Home / Urban / Pakde, Aku Juga Mau Dipilih! / Bab 172 Cemburu Dengan Rencana Sendiri

Share

Bab 172 Cemburu Dengan Rencana Sendiri

Author: Er_Su
last update publish date: 2026-08-20 09:26:52

“Kak Susan, kok belum pulang, Pakde?” tanya Ainun pada Danu saat menunggu waktu makan malam bersama.

“Katanya sih, pulang sore. Tapi, kayaknya masih sibuk sekarang,” jawab Danu dengan sebatang udud di tangannya.

Mereka sudah terbiasa lengkap ketika sarapan dan makan malam bersama. Kadang yang tidak ada pun, karena memang sangat sibuk seperti Silvy yang masih sering ambil lemburan.

“Silvy beneran, mau kuliah?” tanya Lily yang terlihat semangat kali ini.

“Katanya iya. Itu si Om Doni katanya udah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pakde, Aku Juga Mau Dipilih!   Bab 347 Niatnya Ngerjain, Malah Dikerjain

    Stela tertegun melihat ekspresi Danu yang terasa mengerikan itu, seolah ingin menerkamnya hanya dengan satu cengkraman.“E-enggak, saya nggak takut.” Wanita itu mamalingkan muka, dan Danu langsung meraih wajahnya agar mereka berdua saling bertatapan.“Wanita ini. Tadi menantang keras sekali, sekarang terlihat gugup setengah mati.” Danu meracau dalam hati.Danu mengangkat dagu Stela, dia mendekatkan bibirnya melumat bibir wanita itu..Decapannya terdengar menggairahkan, seolah menghipnotis Stela yang tadinya ganas seperti macan justru jadi imut seperti marmut. Stela membuka mulutnya, hingga Danu bisa menguasai bagian dalam mulutnya saat itu.Tangan Danu juga menjadi bernapsu. Dia mulai meremas semangka super itu, dan Stela langsung mendesah dibuatnya.“Aah! Gilak! Cengkraman Pak Danu mantep banget!” Stela meracau dalam hati dan terlampau menikmati karena kali ini bukan sekedar khayalannya saja. Danu benar benar melakukannya.Remasan itu membuat gairah Stela semakin menjadi. Ia yang tad

  • Pakde, Aku Juga Mau Dipilih!   Bab 346 Godaan Bu Stela

    “Pak Danu, airnya tumpah!” Danu langsung membulatkan mata, bibirnya mengecap dan ia menelan saliva.“Aduh! Saya cari lap dulu, Bu. Itu… ada tisu!” tunjuk Danu pada meja kecil yang ada di sebelahnya saat itu. Tapi saat ia hendak meraih, Stela dengan cepat mencekal tangannya.“Bu?” Danu menatapnya, dan Stela menyeringai.“Nggak perlu tisu, Pak Danu. Pakai itu… bisa.” Stela menatap bibir Danu dan mengecap bibirnya sendiri dengan begitu inginDanu bingung dan ia salah tingkah memikirkan bagaimana cara untuk menghindarinya. Di tempat dan suasana seperti ini, Danu takut jika apa yang dilakukan Stela adalah sebuah jebakan untuknya.“Mikir apa, Pak Danu? Ayo, cepet bersihin!” paksanya, dan kemudian menarik tangan Danu agar wajahnya mendekat pada semangka super premium itu.Wajah Danu tenggelam di dalam buah besar dan kenyal itu, sangat empuk dan basah.“Aah! Pak Danu, bersihin sampai bersih.” Stela mulai mendesah, padahal Danu belum berbuat apa apa padanya.Sedikit canggung, Danu kemudian ulu

  • Pakde, Aku Juga Mau Dipilih!   Bab 345 Pak, Basah!

    Pletak!Swiiiing!Bola yang baru saja dipukul oleh Danu melayang begitu tinggi dan sangat jauh.Mereka semua yang ada di sana mendongak, lalu arah tatapannya mengikuti kemana arah bola itu pergi."Waaaah! Masuk!" Stela memekik dengan keras ketika menatap bola Danu masuk ke dalam lubang yang jauh itu.Semua orang melotot , terutama para pria yang tadi meledeknya."Tidak mungkin!" Suryo bahkan lari membawa cady untuk mengecek posisi bola itu, meski dengan napas tersengal.Tapi terlihat dari jauh ketika Suryo berlutut, dan ia tampak sangat kecewa dengan hasil yang ia temukan. Tandanya, Danu berhasil.Danu tersenyum dan ia balik badan menyapa Edo saat itu. "Mas ... Edo. Untungnya, tadi kita nggak taruhan, ya? Kalau taruhan, pasti saya senang."Danu pergi dari sana dan diikuti oleh Fatna."Pak Danu, bisa main golf?" tanyanya dengan nada begitu penasaran."Bisa, dikit." Danu menjawab dengan tenang."Gimana ceritanya dikit? Wong bisa masuk begitu! Pak Danu jangan merendah lah." Fatma menyeng

