author-banner
CeliiCaaca
CeliiCaaca
Author

Novels by CeliiCaaca

Pengantin Pengganti sang Duke Kejam

Pengantin Pengganti sang Duke Kejam

Demi menyelamatkan keluarganya dari tiang gantungan karena sang kakak yang melarikan diri tepat di malam pernikahannya, si bungsu yang terabaikan, Lady Elara von Astley, dipaksa mengenakan cadar pengantin sang kakak. Dia harus menikah dengan pria paling ditakuti: Duke Valerius von Drakenhoff, sang "Monster dari Utara" yang terkenal kejam dan tak mengenal ampun. Valerius tahu bahwa wanita di hadapannya adalah sebuah kepalsuan. Dia bersumpah akan menjadikan hidup Elara seperti neraka sebagai pembalasan dendam atas penipuan yang dilakukan Astley padanya!
Read
Chapter: 343. Keluhan Ksatria di Atas Meja Kerja
"Demi dewa-dewa di langit Utara, apa-apaan semua perkamen sialan ini?!" gerutu Hans, tangannya yang terbiasa menggenggam hulu pedang kini gemetar menunjuk tumpukan kertas di atas meja.Di ruang kerja utama yang kini diterangi cahaya matahari pagi yang hangat, Hans berdiri terpaku di depan meja kayu ek tua milik mendiang Duke.Mulutnya menganga lebar melihat betapa banyaknya tumpukan dokumen logistik militer, laporan upeti perbatasan, dan laporan pajak wilayah yang harus dia pelajari serta tanda tangani sebagai kepala pengawal baru klan Drakenhoff.Ksatria bertubuh kekar itu mulai menggerutu kasar, raut wajahnya tampak jauh lebih menderita daripada saat dirinya dikepung oleh tiga prajurit bayaran di lereng Puncak Hitam."Aku jauh lebih senang menghunus pedang besi ini untuk membelah kepala para musuh di medan perang sampai hancur, daripada harus memicingkan mata membaca deretan tulisan kerdil di perkamen sialan itu, Yang Mulia!" protes Hans jujur, menatap Elara dengan pandangan memelas
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: 342. Kenangan dan Harapan Baru
Berdiri di dekat kursi kebesaran, Elara kini sepenuhnya mengerti dan memahami realitas sejarah yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh suaminya.Informasi dari Vane semalam laksana kunci yang membuka mata batinnya; selama ini Valerius bertahan hidup di tengah penderitaan yang luar biasa.Pria itu memikul beban kutukan tubuh akibat sihir hitam Isolde, ancaman konspirasi dari dalam benteng, serta dendam politik kesumat dari mendiang pamannya, Lord Gabriel, yang haus akan takhta Utara.Elara merindukan kehadiran sosok suaminya dengan sangat hebat hingga dadanya terasa ngilu. Kerinduan itu datang secara mendadak, menghantam rongga dadanya laksana hantaman gada besi, memicu rasa sakit fisik yang nyata.Namun, ia sadar apalah daya manusia di hadapan takdir yang telah digariskan oleh para leluhur di dasar Jurang Hijau. Semuanya kini hanya bisa dia simpan rapat-rapat sebagai kenangan terindah dalam lembaran hidupnya."Elara, draf hukum dari Penasihat Vane sudah siap. Aula dewan sudah d
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: 341. Nostalgia di Ruang Kerja yang Kosong
Di pagi harinya yang cerah namun dingin, Elara melangkah masuk kembali ke dalam ruang kerja utama Duke yang bernuansa kayu ek tua.Saat aroma minyak wangi pinus dan minyak cuka medis khas milik Valerius menyapa indra penciumannya, ia tersenyum lirih sendirian di dekat meja besar.Elara berjalan mengitari ruangan, bernostalgia dan mengenang kembali momen-momen jaman dulu saat dirinya dan Valerius sering kali terlibat dalam perdebatan-perdebatan kecil yang sengit di ruangan ini hanya karena sikap Valerius yang sengaja bertindak menjengkelkan untuk menarik perhatiannya.Setiap sudut ruangan seolah memutar kembali bayangan tawa tersembunyi dan tatapan tajam sang Duke yang kini telah tiada di medan laga Puncak Hitam."Apa kau ingin aku memindahkan seluruh draf hukum adat ini ke rak samping, Duchess?" tanya Lyra yang berjalan di belakangnya, membawa baki berisi teh herbal hangat.Elara menggeleng perlahan, matanya terpaku pada sebuah kursi kulit besar di balik meja."Jangan diubah, Lyra. Bi
