Share

Bab 34 - Weekend

Author: Andriyani
last update publish date: 2026-09-17 22:54:02

Hari demi hari berlalu. Tak terasa, sudah hampir seminggu sejak Val mulai bekerja sebagai pelayan di penthouse David. Yang baginya terasa seperti berabad-abad, karena satu atau dua jam saja menghadapinya seperti bagai di neraka. David benar-benar begitu senang mempermainkannya, menguji batas emosinya, menguras mentalnya habis-habisan. Dan kalau Val kehilangan kesabaran, dia selalu menggunakan senjata andalannya, yaitu mengancam soal gaji Val yang bisa jadi hanya sebesar uang tip.

Untung
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif   Bab 35 - Salah Sangka

    Sementara David sudah asyik berendam di kolam renang besarnya, Val mengantarkan apa yang diminta pria itu. Menu sarapannya yang berupa sepiring kentang goreng, salad dan omelet, serta secangkir kopi hitam dan air mineral. Namun, wajahnya merah padam.Bukan, bukan karena ia salah tingkah menyaksikan pria itu bertelanjang dada, menunjukkan dada bidang serta otot-otot perutnya yang kotak-kotak menggoda. Bukan pula karena salah fokus menatap ke bagian bawahnya, yang hanya mengenakan celana renang ketat. Oke, sebenarnya itu lumayan berperan, kalau Val harus jujur.Namun, yang sebenarnya terjadi adalah, Val masih malu sekali dengan kejadian sebelumnya.Tadi ketika David baru memintanya untuk menemaninya berenang, ia kira pria itu memintanya untuk ikut berenang bersamanya. Makanya ia langsung murka.Namun, ternyata ia salah prasangka.“Memangnya ada yang salah dengan itu?” sahut David saat itu, setelah Val memekik tak terima seusai diminta menemaninya berenang. “Kau pelayanku! Maka kau harus

  • Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif   Bab 34 - Weekend

    Hari demi hari berlalu. Tak terasa, sudah hampir seminggu sejak Val mulai bekerja sebagai pelayan di penthouse David. Yang baginya terasa seperti berabad-abad, karena satu atau dua jam saja menghadapinya seperti bagai di neraka. David benar-benar begitu senang mempermainkannya, menguji batas emosinya, menguras mentalnya habis-habisan. Dan kalau Val kehilangan kesabaran, dia selalu menggunakan senjata andalannya, yaitu mengancam soal gaji Val yang bisa jadi hanya sebesar uang tip.Untung Val hanya bertemu dengannya di pagi dan malam hari saja. Entah bagaimana bila ia harus dihadapkan dengan pria itu selama seharian penuh. Mungkin ia bisa dilarikan ke rumah sakit karena hipertensi akut. Atau jangan-jangan malah langsung mati berdiri.Namun, di pagi hari yang cerah ini, ketika gadis itu sedang asyik menikmati satisfying-nya melakukan food prep, mempersiapkan bahan-bahan masakan untuk seminggu ke depan, ia mendadak teringat sesuatu.Ini hari Sabtu! Artinya, weekend telah

  • Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif   Bab 33 - Deep Talk

    Tok, tok, tok!Suara ketukan pelan terdengar dari arah pintu kamar Val. Gadis itu, yang baru beberapa menit lalu selesai mandi dan kini tengah mengelap rambut basahnya dengan handuk, menoleh seraya berjalan ke sana. Ia membukakan pintu, dan Kinar muncul di baliknya.“Kau belum tidur?” tanyanya basa-basi.Val menggeleng. “Aku baru saja mau menemuimu habis ini. Tapi kau sudah muncul duluan. Ada apa?”“Kau sendiri ada apa mau repot-repot menemuiku setelah seharian penuh bekerja?” Kinar malah balik bertanya. “Memangnya kau tidak lelah?”Val mencibir sambil berbalik melangkah dan duduk di depan meja rias, mulai menyisir rambut panjangnya.“Percayalah, tubuhku sama sekali tidak merasakan lelahnya bekerja di penthouse besar itu. Karena ternyata pekerjaanku cukup ringan,” jelas Val, tatapannya sedikit berapi-api kala memandang Kinar lewat pantulan cermin.“Tapi sebagai bayarannya, mentalku yang diuji habis-habisan. Sampai rasanya jiwaku mau keluar dari ragaku karena begitu frustrasi menghadap

  • Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif   Bab 32 - Hari yang Menguras Mental

    Val melempar tubuhnya ke atas ranjang empuk dalam kamarnya di unit G 21 AM. Rasanya ia lelah sekali hari ini, meskipun pekerjaannya bisa dibilang tidak menguras begitu banyak tenaga. Akan tetapi, David betul-betul berhasil mengikis habis energi mentalnya. Dan sejujurnya, capek mental lebih menyiksa daripada capek fisik. Setidaknya, itu menurut Val.Val melirik jam digital yang bertengger di atas nakas di sisi tempat tidur. Pukul sebelas lewat delapan malam. Val langsung mencibir.“Pria itu benar-benar kejam. Aku berangkat dari jam setengah enam pagi, dan jam segini baru diperbolehkan pulang. Sungguh pemerasan tenaga! Tidak manusiawi! Awas saja kalau aku tidak diberi gaji yang sepadan nanti, akan kuhancurkan seluruh isi penthouse mewahnya itu!” racau­nya setengah emosi, setengah mengantuk.Sejenak mata Val terpejam, mengingat kembali hal-hal terakhir yang harus dilaluinya hanya demi mendapatkan izin pulang.David mandi cukup lama, mungkin sekitar dua jam. Val menunggu di bawah, di ruan

  • Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif   Bab 31 - Jangan Macam-Macam, Tuan Muda!

    Sudah sekitar sepuluh menit sejak Asnah betul-betul menghilang di balik pintu penthouse mewah David. Selama itu pula Val terus berdiri gelisah di hadapan David, sesekali melirik ke arah pintu seolah berharap wanita itu tiba-tiba kembali.Tanpa gadis itu sadari, David terus memperhatikannya sambil menahan senyum. Pria itu tahu betul Val sedang ketakutan. Bukan takut pada pekerjaannya, melainkan takut kalau tuannya akan melakukan sesuatu yang macam-macam terhadapnya, mengingat sekarang mereka hanya berdua di tempat seluas ini.‘Oh, dia sungguh manis sekali kalau sedang gelisah begitu. Lama-lama aku benar-benar tidak tahan untuk menciumnya,’ pikir David dalam hati.Namun, David buru-buru mengerjap. Walau sebesar apa pun keinginannya untuk semakin dekat dengan Val, ia tidak akan membiarkan nafsu menguasai dirinya. Ia tidak mau nanti Val malah semakin membencinya, apalagi sampai merasa kecewa kepadanya.Mungkin itu terdengar berlebihan. Tetapi entahlah, David sendiri tidak mengerti mengapa

  • Pelayan Angkuh Kesayangan Tuan Muda Obsesif   Bab 30 - Belum Berakhir

    “Ini.”Val meletakkan gelas jus jeruk pesanan David di hadapannya dengan sedikit kasar. Gadis itu sudah lelah, kesabarannya juga telah terkuras habis. Ia sudah tidak sanggup lagi kalau harus berupaya menunjukkan sopan santun yang dipaksakan.David yang mendapati itu jelas menatap Val tajam. Alisnya sampai terangkat sebelah.“Di mana sopan santunmu?” protesnya. “Aku tidak akan menerimanya. Ulangi.”Val mendelik. “Tidak mau,” jawabnya ketus.“Berani membantah tuanmu? Ya sudah, kau tidak akan kuizinkan pulang kalau begitu,” ancam David.Val sempat menggeram tertahan dan mengepalkan tangan. Namun, pada akhirnya ia menghela napas pelan. Ya, mau tidak mau ia harus mengubur segala kekesalannya.Ia pun mengikuti permintaan David.Diambilnya kembali gelas jus jeruk dari atas meja, kemudian ia berbalik dan berjalan ke ruang tengah lagi. Tidak sampai masuk ke area dapur, ia hanya berhenti di depannya, sebelum kembali berjalan membawakan minuman David. Kali ini dengan lebih beretika, supaya David

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status