author-banner
CeliiCaaca
CeliiCaaca
Author

Novels by CeliiCaaca

Terpikat Pesona Ayah Temanku

Terpikat Pesona Ayah Temanku

Alessia, 21 tahun, tak pernah membayangkan satu malam di pesta sahabatnya akan mengubah segalanya. Di balik dentuman musik dan cahaya temaram, ia bertemu pria matang yang memikatnya sejak pandangan pertama—Leonardo, ayah sahabatnya sendiri. Setiap tatapan tajam dan senyum tenang dari pria berusia 43 tahun itu membuat Alessia gugup sekaligus terjerat dalam pesona berbahaya. Perlahan, godaan berubah menjadi hasrat, dan kehadiran Leonardo menjadi candu yang sulit ia lepaskan. Namun, tepat saat hubungan terlarang itu mulai bersemi, masa lalu terungkap bak badai—mengguncang segalanya dan memaksa Alessia memilih antara cinta atau kehancuran. Mampukah keduanya melawan takdir atau justru menyerah pada luka yang tak pernah sembuh?
Read
Chapter: THE END
Tiga bulan pertama pernikahan mereka seharusnya menjadi masa transisi yang tenang, di mana Rafael fokus memperkuat fondasi GRB-Enterprises dan Gabby kembali mengelola jaringan restorannya.Namun, alam semesta tampaknya memiliki rencana percepatan untuk keluarga kecil ini.Pagi itu, suasana di kediaman Deveroux yang biasanya teratur berubah menjadi sedikit kacau.Gabby sudah menghabiskan waktu dua puluh menit di dalam kamar mandi utama, suara mualnya terdengar samar hingga ke telinga Rafael yang sedang merapikan dasi di depan cermin.Rafael terdiam, tangannya membeku. Ingatannya melayang pada cerita Gabby tentang masa-masa sulitnya saat mengandung Bianca sendirian di London.“Gabby? Kau baik-baik saja?” Rafael mengetuk pintu dengan cemas.Pintu terbuka pelan. Gabby muncul dengan wajah pucat, namun matanya berbinar dengan cara yang sulit dijelaskan.Di tangannya, dia menggenggam sebuah benda plastik kecil. Tanpa berkata-kata, ia menyerahkannya pada Rafael.Dua garis merah. Tegas dan jel
Last Updated: 2026-02-08
Chapter: 232. Kebahagiaan yang Hakiki
Pulau pribadi keluarga Deveroux di perairan Kepulauan Seribu menjadi saksi bisu berakhirnya badai delapan tahun yang lalu.Air laut yang biru jernih berkilau di bawah sinar matahari pagi, berpadu dengan dekorasi serba putih yang melilit pilar-pilar kayu ulin di tepi pantai.Tidak ada media, tidak ada kolega bisnis yang datang demi kepentingan politik, hanya keluarga inti dan segelintir sahabat yang menjadi saksi penyatuan kembali dua jiwa yang sempat hancur.Momen yang paling dinantikan tiba saat musik organ mulai mengalun lembut, memainkan melodi yang syahdu. Pintu besar paviliun terbuka, memperlihatkan Bianca yang berjalan lebih dulu.Gadis kecil itu tampak seperti malaikat dalam balutan gaun tutu putih dengan aksen mutiara dan mahkota bunga melati di kepalanya.Dia membawa kotak cincin beludru dengan langkah yang sangat bangga, sesekali melambai ke arah Rafael yang sudah berdiri di altar dengan setelan tuksedo hitam yang sempurna.Lalu, suasana menjadi sunyi saat sosok Gabriella mu
Last Updated: 2026-02-08
Chapter: 231. Bianca the Big Boss
Dua bulan telah berlalu sejak operasi besar yang hampir merenggut nyawa Rafael.Langit sore itu tampak bersih, memantulkan cahaya matahari pada dinding kaca gedung perkantoran baru di kawasan bisnis bergengsi.Di depan lobi gedung tersebut, sebuah papan nama minimalis namun elegan terpahat: GRB-Enterprises.Nama itu bukan sekadar singkatan; itu adalah simbol dari tiga nyawa yang kini menjadi pusat semesta Rafael: Gabriella, Rafael, dan Bianca.Setelah secara resmi melepaskan nama besar Dirgantara, Rafael benar-benar memulai hidupnya dari titik nadir.Dia meninggalkan kemewahan penthouse-nya, mengembalikan mobil-mobil sport miliknya, dan menutup semua akses rekening yang terhubung dengan R-Corp.Dia keluar dari rumah sakit bukan sebagai putra mahkota sebuah dinasti, melainkan sebagai seorang pria yang hanya memiliki harga diri dan cinta di pundaknya.Namun, membangun bisnis dari nol tidak semudah membalik telapak tangan, terutama di bawah pengawasan ketat Leonardo Deveroux.Di ruang ke
