Home / Romansa / Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif / Bab 26 - Terjebak Balasan Sendiri

Share

Bab 26 - Terjebak Balasan Sendiri

Author: Andriyani
last update publish date: 2026-08-29 11:53:32

Untuk kali kedua, Val membawakan secangkir kopi ke hadapan David yang sedang duduk menyilangkan kaki dengan tampang sombongnya. Berbeda dari sebelumnya, kali ini Val tidak lagi malas dan terpaksa. Justru sebaliknya, ia begitu antusias.

‘Lihat saja beberapa saat lagi, apa kau masih mampu mempertahankan wajah menyebalkan itu,’ gumam Val dalam hati.

Val membungkuk begitu sopan ketika meletakkan secangkir kopi hitam super spesial buatannya ke atas meja.

“Silakan diminum, Tuan Muda.”

David memandang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif   Bab 33 - Deep Talk

    Tok, tok, tok!Suara ketukan pelan terdengar dari arah pintu kamar Val. Gadis itu, yang baru beberapa menit lalu selesai mandi dan kini tengah mengelap rambut basahnya dengan handuk, menoleh seraya berjalan ke sana. Ia membukakan pintu, dan Kinar muncul di baliknya.“Kau belum tidur?” tanyanya basa-basi.Val menggeleng. “Aku baru saja mau menemuimu habis ini. Tapi kau sudah muncul duluan. Ada apa?”“Kau sendiri ada apa mau repot-repot menemuiku setelah seharian penuh bekerja?” Kinar malah balik bertanya. “Memangnya kau tidak lelah?”Val mencibir sambil berbalik melangkah dan duduk di depan meja rias, mulai menyisir rambut panjangnya.“Percayalah, tubuhku sama sekali tidak merasakan lelahnya bekerja di penthouse besar itu. Karena ternyata pekerjaanku cukup ringan,” jelas Val, tatapannya sedikit berapi-api kala memandang Kinar lewat pantulan cermin.“Tapi sebagai bayarannya, mentalku yang diuji habis-habisan. Sampai rasanya jiwaku mau keluar dari ragaku karena begitu frustrasi menghadap

  • Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif   Bab 32 - Hari yang Menguras Mental

    Val melempar tubuhnya ke atas ranjang empuk dalam kamarnya di unit G 21 AM. Rasanya ia lelah sekali hari ini, meskipun pekerjaannya bisa dibilang tidak menguras begitu banyak tenaga. Akan tetapi, David betul-betul berhasil mengikis habis energi mentalnya. Dan sejujurnya, capek mental lebih menyiksa daripada capek fisik. Setidaknya, itu menurut Val.Val melirik jam digital yang bertengger di atas nakas di sisi tempat tidur. Pukul sebelas lewat delapan malam. Val langsung mencibir.“Pria itu benar-benar kejam. Aku berangkat dari jam setengah enam pagi, dan jam segini baru diperbolehkan pulang. Sungguh pemerasan tenaga! Tidak manusiawi! Awas saja kalau aku tidak diberi gaji yang sepadan nanti, akan kuhancurkan seluruh isi penthouse mewahnya itu!” racau­nya setengah emosi, setengah mengantuk.Sejenak mata Val terpejam, mengingat kembali hal-hal terakhir yang harus dilaluinya hanya demi mendapatkan izin pulang.David mandi cukup lama, mungkin sekitar dua jam. Val menunggu di bawah, di ruan

  • Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif   Bab 31 - Jangan Macam-Macam, Tuan Muda!

    Sudah sekitar sepuluh menit sejak Asnah betul-betul menghilang di balik pintu penthouse mewah David. Selama itu pula Val terus berdiri gelisah di hadapan David, sesekali melirik ke arah pintu seolah berharap wanita itu tiba-tiba kembali.Tanpa gadis itu sadari, David terus memperhatikannya sambil menahan senyum. Pria itu tahu betul Val sedang ketakutan. Bukan takut pada pekerjaannya, melainkan takut kalau tuannya akan melakukan sesuatu yang macam-macam terhadapnya, mengingat sekarang mereka hanya berdua di tempat seluas ini.‘Oh, dia sungguh manis sekali kalau sedang gelisah begitu. Lama-lama aku benar-benar tidak tahan untuk menciumnya,’ pikir David dalam hati.Namun, David buru-buru mengerjap. Walau sebesar apa pun keinginannya untuk semakin dekat dengan Val, ia tidak akan membiarkan nafsu menguasai dirinya. Ia tidak mau nanti Val malah semakin membencinya, apalagi sampai merasa kecewa kepadanya.Mungkin itu terdengar berlebihan. Tetapi entahlah, David sendiri tidak mengerti mengapa

  • Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif   Bab 30 - Belum Berakhir

    “Ini.”Val meletakkan gelas jus jeruk pesanan David di hadapannya dengan sedikit kasar. Gadis itu sudah lelah, kesabarannya juga telah terkuras habis. Ia sudah tidak sanggup lagi kalau harus berupaya menunjukkan sopan santun yang dipaksakan.David yang mendapati itu jelas menatap Val tajam. Alisnya sampai terangkat sebelah.“Di mana sopan santunmu?” protesnya. “Aku tidak akan menerimanya. Ulangi.”Val mendelik. “Tidak mau,” jawabnya ketus.“Berani membantah tuanmu? Ya sudah, kau tidak akan kuizinkan pulang kalau begitu,” ancam David.Val sempat menggeram tertahan dan mengepalkan tangan. Namun, pada akhirnya ia menghela napas pelan. Ya, mau tidak mau ia harus mengubur segala kekesalannya.Ia pun mengikuti permintaan David.Diambilnya kembali gelas jus jeruk dari atas meja, kemudian ia berbalik dan berjalan ke ruang tengah lagi. Tidak sampai masuk ke area dapur, ia hanya berhenti di depannya, sebelum kembali berjalan membawakan minuman David. Kali ini dengan lebih beretika, supaya David

  • Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif   Bab 29 - Dimulai Lagi

    Sore telah berganti malam. Hal yang tidak Val tunggu-tunggu pun akhirnya datang.Ya, kepulangan David.Sekarang pukul setengah tujuh malam. David baru saja masuk. Tanpa salam tanpa permisi, dia langsung melempar tas kerjanya asal, kemudian menjatuhkan tubuhnya ke sofa empuk ruang tamu. Kakinya dia tangkringkan ke atas meja. Tangannya terangkat, mengibas di udara seperti hendak memanggil seseorang.“Pelayanku yang menggemaskan, di mana kau? Kemari!” serunya lantang dengan nada yang sama sekali tidak bisa menyembunyikan keantusiasannya. Sepertinya sejak perjalanan pulang tadi dia memang sudah tidak sabar ingin kembali mengerjai Val.Val yang barusan disuruh berdiri tertib bersanding dengan Asnah di lorong pintu masuk, menggeram tertahan. Bahunya sempat turun lemas, sebelum akhirnya ia melangkah menghampiri tuannya yang menyebalkan itu.“Ya, aku di sini. Apa yang kau inginkan?” tanya Val judes.David meliriknya dengan sebelah mata yang terpejam. Namun, dia tidak memerintah lagi. Malah di

  • Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif   Bab 28 - Istirahat Sejenak

    Sepanjang sisa hari ini, kebanyakan hanya Val lalui dengan mondar-mandir sok sibuk. Padahal nyatanya ia tidak berbuat apa-apa.Oh! Ada satu pekerjaan yang benar-benar dilakukannya, sih. Yaitu membuang sampah ke area khusus yang ada di dekat lift.Sejujurnya, ini terasa melegakan. Segala kecemasan Val mengenai pekerjaannya yang kemungkinan akan begitu menyusahkannya ternyata justru berjalan sangat-sangat santai. Meskipun ia belum bisa langsung menyimpulkan itu sekarang, karena ia sadar pekerjaannya baru akan terasa berat ketika David pulang.Val menatap jam di dinding. Pukul tiga sore. Saat ini ia dan Asnah sedang duduk santai di ruangan istirahat khusus pelayan, yang tidak disangka-sangka lumayan mewah dengan fasilitas yang memadai. Di sini Val berhasil dibuat terkesan pada seorang David. Ya, ternyata pria itu betul-betul menghargai setiap pekerja di tempatnya.Menyaksikan Asnah begitu sibuk menonton televisi, lama-lama Val mulai bosan. Dari kecil ia hampir tidak pernah menonton telev

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status