Accueil / Urban / Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau / Bab 75 Mereka Yang Ribut, Aku Yang Enak

Partager

Bab 75 Mereka Yang Ribut, Aku Yang Enak

Auteur: Er_Su
last update Date de publication: 2026-07-05 12:16:20

Nyaris semalaman Danu tidak bisa tidur memikirkan semuanya. Huru hara yang selalu Tina buat, selalu membuat Danu kepikiran tak karuan.

Hari sampai sudah nyaris pagi, dan Danu masih duduk di ruang tamu dengan ududnya yang sudah nyaris habis satu bungkus semalam.

“Apa sebenarnya yang kamu mau, Tin? Ngga ada habis habisnya! Aku sudah beri semua yang kamu mau, tapi kamu perlakukan aku seperti babu!”

Danu terus menggerutu dan bertengkar dengan isi fikirannya yang semrawut saat itu.

Rasanya, lebih b
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 173 Tina Tukang Tantrum

    Tok! Tok! Tok!“Mas! Mas Danu!” panggil Tina yang pagi pagi sekali sudah ada di rumah mantan suaiminya itu.Entah apa yang Tina cari, bahkan sepagi yang dingin itu ia mengenakan sebuah lingerie seksi yang harusnya di pakai di dalam rumah saja.“Mas! Ish, di mana sih, dia ini? Belum bangun, atau—” Tina langsung menoleh ke arah kamar kamar kost yang berjejer di samping.Dengan ragu, Tina langkahkan kakinya menghampiri satu persatu dari kamar kost itu.Ia cari kemungkinan petunjuk dari keberadaan Danu di salah satu kamar dengan sendal yang sering ia pakai.“Dia jarang ganti sendal soalnya. Aku tahu, dia masih saja pakai sendal yang sudah sejak tiga tahun lalu aku belikan!” Dengan begitu cermatnya ia perhatikan satu satu di depan pintu.Deg!Langkah dan perhatian Tina terhenti saat ada seorang wanita mendadak membuka pintu dan berdiri tepat di hadapannya saat itu.Glek!Tina menarik saliva, dan perlahan ia angkat kepalanya.“Eh, Ainun.” Tina tersenyum terpaksa.“Ngapain, Bude ada di depan

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 172 Cemburu Dengan Rencana Sendiri

    “Kak Susan, kok belum pulang, Pakde?” tanya Ainun pada Danu saat menunggu waktu makan malam bersama.“Katanya sih, pulang sore. Tapi, kayaknya masih sibuk sekarang,” jawab Danu dengan sebatang udud di tangannya.Mereka sudah terbiasa lengkap ketika sarapan dan makan malam bersama. Kadang yang tidak ada pun, karena memang sangat sibuk seperti Silvy yang masih sering ambil lemburan.“Silvy beneran, mau kuliah?” tanya Lily yang terlihat semangat kali ini.“Katanya iya. Itu si Om Doni katanya udah ngga pernah ganggu lagi dan udah ngga pernah teror meski ngga dikirim duit. Bardo juga, udah ngga pernah gangguin lagi.” Amy membalasnya sesuai yang dikatakan Silvy beberapa waktu lalu.“Wah, syukurlah. Lily senang mendengarnya, dan kita harus terus kasih semangat buat dia!”“Ya, memang harus dari dia semuanya. Percuma kita kasih semangat, kuta hip hip hore, kalau dia sendiri belum ada effort, kan?” imbuh Ane.“Iya, Ane. Tapi, setidaknya dia jadi merasa bahwa ada yang mendukung dia dan sayang sa

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 171 Kesengsem Mantan Suami

    “Ish! Apa apaan mereka itu? Kenapa jadi gatelan banget sama Mas Danu?” Tina gusar dan mengomel di dalam kamarnya saat itu, tak terima dengan pemandangan barusan.“Enggak! Mereka ngga boleh rebut Danu dari aku. Apalagi itu, si janda gatel itu. Pasti mereka cuma pura pura, kan? Mereka mau buat aku cemburu aja, dan ngga lagi dekati Danu!”Wanita itu duduk di tepi ranjang. Bibirnya ia gigiti dan jemarinya terlihat gelisah daritadi.“Ngga boleh! Ngga ada yang bisa rebut Mas Danu dari aku. Dia itu cuma cinta sama aku, selama ini cuma aku! Ngga akan ada yang bisa gantiin aku di hati dia!”Tangan Tina mengepal saat ini, dan ia berusaha bagaimana caranya untuk bisa merayu Danu dan buat Danu jatuh dalam pelukannya lagi.Tina merasa sudah hancur, ia bahkan tidak punya uang lagi sekarang untuk pegangan karena Hp satu satunya yang ia miliki juga bahkan sudah ia gadaikan.Tapi, itu juga salah satu alasan dan cara Tina untuk kabur dari para penagih hutang yang sampai sekarang masih berkeliaran menca

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 170 Kamu Kuat?