Last Updated: 2026-02-08
Chapter: 230. Melepaskan Semuanya
Bau antiseptik yang tajam kini bercampur dengan ketegangan yang menyesakkan di koridor lantai khusus ICU. Dokter spesialis bedah saraf terbaik yang didatangkan Leonardo baru saja keluar dengan gurat wajah yang sangat serius.Penjelasannya singkat namun menghancurkan: pendarahan di bekas luka lama telah menekan saraf pusat. Operasi ulang adalah satu-satunya jalan, namun risikonya sangat fatal.“Peluang keberhasilannya adalah 50:50,” ujar dokter itu dengan nada datar. “Jika gagal, Tuan Rafael mungkin tidak akan pernah bangun lagi, atau mengalami kelumpuhan permanen.”Gabby merasa kakinya lemas, ia nyaris ambruk jika Alessia tidak mendekapnya. Namun, di tengah keputusasaan itu, seorang perawat keluar dan mengatakan bahwa Rafael ingin bertemu dengan Leonardo Deveroux. Sendirian.Di dalam ruang isolasi yang dingin, Rafael terbaring dengan berbagai alat penunjang hidup.Napasnya pendek, namun matanya terbuka, menatap langit-langit dengan kesadaran yang dipaksakan. Saat pintu terbuka dan Leo
Last Updated: 2026-02-08
Chapter: 229. Kondisi yang Membuat Leonardo sedikit Luluh
Hari-hari berikutnya setelah amukan Leonardo di aula besar menjadi periode yang paling sunyi sekaligus paling tegang dalam sejarah kediaman Deveroux.Rafael, yang menyadari bahwa kekuatan finansial dan kemarahan tidak akan mampu meruntuhkan benteng pertahanan Leonardo, mengubah taktiknya menjadi “serangan lembut”.Dia tidak lagi datang dengan pengawal atau tuntutan hukum, melainkan dengan kerendahan hati yang tidak pernah dibayangkan oleh siapa pun dari seorang Dirgantara.Setiap pagi, sebelum matahari benar-benar naik, sebuah kiriman tiba di gerbang utama.Bunga peony putih langka yang sangat segar untuk Alessia, bunga kesukaannya yang hanya tumbuh di dataran tinggi tertentu dan satu kotak cerutu Cohiba Behike yang sudah tidak diproduksi lagi untuk Leonardo.Setiap kiriman disertai kartu kecil dengan tulisan tangan Rafael yang rapi namun tegas: “Aku tidak meminta harta Anda, aku hanya meminta kesempatan untuk menjadi ayah yang baik.”Alessia mulai luluh. Dia sering menatap bunga-bung
Last Updated: 2026-02-08
Chapter: 228. Kemarahan Leonardo
Pagi itu, sinar matahari yang hangat menyapu halaman depan kediaman Deveroux, menciptakan pemandangan yang seharusnya menjadi potret kedamaian.Rafael sedang berdiri di dekat air mancur, menggendong Bianca yang tertawa riang sambil menceritakan tentang proyek sains sekolahnya.Rafael menatap putrinya dengan binar mata yang penuh pemujaan, sementara Bianca melingkarkan lengan mungilnya di leher sang ayah, merasa benar-benar aman untuk pertama kalinya.Namun, kedamaian itu pecah berkeping-keping saat suara deru mesin mobil Mercedes-Maybach hitam berhenti mendadak di depan gerbang. Pintu terbuka bahkan sebelum mobil berhenti sempurna.Leonardo Deveroux melangkah keluar dengan aura yang sanggup membekukan udara di sekitarnya. Tongkatnya yang berujung perak menghantam aspal dengan bunyi dentuman yang mengancam.Leonardo seharusnya masih berada di Singapura untuk pertemuan dewan direksi selama tiga hari lagi.Namun, laporan dari intelijen pribadinya tentang apa yang terjadi di paviliun sema
Last Updated: 2026-02-08
Pengantin Pengganti sang Duke Kejam

Pengantin Pengganti sang Duke Kejam

Demi menyelamatkan keluarganya dari tiang gantungan karena sang kakak yang melarikan diri tepat di malam pernikahannya, si bungsu yang terabaikan, Lady Elara von Astley, dipaksa mengenakan cadar pengantin sang kakak. Dia harus menikah dengan pria paling ditakuti: Duke Valerius von Drakenhoff, sang "Monster dari Utara" yang terkenal kejam dan tak mengenal ampun. Valerius tahu bahwa wanita di hadapannya adalah sebuah kepalsuan. Dia bersumpah akan menjadikan hidup Elara seperti neraka sebagai pembalasan dendam atas penipuan yang dilakukan Astley padanya!
