Home / Romansa / Pelan-Pelan, Mas Kaisar! / 19. Burungnya Cuman Segede Jempol Kaki!

Share

19. Burungnya Cuman Segede Jempol Kaki!

Author: Callme_Tata
last update publish date: 2026-02-11 21:10:20

"Habis digigit vampire mana tuh? Leher sampe merah-merah kayak gitu!"

Kaisar yang baru saja duduk di kursi samping Aryo, seketika menyentuh lehernya. Sedangkan kedua matanya melotot.

Dengan cepat ia menyambar ponsel Aryo dan melihat lehernya melalui kamera depan ponsel temannya itu.

"Ah, astaga, Baby Liona...." desah Kaisar dengan suaranya yang tertahan.

Pria itu tak menyadari sama sekali jika Liona yang mencium dan menggumul lehernya saat di toilet tadi, sengaja meninggalkan jejak cintanya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   87. Tak Sengaja Menguping!

    "Kamu jangan lupa, Rey! Ryuga bertahan di rumah ini karena Adam kehilangan ingatan masa lalunya. Dan, semua itu terjadi atas campur tangan Papa! Jadi, jangan menuntut apapun lagi, karena sampai kapan pun Ryuga gak akan pernah mendapatkan status yang sah!" Tubuh Liona menegang. Ia yang tak sengaja menguping pembicaraan serius antara Tuan Jayden dan Tuan Reynald itu pun terkejut. Bahkan, wajahnya yang putih kini berubah menjadi pucat. Perkataan yang di dengarnya, membuatnya syok. Ia tak menyangka jika Ryuga bukanlah anak angkat keluarga Prasetya. "Ja-ja-jadi, Bang Ryuga beneran adiknya Pak Kai, bukan adik angkat," gumam Liona sembari melangkah mundur dari posisinya berada.Prang! Tak sengaja, wanita yang tengah hamil muda itu menyenggol sebuah guci yang berada di atas meja di dekat pintu. Hingga membuat guci itu jatuh ke lantai dan pecah berkeping-keping."Siapa?" Mendengar suara teriakan Tuan Reynald, Liona menutup rapat mulutnya. Jantungnya berdetak dua kali lebih cepat, bahkan r

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   86. Ryuga Juga Darah Dagingku!

    Seharian, Kaisar yang kesal pada Liona yang terkesan membela Ryuga, sama sekali tak menegur istrinya itu. Bahkan, sikapnya begitu dingin dan datar. "Sayang...." Liona yang duduk di atas tempat tidur, menyapa Kaisar yang baru saja memasuki kamar. Namun, Kaisar yang disapa hanya diam saja. Bahkan tak melirik apalagi menatap pada Liona yang sedang berusaha meluluhkannya. "Sayang, maaf," ucap Liona dengan pelan. Saking pelannya, suaranya lebih layak disebut sebagai gumaman. Melihat perubahan sikap Kaisar yang dingin dan datar, bahkan tak mau berbicara dengannya, Liona merasa sedih. Untuk pertama kalinya, ia melihat sifat keras hati sang suami. "Sayang, maaf... kalau gak mau maafin, aku pulang aja ke rumah Papa!"Tak mendapatkan respon dari Kaisar sejak tadi, Liona turun dari atas tempat tidur dan berteriak pada suaminya yang sedang membuka kemejanya di depan cermin. Diteriaki oleh istrinya, Kaisar menoleh, matanya melotot tajam pada Liona yang berdiri dengan kedua tangan meremas pi

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   85. Kemarahan Kaisar!

    "Nanti kalau Kaisar marah, gak usah di dengerin. Dia emang galak dan mudah emosi." Ryuga yang menggendong Liona di punggungnya, berbicara dengan nada bicaranya yang terdengar pelan dan santai. Ia meminta Liona untuk tidak mengambil hati jika nanti dimarahi oleh Kaisar. Bukan tanpa alasan Ryuga berbicara seperti itu. Ia yakin sekali jika setelah ini Kaisar pasti akan memarahinya dan Liona yang pergi dari rumah tanpa izin lebih dulu. "Kayaknya Bang Ryu sering dimarahin ya sama Pak Kai, jadi udah kebal," kata Liona. Menimpali perkataan Ryuga tak kalah santai. "Hmm... sebenernya bukan kebal, Na. Tapi lebih ke sadar dan tahu diri," kata Ryuga dengan bibir tersenyum kecil. Mendengar perkataan Ryuga yang bernada sedih, Liona diam. Ia yang berpegangan pada pundak adik dari suaminya itu pun tidak berbicara apapun lagi. Beberapa saat kemudian, langkah Ryuga yang menggendong Liona, tiba di depan pintu gerbang kediaman keluarga Prasetya. "Udah sampe, kamu bo—" "Bagus, bagus... baru kutin

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   84. Biar Aku Gendong!

