, pakde cuciin sekalian. Ini tadi, pakde lihat agak kotor, jadi pakde cuci daripada bengong.” Danu menjawabnya sembari menggosok ban mobil yang masih sangat bagus.

Amy mendekatkan motornya pada Danu,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pakde, Aku Juga Mau Dipilih!   Bab 342 Mainan Orang Kaya

    "Itu, si pakde yang culun itu, kan?" tanya pria yang bernama Edo itu, yang gencar sekali menyerang Danu dengan berbagai cara. "Iya, itu dia. Apa dia... Anak Gym?" Suryo ikut heran dan bertanya tanya. Mereka sangat tak percaya melihat Danu yang begitu sempurna. Mereka menyadari itu dan kemudian menatap dirinya sendiri. Mereka insecure. Pantas saja mereka kalah hanya dalam satu kali pukulan. Danu masuk dalam barisan, dan lagi lagi ia ditarik oleh para wanita. "Di sini aja, Pak. Nanti dikerjain mereka lagi." Wanita bernama Nana itu melirik para pria lain dengan tatapan sinis. Danu hanya mengiyakan dan berdiri di tempat itu dengan tenang. Saat musik diputar, ia ikut bergoyang bersama mereka semua dengan begitu senang. "Ayo, Pak Danu!" Para wanita bersorak memberi semangat padanya. Suasana riuh hanya dengan mereka saja, dan bagian para pria terasa sangat sepi dengan gerakan kaku mereka tanpa penyemangat sama sekali. Setelah senam selesai, mereka sarapan bersama. Orang orang mengan

  • Pakde, Aku Juga Mau Dipilih!   Bab 341 Dia... Pakde Culun Itu?

    "Kalian ini kenapa? Mendadak serang orang begini!" kesal Fatma pada mereka semua. Danu tak apa, tak tergores sedikitpun karena bisa menangkis serangan mereka semua. Kondisi juga mulai tenang ketika beberapa satpam datang. "Kami tidak suka padanya. Dia terlalu caper!" ungkap salah satu pria yang bibirnya berdarah. Beberapa wanita sedang mengobati yang terluka. "Caper?" Danu mengerutkan dahi tak mengerti artinya. "Cari perhatian, Pak." Stela menyahut. "Dari mana Pak Danu caper? Kalian yang menjauhinya, dan kami menerima di sini. Ketika beliau duduk, kalian justru bilang dia caper?" omel Fatma. Para pria itu tertunduk, bukan karena menyesal, tapi masih kesal karena mereka yang dipersalahkan.."Kalian paham, apa yang sudah kalian lakukan ini salah dan bagaimana efeknya?" tanya Stela. "Saya tahu, kalian itu ada bekingan. Tapi di sini, semua posisi dan penilaian... Sama!""Ya, paham." Salah satu dari pria itu menjawab dengan suara yang sedikit serak. "Kembali makan, dan fokus pada m

  • Pakde, Aku Juga Mau Dipilih!   Bab 340 Terlibat Perkelahian

    Malamnya Danu dihampiri lagi oleh Fatma. Gadis itu ajak mereka untuk makan malam bersama di Resto dan yang lain sudah menunggu."Saya malas, Bu. Ibu saja yang turun, biar saya nanti makan apa adanya saja. Mie aja, ya ndak papa." Danu menolaknya dengan halus. Fatma terlihat sebal dan menghela napas malas. "Ini demi kita, mereka semua yang undang.""Kalau Bu Fatma yang diundang, saya percaya. Tapi saya pasti tidak termasuk di dalamnya."Fatma lantas memperlihatkan isi undangan itu, yang jelas tertulis nama Danu meski di nama paling akhir."Saya malas," jawab Danu yang justru merebahkan diri di atas kasur empuknya itu.Fatma ikut berbaring, tapi kemudian tubuhnya menindih Danu dengan tatapan yang begitu mesra. Ia belai belai dadanya, ia rasakan debaran jantungnya yang terdengar amat santai."Pak Danu, takut dikatain lagi?" tanyanya, mencoba memahami."Hanya malas mendengar ledekan yang tidak penting. Mereka terlalu merendahkan orang lain yang tak sesuai dengan pandangan mereka."Fatma s

  • Pakde, Aku Juga Mau Dipilih!   Bab 339 Godaan Dalam Pertemuan

    "Hay, Fatma..." sapa beberapa pria yang ada di sana.Fatma tersenyum dengan manis dan ramah membalas mereka semua, hingga beberapa wanita naik dari kolam renang dan menghampirinya.Tidak... Mereka semua menghampiri Danu."Fatma, kamu sama siapa?" tanya wanita berbikini bernama Stela itu. Tubuhnya behenol, boncengan pinggulnya sangat mantap dan melon supernya begitu menggoda hanya ditutupi dengan kacamata bikininya."Ih, ini Pak Danu. Dia dari pabrik kami, kepala Gudang. Kenalin," ucap Fatma pada mereka semua.Para gadis itu berebut untuk berkenalan dengan Danu terlebih dulu. "Pak Danu, saya Lina. Ya ampun, pria maten!" Gadis itu terlihat sangat kagum pada Danu."Saya Stela, Pak. Saya salah satu panitia di pelatihan ini. Kalau ada apa apa, bisa tanya langsung ke saya." Stela mengulurkan tangannya.Yang tak suka dengan pertemuan mereka adalah para pria. Mereka menatap sinis dan terlihat meremehkan Danu yang jauh lebih tua dari mereka."Umurnya berapa? Baru kerja?" tanya salah satu dar