Read
Chapter: 201. Racikan Penunda Maut
Pintu laboratorium herbal terbanting menutup, dan Hans segera menguncinya dari luar untuk memastikan tidak ada pengawal Alistair yang bisa menginterupsi.Di dalam ruangan yang pengap itu, Elara dan Lyra bergerak dengan kecepatan yang didorong oleh keputusasaan. Valerius baru saja dipindahkan ke atas meja bedah batu di tengah laboratorium, napasnya terdengar seperti gesekan logam yang kasar.“Kita tidak punya waktu untuk distilasi penuh, Lyra! Masukkan akar Belladonna itu sekarang!” seru Elara sambil membersihkan luka kecil di lengannya sendiri.Lyra, yang tangannya bergetar hebat, menakar bubuk herbal dengan terburu-buru. “Aku sedang mencoba, Elara! Tapi lihat ini, suhu di ruangan ini turun drastis karena reaksi tubuh Valerius. Ramuannya membeku bahkan sebelum menyentuh air!”Elara mengabaikan rasa perih di lengannya. Ia membiarkan darah merah segarnya menetes satu demi satu ke dalam cawan perak yang berisi ekstrak bunga m
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: 200. Tumbangnya sang Duke
Derap langkah Hans yang terburu-buru di lantai batu aula utama mendadak terhenti.Di tengah ruangan, tepat di bawah lampu gantung perunggu yang bergoyang ditiup angin dari pintu terbuka, Valerius jatuh berlutut. Suara benturan lututnya dengan lantai batu bergema keras, memutus kesibukan persiapan keberangkatan.“Valerius!” jerit Elara kemudian berlari dan menangkap bahu suaminya sebelum wajah pria itu menghantam lantai.Tubuh Valerius kaku seperti batang kayu yang membeku. Namun, saat kulit Elara bersentuhan dengan leher Valerius, ia menarik tangannya kembali karena terkejut.Kulit pria itu tidak dingin; sebaliknya, lehernya terasa sangat panas, seolah-olah ada api yang berkobar di balik otot-ototnya yang menegang.“Panas... dia membakar!” seru Elara panik. “Hans, bantu aku!”Hans dan beberapa pengawal segera mengangkat tubuh sang Duke ke sofa panjang di dekat perapian. Wajah Valerius kini tidak lagi pucat
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: 199. Perdebatan Keempat Manusia
“Aku tidak akan membawamu ke sana, Elara. Tidak ke Gunung Kresten,” ucap Valerius tanpa menoleh.“Valerius, dengarkan aku—”“Tidak!” Valerius berbalik, matanya berkilat penuh kemarahan yang dipicu oleh rasa takut.“Kau orang Selatan. Kau bahkan tidak bisa bertahan di luar kastil tanpa jubah bulu setebal ini. Puncak Kresten bukan sekadar gunung bersalju; udaranya beracun bagi mereka yang tidak memiliki sihir es. Kau akan membeku sebelum kita mencapai setengah pendakian.”Hans melangkah maju, berdiri di samping Duke dengan posisi tegak. “Mohon maaf, My Lady, tapi kali ini Duke benar. Medan di sana bukan hanya soal salju. Ada badai mana yang bisa merobek paru-paru orang biasa. Aku tidak bisa menjamin keselamatan Anda jika kita berangkat sekarang.”Lyra, yang sejak tadi terdiam sambil meremas kain pembersih laboratorium di tangannya, mendadak angkat bicara.“Tapi te
Last Updated: 2026-04-22
Chapter: 198. Legenda Gunung Terlarang