  • Pakde, Aku Juga Mau Dipilih!   Bab 342 Mainan Orang Kaya

    "Itu, si pakde yang culun itu, kan?" tanya pria yang bernama Edo itu, yang gencar sekali menyerang Danu dengan berbagai cara. "Iya, itu dia. Apa dia... Anak Gym?" Suryo ikut heran dan bertanya tanya. Mereka sangat tak percaya melihat Danu yang begitu sempurna. Mereka menyadari itu dan kemudian menatap dirinya sendiri. Mereka insecure. Pantas saja mereka kalah hanya dalam satu kali pukulan. Danu masuk dalam barisan, dan lagi lagi ia ditarik oleh para wanita. "Di sini aja, Pak. Nanti dikerjain mereka lagi." Wanita bernama Nana itu melirik para pria lain dengan tatapan sinis. Danu hanya mengiyakan dan berdiri di tempat itu dengan tenang. Saat musik diputar, ia ikut bergoyang bersama mereka semua dengan begitu senang. "Ayo, Pak Danu!" Para wanita bersorak memberi semangat padanya. Suasana riuh hanya dengan mereka saja, dan bagian para pria terasa sangat sepi dengan gerakan kaku mereka tanpa penyemangat sama sekali. Setelah senam selesai, mereka sarapan bersama. Orang orang mengan

  • Pakde, Aku Juga Mau Dipilih!   Bab 341 Dia... Pakde Culun Itu?

    "Kalian ini kenapa? Mendadak serang orang begini!" kesal Fatma pada mereka semua. Danu tak apa, tak tergores sedikitpun karena bisa menangkis serangan mereka semua. Kondisi juga mulai tenang ketika beberapa satpam datang. "Kami tidak suka padanya. Dia terlalu caper!" ungkap salah satu pria yang bibirnya berdarah. Beberapa wanita sedang mengobati yang terluka. "Caper?" Danu mengerutkan dahi tak mengerti artinya. "Cari perhatian, Pak." Stela menyahut. "Dari mana Pak Danu caper? Kalian yang menjauhinya, dan kami menerima di sini. Ketika beliau duduk, kalian justru bilang dia caper?" omel Fatma. Para pria itu tertunduk, bukan karena menyesal, tapi masih kesal karena mereka yang dipersalahkan.."Kalian paham, apa yang sudah kalian lakukan ini salah dan bagaimana efeknya?" tanya Stela. "Saya tahu, kalian itu ada bekingan. Tapi di sini, semua posisi dan penilaian... Sama!""Ya, paham." Salah satu dari pria itu menjawab dengan suara yang sedikit serak. "Kembali makan, dan fokus pada m

  • Pakde, Aku Juga Mau Dipilih!   Bab 340 Terlibat Perkelahian

    Malamnya Danu dihampiri lagi oleh Fatma. Gadis itu ajak mereka untuk makan malam bersama di Resto dan yang lain sudah menunggu."Saya malas, Bu. Ibu saja yang turun, biar saya nanti makan apa adanya saja. Mie aja, ya ndak papa." Danu menolaknya dengan halus. Fatma terlihat sebal dan menghela napas malas. "Ini demi kita, mereka semua yang undang.""Kalau Bu Fatma yang diundang, saya percaya. Tapi saya pasti tidak termasuk di dalamnya."Fatma lantas memperlihatkan isi undangan itu, yang jelas tertulis nama Danu meski di nama paling akhir."Saya malas," jawab Danu yang justru merebahkan diri di atas kasur empuknya itu.Fatma ikut berbaring, tapi kemudian tubuhnya menindih Danu dengan tatapan yang begitu mesra. Ia belai belai dadanya, ia rasakan debaran jantungnya yang terdengar amat santai."Pak Danu, takut dikatain lagi?" tanyanya, mencoba memahami."Hanya malas mendengar ledekan yang tidak penting. Mereka terlalu merendahkan orang lain yang tak sesuai dengan pandangan mereka."Fatma s

  • Pakde, Aku Juga Mau Dipilih!   Bab 2 Gadis Di Kost Melati

    “Pakde, Lily tahu bahwa ini berat. Pakde sabar, ya? Pasti semua akan menemukan titik terang, dan Pakde lebih tahu bagaimana seharusnya nanti.” Lily terus berusaha menghiburnya agar tetap tenang, walau ia tahu bahwa sebenarnya itu sangatlah sulit.Danu hanya diam, meratapi nasibnya yang malang.Lily

  • Pakde, Aku Juga Mau Dipilih!   Bab 1 Pakde, Bude Selingkuh!

    “Selamat pagi, Pakde. Rajin bener, pagi-pagi udah beberes.” Salah satu anak kost Melati menyapa Danu di pagi hari sambil berjalan keluar gerbang.Danu tengah bersenandung sembari menyapu halaman kostnya tempatnya mencari nafkah. Ia sangat rajin saat bekerja, akrab juga dengan para penghuni kost yan

  • Pakde, Aku Juga Mau Dipilih!   Bab 7 Kami Pelindung Pakde!

    “Apa kamu bilang, Mas? Kamu berani tolak aku, Mas?” tukas Tina pada suaminya itu.Wanita dengan tubuh cukup berisi tapi padat itu tampak meradang mendengar penolakan yang diberikan oleh sang suami. Wajahnya terlihat sangat marah dan tangannya mengepal sejak tadi.Saat tahu Tina akan masuk, Silvy m

  • Pakde, Aku Juga Mau Dipilih!   Bab 6 Wong Banyak Yang Merawat

    Pagi harinya, Danu bangun dari tidur dengan tubuh yang sudah mendingan Untungnya para gadis itu merawatnya dengan sangat baik hingga sakit yang ia rasakan tidak semakin menjadi.Sejak meminum obat yang diberikan oleh Ane tadi malam, ia tenang dan tidur sangat nyenyak. Hingga saat bangun, ia juga l

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status