Share

241 - Racun Yang Sebenarnya

Author: Chryztal
last update publish date: 2026-05-23 21:15:35

"Kau tahu, lady, memanggilku di tengah-tengah waktu liburku yang berharga adalah sebuah kejahatan besar bagi seorang pengabdi setiap." keluh Caelum, suaranya terdengar renyah namun sarat akan nada malas yang khas saat ia melangkah masuk melalui jendela balkon kamar pribadi Celestine.

Pria itu melepaskan topi bertepi lebarnya, menyugar rambutnya yang sedikit berantakan oleh angin malam sebelum melempar senyum jenaka yang biasa ia pamerkan. "Tapi yang lebih membuatku penasaran... kenapa pertemua
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku   278 - Hukuman Sah Penghianat

    Gema ketukan palu Dewan Tetua berdentum tiga kali, memotong keheningan yang mencekam di dalam Ruang Agung Pengadilan Tinggi Kerajaan Ethelwilde. Bau minyak suci dan lilin lebah yang terbakar mengapung di udara, mempertegas atmosfer hukum yang kaku dan dingin. Di bawah langit-langit kubah yang melukiskan keadilan para dewa masa lalu, seluruh jajaran bangsawan tinggi, menteri, dan komandan militer duduk dengan punggung tegap, menahan napas menyaksikan jalannya eksekusi takdir.Di tengah-tengah aula, terikat oleh belenggu besi hitam penekan mana yang teramat berat, Julian berdiri dengan kepala tertunduk. Tidak ada lagi zirah mewah atau tatapan penuh karisma yang biasa ia pamerkan di pergaulan kelas atas. Jubah bangsawannya telah dirobek paksa di depan publik, menyisakan kemeja putih kusam yang bernoda debu penjara bawah tanah. Di sampingnya, Seraphina berlutut dengan tubuh gemetar hebat, rambut cokelat kemerahannya dengan ujung ikal yang indah kini kusut menutup sebagian wajah pucatnya

  • Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku   277 - Perilaku Alaric yang Mendebarkan

    "Seharusnya kau berada di dalam, beristirahat dan dirawat para tabib, bukan membiarkan angin malam ini menusuk kulitmu, Sayang." ucap Alaric, suaranya parau namun sarat akan kelembutan yang teramat dalam, memecah kesunyian subuh yang dingin di balkon marmer tersebut.Celestine tidak langsung menjawab. Ia perlahan membalikkan tubuhnya, membiarkan sepasang netra amethyst-nya berbenturan langsung dengan sepasang safir milik Alaric yang tampak lelah namun berkilat penuh emosi yang intens.Tanpa menunggu persetujuan, Alaric melangkah lebar memangkas jarak yang tersisa di antara mereka. Sepasang tangan kokohnya yang masih menyisakan bekas mesiu dan darah kering langsung mencengkeram kedua bahu Celestine. Gerakannya terburu-buru, dipenuhi kepanikan laten yang baru meledak setelah seluruh ketegangan perang mereda. Alaric menarik Celestine mendekat ke dalam pendaran cahayanya, menundukkan kepala demi memeriksa setiap inci dari wajah pucat sang gadis."Lihat aku." desis Alaric, napasnya yang h

  • Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku   276 - Puing-Puing Takdir

    "Setelah kupikir-pikir lagi, lebih baik lemparkan dia ke kedalaman Sektor Ketujuh, pastikan belenggu besi hitam menekan sirkuit mana mereka." perintah Alaric, suaranya yang bariton menggema dingin di koridor yang masih menyisakan bau anyir darah.Para ksatria pengawal langsung menyentak tubuh Julian yang sudah terkulai lemas, sementara di sisi lain koridor, Caelum mendorong Seraphina yang terus merancau dalam kegilaan psikologisnya. Langkah kaki mereka yang terseret menjauh menandai runtuhnya faksi pemberontak untuk selamanya. Di saat yang sama, tabib istana berlari terburu-buru membawa ramuan penawar murni yang diracik dari ekstrak tumbuhan Barat milik Celestine; racun Mortis-Gutta di tubuh Raja Alderwyn akhirnya berhasil dinetralkan tepat waktu, menghentikan masalah detak jantung sang penguasa tua dari ambang kematian.Saat kegaduhan perlahan menyurut menjadi keheningan yang melelahkan, Celestine—atau lebih tepatnya, jiwa Celine yang berada di dalam tubuh itu—melangkah menjauh dari

  • Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku   275 - Tikus Kecil yang Tertangkap