Valerius kembali mengancingkan kerah kemejanya, lalu duduk di pinggiran tempat tidur, wajahnya tampak sangat lelah namun matanya tetap tajam.Di hadapannya, Elara masih terpaku, memproses setiap kata tentang silsilah dan rencana keji paman suaminya.“Kutukan ini bukan berasal dari rahim, Elara,” Valerius memulai kembali, dengan nada suara yang berat dan rendah.“Kakek buyutku, sang Duke pertama yang mendirikan benteng ini, melakukan perjalanan ke puncak Gunung Kresten. Di sana, ia mengikat janji dengan entitas kuno untuk mendapatkan kekuatan es guna menghancurkan penjajah. Ia menukar umur panjang keturunannya dengan sihir yang tak tertandingi.”Elara pun mendekat lalu berlutut di depan Valerius dan memegang tangan suaminya yang besar. “Pasti ada cara untuk memutus janji itu, kan? Jika ada kontrak, pasti ada cara pembatalan.”“Kontrak itu diikat dengan darah Utara yang keras,” sahut Valerius.&l
Last Updated: 2026-04-21
Chapter: 197. Rahasia Garis Keturunan
Valerius terdiam mendengar pertanyaan dari istrinya itu.Valerius melepaskan cengkeraman tangan Elara pada jubahnya dengan perlahan, lalu ia berdiri dan melangkah menuju jendela yang memperlihatkan kegelapan hutan Utara.Punggungnya yang lebar tampak tegang, memancarkan aura kesedihan yang selama ini ia sembunyikan di balik topeng keangkuhannya.“Isolde bukan ibuku, Elara. Dan Alistair ... pria yang selama ini kupanggil ayah adalah pamanku,” ucap Valerius, suaranya terdengar seperti gesekan es yang retak.Elara terperangah, sementara tangannya masih gemetar di atas permadani. “Jadi, apa yang dikatakan ibuku dalam mimpiku itu benar?”Valerius berbalik, matanya yang biru menatap kosong ke arah bara api yang mulai padam.“Ayah kandungku adalah kakak Alistair. Dia adalah Duke yang sah sebelum aku. Namun, dia mati tragis saat usiaku baru menginjak lima tahun. Dia tewas tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-30, karen
Last Updated: 2026-04-21
Chapter: 196. Informasi yang Mengejutkan
Lampu-lampu minyak di kamar utama telah dipadamkan, menyisakan keremangan yang hanya ditembus oleh bara api di perapian. Di tengah ruangan, Elara duduk bersila di atas permadani tebal.Di depannya, sebuah tungku kecil dari tembaga mengepulkan asap tipis dari dupa herbal yang ia bawa dari tanah kelahirannya di Selatan.Aroma gaharu dan bunga Saffron memenuhi udara, menciptakan suasana yang asing di tengah dinginnya dinding batu Drakenhoff.Elara memejamkan mata, mengatur ritme napasnya hingga detak jantungnya melambat. Perlahan, suara angin Utara di luar jendela memudar, digantikan oleh kesunyian yang luas.Kesadarannya seolah ditarik keluar dari tubuh fisiknya, meluncur melalui lorong gelap yang tak berujung hingga ia tiba di sebuah dimensi astral yang sunyi dan hampa.Di sana, di tengah remang cahaya keemasan, sesosok wanita muncul. Sosok itu tampak seperti siluet cahaya redup yang melayang, namun Elara segera mengenali garis wajah yang l
Last Updated: 2026-04-21
Pelayan Cantik Milik Tuan Muda

Pelayan Cantik Milik Tuan Muda

Diana tak pernah menyangka hidupnya bisa terjun secepat itu. Dia dikeluarkan dari restoran karena kontraknya tidak diperpanjang. Terdesak kebutuhan, dia menerima pekerjaan di sebuah rumah megah milik Daniel Arsenio—tuan muda kaya raya yang baru saja ditinggal tunangan dan kehilangan seluruh selera hidup. Daniel dingin, temperamental, dan sulit dipuaskan. Diana hampir dipecat di hari pertamanya bekerja, hingga Daniel mengusulkan sesuatu yang akan mengubah hidupnya-jadi pemuas nafsunya. Di antara perintah, desahan, dan batas yang kabur, Diana terjebak dalam permainan berbahaya. Daniel hanya ingin pelampiasan, tapi kenapa tatapannya seolah mulai menginginkan lebih? Ketika hasrat berubah menjadi candu, dan candu berubah menjadi sesuatu yang tak seharusnya tumbuh, siapa yang akhirnya akan menyerah?
