Startseite / Romansa / Pelayan Cantik Milik Tuan Muda / 19. Bisa jadi Akan Membuka Hatinya lagi

Teilen

19. Bisa jadi Akan Membuka Hatinya lagi

last update Zuletzt aktualisiert: 21.12.2025 23:23:41
Pukul sebelas siang, Diana akhirnya turun kembali ke lantai bawah setelah hampir lima jam berada di rooftop.

Tangannya terasa pegal, bajunya sedikit lembap oleh keringat, dan rambutnya diikat asal karena beberapa helai terus jatuh menutupi wajahnya. Ia baru saja menaruh alat kebersihan ketika langkahnya terhenti di tengah lorong.

Angela sudah berdiri di sana menunggunya.

“Diana,” panggil wanita itu dengan nada heran. “Lama sekali kamu di rooftop. Aku pikir kamu ke mana tadi.”

Diana refleks menundukkan kepala. “Maaf, Mbak Angela,” ucapnya sopan. “Iya. dari jam enam subuh tadi Tuan Daniel meminta saya membersihkan rooftop.”

Angela mengernyit. “Aneh,” gumamnya pelan.

“Iya,” lanjut Diana cepat, sedikit gugup. “Mungkin … Tuan Daniel berencana menerima tamu dan berkumpul di sana.”

Angela terdiam sejenak. Ia menatap Diana dengan sorot mata yang sulit dibaca. Lalu perlahan, ia menghela napas panjang, seolah baru saja mendengar sesuatu yang mengingatkannya pada masa lalu.

“Tamu?” ulang Angela p
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Pelayan Cantik Milik Tuan Muda   37. Menyampaikan Keinginan Diana

    Beberapa hari kemudian, suasana kantor Daniel kembali berjalan seperti biasa, yang begitu dingin, rapi, dan penuh ketegangan yang tak kasatmata.Langit di luar jendela kaca besar tampak mendung, seolah mencerminkan suasana hati pemilik ruangan itu.Daniel duduk di balik meja kerjanya yang luas, setumpuk dokumen tersusun rapi di hadapannya. Tangannya bergerak cepat menandatangani berkas, sementara wajahnya tetap datar tanpa ekspresi.Pintu ruang kerja terbuka setelah ketukan singkat.Andra melangkah masuk dengan langkah mantap. Setelan jas yang dikenakannya sederhana, tetapi raut wajahnya menunjukkan kesungguhan.Dia kemudian berdiri di depan meja Daniel sembari menatap pria itu dengan sorot mata tegas.Namun Daniel sama sekali tidak mengangkat kepala. Ia tetap fokus pada dokumen di tangannya, seolah kehadiran Andra hanyalah gangguan kecil.“Ada apa?” tanya Daniel singkat, tanpa menoleh sedikit pun.Andra menarik napas dalam-dalam sebelum berbicara. “Aku datang ke sini untuk menyampaik

  • Pelayan Cantik Milik Tuan Muda   36. Kamu Mulai Suka padanya?

    Diana menelan salivanya dengan susah payah begitu melihat Sari di hadapannya. Tenggorokannya terasa kering ketika ia menatap Sari yang berdiri tepat di depan pintu ruang kerja Daniel yang tertutup rapat.Tatapan Sari tidak tajam, tetapi cukup untuk membuat Diana merasa terintimidasi, sebuah tatapan penuh selidik khas seseorang yang sudah lama bekerja di rumah itu dan mengenal setiap sudut serta rahasianya.“Sa-saya …,” suara Diana sempat terhenti. Bibirnya mengatup kembali, sementara otaknya bekerja keras mencari alasan yang terdengar wajar dan tidak mencurigakan.Jantungnya berdetak kencang, seolah takut kebohongan kecil yang akan ia ucapkan terdengar terlalu rapuh.Beberapa detik kemudian, Diana akhirnya memberanikan diri melanjutkan. “Saya diminta membersihkan lemari buku,” ujarnya pelan. “Atas perintah Tuan Daniel, Mbak.”Sari mengerutkan keningnya. Kedua alisnya terangkat, lalu matanya melirik sekilas ke arah pintu ruang kerja Daniel.Ada jeda singkat sebelum ia kembali menatap

