Di kampus, senior bukan sekadar orang yang lebih dulu masuk—mereka seperti kompas yang nggak cuma nunjukin jalan, tapi juga ngasih cerita tentang jurang dan jalan tikungan yang harus diwaspadai. Aku inget banget waktu semester pertama, ada senior yang ngajakin ngobrol santai di warung kopi dekat kampus. Dari cara milih matkul sampai trik ngedeketin dosen yang killer, semua dia bagiin tanpa diembel-embeli syarat. Mereka itu walking library yang isinya bukan cuma textbook knowledge, tapi juga life hack akademik dan sosial.
Yang paling berkesan, senior sering jadi jembatan antara dunia idealis di kelas dengan realita lapangan. Waktu aku galau mau ikut organisasi atau fokus akademik, seorang senior bilang, 'Jangan jadi katak dalam tempurung—keluar, terjun, dan rasakan sendiri airnya.' Mereka mengajari kita untuk membuat keputusan dengan memberikan perspektif, bukan mendikte. Justru karena nggak punya otoritas formal, nasihat mereka terasa lebih tulus dan relatable.