Share

#453 Ingin Tahu!

Author: aisakurachan
last update Petsa ng paglalathala: 2026-11-01 06:27:02
“Lea? Kau baik-baik saja?” tanya Ra, sambil meletakkan gelas berisi minuman dingin yang baru saja diantar oleh layanan kamar.

Ra adalah radar emosi Lea yang paling sensitif, tentu dia bisa merasakan perubahan suasana hati Lea dalam sekali pandang.

Lea tidak menjawab, dia hanya menyambar minuman yang dibawa Ra, menghabiskan separuh teh dingin pesanannya seketika. Udara Mesir cerah sekali hari ini. Lea merasa seperti tanah kekurangan air sejak tadi.

“Bagaimana mungkin selama di Yamu, aku justru ti
aisakurachan

Udah ya yang cerita utamanya tamat. Masih ada extra sih 😍😍

| 3
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Haruki Matsuda
teryata Giza. menantunya Ra dan lea .
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #460 Kita Perlu Bicara

    “Ebo? Tolong air hangat. Aku ingin mencuci muka.”“Baik, Yang Mulia.” Ebo beranjak ke pojok kamar, mengambil air hangat yang pasti sudah tersedia di sana.Giza melepaskan tunik yang kotor terciprat lumpur, lalu menghampiri baskom air yang disiapkan Ebo, dan mulai membersihkan kotoran di wajahnya. Baju dan wajahnya terciprat lumpur karena hari ini dia menunjukkan pada Ra jenis rami paling bagus untuk diolah menjadi linen. Ladang rami selalu berlumpur. Perjalanan panjang mengelola linen belum selesai. Meski sudah dimulai hampir dua puluh tahun lalu bersama Nae.Proyek itu sempat berhenti lama, karena Ra sama sekali tidak menyentuhnya. Dan Giza mengerti kenapa. Tidak mudah bagi Ra untuk memulai proyek itu karena selalu mengingatkannya akan Nae.Ra baru memiliki keberanian untuk meneruskan proyek itu beberapa lama ini, dan saat ini sudah hampir selesai, setelah berjuang lebih dari empat musim.“Hai. Akhirnya kau kembali. Aku mulai mengantuk menunggumu.”BRANG!Terlalu terkejut, Giza meny

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #459 Kita Memang Saling Mengenal

    “Aku akan membunuhnya, karena ayahnya telah berani mengurungku!”Wanita itu terus meneriakkan ancaman yang hanya membuat Nef semakin bingung.“Aku akan membunuhnya!” Tapi, seiring ancaman seram itu, Nef bisa merasakan cengkraman tangannya justru semakin mengendur.“TIDAK! Aku tidak menyukainya!” “Aku tidak menginginkannya!” “Aku tidak menginginkannya! Dia tidak boleh!”“Dia tidak boleh! Dia wanita yang terlarang untuk dimiliki!”“Dia tidak boleh diinginkan!”Semua teriakan itu keluar dari bibir wanita itu dengan nada histeris. Dia sama sekali melepaskan leher Nef, lalu membanting diri ke samping. Tidak lagi menindih Nef.Dia meneruskan gumaman aneh itu sambil menekuk tubuh seperti bersujud. Kedua tangannya memeluk lengannya sendiri.“Kau tidak boleh menginginkannya! Kau tidak boleh menginginkannya!”Hujan ucapan yang terdengar seperti igauan dan omong kosong itu, membuat Nef mematung. Tidak tahu harus melakukan apaBeberapa detik yang lalu, wanita itu ingin membunuhnya. Dan sekarang

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #458 Extra 5 Kita Tidak Saling Mengenal

    Nef mendecak, karena keadaan istana itu lebih gelap dari perkiraannya. Kemarin siang dia sudah memperhatikan lorong dimana Giza sering terlihat mondar-mandir. Neff berharap disitulah tempat kamar Giza.Hanya keadaan gelap ini, membuat Nef membutuhkan waktu agak lama untuk menemukan lorong itu. Nef berharap bisa menemukan lorong itu sebelum pagi.Nef dengan mulus menghindari penjaga, dan menjelajah. Dia sudah menguasai langkah sunyi yang diajarkan ayahnya sekarang.Meski dia bukan pemburu, tapi Nef selalu menganggap kemampuan itu sangat menarik. Karena itulah dia belajar keras untuk bisa berjalan tanpa suara. Kini, kemampuan itu sangat berguna.Tubuhnya yang lincah dipadu dengan langkah kaki itu, membuatnya mudah sekali menyelinap.PRANG!Nef mundur ke dalam kegelapan, saat mendengar suara benda jatuh di belakangnya. Jantungnya berdebar keras, berharap itu hanyalah penjaga ceroboh yang menghancurkan salah satu guci pajangan.Nef semakin merapat ke tembok, saat mendengar langkah kaki me

