Início / Rumah Tangga / Pantaskah Surga Untuknya? / Bab 13 -- Gangguan Mantan Pacar

Compartilhar

Bab 13 -- Gangguan Mantan Pacar

last update Data de publicação: 2025-08-02 10:56:32

Pagi itu, Ahmad tertidur di kursi rotan depan kamar. Semalam, ia hanya tidur di pinggir kolam karena pikirannya kusut dan tak sanggup masuk kamar. Bahkan tadi subuh, ia sempat dipukul oleh si ART saat ditemukan. Ia mengira ada maling sedang tertidur di teras. Punggungnya terasa ngilu, bahunya memar.

Nurlaela yang baru keluar dari kamar mendapati suaminya terkulai di kursi, wajahnya pucat, tubuhnya kaku menahan sakit. Tanpa berkata-kata, ia masuk kembali mengambil air hangat dan alat P3K. Dengan
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pantaskah Surga Untuknya?   Bab 24 -- Gadis Kecil Menanjak Remaja

    Langkah Ahmad dan Nurlaela masih terhenti di depan café itu. Anak kecil yang berlari masuk sambil memanggil ibunya, kini berdiri manja di pelukan Indah. Senyum Indah mengembang, meski matanya sempat menatap tajam ke arah Ahmad. Ada sesuatu yang berat menggantung di udara—pertanyaan yang tak terucap, kebenaran yang seakan siap pecah kapan saja.Namun, sebelum Ahmad melontarkan pertanyaan, Indah menunduk, lalu meraih tangan mungil itu dan menggandengnya pergi. Tak ada penjelasan. Hanya meninggalkan bayang-bayang yang terus menghantui pikiran Ahmad dan Nurlaela.***Tak lama Ahmad dan Nurlaela akan pulang ke rumah. Ahmad meraih tangan Nurlaela,“Yuk, kita pulang.” Nurlaela pun menurut, tanpa kata-kata ia hanya mengikuti Ahmad melangkah ke mobilnya.Beberapa menit kemudian, mereka tiba di rumahnya. Mereka disambut oleh gadis kecil, imut-imut dan mungil itu. Gadis mungil yang tumbuh seperti dongeng indah layaknya Cinderella. Akan tetapi, dunia yang dimilikinya jauh berbeda. Sejak Sulaiha—

  • Pantaskah Surga Untuknya?   Bab 23 -- Pertemuan yang Mengguncang

    Langit sore itu mendung. Hujan baru saja reda, meninggalkan aroma tanah basah yang menusuk hidung. Ahmad melangkah pelan menuju sebuah cafe kecil di sudut kota, tempat yang disebut Indah dalam pesannya. Ia melangkah berat, seolah kakinya terikat rantai masa lalu.Tak lama Ahmad tiba di depan café itu. Ia memarkir mobilnya lalu melangkah akan masuk. Saat pintu cafe terbuka, Ahmad berdiri sejenak di ambang pintu, pandangannya langsung tertuju pada sosok perempuan di pojok ruangan. Indah, ia duduk sendiri, kepalanya tertutup jilbab berwarna biru tua. Tatapannya tajam, tapi dalam, seakan menyimpan ribuan rahasia yang akan terbongkar.Saat Ahmad melihatnya, sepertinya tenggorokannya tercekat. Bibirnya nyaris tak mampu menyebutkan namanya.“Indah…”Perempuan itu seketika menoleh. Senyum tipis terukir, tapi justru membuat dada Ahmad semakin sesak.Indah membuka mulut,“Akhirnya kita bertemu lagi, Mas. Duduklah!”Ahmad duduk berhadapan dengannya. Perasaannya gelisah, berulang kali meremas ja

  • Pantaskah Surga Untuknya?   Bab 22 -- Pesona Perempuan Kedua

    Malam itu, ketika seorang perempuan misterius datang. Ahmad membuka mulutnya, tapi hanya satu kata yang lolos, terdengar begitu berat, seolah menyingkap rahasia yang selama ini terkubur:“Indah…”Nama itu meluncur lirih. Namun, cukup untuk membuat Nurlaela terperanjat, tubuhnya hampir goyah.Nama itu yang keluar dari bibir Ahmad, mengguncang Nurlaela seperti petir di tengah malam. Sejak malam itu, hidup Ahmad seolah memasuki lorong panjang penuh teka-teki.***Setahun sudah ia menjalani hari-hari sunyi tanpa Sulaiha—bidadari yang telah kembali ke sisi Ilahi. Kekosongan itu masih terasa, meski di rumah ada Nurlaela. Statusnya sebagai istri kedua hanya sebatas nikah siri. Secara hukum negara, hubungan itu rapuh, tak tercatat, seolah bisa runtuh kapan saja, tapi punya pesona mengguncang hati Ahmad.Namun, bagi Ahmad, tak ada satu pun yang mampu menggantikan Sulaiha. Cintanya pada sang bidadari dunia terlalu dalam. Kenangan tentangnya abadi, sementara kehadiran Nurlaela lebih sering mengh

