Teilen

310. Masih Rajin

last update Veröffentlichungsdatum: 13.04.2026 11:35:11

Tubuh Tari tergolek lemas di atas kasur yang sprei sudah berantakan tak keruan.

Napasnya masih tersengal-sengal, dadanya yang berbentuk bukit barisan itu naik turun dengan cepat, memperlihatkan betapa dahsyatnya ledakan yang baru saja ia alami.

Pram menjatuhkan tubuhnya ke sisi Tari, membiarkan keringat mereka menyatu di atas seprai yang lembap.

Ia menarik napas panjang, mencoba menetralkan detak jantungnya yang juga masih berdegup kencang.

Dengan lembut, Pram mengecup kening Tari, lalu turu
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   565. Sambutan Ramah

    Semua wanita cantik itu mengangguk setuju dengan helaan napas lega. Mereka kemudian berbalik, mengikuti langkah tegap Pram serta Dara yang berjalan di depan membimbing mereka keluar dari gedung kantor pusat menuju ke arah area parkir bawah tanah. Di sana, rombongan dari Indonesia itu segera membagi diri untuk masuk ke dalam mobil SUV mewah milik Pak Herman yang kini sudah digunakan sehari-hari oleh Pram untuk keperluan dinas, sementara sebagian lagi menggunakan mobil operasional kantor yang dikemudikan oleh staf lokal.Pram mengambil alih kemudi SUV tersebut, melajukan kendaraan membelah jalanan aspal kota Amsterdam yang sejuk di bawah terik matahari siang, bergerak menuju ke arah kawasan pinggiran kota yang lebih tenang tempat mansion berada.Setengah jam kemudian, kendaraan mewah yang membawa rombongan besar tersebut akhirnya tiba dan memasuki gerbang besi otomatis mansion. Begitu pintu utama bangunan megah itu terbuka, mereka langsung disambut oleh pasangan pengantin baru, Pak He

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   564. Tamu Kejutan

    Hari berjalan, waktu berlalu tanpa terasa di bawah langit kota Amsterdam yang dinamis. Pembenahan internal di dalam tubuh korporasi Husodo & Herman Silversmith di Belanda kini terbukti semakin tertata dengan sangat rapi dan sistematis. Tidak hanya itu, proyeksi pengembangan ekspansi bisnis perusahaan juga mulai terlihat nyata dan menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan melalui tangan dingin Pram yang begitu jenius dalam mengelola modal kerja. Jaringan distribusi logam mulia dan kerajinan perak ke wilayah Jerman serta Prancis yang sempat terkendala konflik manajemen lama, kini telah berjalan seratus persen dengan sistem pengawasan yang jauh lebih ketat dan transparan.Saat itu, jarum jam dinding di dalam ruang kerja CEO yang mewah telah menunjukkan pukul dua siang. Pram sedang duduk tegap di balik meja mahogani besarnya, fokus menatap layar laptop untuk memantau pergerakan pasar saham internasional. Di kursi asisten pribadi yang terletak tak jauh di sisi kanan meja kerja, D

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   563. Karisma Dominasi

    Keesokan harinya, suasana santai akhir pekan di mansion mewah Pak Herman seketika menguap tak berbekas, digantikan oleh ritme kerja yang super cepat dan dinamis. Sejak pukul delapan pagi, Pram dan Dara sudah disibukkan dengan berbagai aktivitas krusial di kantor pusat perusahaan Husodo & Herman Silversmith. Sebagai pemilik saham seratus persen yang baru, Pram tidak ingin membuang waktu semenit pun. Didampingi oleh Dara yang tampil sangat profesional dengan setelan blazer formal berwarna hitam pekat, Pram melangkah tegas membelah koridor gedung menuju ruang rapat utama di lantai atas.Di dalam ruang rapat komite yang berukuran luas dan berdinding kaca transparan tersebut, suasana terasa begitu tegang dan formal. Ruangan itu kini sudah dihadiri oleh para manajer divisi, mulai dari kepala manajer keuangan, manajer operasional pabrik, manajer pemasaran regional Eropa, hingga kepala divisi legalitas hukum perseroan. Kursi-kursi kulit premium telah terisi penuh oleh jajaran eksekutif y