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #457 Extra 4 Kita Berpisah

    “Ya, dia Giza. Pharaoh dari Memphis… Dan ya, dia Nef.” Ra menjawab bergantian.Nef melirik ke arah pria itu sebentar, dan melihat wajah ramah yang tadi heran sekarang terlihat sedikit kecewa.Nef sendiri kini sadar siapa pria itu setelah mendengar kata Memphis. Nef merasa sangat bodoh. Pantas saja dia asing, dia bahkan bukan penduduk Tamiat. Tapi yang paling dia sayangkan, pria itu adalah dia teman ayahnya.Nef lalu mengernyit.“Kau teman ayahku? Kenapa kau tidak tua?” Nef bertanya dengan heran, tanpa basa- basi.Setelah memperhatikan dan berpikir, Nef merasa aneh. Dia ingat kalau Pharaoh Giza sudah memerintah, bahkan jauh lebih lama dari ayahnya. Dan ayahnya saat ini berumur empat puluh musim lebih, tapi Giza tidak setua itu, umurnya jelas tidak sampai tiga puluh.“Kita tidak membicarakan itu di jalan!” Ra menegur Nef, menatapnya dengan kening berkerut.“Dan kau dari mana? Aku jelas mengatakan kita bisa pergi ke perayaan besok! Bukan hari ini!”Menuruti insting, Nef beringsut mundur

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #456 Extra 3 Kita Saling Kenal?

    “Apa kau waras?! Mereka semua akan membunuhmu jika kau membunuhku!” Pria tambun menunjuk anak buahnya“Oh.. benar juga. Bagaimana kalau kita coba? Aku akan membunuhmu, lalu kita lihat apakah mereka akan membunuhku. Sayangnya kau tak mungkin melihat bagaimana mereka membunuhku, karena kau sudah mati.”Pria tambun itu mendesis. “Baiklah! Lepaskan dia!” Wajahnya marah, karena harus melepaskan harta karun yang begitu mahal. Tapi dia tak punya pilihan lain.Nef melihat pria itu memberi tanda dengan matanya, agar dirinya bergerak bersamanya. Nef memperbaiki tudung kepala dan juga cadar yang menutupi wajahnya, lalu bergegas berlari ke sampingnya.Beriringan, mereka berjalan menuju keluar Asad. Pria tambun itu, terpaksa mengikuti, karena dia adalah jaminan agar mereka bisa keluar dengan selamat dari situ.Mereka sampai di luar area Asad beberapa saat kemudian tanpa ada yang mengikuti.Banyak yang memperhatikan, tapi banyak juga yang tidak peduli. Pertengkaran selalu terjadi di Asad. Pemandan

  • Pangeran, Aku Bukan Istrimu   #455 Extra 2 Kita Bertemu Kembali

    “PENCURI SIAL!”Nef memaki sekuat tenaga. Seolah harinya belum cukup buruk, kenyataan pahit kembali mendatangi Nef. Maer hilang!Pohon tempatnya menambatkan Maer kini kosong, sementara kuda lain di samping Maer masih utuh berdiri.Maer adalah kuda paling gagah di antara semua kuda itu, apalagi warnanya yang putih bersih sangat mencolok. Wajar jika menjadi incaran pencuri.Nef meremas tudung kepalanya dengan kalut. Dia mungkin bisa merayu ayahnya untuk tidak marah jika tahu soal pelariannya ini, tapi Maer adalah hadiah dari ayahnya! Dia tak mau kehilangan Maer. Nilai hadiah itu lebih membuat Nef tak rela.Nef keluar dari area perayaan, lalu dengan nekat berlari ke arah luar kota. Hanya ada satu area yang kemungkinan menjadi tempat menjual Maer. Asad, pasar barang curian yang ada di luar kota. Ayahnya sudah berulang kali mencoba menutup pasar itu, tapi beberapa saat akan muncul kembali. Dan akhirnya membiarkan, karena dengan begitu lebih mudah untuk mencari barang hasil curian. Mengik

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status