  • Pantaskah Surga Untuknya?   Bab 21 -- Kenangan yang Tak Pernah Pergi

    Malam itu Ahmad masih sulit memejamkan mata. Pertemuan tak terduga dengan sosok dari masa lalu seakan membuka kembali pintu kenangan yang telah ia kunci rapat-rapat. Di kamarnya yang sepi, lelaki itu menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Pandangannya berkelana dari sudut ke sudut, hingga akhirnya tertambat pada sebuah foto berbingkai indah di dinding.Di dalam foto itu, Ahmad tidak sendiri. Ada seorang gadis di sampingnya, dengan senyum canggung dan tatapan yang seolah enggan diabadikan kamera. Namun, bagi Ahmad, justru itulah pesona yang membuatnya jatuh cinta.Hatinya bergetar. Luka lama kembali berdarah.“Seandainya kau tahu, betapa aku mencintaimu…” bisiknya lirih, jemarinya menyentuh dinginnya kaca bingkai.Kenangan itu menyeretnya jauh ke masa lalu. Saat awal pertemuan yang sederhana, sekadar sapaan singkat di sebuah kantor. Gadis berkacamata tebal itu menunduk malu ketika Ahmad memujinya. “Ternyata di gedung ini ada makhluk cantik,” katanya waktu itu, tulus, tanpa basa-basi.Reaks

  • Pantaskah Surga Untuknya?   Bab 20 -- Gadis Kecil, Penyemangat Hidup

    Sejak kepergian Sulaiha, rumah itu tak lagi ramai. Sunyi terasa menekan, dinding-dinding seolah ikut meratap, dan setiap sudut masih menyimpan jejak kenangan yang membuat dada Ahmad sesak. Namun, di tengah kabut duka yang menyelimuti, ada satu jiwa mungil yang kini rapuh—dan sekaligus menjadi alasan Ahmad untuk tetap berdiri: Nadia, putri kecilnya.Gadis itu berusaha tegar, meski hatinya hancur. Tangannya sering gemetar, keringat dingin membasahi telapak, dan matanya sembab karena air mata yang tak pernah benar-benar kering. Ada haru, takut, dan kehilangan yang bercampur aduk dalam dirinya. Nadia kini berada di ambang masa depan—sebentar lagi ia akan tamat SMP. Namun, justru di titik inilah ia kehilangan sosok penyemangat hidupnya, sang bunda yang selama ini menjadi cahaya dalam kegelapan.Sejak ibunya tiada, Nadia kerap termenung sendirian. Nafsu makannya hilang, semangat belajarnya redup, bahkan sudah sepekan ia tak menginjakkan kaki ke sekolah. Kamar yang dulu riuh dengan tawa kec

  • Pantaskah Surga Untuknya?   Bab 19 -- Bidadariku yang Hilang

    “Dunia Ahmad Runtuh! Kehilangan Bidadari yang Dicintainya…”Lelaki itu bagaikan kaca rapuh, sewaktu-waktu bisa pecah berkeping-keping ketika terbentur musibah. Itulah Ahmad—seorang suami yang kini hatinya hancur setelah ditinggal pergi oleh belahan jiwanya.Sejak kepergian Sulaiha—sang bidadari dunianya, Ahmad hidup bagai jasad tanpa ruh. Duduk termenung sendiri, tubuhnya semakin kurus, wajahnya pucat, dan sorot matanya kosong. Nafsu makan hilang, gairah hidup lenyap. Sulaiha—cahaya yang selalu menyinari langkahnya. Kini benar-benar pergi, tak akan pernah kembali lagi.Di depan jasad istrinya, Ahmad berusaha tegar. Namun, tangis yang berusaha ia tahan akhirnya pecah juga. Air matanya tumpah, membasahi wajah yang biasanya gagah. Berlembar-lembar tisu habis, hanya untuk menyeka derasnya duka saat itu.Ketika ibunya dulu meninggal tertabrak truk, ia hanya termangu tanpa setetes air mata. Tapi kali ini… Ahmad tak mampu lagi berpura-pura kuat. Kepergian Sulaiha benar-benar merobek seluruh

  • Pantaskah Surga Untuknya?   Bab 18 -- Sulaiha Sakit, Kepergian Sang Bidadari yang Memilukan

    Rumah tangga Ahmad dan Sulaiha telah lama berjalan dalam ketenteraman. Nadia, buah hati mereka, tumbuh menjadi remaja yang manis dan cerdas. Kini ia duduk di kelas tiga SMP, sebentar lagi akan melangkah ke jenjang SMA. Cita-citanya jelas—ia ingin menjadi dokter, terinspirasi oleh para tenaga medis

  • Pantaskah Surga Untuknya?   Bab 17 -- Rahasia yang Menghancurkan

    Suatu hari menjelang sore, hujan mulai turun deras, membasahi halaman rumah Ahmad. Suara gemericiknya berpadu dengan detak jantung semua orang yang berada di teras itu. Wajah-wajah tegang saling berpandangan, tak satu pun berani memecahkan sunyi. Semuanya terdiam, seolah dibungkam oleh keadaan.Lel

  • Pantaskah Surga Untuknya?   Bab 16 -- Menjadi Keluarga Sejati

    Angin sore berhembus pelan, membawa aroma tanah basah setelah hujan. Ahmad berdiri terpaku di teras rumah, matanya berpindah dari perempuan misterius itu ke arah Nadia yang kini berlari ke pelukannya.Ahmad menunduk, meraih tubuh mungil putrinya. Pelukan hangat itu seolah menghapus kebingungan di k

  • Pantaskah Surga Untuknya?   Bab 15 -- Warisan Luka yang Terbuka

    Langit di atas rumah Ahmad, mendung bergelajut, seolah akan turun hujan. Tapi semua orang di dalamnya merasa resah. Tak satu pun orang duduk tenang akibat huru-hara yang terjadi beberapa detik yang lalu. Bahkan malam itu berubah menjadi kekacauan. Setelah suara letusan terdengar, seisi rumah sontak

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status