    Gema derap langkah ksatria yang menyeret tubuh bonyok Pangeran Julian perlahan menjauh, menyisakan kesunyian yang ganjil di dalam aula Emas. Di atas podium takhta yang kini ternoda oleh cipratan darah pengkhianat, Alaric berdiri tegak memandangi sisa-sisa kehancuran dengan napas yang mulai teratur. Di sampingnya, Celestine menghela napas panjang, membiarkan tubuhnya bersandar lemas pada pilar marmer, merasakan perlahan badai di dalam sirkuit mananya mulai mereda. Kudeta di dalam ruang takhta memang telah diredam dengan pukulan telak, namun di luar sana, sisa-sisa racun dari faksi pemberontak ini masih mencoba mencari celah untuk meloloskan diri.Di koridor luar istana yang pengap dan dipenuhi sisa asap mesiu, Caelum melangkah gesit membelah barisan ksatria Montclair. Sepasang mata gelapnya memancarkan kilat ketajaman yang teramat dingin. Beberapa menit yang lalu, seekor burung merpat pembawa pesan memberikan pesan singkat dari mata-mata klan Devereux di perbatasan utara "Kuil pengasi

  • Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku   274 - Kemarahan Alaric

    Detik ketika bilah pedang Julian seharusnya menembus gaun Celestine, suara dentuman yang jauh lebih keras daripada suara pintu kayu mana pun meledak di seluruh ruangan. Pintu kembar aula Emas yang tadinya sudah rusak akibat dobrakan ksatria Montclair, sekarang meledak berkeping-keping tidak terbentuk, menghujani lantai marmer dengan puing-puing kayu yang berserakan bagai peluru.KLANG!Sebuah pedang besar dengan guratan mana hitam yang pekat menghantam pedang Julian dengan kekuatan yang sanggup meremukkan fondasi ruang takhta. Getaran dari benturan itu begitu dahsyat hingga lantai di sekitar mereka retak berbentuk jaring laba-laba. Julian terlempar mundur beberapa langkah, tubuhnya terhuyung dengan napas yang memburu kencang, matanya membelalak saat mendapati sosok yang berdiri kokoh di depannya.Alaric. Sang Putra Mahkota yang sah sejak lahir telah tiba, matanya menyala dengan kebencian murni yang sanggup membakar jiwa siapa pun yang menatapnya."Kau berani menyentuhnya?" suara Alari

  • Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku   273 - Nekat

    "Kau pikir kau siapa, hah?! Hanya karena kau memegang selembar kertas sialan itu, kau merasa bisa mendikte jalannya takdirku?!" raung Julian, suaranya tidak lagi terdengar seperti seorang pangeran, melainkan lengkingan binatang buas yang terluka dan terpojok di sudut tergelap gua.Gema makiannya memantul kasar pada pilar-pilar emas aula, namun atmosfer di sekitarnya tetap bergeming dalam kebekuan yang menghina. Konfrontasi yang memojokkan dirinya kian menjadi-jadi. Di bawah tatapan menghakimi dari puluhan pasang mata bangsawan tinggi dan Dewan Tetua, posisi Julian telah benar-benar terkunci mati di sudut tersempit takdirnya. Tidak ada satu pun tangan yang terulur untuk membelanya, tidak ada satu pun ksatria istana yang melangkah maju untuk melindunginya.Dalam kepanikan yang kian menguliti sisa kewarasannya, sepasang mata Julian bergerak liar, menyapu sudut-sudut tirai beludru di belakang podium takhta. Ia mencari satu-satunya sekutu setianya, sosok yang telah mengikat janji dosa den

  • Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku   060 - Pengasingan Dari Masa Lalu

    ​Darah di dalam nadi Celestine seolah membeku sesaat sebelum akhirnya berdesir lebih kencang. Ia menatap sosok yang berdiri di ambang pintu laboratoriumnya—seorang pria dengan perawakan tinggi, mengenakan jubah abu-abu kusam yang compang-camping di bagian bawahnya, namun aura yang ia pancarkan jauh

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku   055 - Intisari Cahaya Abadi

    "Siapkan persediaan air murni dan kristal mana kelas satu, Cael. Jangan biarkan siapa pun mengganggu, termasuk Grand Duke!" perintah Celestine tanpa menoleh. Tangannya mendekap wadah kaca berisi Moonlight Weeping-Willow seolah benda itu adalah jantungnya sendiri."Baik, Lady. Saya akan berjaga di d

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku   054 - Moonlight Weeping-Willow

    Perjalanan pulang melalui jalur setapak di lereng pegunungan timur terasa sunyi, hanya diiringi suara langkah kaki kuda yang menghantam tanah berbatu. Celestine memacu kudanya dengan kecepatan sedang, matanya terus berpindah antara jalanan di depannya dan telapak tangan kanannya yang masih menyisak

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Pangeran yang Membunuhku Kini Mengejar Cintaku   053 - Semuanya Terasa Janggal

    Cairan biru safir dari serum Azure Lily mulai merembes ke dalam parit-parit mana, menciptakan reaksi berantai yang memicu pendar cahaya benderang. Celestine berdiri di ambang pintu pondok, mengamati bagaimana warna ungu memuakkan dari kelopak Nightshade perlahan-lahan memucat, digantikan oleh kob

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status