  • Pelayan Cantik Milik Tuan Muda   35. Kepergok Pelayan Lain

    “Ma-maksud Tuan, di sini?” tanya Diana bahkan nada suaranya terdengar gagap.Daniel mengangguk sembari beranjak dari duduknya, melangkah mendekati Diana yang berdiri kaku di hadapannya.“Ya. Kenapa? Kamu mau menolakku? Kamu pikir kamu bisa menolakku, hm?” bisik Daniel dengan nada seraknya.Diana menggelengkan kepalanya dengan pelan. “Tidak, Tuan.”“Kalau begitu, buka bajumu sekarang juga.”Diana menelan ludahnya lalu menoleh ke arah pintu ruangan itu. “Bukankan sebaiknya dikunci dulu pintunya, Tuan? Saya takut ada orang yang datang.”Daniel menghela napas kasar. “Silakan.”Diana dengan cepat melangkah menuju pintu lalu dengan tangan gemetar dia mengunci pintu tersebut. Memejamkan matanya sejenak untuk menyiapkan mentalnya melayani Daniel di pagi hari ini.Diana kembali melangkah menghampiri Daniel yang kini sudah duduk di sofa dengan tangan menyender di bahu sofa yang dia duduki.Sorot mata yang gelap itu menatap Diana tanpa suara. Diana lantas membuka satu persatu kancing seragam pel

  • Pelayan Cantik Milik Tuan Muda   34. Sebagai Ganti Semalam

    Pagi itu udara di lorong lantai satu mansion terasa lebih dingin dari biasanya. Cahaya matahari baru saja menembus jendela-jendela tinggi, memantulkan kilau pucat di lantai marmer yang mengilap.Diana membuka pintu kamarnya perlahan, masih dengan rambut yang tergerai dan wajah lelah akibat tidur yang tak nyenyak semalaman.Dia berniat menuju dapur untuk menyiapkan sarapan seperti biasa sebagai rutinitas yang selama ini membantunya menenangkan pikiran.Namun langkahnya terhenti seketika.Tepat di depan pintu kamarnya, berdiri seorang pria dengan postur tegap dan sorot mata yang sulit ditebak.Jas rumah berwarna gelap melekat rapi di tubuhnya, meski raut wajahnya menunjukkan kelelahan yang sama pekatnya dengan malam yang baru saja berlalu.“Tu-Tuan Daniel?” Diana spontan menyebut nama itu dengan nada suara yang terdengar lebih pelan dari yang ia kira.Kepalanya sontak menoleh ke kanan dan ke kiri. Lorong itu memang sepi, hanya suara jam dinding di kejauhan yang berdetak teratur.Tidak a

  • Pelayan Cantik Milik Tuan Muda   33. Sudah Punya Penggantinya

    Malam merambat perlahan di rumah itu. Jam dinding di lorong utama berdetak pelan, jarumnya tepat menunjuk angka sepuluh ketika Diana berdiri di depan pintu kamar Daniel.Seperti malam-malam sebelumnya, dia menarik napas dalam-dalam sebelum mengetuk pelan, lalu masuk setelah tak mendengar jawaban apa pun.Lampu kamar menyala redup. Aroma alkohol langsung menyergap inderanya dan membuat Diana refleks mengerutkan kening.Pandangannya tertuju pada sosok Daniel yang duduk di tepi tempat tidur, tubuhnya sedikit membungkuk, siku bertumpu pada paha, kepala tertunduk dalam diam yang berat.“Tuan Daniel?” panggil Diana pelan. Suaranya nyaris tenggelam oleh keheningan kamar. “Saya sudah di sini.”Daniel tidak langsung merespons. Dia tetap diam, seolah tidak menyadari kehadiran Diana. Detik-detik berlalu dan membuat dada Diana terasa semakin sesak.Dia lalu melangkah mendekat dengan hati-hati sembari memperhatikan botol minuman yang tergeletak di lantai yang sudah kosong.Baru ketika Diana berdir

  • Pelayan Cantik Milik Tuan Muda   32. Melarangnya Bertemu Lagi

    “Tidak ada yang perlu dibicarakan,” ucap Daniel dengan nada terdengar rendah, datar, namun mengandung tekanan yang membuat udara di sekitar mereka seolah membeku. “Aku tidak akan membiarkan Diana resign dari rumahku.”Kalimat itu jatuh begitu saja bahkan tanpa memberi ruang bagi siapa pun untuk membantah. Andra yang berdiri di hadapan mereka tampak hendak membuka mulut, namun Daniel sudah lebih dulu melangkah maju.Tangannya meraih pergelangan Diana dengan kuat meski tidak kasar, namun cukup tegas untuk menunjukkan bahwa keputusan itu mutlak.“Daniel!” Andra mencoba memanggil pria itu.Namun Daniel sama sekali tidak menoleh. Dia hanya menarik Diana bersamanya, melangkah cepat menuju mobil mewah yang terparkir tak jauh dari taman.Langkah Diana tertatih, nyaris terseret. Jantungnya berdentum keras, kepalanya penuh, sementara tubuhnya seolah kehilangan kendali.“Daniel, tunggu! Kita belum selesai bicara!” teriak Andra kembali terdengar dan kali ini lebih keras.Daniel berhenti sesaat te

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status