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: 340. Aliansi Empat Pelindung
Lyra mempererat rangkulannya, mengingatkan Elara dengan nada tegas bahwa dia tidak akan pernah sendirian dalam memikul beban berat klan ini; di belakang punggungnya, ada barisan sekutu yang siap menjadi perisai hidup dari setiap intrik kotor bangsawan konservatif."Biarkan para serigala tua itu menggonggong di aula sidang, Elara. Mereka melupakan bahwa fondasi Drakenhoff tidak dibangun oleh dinding batu, melainkan oleh orang-orang yang menjaga kesetiaannya," Lyra menegaskan dengan artikulasi yang jernih."Di belakangmu, aku yang akan mengurus seluruh lalu lintas administrasi dan surat dagang Selatan, Tabib Kael yang senantiasa menjaga kesehatan fisik serta janin di kandunganmu, Hans yang siap mengomandoi barisan ksatria garda depan, serta Penasihat Vane yang akan menavigasi setiap celah hukum kerajaan agar takhta Anda tidak tersentuh.""Empat pilar pelindung," gumam Elara, seulas senyum kepercayaan diri mulai mengikis sisa-sisa duka di wajahnya. "Valerius meninggalkan orang-orang terb
Last Updated: 2026-06-07
Chapter: 339. Janji Elara
Di tengah malam yang teramat sunyi dan dingin, Elara berdiri seorang diri di balkon kamarnya yang menghadap langsung ke arah hamparan pegunungan Utara yang diselimuti salju murni.Angin malam berembus memainkan helai rambutnya yang hitam, membiarkan rasa beku yang ekstrem menyentuh permukaan kulit pipinya yang pucat. Ia menatap ke langit bertabur bintang seolah-olah dirinya tengah berbincang langsung dengan jiwa Valerius yang tak kasat mata di atas sana."Aku tidak akan membiarkan dinding pertahanan yang kau bangun dengan darah ini runtuh oleh ketakutan, Valerius," bisik Elara, suaranya halus laksana desau angin yang menyapu permukaan danau es.Dengan suara yang sangat lembut namun sarat akan ketegasan, Elara berbisik kepada sang malam, berjanji bahwa dia akan meneruskan segala hal besar yang sudah Valerius rintis untuk kemajuan Drakenhoff.Ia merenungkan bahwa kematian suaminya, meski sangat menyakitkan dan meninggalkan lubang besar di hatinya, adalah sebuah pengorbanan terindah. Lew
Last Updated: 2026-06-07
Chapter: 338. Topeng Masa Lalu Sang Duke
"Jika Beliau bersikap manis saat itu, faksi paman kandungnya akan langsung mengirimkan racun kelumpuhan ke dalam cangkir susu Anda, Yang Mulia," Vane menambahkan, jemari tuanya mengusap pinggiran meja kayu ek dengan raut wajah yang kian serius.Mendengar gumaman Elara yang sarat akan kenangan pahit masa lalu, Vane terkekeh pelan dengan nada penuh nostalgia jaman dulu yang sempat menghiasi masa-masa sulit pendirian takhta.Penasihat hukum senior itu meluruskan sejarah kelam tersebut, membalik lembaran ingatan yang selama ini terkunci rapat di balik dinding-dinding kokoh Drakenhoff.Ia menjelaskan bahwa sikap kejam dan dingin Valerius di masa awal hanyalah sebuah akting luar biasa dan sandiwara taktis di hadapan paman serta bibinya yang licik dan selalu mengintai takhta utama."Maksudmu... Lord Gabriel dan Lady Beatrice?" tanya Elara, matanya melebar saat potongan puzzle konspirasi istana itu mulai menempati ruang logikanya."Tepat sekali, Duchess," sahut Vane, mengangguk perlahan seray
Last Updated: 2026-06-07
Terpikat Pesona Ayah Temanku

Terpikat Pesona Ayah Temanku

Alessia, 21 tahun, tak pernah membayangkan satu malam di pesta sahabatnya akan mengubah segalanya. Di balik dentuman musik dan cahaya temaram, ia bertemu pria matang yang memikatnya sejak pandangan pertama—Leonardo, ayah sahabatnya sendiri. Setiap tatapan tajam dan senyum tenang dari pria berusia 43 tahun itu membuat Alessia gugup sekaligus terjerat dalam pesona berbahaya. Perlahan, godaan berubah menjadi hasrat, dan kehadiran Leonardo menjadi candu yang sulit ia lepaskan. Namun, tepat saat hubungan terlarang itu mulai bersemi, masa lalu terungkap bak badai—mengguncang segalanya dan memaksa Alessia memilih antara cinta atau kehancuran. Mampukah keduanya melawan takdir atau justru menyerah pada luka yang tak pernah sembuh?
