Share

5. Pertemuan Singkat

Penulis: VERARI
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-27 17:13:47

Jordan Reed berdiri di sisi mobilnya. Satu tangannya dimasukkan ke dalam saku celana panjangnya selagi tatapannya tajam menatap sedan hitam di hadapannya.

Kening Jordan berkerut singkat ketika samar-samar melihat siluet seorang wanita yang sedang memeluk seorang bocah kecil di bangku penumpang. Jordan tidak bisa melihat rupa wanita itu karena cukup jauh dari jarak pandangnya dan terhalang sosok pria yang sedang berbalik ke arah mereka.

Pandangan Jordan baru teralih ketika melihat pria itu, yang duduk di kursi penumpang depan, keluar dari mobil dan menghampirinya.

“Sopirku telah membuat kesalahan. Berikan kontakmu, aku akan mengganti rugi kerusakan mobilmu.”

Kedua alis Jordan terangkat mendengar nada arogan yang keluar dari pria di hadapannya ini. Arogansi yang dikeluarkan pria ini membuat Jordan mendengus dan satu sudut bibirnya terangkat, sebelum tangan Jordan merogoh saku jas untuk mengambil kartu nama dan memberikannya pada pria itu.

Setelah menerima kartu nama Jordan, pria itu berbalik tanpa sepatah kata pun mengucap maaf setelah menabrak mobilnya.

Melihat itu, dengusan dingin kembali keluar dari mulut Jordan, tetapi tiba-tiba tatapannya berubah dan ekspresinya menggelap menatap kepergian sedan hitam itu yang kemudian menghilang di tikungan.

Sekitar tiga puluh menit kemudian, sebuah mobil lain berhenti di belakangnya. Liam, asisten kepercayaannya, keluar dengan cepat. 

Liam sempat meneguk ludah melihat Jordan bersandar di pintu mobil sambil bersedekap dan menunduk. 

“Tuan, Anda tidak apa-apa?” tanya Liam, nada khawatirnya terdengar jelas. “Mobil pengganti sudah siap. Truk derek sedang dalam perjalanan.”

Jordan tidak menjawab pertanyaan pertamanya dan langsung masuk ke mobil baru, duduk di kursi belakang. Liam cepat-cepat menyusul, duduk di kursi pengemudi.

Saat mobil mulai melaju, Jordan menatap keluar jendela lalu tanpa menoleh dia berkata, “Cari tahu siapa yang menabrak mobilku tadi.”

Liam mengerjap, matanya melebar melihat pantulan Jordan dari kaca spion tengah. “Kenapa? Mereka tidak mau bertanggung jawab?” Namun, Jordan kembali tidak menjawab pertanyaan Liam.

Liam tidak tersinggung, dia sudah terbiasa dengan sikap Jordan. Alih-alih, Liam menjawab, “Baik, saya akan selidiki. Oh iya, Tuan, saya baru dapat kabar, perwakilan dari Blackwood telah tiba di kota ini.”

Blackwood.

Keluarga taipan paling berpengaruh dari negara bagian Westmore. Semua informasi tentang keluarga Blackwood tertutup rapat, tetapi semua orang tahu bahwa keputusan kecil dari keluarga itu dapat menggerakkan seluruh wilayah.

Dan belum lama ini, salah satu perwakilan Blackwood muncul, mengumumkan bahwa putri keluarga Blackwood yang lama menghilang, akhirnya telah ditemukan empat tahun lalu dan kembali ke keluarga mereka.

Informasi itu cukup mengguncang para kalangan elit, hingga terdengar di telinga Jordan. Namun, Jordan tidak terlalu peduli. Lagi pula, keluarga itu tidak ada di wilayahnya.

Akan tetapi, ketika Jordan mendengar bahwa keluarga Blackwood akan melakukan ekspansi besar-besaran di kota ini setelah kembalinya putri yang hilang itu, Jordan menjadi tertarik.

Jordan tidak peduli dengan putri yang hilang itu, yang Jordan pedulikan adalah dia harus bisa bekerja sama dengan mereka, untuk melebarkan kerajaan bisnisnya.

Jordan mengangguk singkat. “Bagus,” katanya. “Cari tahu siapa perwakilan itu, di mana mereka menginap, dan siapa saja yang sudah mereka hubungi. Kita undang mereka ke kantor pusat. Aku ingin mereka tahu bahwa jika mereka ingin sukses di Veridian, mereka harus melalui Reed Group.”