    Danu duduk di ruang tamu dengan ududnya yang menyala dan asap yang membumbung tinggi di udara.Pintu rumah sengaja ia tutup rapat, tapi jendela tetap ia buka demi bisa awasi gerak gerik Tina yang selalu mencurigakan baginya.“Mas, hari ini Susan pulang sore, ya? Ada urusan agak banyak.” Janda cantik itu mengirim voice note pada pacar pura puranya itu.“Ya, ndak apa, Neng. Sebentar lagi katanya Amy pulang,” jawab Danu dengan pola yang sama.“Mas udah makan? Mau Susan pesenin dari sini, nggak?”“Ndak usah, ndak apa. Katanya Amy juga mau bawain makanan. Terus, Ane sama Lily entah mau bawa cemilan apa nanti. Kamu cepet pulang aja, ya? Jangan kelamaan.”Susan yang ada di butik sontak langsung tersenyum dengan ucapan Danu itu. Seolah sebuah kata rindu tergambar dari kata katanya dan sangat mendebarkan dada.Susan sampai tak bisa berkata kata, dan ia kirimkan emoticon love saja.“Haruskah aku berbunga bunga? Ini cuma pura pura, dan sejauh ini juga hanya Friend with benefit saja.” Susan berg

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 169 Dasar Mokondo!

    Di kampus, Ane yang baru saja konsul langsung dipanggil oleh ketua BEM dan duduk bersama Rektor Program Studynya.Ane sudah tahu mereka akan membahas tentang apa, dan ia hadapi semuanya dengan begitu tenang.“Ane, kamu sudah lama pacaran sama Putra?” tanya Bendahara BEM padanya.“Satu tahun, lebih sedikit, Kak.”“Dia sering main ke kost, atau ajak kamu shoping atau gimana gitu?”“Pernah, ngga sering. Tapi itu aja kadang split bill, atau malah Ane yang bayarin. Dia itu—”“Mokondo! Hahha!” sorak beberapa orang yang hadir di dalam ruangan itu.“Sst! Tenang semuanya!” Ketua BEM langsung menegur mereka.Keadaan menjadi hening, dan kali ini mulai semakin serius.“Jadi, Ane. Kakak mau tanya tentang kejadian beberapa waktu lalu, yang terjadi antara bapak kost kamu dan Putra. Jadi, sebenarnya itu gimana?” tanya Ketua BEM program Study itu.Ane tertunduk lesu. Ia tak malu karena memang hal ini mau tak mau harus jelas terungkap dan akan terus melibatkan Danu.“Ehmm—” Ane berfikir dengan keras, b

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 168 Rasanya Udah Beda, Tina!

    “Mas, jangan pergi, Mas. Aku mau ngomong sama kamu!”Danu berhenti dengan dekapan Tina di tubuhnya, dan tangan itu mulai meraba perut hingga dada.Jemari Tina mulai bermain di beberapa area sensitif Danu, yang ia percaya akan langsung ON ketika digoda olehnya.Tapi tidak. Danu tidak merasakan apapun sama sekali terhadap wanita itu saat ini.“Mas, dengerin aku dulu, Mas. Aku mohon!” Tina menenggelamkan kepalanya di pundak Danu, dan dengan sengaja menggesekkan pentol jumbonya di sana.“Aku ngga tersengat apapun sama sekali. Beda dengan ketika aku bersama Susan atau yang lain. Apa ini, pertanda aku sudah mati rasa sama dia?” batin Danu.“Lepaskan, kalau kamu mau ngomong. Aku ngga nyaman begini!” tegas Danu, yang masih berusaha menahan diri dengan suaranya yang tak tinggi.Mau tak mau Tina melepaskan pelukannya pada Danu, dan ia pasti merasakan betapa dingin Danu padanya. “Bilang aja, mau ngomong apa.” Danu membalik badan.“Duduk dulu, yuk?” ajak Tina padanya.Mereka duduk di sofa, dan T

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 7 Kami Pelindung Pakde!

    “Apa kamu bilang, Mas? Kamu berani tolak aku, Mas?” tukas Tina pada suaminya itu.Wanita dengan tubuh cukup berisi tapi padat itu tampak meradang mendengar penolakan yang diberikan oleh sang suami. Wajahnya terlihat sangat marah dan tangannya mengepal sejak tadi.Saat tahu Tina akan masuk, Silvy m

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 3 Perhatian Anak Kost

    Ting!Ting!Suara notifikasi pesan di Hp itu membangunkan Danu yang pada akhirnya bisa tidur jam tiga pagi. Saat dicek, ia terkejut karena banyak sekali isi chat di grup kost Melati.Rupanya kabar kemarin sudah cepat menyebar di antara mereka semua hingga menjadi hot topic sejak semalam. Tampak jug

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 2 Gadis Di Kost Melati

    “Pakde, Lily tahu bahwa ini berat. Pakde sabar, ya? Pasti semua akan menemukan titik terang, dan Pakde lebih tahu bagaimana seharusnya nanti.” Lily terus berusaha menghiburnya agar tetap tenang, walau ia tahu bahwa sebenarnya itu sangatlah sulit.Danu hanya diam, meratapi nasibnya yang malang.Lily

  • Pakde, Masa Dia Terus, Aku Juga Mau   Bab 1 Pakde, Bude Selingkuh!

    “Selamat pagi, Pakde. Rajin bener, pagi-pagi udah beberes.” Salah satu anak kost Melati menyapa Danu di pagi hari sambil berjalan keluar gerbang.Danu tengah bersenandung sembari menyapu halaman kostnya tempatnya mencari nafkah. Ia sangat rajin saat bekerja, akrab juga dengan para penghuni kost yan

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status