Read
Chapter: THE END
Tiga bulan pertama pernikahan mereka seharusnya menjadi masa transisi yang tenang, di mana Rafael fokus memperkuat fondasi GRB-Enterprises dan Gabby kembali mengelola jaringan restorannya.Namun, alam semesta tampaknya memiliki rencana percepatan untuk keluarga kecil ini.Pagi itu, suasana di kediaman Deveroux yang biasanya teratur berubah menjadi sedikit kacau.Gabby sudah menghabiskan waktu dua puluh menit di dalam kamar mandi utama, suara mualnya terdengar samar hingga ke telinga Rafael yang sedang merapikan dasi di depan cermin.Rafael terdiam, tangannya membeku. Ingatannya melayang pada cerita Gabby tentang masa-masa sulitnya saat mengandung Bianca sendirian di London.“Gabby? Kau baik-baik saja?” Rafael mengetuk pintu dengan cemas.Pintu terbuka pelan. Gabby muncul dengan wajah pucat, namun matanya berbinar dengan cara yang sulit dijelaskan.Di tangannya, dia menggenggam sebuah benda plastik kecil. Tanpa berkata-kata, ia menyerahkannya pada Rafael.Dua garis merah. Tegas dan jel
Last Updated: 2026-02-08
Chapter: 232. Kebahagiaan yang Hakiki
Pulau pribadi keluarga Deveroux di perairan Kepulauan Seribu menjadi saksi bisu berakhirnya badai delapan tahun yang lalu.Air laut yang biru jernih berkilau di bawah sinar matahari pagi, berpadu dengan dekorasi serba putih yang melilit pilar-pilar kayu ulin di tepi pantai.Tidak ada media, tidak ada kolega bisnis yang datang demi kepentingan politik, hanya keluarga inti dan segelintir sahabat yang menjadi saksi penyatuan kembali dua jiwa yang sempat hancur.Momen yang paling dinantikan tiba saat musik organ mulai mengalun lembut, memainkan melodi yang syahdu. Pintu besar paviliun terbuka, memperlihatkan Bianca yang berjalan lebih dulu.Gadis kecil itu tampak seperti malaikat dalam balutan gaun tutu putih dengan aksen mutiara dan mahkota bunga melati di kepalanya.Dia membawa kotak cincin beludru dengan langkah yang sangat bangga, sesekali melambai ke arah Rafael yang sudah berdiri di altar dengan setelan tuksedo hitam yang sempurna.Lalu, suasana menjadi sunyi saat sosok Gabriella mu
Last Updated: 2026-02-08
Chapter: 231. Bianca the Big Boss
Dua bulan telah berlalu sejak operasi besar yang hampir merenggut nyawa Rafael.Langit sore itu tampak bersih, memantulkan cahaya matahari pada dinding kaca gedung perkantoran baru di kawasan bisnis bergengsi.Di depan lobi gedung tersebut, sebuah papan nama minimalis namun elegan terpahat: GRB-Enterprises.Nama itu bukan sekadar singkatan; itu adalah simbol dari tiga nyawa yang kini menjadi pusat semesta Rafael: Gabriella, Rafael, dan Bianca.Setelah secara resmi melepaskan nama besar Dirgantara, Rafael benar-benar memulai hidupnya dari titik nadir.Dia meninggalkan kemewahan penthouse-nya, mengembalikan mobil-mobil sport miliknya, dan menutup semua akses rekening yang terhubung dengan R-Corp.Dia keluar dari rumah sakit bukan sebagai putra mahkota sebuah dinasti, melainkan sebagai seorang pria yang hanya memiliki harga diri dan cinta di pundaknya.Namun, membangun bisnis dari nol tidak semudah membalik telapak tangan, terutama di bawah pengawasan ketat Leonardo Deveroux.Di ruang ke
Last Updated: 2026-02-08
Chapter: 230. Melepaskan Semuanya