Read
Chapter: 201. Our Happy Ending - Tamat
Dua minggu kemudian.Taman belakang kediaman Arsenio telah disulap menjadi ruang yang sangat privat dan hangat. Tidak ada panggung tinggi, tidak ada deretan kursi emas yang berlebihan.Hanya ada sebuah altar kayu sederhana yang dihiasi bunga lili putih segar dan beberapa kursi kayu yang diatur melingkar untuk para tamu yang tidak lebih dari dua puluh orang.Langit senja Jakarta yang berwarna jingga keunguan memberikan pencahayaan alami yang jauh lebih indah daripada lampu studio mana pun.Daniel berdiri di depan pendeta, mengenakan setelan tuksedo hitam yang dijahit sempurna.Tangannya terlipat di depan tubuh, namun jemarinya terus bergerak gelisah, sebuah tanda gugup yang jarang ia tunjukkan. Saat musik dawai mulai mengalun lembut, pintu kaca besar menuju taman terbuka.Diana muncul dengan gaun sutra berwarna putih gading yang mengalir indah, cukup longgar untuk menyembunyikan sedikit tonjolan di perutnya namun tetap memperlihatkan keanggunannya.Ia tidak didampingi siapa pun, berjal
Last Updated: 2026-03-15
Chapter: 200. Debat Kecil Sebelum Pernikahan
Lampu gantung di ruang kerja Daniel masih menyala terang meski jarum jam sudah melewati pukul sebelas malam.Di atas meja jati yang luas, tumpukan katalog vendor pernikahan mewah, mulai dari dekorasi bunga impor hingga daftar gedung hotel bintang lima berserakan.Daniel berdiri di depan jendela, menatap refleksi dirinya sendiri, sementara Diana duduk di sofa dengan wajah yang tampak lelah namun keras kepala.“Ini bukan sekadar perayaan, Diana. Ini adalah pernyataan,” ucap Daniel tanpa berbalik.“Dunia harus tahu siapa kamu. Aku ingin mereka melihat bahwa Nyonya Arsenio yang baru adalah wanita yang terhormat, bukan sekadar bayangan di rumah ini.”Diana mengembuskan napas panjang, lalu meletakkan katalog katering yang baru saja dibacanya. “Dan untuk menunjukkan itu, kita harus mengundang seribu orang yang bahkan tidak mengenal kita secara pribadi? Untuk apa, Daniel? Untuk sorotan kamera paparazzi?”Daniel berbalik, langkah kakinya terdengar mantap di atas lantai kayu saat ia mendekati D
Last Updated: 2026-03-15
Chapter: 199. Pengakuan Diana
“Daniel, aku ….” Diana tercekat. “Aku takut.”“Takut apa?” Daniel mengernyit, tangannya turun menggenggam jemari Diana yang bebas. “Apa Manda menghubungi lagi? Atau orang-orang Kenny?”“Bukan. Ini tentang kita,” suara Diana pecah.“Tentang masa depan rumah ini. Daniel, kamu baru saja mendapatkan ketenanganmu. Kamu baru saja membuang orang-orang yang mengkhianatimu. Aku takut ... aku takut kehadiranku hanya akan mengingatkanmu pada kekacauan itu.”Daniel terdiam seraya menatap Diana dengan tatapan yang sulit diartikan. “Kenapa kamu bicara begitu? Kamu adalah alasan aku tetap waras, Diana.”“Tapi aku hanya seorang pelayan, Daniel! Di mata dunia, aku tidak pantas berada di sini. Dan jika ... jika ada sesuatu yang berubah di antara kita, aku takut kamu akan menyesal telah memilihku.”“Apa yang berubah, Diana? Bicara yang jelas!” Daniel mulai tidak sabar, namun ia tetap berusaha menahan suaranya agar tidak membentak.Diana menarik napas dalam-dalam, keberaniannya terkumpul di titik nadir.