  • Pakde, Aku Juga Mau Dipilih!   Bab 338 Pemandangan Indah Di Hotel Mewah

    Tiba di Hotel, Fatma langsung urus chek in mereka di kamar yang berbeda. Danu menatap hotel itu beberapa kali dan terpesona dengan kemewahannya. Sesekali ia juga tatap Hp, membalas pesan yang masuk dari anak anak kost.“Pak, ini kunci kamar Bapak. Tiga hari kita di sini, semuanya aman.” Fatma serahkan sebuah id card pada Danu.“Oh, makasih, Bu.” Danu perhatikan kartu itu.“Nggak boleh satu kamar dan barengan. Tapi… kalau Bapak mau bobo cantik bareng Fatma, boleh!” genitnya, kemudian mencolek perut Danu yang Sixpack.Danu hanya tersenyum, dan mereka berdua segera naik menuju kamarnya masing masing untuk beristirahat.Kamarnya sangat nyaman dengan tempat tidur yang besar. Danu berbaring dan kembali meraih Hpnya untuk membalas beberapa pesan di sana.(Pakde sudah di Hotel) Danu mengirim pesan di grup kost, dan ia pamerkan kamarnya saat itu.(Waah! Itu keren sekali kamarnya. Ada kolam renang?) tanya Ane.(Nggak ada kalau yang ini. Tapi kamar wanitanya ada.)(Loh, Pakde sama siapa aja?) Ai

  • Pakde, Aku Juga Mau Dipilih!   Bab 337 Adakah Calon Pendamping?

    “Enak, Pak Danu?” tanya Fatma yang mulai lihai menggoyangkan tubuhnya saat itu, dan keduanya sama sama mendesah.“Enak, Sayang.” Danu membelai wajah Fatma yang langsung merah merona bagai tomat kematangan dibuatnya.Fatma terus bergoyang, gerakannya mulai liar dan ia cengkram kepala Danu untuk kembali menyusu.Fatma yang paling merasakan nikmat itu. Dengan posisi ia pegang kendali permainan, rasanya nikmat menjadi beberapa kali lipat. Milik Danu yang besar dan panjang itu menghujam rahimnya dengan begitu dalam.“Aaaah! Ini sangat enak! Lakukan lagi yang kuat!” Danu memberi aba aba agar Fatma semakin kuat melakukan goyangannya“Aaakh!” Fatma mendesah dengan keras. “Enak banget, Pak Danu! Besok besok, belajar lagi gaya lainnya, ya?” Ia menunduk mengecupi bibir Danu dan mencengkram kepalanya dengan kuat saat itu.Danu juga tidak main main. Sebegitu gila ia dibuat oleh Fatma saat ini. Pinggulnya ia raih, goyangannya ia bantu percepat agar semakin nikmat. Ia sangat memaklumi jika Fatma ada

  • Pakde, Aku Juga Mau Dipilih!   Bab 5 Astaga, Pakde!

    Danu mengangkat kedua tangannya saat itu, berusaha untuk tak balik memeluk Amy yang tengah ketakutan. Ia menarik napas beberapa kali sembari terus melirik kanan kiri.Entah bagaimana Danu harus menyikapi hal ini. Harusnya ia sedih, tapi justru mendapat rejeki nomplok. Bergemuruh di hati Danu. Takut

  • Pakde, Aku Juga Mau Dipilih!   Bab 4 Kamu Sok Setia

    “Pakde, kami berangkat kerja dulu, ya!” Dua gadis cantik lewat dengan motornya, berboncengan, yang seketika membuat suasana warkop jadi heboh.Silvy dan Amidya. Gadis manis itu sama-sama merantau cukup jauh dari Daerah asal, dan orang tua mereka bahkan sempat datangi Danu untuk menitipkan keduanya

  • Pakde, Aku Juga Mau Dipilih!   Bab 3 Perhatian Anak Kost

    Ting!Ting!Suara notifikasi pesan di Hp itu membangunkan Danu yang pada akhirnya bisa tidur jam tiga pagi. Saat dicek, ia terkejut karena banyak sekali isi chat di grup kost Melati.Rupanya kabar kemarin sudah cepat menyebar di antara mereka semua hingga menjadi hot topic sejak semalam. Tampak jug

  • Pakde, Aku Juga Mau Dipilih!   Bab 2 Gadis Di Kost Melati

    “Pakde, Lily tahu bahwa ini berat. Pakde sabar, ya? Pasti semua akan menemukan titik terang, dan Pakde lebih tahu bagaimana seharusnya nanti.” Lily terus berusaha menghiburnya agar tetap tenang, walau ia tahu bahwa sebenarnya itu sangatlah sulit.Danu hanya diam, meratapi nasibnya yang malang.Lily

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status