Bau antiseptik yang tajam kini bercampur dengan ketegangan yang menyesakkan di koridor lantai khusus ICU. Dokter spesialis bedah saraf terbaik yang didatangkan Leonardo baru saja keluar dengan gurat wajah yang sangat serius.Penjelasannya singkat namun menghancurkan: pendarahan di bekas luka lama telah menekan saraf pusat. Operasi ulang adalah satu-satunya jalan, namun risikonya sangat fatal.“Peluang keberhasilannya adalah 50:50,” ujar dokter itu dengan nada datar. “Jika gagal, Tuan Rafael mungkin tidak akan pernah bangun lagi, atau mengalami kelumpuhan permanen.”Gabby merasa kakinya lemas, ia nyaris ambruk jika Alessia tidak mendekapnya. Namun, di tengah keputusasaan itu, seorang perawat keluar dan mengatakan bahwa Rafael ingin bertemu dengan Leonardo Deveroux. Sendirian.Di dalam ruang isolasi yang dingin, Rafael terbaring dengan berbagai alat penunjang hidup.Napasnya pendek, namun matanya terbuka, menatap langit-langit dengan kesadaran yang dipaksakan. Saat pintu terbuka dan Leo
Last Updated: 2026-02-08
Chapter: 229. Kondisi yang Membuat Leonardo sedikit Luluh
Hari-hari berikutnya setelah amukan Leonardo di aula besar menjadi periode yang paling sunyi sekaligus paling tegang dalam sejarah kediaman Deveroux.Rafael, yang menyadari bahwa kekuatan finansial dan kemarahan tidak akan mampu meruntuhkan benteng pertahanan Leonardo, mengubah taktiknya menjadi “serangan lembut”.Dia tidak lagi datang dengan pengawal atau tuntutan hukum, melainkan dengan kerendahan hati yang tidak pernah dibayangkan oleh siapa pun dari seorang Dirgantara.Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar naik, sebuah kiriman tiba di gerbang utama.Bunga peony putih langka yang sangat segar untuk Alessia, bunga kesukaannya yang hanya tumbuh di dataran tinggi tertentu dan satu kotak cerutu Cohiba Behike yang sudah tidak diproduksi lagi untuk Leonardo.Setiap kiriman disertai kartu kecil dengan tulisan tangan Rafael yang rapi namun tegas: “Aku tidak meminta harta Anda, aku hanya meminta kesempatan untuk menjadi ayah yang baik.”Alessia mulai luluh. Dia sering menatap bunga-bung
Last Updated: 2026-02-08
Chapter: 228. Kemarahan Leonardo
Pagi itu, sinar matahari yang hangat menyapu halaman depan kediaman Deveroux, menciptakan pemandangan yang seharusnya menjadi potret kedamaian.Rafael sedang berdiri di dekat air mancur, menggendong Bianca yang tertawa riang sambil menceritakan tentang proyek sains sekolahnya.Rafael menatap putrinya dengan binar mata yang penuh pemujaan, sementara Bianca melingkarkan lengan mungilnya di leher sang ayah, merasa benar-benar aman untuk pertama kalinya.Namun, kedamaian itu pecah berkeping-keping saat suara deru mesin mobil Mercedes-Maybach hitam berhenti mendadak di depan gerbang. Pintu terbuka bahkan sebelum mobil berhenti sempurna.Leonardo Deveroux melangkah keluar dengan aura yang sanggup membekukan udara di sekitarnya. Tongkatnya yang berujung perak menghantam aspal dengan bunyi dentuman yang mengancam.Leonardo seharusnya masih berada di Singapura untuk pertemuan dewan direksi selama tiga hari lagi.Namun, laporan dari intelijen pribadinya tentang apa yang terjadi di paviliun sema
Last Updated: 2026-02-08
Pelayan Cantik Milik Tuan Muda

Pelayan Cantik Milik Tuan Muda

Diana tak pernah menyangka hidupnya bisa terjun secepat itu. Dia dikeluarkan dari restoran karena kontraknya tidak diperpanjang. Terdesak kebutuhan, dia menerima pekerjaan di sebuah rumah megah milik Daniel Arsenio—tuan muda kaya raya yang baru saja ditinggal tunangan dan kehilangan seluruh selera hidup. Daniel dingin, temperamental, dan sulit dipuaskan. Diana hampir dipecat di hari pertamanya bekerja, hingga Daniel mengusulkan sesuatu yang akan mengubah hidupnya-jadi pemuas nafsunya. Di antara perintah, desahan, dan batas yang kabur, Diana terjebak dalam permainan berbahaya. Daniel hanya ingin pelampiasan, tapi kenapa tatapannya seolah mulai menginginkan lebih? Ketika hasrat berubah menjadi candu, dan candu berubah menjadi sesuatu yang tak seharusnya tumbuh, siapa yang akhirnya akan menyerah?