    "Liona!" Kaisar yang kembali dari rumah sakit, melangkah memasuki kamar dan mencari keberadaan istrinya. "Sayang!" panggil Kaisar lagi. Tiba di kamar, Kaisar mengerutkan keningnya, membuat kedua alisnya yang tebal bertautan. Di dalam kamar itu, ia tak mendapati keberadaan Liona. Yang ada di atas ranjang, hanya ponsel dan laptop istrinya saja."Kemana perginya bocah itu?" gumam Kaisar. Ia mengedarkan pandangannya sembari melangkah menuju kamar mandi, namun tetap tak menemukan keberadaan istrinya. "Baby Liona!" Tak mendapati keberadaan istrinya, Kaisar pun keluar dari kamar itu. Ia menuruni undakan tangga dan mencari keberadaan Liona. "Lihat istriku?" Tiba di lantai dasar, Kaisar menanyakan keberadaan istrinya pada salah satu pelayan. Ditanya, pelayan itu menggelengkan kepalanya. Tak tahu, di mana istri majikannya berada. "Tidak tahu, Tuan. Dari tadi saya di halaman belakang, bersihin tanaman!" jawab pelayan itu dengan kepala tertunduk. Mendengar jawaban pelayan itu, Kaisar m

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   83. Pesona Ryuga!

    Seminggu kemudian.... Kediaman keluarga Prasetya, di sanalah kini Liona berada. Setelah menikah beberapa hari yang lalu, ia langsung diboyong pulang ke kediaman utama keluarga Prasetya oleh Kaisar. Sengaja Kaisar lakukan semua itu. Ia ingin menjauhkan istrinya yang sedang mengandung dari Bella yang sepertinya mengalami gangguan jiwa. Pria itu tak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada istri dan anaknya. "Sayang, hari ini aku mau menemani kakek cek up ke rumah sakit. Kamu mau ikut?" Kaisar yang merapikan kemejanya di depan cermin, berbicara pada Liona yang duduk di atas ranjang dengan laptop menyala di hadapannya. Ditanya, Liona yang sedang menonton drama China favoritnya itu merespon dengan gelengan kepala. "Yakin gak mau ikut?" tanya Kaisar memastikan. Kepala Liona mengangguk. "Hmm... di rumah sakit bau obat, perutnya mual," katanya. Mendengar perkataan istrinya, Kaisar angguk-angguk kepala. Akhir-akhir ini, hidung Liona memang semakin sensitif dengan aroma dan bau

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   82. Penolakan Kaisar!

    "Kai, aku kangen banget sama kamu. Aku masih cinta sama kamu, Kai...." Grep! Tubuh Kaisar membeku. Terkejut bukan main dengan tingkah dan perbuatan gila yang dilakukan oleh Bella. Di tengah malam, bisa-bisanya wanita itu berada di depan pintu kamar Liona dan mengintip kegiatan mereka. Yang lebih parah, wanita itu memeluk tubuh Kaisar dengan tiba-tiba. "Apa yang kamu lakukan, Bella? Lepaskan saya!" kata Kaisar dengan suara tertahan. Takut perbuatan Bella di lihat oleh Liona dan membuatnya salah paham, Kaisar pun melepaskan tangan Bella yang melingkar di dadanya. Lalu, mendorong wanita itu dengan kasar agar menjauh darinya. "Aku cinta sama kamu, Kai. Aku bener-bener nyesel udah ninggalin kamu," kata Bella tak tahu malu. Di dorong oleh Kaisar, tak membuat Bella menghentikan perbuatan gilanya. Ia kembali mendekat dan memeluk paksa tubuh mantan tunangannya itu. "Aku tahu, sebenernya kamu deketin Liona karena pengen bikin aku cemburu kan? Kamu pengen bikin aku marah?" kata Bella den

  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   26. Permintaan Kakek!

    Sudah satu jam lamanya Liona berada di depan apartemen Kaisar. Bahkan sudah puluhan kali pula ia mencoba menghubungi nomer sang kekasih, tetapi tak kunjung mendapatkan jawaban. "Pak Kai kemana sih? Di sini gak ada, di telepon juga gak diangkat. Apa dia sengaja gak respon panggilanku?" gumam Liona.

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   23. Tidak Boleh Tinggal Bersama!

    "Kamu keterlaluan, Mas. Gak seharusnya kamu pukul anak kita! Gara-gara kamu, sekarang dia pergi dari rumah!" Di dalam kamar, Bu Elyana berbicara pada Pak Baskoro. Ia menyayangkan sikap sang suami yang begitu kasar pada putrinya. Padahal selama ini, pria itu sendiri yang selalu memanjakan Liona da

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   27. Jangan-jangan Tante Mandul?

    Liona yang baru saja kembali ke kediaman orang tuanya, memasuki rumah dengan langkahnya yang gontai, sedangkan wajahnya terlihat lesu dan murung. "Na, kenapa? Kok mukanya ditekuk gitu?" Tiba di ruang tengah, Liona disambut oleh pertanyaan Bu Elyana yang duduk di salah satu sofa bersama Pak Baskor

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Pelan-Pelan, Mas Kaisar!   22. Kabur!

    Tuk, tuk, tuk! Suara ketukan pintu terdengar membuat Kaisar yang makan malam di dapur apartemennya itu, mau tak mau beranjak dan melihat siapa yang datang malam-malam. Dengan langkah santai, pria itu meninggalkan ruang makan dan pergi menuju pintu. Tuk, tuk, tuk! Ketukan pintu kembali terdengar

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status