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   562. Bersikap Adil

    Dara menundukkan kepalanya dalam-dalam, menghindari tatapan mata Pram yang seolah bisa membaca seluruh isi hatinya. ”Rasanya baru kemarin kita bisa berduaan terus tanpa ada gangguan kayak gini, Mas... Tapi, beberapa hari lagi Tari dan Kak Sinar udah dateng aja ke sini buat mengisi jabatan direksi baru,” lirih Dara dengan nada suara yang mendadak berubah menjadi sangat sendu dan bergetar halus.Pram menarik tubuh ramping Dara ke dalam pelukan hangatnya, mendekapnya dengan sangat erat agar gadis itu bisa merasakan detak jantung jantannya yang konstan. ”Semua ada porsinya dan bagiannya sendiri-sendiri, Ra. Kamu jangan pernah merasa tersisih atau berpikir yang tidak-tidak kayak gitu,” ucap Pram mencoba menenangkan badai ketakutan di dalam dada Dara.Dara meremas kaos polos yang dikenakan Pram, menyembunyikan wajah meronanya di dada bidang sang kekasih. ”Aku cuma takut, Mas... Takut kalau kamu bakal mengabaikan aku dan melupakan keberadaanku di sisimu kalau nanti cewek-cewek lainnya suda

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   561. Diam Seribu Bahasa

    ”Nggak masalah, Mas. Yang penting semua urusan krusial di sana bisa beres dan tuntas dulu sampai ke akar-akarnya,” jawab Sisil dari seberang telepon dengan nada suara yang penuh pengertian dan kedewasaan seorang wanita matang. Ia tahu betul skala prioritas dalam menyelamatkan dinasti bisnis keluarga jauh lebih utama daripada sekadar menuruti ego kerinduan pribadi.Setelah berbicara beberapa kalimat lagi mengenai perkembangan singkat kondisi pasar di Indonesia, akhirnya sambungan telepon internasional yang cukup panjang itu berakhir. Pram menurunkan ponselnya dari telinga, menghembuskan napas pelan, lalu meletakkannya di atas meja kecil yang berada di samping sofa.Dara yang sejak tadi menyimak dengan seksama langsung menggeser posisi duduknya agar lebih merapat ke tubuh tegap Pram. ”Ibu kenapa, Mas? Apa ada masalah mendesak di Jakarta sampai menelepon seserius itu?” tanya Dara dengan tatapan mata yang dipenuhi rasa penasaran.”Nggak apa-apa, Ra. Dia cuma pengen tahu aja bagaimana pe

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   560. Kapan Pulang?

    Suara desahan napas berat terdengar dari arah Sisil di Indonesia, menandakan betapa ia mengerti betapa kejamnya dunia spekulasi saham di daratan Eropa. ”Wah... bahaya tuh, Mas. Aliansi minoritas di Eropa kalau sudah bersatu dan membawa nama hukum niaga lokal biasanya sangat licik dan sulit ditembus. Pak Herman pasti tertekan sekali menghadapi mereka sendirian selama ini.””Iya, memang sangat berbahaya dan hampir saja mereka memenangkan konspirasi tersebut di atas meja rapat,” timpal Pram dengan seulas seringai jantan yang sangat puas terpancar di wajahnya. ”Tapi, kamu tenang saja, Sil. Semua masalah pelik dan gertakan hukum dari mereka itu sudah bisa aku atasi dengan sangat bersih sampai ke akar-akarnya kemarin.”Mendengar konfirmasi kesuksesan dari Pram, ketegangan di suara Sisil seketika mengendur, digantikan oleh rasa kagum yang luar biasa terhadap kemampuan adaptasi sang pria. ”Wah, syukurlah kalau begitu, Mas. Kamu memang luar biasa. Lalu... bagaimana kondisi mereka sekarang, Ma

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   41. Masuk Rumah Sakit

    Sisil tersenyum sinis, ia menatap suaminya dengan pandangan meremehkan. "Memperkuat struktur atau justru cuma mau buang-buang duit buat sesuatu yang nggak penting? Sebenarnya ada apa sih sama perusahaan yang mau bangkrut itu? Kenapa Mas Mugi kelihatan getol banget pengen akuisisi perusahaan sampah

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-20
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   37. Kopi dan Rengginang

    Pram menarik napas panjang saat menekan tombol kirim. Pikirannya melayang kembali pada momen di dalam mobil tadi, saat resleting celananya terbuka dan mercusuarnya yang tegang sempurna disambut oleh pandangan lapar gadis itu.Tidak butuh waktu lama bagi Bunga untuk membalas. Sebuah emotikon hati be

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-20
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   39. Sangat Ribut

    Sisil menuntun Pram menuruni anak tangga kolam renang secara perlahan. Begitu permukaan air yang dingin menyentuh kulit mereka, Sisil tiba-tiba sedikit tersentak. Tubuhnya bergetar, dan dengan gerakan yang sangat alami, ia langsung merapat dan memeluk tubuh hangat Pram di dalam air yang setinggi d

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-20
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   34. Jalan Alternatif

    "Eh, anu… nggak apa-apa, Pak. Ini... ini tiba-tiba perut saya melilit, kayaknya salah makan tadi siang," bohong Bunga sambil menggigit bibir bawahnya, menahan getaran hebat yang sedang mengobrak-abrik pusat hulu ledaknya.Bunga cepat-cepat menyelesaikan coretan terakhir di kertasnya, lalu berpamita

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-19
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status