Read
Chapter: 201. Our Happy Ending - Tamat
Dua minggu kemudian.Taman belakang kediaman Arsenio telah disulap menjadi ruang yang sangat privat dan hangat. Tidak ada panggung tinggi, tidak ada deretan kursi emas yang berlebihan.Hanya ada sebuah altar kayu sederhana yang dihiasi bunga lili putih segar dan beberapa kursi kayu yang diatur melingkar untuk para tamu yang tidak lebih dari dua puluh orang.Langit senja Jakarta yang berwarna jingga keunguan memberikan pencahayaan alami yang jauh lebih indah daripada lampu studio mana pun.Daniel berdiri di depan pendeta, mengenakan setelan tuksedo hitam yang dijahit sempurna.Tangannya terlipat di depan tubuh, namun jemarinya terus bergerak gelisah, sebuah tanda gugup yang jarang ia tunjukkan. Saat musik dawai mulai mengalun lembut, pintu kaca besar menuju taman terbuka.Diana muncul dengan gaun sutra berwarna putih gading yang mengalir indah, cukup longgar untuk menyembunyikan sedikit tonjolan di perutnya namun tetap memperlihatkan keanggunannya.Ia tidak didampingi siapa pun, berjal
Last Updated: 2026-03-15
Chapter: 200. Debat Kecil Sebelum Pernikahan
Lampu gantung di ruang kerja Daniel masih menyala terang meski jarum jam sudah melewati pukul sebelas malam.Di atas meja jati yang luas, tumpukan katalog vendor pernikahan mewah, mulai dari dekorasi bunga impor hingga daftar gedung hotel bintang lima berserakan.Daniel berdiri di depan jendela, menatap refleksi dirinya sendiri, sementara Diana duduk di sofa dengan wajah yang tampak lelah namun keras kepala.“Ini bukan sekadar perayaan, Diana. Ini adalah pernyataan,” ucap Daniel tanpa berbalik.“Dunia harus tahu siapa kamu. Aku ingin mereka melihat bahwa Nyonya Arsenio yang baru adalah wanita yang terhormat, bukan sekadar bayangan di rumah ini.”Diana mengembuskan napas panjang, lalu meletakkan katalog katering yang baru saja dibacanya. “Dan untuk menunjukkan itu, kita harus mengundang seribu orang yang bahkan tidak mengenal kita secara pribadi? Untuk apa, Daniel? Untuk sorotan kamera paparazzi?”Daniel berbalik, langkah kakinya terdengar mantap di atas lantai kayu saat ia mendekati D
Last Updated: 2026-03-15
Chapter: 199. Pengakuan Diana
“Daniel, aku ….” Diana tercekat. “Aku takut.”“Takut apa?” Daniel mengernyit, tangannya turun menggenggam jemari Diana yang bebas. “Apa Manda menghubungi lagi? Atau orang-orang Kenny?”“Bukan. Ini tentang kita,” suara Diana pecah.“Tentang masa depan rumah ini. Daniel, kamu baru saja mendapatkan ketenanganmu. Kamu baru saja membuang orang-orang yang mengkhianatimu. Aku takut ... aku takut kehadiranku hanya akan mengingatkanmu pada kekacauan itu.”Daniel terdiam seraya menatap Diana dengan tatapan yang sulit diartikan. “Kenapa kamu bicara begitu? Kamu adalah alasan aku tetap waras, Diana.”“Tapi aku hanya seorang pelayan, Daniel! Di mata dunia, aku tidak pantas berada di sini. Dan jika ... jika ada sesuatu yang berubah di antara kita, aku takut kamu akan menyesal telah memilihku.”“Apa yang berubah, Diana? Bicara yang jelas!” Daniel mulai tidak sabar, namun ia tetap berusaha menahan suaranya agar tidak membentak.Diana menarik napas dalam-dalam, keberaniannya terkumpul di titik nadir.
