Home / Urban / Pakde, Aku Juga Mau DIpilih! / Bab 75 Mereka Yang Ribut, Aku Yang Enak

Share

Bab 75 Mereka Yang Ribut, Aku Yang Enak

Author: Er_Su
last update publish date: 2026-07-05 12:16:20

Nyaris semalaman Danu tidak bisa tidur memikirkan semuanya. Huru hara yang selalu Tina buat, selalu membuat Danu kepikiran tak karuan.

Hari sampai sudah nyaris pagi, dan Danu masih duduk di ruang tamu dengan ududnya yang sudah nyaris habis satu bungkus semalam.

“Apa sebenarnya yang kamu mau, Tin? Ngga ada habis habisnya! Aku sudah beri semua yang kamu mau, tapi kamu perlakukan aku seperti babu!”

Danu terus menggerutu dan bertengkar dengan isi fikirannya yang semrawut saat itu.

Rasanya, lebih b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pakde, Aku Juga Mau DIpilih!   Bab 300 Apa Aku Cemburu?

    Susan mau tak mau ambil cake itu dari tangan Rama. “Makasih, Ram. Tapi maaf, aku sibuk hari ini.” Susan memberitau lebih dulu daripada Rama nekat mampir dan ajak ngobrok.“Oh, iya sudah. Aku juga ada beberapa kegiatan hari ini. Tapi aku seneng, kamu ambil kue dariku dan aku juga tahu tempat tinggalmu. Aku… permisi dulu, ya?” pamit Rama padanya.Tak lupa juga, Rama pamit pada Danu yang ada di sana. Ia kemudian pergi dengan motor gedenya itu, meninggalkan Susan dalam diam menatap marmer cake yang ia sukai.Tapi masih ada sesuatu yang masih mengganjal, yaitu respon Danu. Ia kecewa.“Nduk, Neng. Pakde pergi dulu, ya?” pamit Danu yang sudah mengenakan helmnya itu.Susan menarik napas panjang. Ia bawa cake itu ke dapur, bertemu dengan Ainun yang sedang mengisi tumblernya untuk dibawa ke kantor.“Dek, buru buru?” tanya Ainun padanya.“Udah mau berangkat, sih. Kenapa, Kak?”“Mau minta tolong potongin ini buat pak tukang. Tapi… yaudah, pergi aja nggak papa. Bentar aja, Kakak potong sendiri.” S

  • Pakde, Aku Juga Mau DIpilih!   Bab 299 Pagi, dan Kue Dari Rama

    “Pakde, hari ini, beneran Vy bisa pulang?” tanya Lily yang memberi kopi pada Danu pagi itu.Danu diam dengan rokok yang ada di tangan, mengangguk membenarkan apa yang Lily pertanyakan. Danu seperti yang paling berat saat ini ketika Silvy kembali.Belum lagi masalahnya dengan Tina yang pasti akan ada lagi setelah ini. Parahnya, itu berhubungan dengan Lily.“Pakde kenapa?” tanya Lily yang kemudian menyentuh paha kirinya.“Nduk… pakde mau bilang sesuatu sama kamu.” Danu mulai serius. Ia ketuk rokoknya di asbak dan ia taruh sebentar dengan tubuh yang menegap.“Pakde… mau ngomong apa? Lily dengerin.” Gadis itu juga siap untuk dengarkan apa yang akan Danu katakan.“Jujur, ada yang sedang pakde pikirin tentang kamu. Jika suatu hari nanti ada yang mendadak cari kamu ke sini, atau ada yang mengaku sebagai seorang yang kamu cari.”“Mama?” Lily langsung peka menjawabnya.“Ya. Jika mendadak ada seorang wanita datang dan mengaku itu mamamu, kamu bagaimana?”Lily lantas diam menundukkan kepalanya.

  • Pakde, Aku Juga Mau DIpilih!   Bab 298 Ini Tanggung Jawab Saya

    “Kamu?”“Ini aku, Tina! Diana, akhirnya kita ketemu juga!” Tina bersikap seolah mereka sangat akrab dan langsung memeluk Diana saat itu juga.Danu menarik napas panjang. Kesialan seolah belum mau berpisah darinya meski sampai saat ini, dan lagi lagi ini berhubungan dengan sang mantan istri.“Hey, maaf!” Diana langsung melepaskan pelukan Tina dengan paksa, dan ia terlihat tak nyaman dengan keadaan itu.“Diana, kamu cantik sekali. Tapi… tapi aku mau minta tolong sama kamu, Diana. Aku mohon, kamu selamatkan aku dari mereka. Aku nggak mau dipenjara!” Tina kembali merengek bahkan sudah akan nyaris berlutut padanya saat itu juga.Sayangnya tubuh Tina diraih Diana. Wanita itu tak mau acara yang ada dirusak hanya karena seonggok Tina dan membuat semua orang tegang dalam permasalahan yang sebenarnya tidak berhubungan.“Para hadirin sekalian, saya minta maaf atas gangguan yang terjadi. Tapi jangan biarkan masalah ini merusak acara kita, ya? Mari kita lanjutkan sesi pertemuan sesuai dengan susun

