Home / Romansa / Pelayan Cantik Milik Tuan Muda / 164. Peleburan Dua Jiwa yang Panas

Share

164. Peleburan Dua Jiwa yang Panas

Author: CeliiCaaca
last update Last Updated: 2026-03-02 00:56:30

Diana kemudian meraih kedua tangan Daniel, dan menggenggamnya dengan jemari yang kini sudah tidak lagi gemetar.

Matanya menatap lekat ke dalam mata gelap pria itu, mencari sisa-sisa keraguan yang mungkin masih bersembunyi di sana.

“Daniel, tatap aku,” bisik Diana lembut. “Aku tidak peduli pada gedung Ars Group. Aku tidak peduli pada koleksi mobilmu atau berapa banyak angka di dalam rekeningmu. Aku di sini bukan karena itu semua.”

“Semua orang menginginkan sesuatu dariku, Diana. Ibuku, Kenny, ba
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pelayan Cantik Milik Tuan Muda   171. Sebuah Peringatan Kecil

    Aroma kue bolu yang baru matang masih tertinggal di udara dapur, memberikan sensasi hangat yang kontras dengan dinginnya lantai marmer di luar.Daniel baru saja naik ke lantai atas untuk membersihkan sisa-sisa tepung di tubuh dan wajahnya, meninggalkan Diana yang kini sibuk merapikan loyang-loyang kosong.Angela masuk dengan langkah tenang, tangannya cekatan membantu Diana memindahkan kue yang sudah dingin ke atas piring saji. Pelayan senior itu melirik Diana dengan senyum yang sulit diartikan, campuran antara kekaguman dan rasa haru.“Baru kali ini aku melihat dapur ini berantakan karena tawa, bukan karena bentakan,” suara Angela memecah keheningan.Diana tersipu sambil menyeka noda tepung terakhir di meja. “Tadi itu hanya ... kecelakaan kecil, Mbak. Tuan Daniel sepertinya terlalu bersemangat mengocok adonan.”“Kecelakaan yang indah, Diana,” sahut Angela sembari meletakkan serbet.“Selama dua puluh tahun aku bekerja di rumah ini, Tuan Muda Daniel selalu menganggap dapur sebagai area

  • Pelayan Cantik Milik Tuan Muda   170. Tragedi di Dapur

    Mobil sedan perak Daniel berhenti di depan lobi tepat pukul tujuh malam. Ia melangkah keluar dengan bahu yang tampak lebih merosot dari biasanya.Beban dari sabotase sistem perusahaan oleh Kenny dan ancaman tersembunyi dari ibunya terasa seperti batu besar yang mengikat lehernya.Ia melepas dasinya di lorong dan membiarkannya tergantung lepas, lalu berjalan melewati pintu ruang kerja pribadinya tanpa menoleh.Langkah kakinya justru membawanya ke arah sayap kiri rumah, tempat aroma manis mentega dan vanila mulai tercium.Daniel berhenti di ambang pintu dapur. Di sana, di bawah cahaya lampu gantung yang kuning hangat, Diana sedang sibuk dengan celemek putihnya. Rambutnya diikat asal, dan ada noda tepung di pipi kirinya.“Kamu pulang lebih awal lagi,” ucap Diana sambil menoleh ke arah Daniel dan tersenyum tipis padanya.Daniel menyandarkan bahunya di bingkai pintu, lalu memerhatikan gerakan tangan Diana yang sedang mengayak tepung. “Aku lelah dengan angka dan layar monitor. Aku butuh ses

  • Pelayan Cantik Milik Tuan Muda   169. Rahasia di Balik Amarah

    Lantai dasar gedung Ars Group terasa seperti ruang bawah tanah yang pengap bagi Kenny.Seharian ia dipaksa duduk di sebuah kubikel sempit yang berbau kertas lama, dikelilingi oleh staf administrasi junior yang bisik-bisiknya terdengar seperti dengungan lebah yang mengejek.Harga dirinya hancur berkeping-keping saat ia harus mengantre di mesin fotokopi, sementara manajer tingkat menengah yang biasanya membungkuk hormat padanya kini sengaja memalingkan muka.Malam itu, dengan amarah yang mendidih di bawah kulitnya, Kenny mendobrak pintu kediaman pribadi Manda. Ia tidak peduli pada asisten rumah tangga yang mencoba menghalanginya. Ia butuh jawaban.“Mama! Kita harus bicara!” teriak Kenny saat melihat Manda sedang duduk tenang menyesap anggur merah di ruang tengah.Manda meletakkan gelas kristalnya, matanya menatap Kenny dengan ketidaksukaan yang nyata.“Lihat dirimu, Kenny. Berantakan dan tidak berwibawa. Apa ini caramu menunjukkan pada Daniel bahwa kamu layak kembali ke kursi direktur?”