Last Updated: 2026-03-15
Chapter: 198. Garis Merah di Pagi Hari
Tiga bulan telah berlalu sejak badai di kediaman Arsenio mereda. Rumah besar itu kini terasa lebih hangat, meskipun bayang-bayang masa lalu terkadang masih melintas di sudut-sudut koridor yang sepi.Pagi itu, cahaya matahari menembus gorden kamar utama, namun Diana tidak menyambutnya dengan senyuman seperti biasa.Ia berlari kecil menuju kamar mandi, menekan dadanya yang terasa sesak. Suara muntah yang payah bergema di dalam ruangan yang didominasi marmer putih itu.Diana berpegangan erat pada pinggiran wastafel, napasnya tersengal, sementara peluh dingin membasahi pelipisnya.“Lagi,” gumamnya lirih sembari membasuh mulutnya dengan air dingin.Ia menatap pantulan dirinya di cermin. Wajahnya sedikit lebih pucat dari biasanya. Selama dua minggu terakhir, tubuhnya terasa sangat tidak bersahabat.Awalnya ia mengira ini hanyalah dampak dari kelelahan karena membantu Daniel merapikan administrasi rumah tangga dan yayasan yang sempat terbengkalai. Namun, frekuensi mual ini terlalu teratur un
Last Updated: 2026-03-14
Chapter: 197. Bukan Seorang Monster
Jam dinding di kamar utama menunjukkan pukul sepuluh malam. Keheningan yang menyelimuti kediaman Arsenio malam ini terasa berbeda, bukan lagi keheningan yang mencekam karena rahasia, melainkan kesunyian yang lapang namun sedikit asing.Daniel berdiri di dekat jendela besar yang menghadap ke taman belakang, memegang segelas air putih, bukan lagi wiski.Diana masuk setelah menutup pintu dengan pelan. Ia sudah mengganti pakaiannya dengan gaun tidur sutra yang sederhana. Ia mendekat, lalu melingkarkan lengannya di pinggang Daniel dari belakang, menyandarkan pipinya pada punggung pria itu.“Semuanya sudah berangkat, Daniel,” bisik Diana. “Hardy baru saja mengirim pesan. Pesawat mereka sudah lepas landas satu jam yang lalu.”Daniel mengembuskan napas panjang, bahunya yang sejak tadi tegang perlahan merosot. “Akhirnya. Rumah ini terasa benar-benar milikku sekarang. Tapi rasanya masih sangat aneh.”Diana melepaskan pelukannya dan berpindah ke samping Daniel, menatap wajah pria itu dari sampin
Last Updated: 2026-03-14
Chapter: 196. Keadilan dalam Pengasingan
Kantor notaris itu terletak di lantai paling atas sebuah gedung pencakar langit di pusat Sudirman. Ruangannya didominasi oleh panel kayu gelap dan kaca besar yang memperlihatkan hiruk-pikuk Jakarta di bawah sana.Daniel duduk di kursi kulit yang kaku, menatap tumpukan berkas di atas meja mahoni. Di seberangnya, Notaris senior keluarga Arsenio, Pak Hendra, membersihkan kacamatanya dengan gerakan lambat yang menambah ketegangan di ruangan itu.“Anda yakin dengan nominal ini, Tuan Daniel?” tanya Pak Hendra sembari menyodorkan draf akhir. “Secara hukum, setelah pengakuan pembunuhan dan bukti DNA itu, Anda bisa saja membuat mereka tidak mendapatkan sepeser pun.”Daniel mengambil pulpen logamnya, memainkannya di antara jemari. “Aku tahu, Pak Hendra. Tapi aku tidak ingin mereka mati kelaparan di negeri orang lalu mencoba kembali ke sini untuk mengemis atau memeras. Berikan mereka aset di Kanada dan apartemen kecil di pinggiran Toronto. Itu cukup untuk hidup layak, tapi tidak cukup untuk memb
Last Updated: 2026-03-14
You may also like
Nyonya Tak Bucin Lagi
Nyonya Tak Bucin Lagi
Romansa · Teh Stroberi
714.2K views
Gairah Panas Tuan Arion
Gairah Panas Tuan Arion
Romansa · MAMAZAN
710.3K views
My Dad CEO
My Dad CEO
Romansa · Harumi
688.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status