  • Pakde, Aku Juga Mau DIpilih!   Bab 297 Tina Ketemu Diana

    “Maaf, Pak. Maaf saya tidak sengaja menyenggol Bapak. Saya baru bekerja di sini, dan masih butuh banyak pelatihan.” Tina membungkuk beberapa kali dengan deraian airmata dan permohonannya.“Ini gimana, sih? Orang stupid begini, malah dipekerjakan di acara resmi dan ramai. Managernya mana, woy!” omel salah satu tamu di sana yang ikut geram karenanya.Tina menangis, dan ia terlihat ketakutan saat ini. Sekian lama Danu tidak melihatnya dalam keadaan terpuruk, lemah tak berdaya seperti itu. Biasanya meski terpojok, ia akan tetap pada tinggi hatinya yang tak pernah mau mengalah pada orang lain.“Tina?” Danu menyebut namanya tapi dengan suara yang kecil sekali. Tapi tak tahu kenapa, Tina bisa dengar dan langsung menoleh ke arahnya dengan tatapan penuh harap.“Mas Danu? Mas!” Tina langsung menghampiri dan menggenggam lengannya saat itu.“Pak Danu, Bapak kenal dia?” tanya salah satu tamu yang ada di sana.“Dia—”“Saya mantan istri Mas Danu. Kami baru cerai beberapa bulan lalu dan—”“Ya, sudah

  • Pakde, Aku Juga Mau DIpilih!   Bab 296 Ketemu Lagi

    “Aaiihh! Mana sih!” Suara Silvy terdengar begitu gelisah sembari terus memainkan hp sejak tadi.Amy yang tengah menunggu sembari mengurus data di laptopnya itu jadi ikut terganggu karena bukan sekali dua kali Silvy seperti itu.“Kamu tuh, kenapa sih, Vy? Bukannya istirahat, malah merepet aja daritadi!” omel Amy padanya.“Pakde kemana, sih? Daritadi nggak ada kabar, ditanya pun nggak jawab!” Silvy balik mengomel padanya dengan wajah yang begitu kesal.Amy tarik napas panjang. Rasanya malas sekali ladeni, tapi apa yang dia lakukan sungguh merusak konsentrasi.“Pakde sibuk. Malam ini dia ada pertemuan lagi, dan dia bakal ketemu sama banyak orang besar.”Silvy mendengar penjelasan itu langsung menoleh pada Amy dengan tatapan yang tajam sampai dahinya berkerut.“Kok, Amy tahu? Pakde kasih tahu? Tapi, kenapa dia nggak kasih tahu Vy? Harusnya—”“Kalau kamu berisik lagi, Amy akan panggil suster buat kasih kamu obat dan kamu tidur lama. Mau!” ancam Amy padanya.Silvy diam, dan ia takut. Obat s

  • Pakde, Aku Juga Mau DIpilih!   Bab 295 Gantian Ane, Pakde

    Danu menjilat dan menggigit kecil inti tubuh Ane yang menggemaskan itu, membuat Ane menggila dan tak bisa lagi menahan rasa yang luar biasa mendera tubuhnya.“Ooh! Yeeeaaah! Aaaaah!” Pinggul Ane naik tinggi, memberikan akses yang lebih lagi untuk Danu nikmati.Ane pun tak mau diam saja. Ia raih si Jarot yang sudah menegang dan sesak di dalam celana Danu itu, ia usap, ia elus elus dengan tangannya yang lentik hingga Danu merasakan miliknya semakin sesak.Danu berhenti dengan hisapannya. Ia berdiri, lalu Ane membuka celananya dan melahap benda panjang dan berurat itu.Happpp~“Aaah!” Mulut Ane langsung menelan milik Danu hingga mentok di tenggorokannya.Gadis itu mulai melumat dan memainkan si Jarot. Ia jilati dan ia maju mundurkan di dalam mulutnya yang imut itu dengan cepat sampai ia sesekali tersedak dibuatnya.Satu tangan Danu menjambak rambut Ane dan satu lagi meremas melon super itu sampai memerah.“Kamu Neng! Ssssh! Hebat banget hisepannya. Ini gila!” Danu mendesah panjang sembari

  • Pakde, Aku Juga Mau DIpilih!   Bab 4 Kamu Sok Setia

    “Pakde, kami berangkat kerja dulu, ya!” Dua gadis cantik lewat dengan motornya, berboncengan, yang seketika membuat suasana warkop jadi heboh.Silvy dan Amidya. Gadis manis itu sama-sama merantau cukup jauh dari Daerah asal, dan orang tua mereka bahkan sempat datangi Danu untuk menitipkan keduanya

  • Pakde, Aku Juga Mau DIpilih!   Bab 3 Perhatian Anak Kost

    Ting!Ting!Suara notifikasi pesan di Hp itu membangunkan Danu yang pada akhirnya bisa tidur jam tiga pagi. Saat dicek, ia terkejut karena banyak sekali isi chat di grup kost Melati.Rupanya kabar kemarin sudah cepat menyebar di antara mereka semua hingga menjadi hot topic sejak semalam. Tampak jug

  • Pakde, Aku Juga Mau DIpilih!   Bab 2 Gadis Di Kost Melati

    “Pakde, Lily tahu bahwa ini berat. Pakde sabar, ya? Pasti semua akan menemukan titik terang, dan Pakde lebih tahu bagaimana seharusnya nanti.” Lily terus berusaha menghiburnya agar tetap tenang, walau ia tahu bahwa sebenarnya itu sangatlah sulit.Danu hanya diam, meratapi nasibnya yang malang.Lily

  • Pakde, Aku Juga Mau DIpilih!   Bab 1 Pakde, Bude Selingkuh!

    “Selamat pagi, Pakde. Rajin bener, pagi-pagi udah beberes.” Salah satu anak kost Melati menyapa Danu di pagi hari sambil berjalan keluar gerbang.Danu tengah bersenandung sembari menyapu halaman kostnya tempatnya mencari nafkah. Ia sangat rajin saat bekerja, akrab juga dengan para penghuni kost yan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status