Liam mengangguk. “Baik, Tuan.”

Setelah beberapa waktu kemudian, mobil berhenti di depan pintu masuk sebuah mansion megah. Liam bergegas keluar dan membukakan pintu belakang mobil untuk Jordan. Liam menunduk hormat saat Jordan melangkahkan kakinya keluar dari dalam mobil.

Liam menunggu sejenak Jordan melangkah memasuki kediamannya. Liam mendengus kecil melihat istri atasannya telah menunggu Jordan di depan pintu masuk. Liam menunduk sekali lagi hanya pada Jordan sebagai bentuk pamitnya untuk Jordan, lalu pergi meninggalkan kediaman Jordan.

Olivia berdiri dengan senyum yang manis dan penuh perhatian saat melihat Jordan tiba. “Jordan, kamu sudah pulang,” sapanya dengan suara lembut. “Aku sangat khawatir saat mendengar ada kecelakaan.”

“Aku tidak apa-apa,” jawab Jordan datar. Lalu melangkah masuk melewati Olivia setelah istrinya itu mengambil tas kerja dari tangannya.

Olivia mengikuti Jordan menuju kamar mereka. “Aku sudah menyiapkan air hangat dan baju ganti di kamar mandi. Cepat mandi dan segera turun. Aku akan menunggu di ruang makan,” ucap Olivia lembut sambil meletakkan tas Jordan di kursi, lalu pergi.

Setelah Olivia keluar, tatapan Jordan berubah dingin.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   86. Membalas Nanti

    “Anda tahu, aku bukan orang yang akan membela kejahatan meskipun orang itu adalah keluargaku sendiri,” tegas Jordan.Benar, seperti itulah cara keluarga Reed bertindak dan mempertahankan takhta mereka di Veridian City sesuai yang diketahui Marilyn dan orang lain. Dia harus segera mengumpulkan bukti atas semua kecurigaannya tentang keluarga Carter, terutama pada Nancy dan Olivia, lalu memikirkan rencana agar bisa terlepas dari situasi buruk yang mungkin terjadi.Selama ini, Marilyn selalu menjaga hubungan baik dengan para istri pengusaha besar di Veridian City. Ada beberapa teman yang dekat dengannya, namun hubungan Marilyn dan Nancy hanya sebatas saling memberi dukungan.Tidak dapat dipungkiri, dia dulu sempat hampir menjodohkan George dengan Olivia. Ketika dia melontarkan candaan tentang rencana itu, Nancy menolak dengan halus seolah telah memiliki rencana masa depan yang sudah pasti untuk putrinya. Saat itu, Luna masih jadi tunangan Jordan. Dan setelahnya, banyak rangkaian kejadian

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   85. Mutualisme

    Jordan beruntung ada di tempat itu sekarang. Bukan hanya Luna yang akan berurusan dengan keluarga Carter, namun juga dirinya. Luna membuka jalan yang lebih lebar untuk membalas kejahatan Olivia. Dan dia menemukan cara yang lebih efektif untuk menarik Luna ke pihaknya.“Olivia dan ibunya punya hubungan yang sangat dekat. Aku tidak mau mencurigai istriku, tetapi aku tidak bisa membiarkannya kalau dia berbuat buruk pada orang lain, apalagi pada kakaknya sendiri.” Dengan tegas menjawab Marilyn, Jordan sekaligus memancing Luna meskipun dia sudah tahu kebenarannya.Luna dan Jordan seperti sedang bicara dengan tatapan mereka meski hanya sekilas. Luna mengerti apa yang diinginkan Jordan darinya, mengingat Olivia tega memberikan racun pada pria itu.Dia pun merasa diuntungkan. Tadinya dia hanya bisa menanamkan benih kecurigaan pada Marilyn agar tidak terkesan menjatuhkan nama baik Olivia. Jordan membuka peluang agar Luna bisa membicarakan tentang Olivia lebih banyak.“Ti