  • Pelayan Cantik Milik Tuan Muda   168. Kejatuhan sang Pewaris Palsu

    Pintu ganda ruang kerja CEO terbuka dengan hantaman keras saat dua petugas keamanan menyeret Kenny masuk.Kenny menyentakkan bahunya, melepaskan diri dari pegangan petugas dengan wajah yang memerah karena marah sekaligus angkuh.Ia merapikan kemejanya, lalu berjalan santai menuju kursi di depan meja Daniel seolah-olah ia masih memiliki kuasa di gedung ini.Daniel berdiri di balik mejanya, memunggungi ruangan sambil menatap pemandangan kota dari balik kaca besar. Suasana di dalam ruangan itu begitu sunyi hingga suara detak jam dinding terdengar seperti dentuman.“Duduk, Kenny,” ucap Daniel tanpa menoleh, dengan nada yang rendah, namun mengandung ancaman yang nyata.Kenny justru tertawa kecil, lalu menjatuhkan dirinya ke kursi empuk itu dan menyilangkan kaki.“Wah, sambutan yang sangat dramatis, Kak. Ada apa? Apa sistem keamananmu yang payah itu sedang bermasalah lagi? Jangan salahkan aku kalau teknisimu tidak becus kerja.”Daniel berbalik perlahan kemudian meletakkan sebuah map hitam d

  • Pelayan Cantik Milik Tuan Muda   167. Perang Digital dan Sabotase

    Pagi itu, atmosfer di kantor pusat Ars Group tidak lagi sekadar tegang, melainkan mencekam.Daniel baru saja tiba dengan kemeja yang sedikit berantakan setelah semalaman menjaga Diana yang masih terguncang akibat sabotase rem mobil.Namun, sebelum dia sempat menyesap kopi pertamanya, Hardy menerjang masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu. Wajah asisten kepercayaannya itu pucat pasi.“Tuan, kita punya masalah besar. Sistem pusat keuangan kita sedang diserang dari dalam,” lapor Hardy dengan suara yang bergetar.Daniel segera berdiri, rasa kantuknya hilang seketika. “Apa maksudmu dari dalam? Siapa yang punya akses sedalam itu selain aku dan dewan direksi?”“Seseorang menggunakan protokol akses lama yang seharusnya sudah dideaktivasi kemarin sore. Mereka menghapus tiga draf kontrak kerja sama dengan konsorsium Eropa yang akan ditandatangani siang ini, Tuan. Bukan hanya itu, arus kas keluar untuk vendor utama dialihkan ke rekening bodong,” jelas Hardy sembari menunjukkan tabletnya.Danie

  • Pelayan Cantik Milik Tuan Muda   166. Teror di Balik Kemudi

    Ban mobil SUV itu melindas kerikil di halaman depan rumah utama Arsenio dengan suara berderit pelan.Daniel melepaskan genggaman tangannya dari jemari Diana, tatapannya yang semula hangat seketika berubah menjadi waspada saat melihat mobil ibunya terparkir di ujung jalan.“Masuklah lewat pintu samping, Diana. Jangan bicara dengan siapa pun kecuali Angela,” perintah Daniel datar.“Aku akan baik-baik saja, Daniel. Aku hanya akan kembali ke rutinitas dapur,” jawab Diana mencoba menenangkan.Namun, ketenangan itu hanya bertahan dua jam. Saat Daniel sedang terkunci di ruang kerjanya untuk memeriksa laporan keuangan yang berantakan, asisten pribadi Manda, seorang wanita paruh baya bernama Ratna, mendatangi Diana di area dapur.“Diana, Nyonya Manda meminta barang-barang dari butik di pusat kota diambil sekarang. Supir sedang sakit, dan ini mendadak,” ucap Ratna tanpa ekspresi.Diana mengernyit. “Kenapa saya? Ada banyak staf lain di sini,” ucapnya kemudian.“Nyonya hanya percaya kamu untuk ur

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status