Last Updated: 2026-03-15
Chapter: 198. Garis Merah di Pagi Hari
Tiga bulan telah berlalu sejak badai di kediaman Arsenio mereda. Rumah besar itu kini terasa lebih hangat, meskipun bayang-bayang masa lalu terkadang masih melintas di sudut-sudut koridor yang sepi.Pagi itu, cahaya matahari menembus gorden kamar utama, namun Diana tidak menyambutnya dengan senyuman seperti biasa.Ia berlari kecil menuju kamar mandi, menekan dadanya yang terasa sesak. Suara muntah yang payah bergema di dalam ruangan yang didominasi marmer putih itu.Diana berpegangan erat pada pinggiran wastafel, napasnya tersengal, sementara peluh dingin membasahi pelipisnya.“Lagi,” gumamnya lirih sembari membasuh mulutnya dengan air dingin.Ia menatap pantulan dirinya di cermin. Wajahnya sedikit lebih pucat dari biasanya. Selama dua minggu terakhir, tubuhnya terasa sangat tidak bersahabat.Awalnya ia mengira ini hanyalah dampak dari kelelahan karena membantu Daniel merapikan administrasi rumah tangga dan yayasan yang sempat terbengkalai. Namun, frekuensi mual ini terlalu teratur un
Last Updated: 2026-03-14
Chapter: 197. Bukan Seorang Monster
Jam dinding di kamar utama menunjukkan pukul sepuluh malam. Keheningan yang menyelimuti kediaman Arsenio malam ini terasa berbeda, bukan lagi keheningan yang mencekam karena rahasia, melainkan kesunyian yang lapang namun sedikit asing.Daniel berdiri di dekat jendela besar yang menghadap ke taman belakang, memegang segelas air putih, bukan lagi wiski.Diana masuk setelah menutup pintu dengan pelan. Ia sudah mengganti pakaiannya dengan gaun tidur sutra yang sederhana. Ia mendekat, lalu melingkarkan lengannya di pinggang Daniel dari belakang, menyandarkan pipinya pada punggung pria itu.“Semuanya sudah berangkat, Daniel,” bisik Diana. “Hardy baru saja mengirim pesan. Pesawat mereka sudah lepas landas satu jam yang lalu.”Daniel mengembuskan napas panjang, bahunya yang sejak tadi tegang perlahan merosot. “Akhirnya. Rumah ini terasa benar-benar milikku sekarang. Tapi rasanya masih sangat aneh.”Diana melepaskan pelukannya dan berpindah ke samping Daniel, menatap wajah pria itu dari sampin
Last Updated: 2026-03-14
Chapter: 196. Keadilan dalam Pengasingan
Kantor notaris itu terletak di lantai paling atas sebuah gedung pencakar langit di pusat Sudirman. Ruangannya didominasi oleh panel kayu gelap dan kaca besar yang memperlihatkan hiruk-pikuk Jakarta di bawah sana.Daniel duduk di kursi kulit yang kaku, menatap tumpukan berkas di atas meja mahoni. Di seberangnya, Notaris senior keluarga Arsenio, Pak Hendra, membersihkan kacamatanya dengan gerakan lambat yang menambah ketegangan di ruangan itu.“Anda yakin dengan nominal ini, Tuan Daniel?” tanya Pak Hendra sembari menyodorkan draf akhir. “Secara hukum, setelah pengakuan pembunuhan dan bukti DNA itu, Anda bisa saja membuat mereka tidak mendapatkan sepeser pun.”Daniel mengambil pulpen logamnya, memainkannya di antara jemari. “Aku tahu, Pak Hendra. Tapi aku tidak ingin mereka mati kelaparan di negeri orang lalu mencoba kembali ke sini untuk mengemis atau memeras. Berikan mereka aset di Kanada dan apartemen kecil di pinggiran Toronto. Itu cukup untuk hidup layak, tapi tidak cukup untuk memb
Last Updated: 2026-03-14
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status