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   64. Kenangan

    “Dengan satu syarat.” Mata Jordan mengilat oleh cahaya petir yang menyambar. Seringai pria itu membuatnya tampak lebih berbahaya.Luna mendadak sedikit ragu ketika Jordan memberi sebuah syarat. Namun, dia tidak mau mundur jika memang dia bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan dari tawaran Jordan.“Katakan,” tantang Luna.Sebelum Jordan mengatakan syarat itu, suara derapan langkah kaki terdengar. Luna buru-buru mendorong Jordan. Kali ini, Jordan melepaskan Luna dengan mudah.Mereka langsung duduk di kursi yang berjauhan, tepat ketika Marilyn muncul ke ruangan itu. Marilyn terkejut sejenak melihat Jordan ada di dalam, namun segera melangkah hingga duduk di samping Luna.“Jordan, kupikir kamu sedang bersama William.”“Tuan William sedang menelepon seseorang. Kupikir, tidak ada salahnya menemui kakak iparku sebentar untuk menanyakan kabarnya.”Ekspresi Jordan sudah kembali seperti semula. Tenang, datar, dan tidak terbaca, seakan-akan dia dan Luna tidak pernah membicarakan hal rumit yang

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   83. Jadikan Aku sebagai Alatmu

    “Aku juga tidak pernah menyangka seorang Jordan Reed ternyata punya kebiasaan menguping pembicaraan orang,” balas Luna sinis.Luna tiba-tiba menelan ludah susah payah. Petir menyambar berulang kali saat Jordan mendekat, seolah-olah langit mengiringi setiap langkahnya.Kaki Luna bereaksi terlambat. Ketika dia beranjak pergi untuk menghindari pembicaraan yang tidak perlu dengan Jordan, pria itu sudah mencengkeram pergelangan tangannya.“Luna … Blackwood …” Jordan menekan kata Blackwood, masih tak terbiasa mengucapkannya setelah nama Luna. “Jangan bermain-main denganku. Kesabaranku ada batasnya.” Nada bicaranya terdengar rendah dan mengancam.Namun, Luna tetap menatap Jordan dengan sorot mata menantang. “Aku tidak tahu apa yang kamu bicarakan. Lepaskan aku sebelum Nyonya Marilyn kembali dan salah paham.” Dia membalas dengan nada mengancam.Jordan bergeming, menatap Luna secara intens. Rahangnya tampak mengeras, seperti sedang menahan amarah.“Apa kamu sengaja mendekatkan putraku dengan G

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   82. Pendukung

    Marilyn ternganga, lalu sontak menutup mulutnya. Dia tidak pernah mendengar cerita itu sebelumnya. Semua yang pernah dikatakan Nancy hanyalah keluarga dan kediaman Carter yang sempurna, kecuali Luna yang seperti duri yang menodai nama baik keluarga. “Yah, tapi itu semua sudah jadi masa lalu.” Dengan mata berkaca-kaca, Luna memandang Marilyn dengan sedih. “Yang menjadi penyesalanku hanya satu. Aku seharusnya keluar dari rumah itu sejak mama kandungku meninggal dan mengetahui bahwa mereka tidak menginginkan aku.” Luna tidak malu menjual kesedihan di masa lalu. Lagi pula, memang itulah yang sebenarnya terjadi. Hanya saja, dia dulu tidak punya keberanian bicara seperti sekarang. Mata Marilyn ikut berkaca-kaca. Dia mengulurkan tangan untuk menaruh cangkir teh yang digenggam Luna ke atas meja, kemudian menggenggam tangannya. “Aku minta maaf, Luna. Aku benar-benar tidak tahu ada kejadian seperti itu.” Marilyn bukan wanita yang mudah percaya dengan omongan orang. Namun, semua yang dikatak

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   81. Nilai Plus

    George masuk bersama seorang pria yang tidak asing bagi mereka. Tuan Muda Kennedy itu tampak tidak nyaman, melirik-lirik pria di sebelahnya.“Jordan, aku tidak tahu kamu mau datang ke sini.” Bahkan, William tidak tahu dan juga terkejut melihat Jordan tiba-tiba muncul bersama putranya.George menjawab dengan canggung, “Tadi sewaktu aku keluar, kami tidak sengaja bertemu dan membicarakan proyek sampai lupa waktu. Aku sampai lupa Nona Blackwood datang ke sini dan malah mengajak Tuan Jordan makan malam bersama kita.”Luna menatap Marilyn sekilas. Ibu George itu memicingkan mata pada putranya, terlihat tak memercayai alasan putranya membawa Jordan secara tiba-tiba.“Duduk dan makan malam bersama kami, Jordan,” perintah William.William memelototi George setelahnya. Demi bisa makan malam bersama Luna hari ini, dia sampai mendatangi Harvey dan minta maaf atas perkataan kasar putranya di pesta kehamilan Olivia. Dari informasi yang dia dengar dari asistennya yang juga ikut hadir di pesta itu,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status