Share

310. Masih Rajin

Author: Leva Lorich
last update publish date: 2026-04-13 11:35:11

Tubuh Tari tergolek lemas di atas kasur yang sprei sudah berantakan tak keruan.

Napasnya masih tersengal-sengal, dadanya yang berbentuk bukit barisan itu naik turun dengan cepat, memperlihatkan betapa dahsyatnya ledakan yang baru saja ia alami.

Pram menjatuhkan tubuhnya ke sisi Tari, membiarkan keringat mereka menyatu di atas seprai yang lembap.

Ia menarik napas panjang, mencoba menetralkan detak jantungnya yang juga masih berdegup kencang.

Dengan lembut, Pram mengecup kening Tari, lalu turu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   418. Celana Basah

    "Uhhhh, Prammm... pelan-pelan," rintih Sinar di sela-sela ciuman mereka. Ia menggeliat di atas pangkuan Pram, membuat gesekan di antara bagian bawah mereka semakin panas dan menekan.Pram tidak berhenti, ia justru semakin bersemangat. Ia menarik kaos Sinar ke atas, membiarkan sepasang semangka yang ranum itu terpampang jelas di depan matanya. Pram segera menundukkan kepala dan melumat salah satu puncak melon itu dengan rakus, menghisapnya hingga Sinar memekik tertahan sembari menjambak rambut Pram. “Shhhhh, Prammm!“Suasana di dalam home theater itu benar-benar menjadi sangat panas, jauh lebih panas daripada adegan film yang sedang diputar."Emang tadi kamu nemuin apa di kamar dia sampai kamu kelihatan yakin banget kalau dia bakal jatuh?" tanya Sinar sembari mencoba mengatur napasnya yang memburu, matanya nampak sayu menatap Pram yang kini sedang sibuk bermain dengan lidah di dadanya."Kamu penasaran banget ya sama yang aku temuin di kamar Andri tadi?" tanya Pram sembari menarik se

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   417. Akan Kena Batunya

    Sinar tiba di teras dengan wajah yang dibuat-buat nampak kesal. Ia menoleh ke arah Pram yang masih berdiri memegang selang air.“Pram, buruan pakai kemejamu! Jangan cuma bengong di situ. Antar aku ke butik sekarang, aku udah telat!“ Ia berpura-pura ketus dengan suara yang sengaja dikeraskan agar terdengar oleh orang-orang di dalam rumah.Pram segera mematikan keran air, ia meraih celana panjang kain dan kemeja yang tadi ia sampirkan di kursi taman. Dengan gerakan cepat, ia mengenakan pakaiannya, merapikan kerah kemejanya sembari memberikan kerlingan mata rahasia kepada Sinar yang berdiri bersedekap sembari menunggu di samping mobil.Ia lalu mengambil kunci dari saku dan menyalakan mesin mobil SUV milik Sisil yang terparkir rapi. Suara mesin yang halus mulai menderu, siap membawa mereka berdua keluar dari atmosfer rumah yang semakin mencekam itu."Kita kemana, sayang? Tujuannya mau ke butik beneran atau mau mampir ke mana dulu biar pikiranmu lebih tenang?" tanya Pram setelah mobil SU

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   416. Laboratorium Swasta

    "Nar, aku keluar dulu pakai motor. Mau nyelidikin sesuatu yang penting banget soal urusan ini," tulis Pram dalam pesan singkat yang ia kirimkan kepada Sinar sesampainya di rumah kecilnya.Tak butuh waktu lama, balasan dari Sinar muncul di layar ponselnya. "Hati-hati dan jangan lama-lama ya, Pram. Nanti Ibuku nyariin atau malah curiga kalau liat kamu nggak ada di kebun depan. Situasi di sini masih tegang banget.""Kalau Ibu kamu nyariin, bilang aja aku lagi keluar sebentar buat nambalkan ban motor yang bocor di depan pasar. Aku nggak bakal lama kok," balas Pram singkat sebelum memasukkan ponsel ke saku celananya.Pram segera mengeluarkan motor matik hitamnya. Ia memacu kendaraannya dengan kecepatan sedang keluar dari area pemukiman tersebut. Tujuannya adalah sebuah laboratorium kesehatan swasta yang berada di pusat kota. Pram harus bergerak cepat. Ia ingin memeriksa kandungan serbuk gelap mencurigakan yang ia temukan di bawah ranjang Andri, sekaligus membandingkannya dengan sampel da

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   415. Sang Detektif

    "Pram, dengerin ya. Paman Bondan sama Andri mau ke Dispendukcapil sebentar lagi buat urusan KTP itu. Nanti aku kasih kode kalau mereka udah bener-bener jalan. Ibu aku sibukkan di kamarnya nanti biar nggak liat kamu naik," bisik Sinar sembari melirik waspada ke arah pintu utama, wajah imutnya nampak tegang. Pram yang sedang memegang gunting rumput hanya memberikan tanda oke dengan ibu jarinya tanpa menoleh, tetap berakting seolah ia sedang fokus merapikan tanaman hias di kebun depan rumah megah Sisil. "Siap, Nar. Kamu hati-hati ya, jangan sampai Ibu kamu curiga." Pram kembali menyibukkan diri dengan tanaman-tanamannya, menyapu daun kering sembari telinganya tetap tajam mendengarkan suara dari dalam rumah. Tak lama kemudian, pintu utama terbuka dengan kasar. Bondan keluar dengan wajah kaku, diikuti oleh Andri yang berjalan dengan gaya congkak sembari memainkan kunci mobil. Keduanya melewati Pram begitu saja tanpa menyapa sedikit pun, seolah-olah pria itu hanyalah bagian dari

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   414. Rencana Penyusupan

    "Lah? Kenapa malah mikirnya kesana-mana sih? Kan aku lagi bahas kamu sebagai wanitaku! Kamu kira siapa lagi yang lagi bareng aku di vila ini sekarang kalau bukan kamu?" sahut Pram sembari tertawa gemas melihat rona cemburu di wajah Sinar yang masih polos tanpa sehelai benang pun. "Ohhh, kirain ada yang lain. Habisnya kamu kan banyak fansnya di rumah itu," Sinar tersenyum malu, ia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Pram sembari menghirup aroma maskulin pria itu yang bercampur dengan sisa sabun mandi. Pram melirik jam dinding kayu di sudut ruangan yang sudah menunjukkan waktu sore. Udara di luar vila pun mulai meredup dengan kabut yang semakin tebal turun dari puncak gunung. "Wah, kita kayaknya nggak bisa lanjut ronde baru lagi sekarang, Nar. Ibu kamu udah nungguin gitu di rumah, situasinya juga lagi panas kan gara-gara si Andri ngamuk?" "Besok masih ada hari lagi, Pram. Tenang aja, aku nggak bakal lari kemana-mana kok. Yuk, pakai baju dulu sebelum kita makin betah di sini,"

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   413. Berubah Jenius

    "Dalang dari semua ini kayaknya si Andri itu, Nar. Dia yang pegang kendali di balik layar," ujar Pram sembari meletakkan sendoknya, tatapannya mendadak menjadi sangat tajam dan serius. Sinar mengerutkan kening, ia masih berusaha mencerna ucapan pria di hadapannya itu. "Maksud kamu gimana, Pram? Paman Bondan kan yang paling ambisius soal harta Kak Sisil? Apa kamu memikirkan kondisi yang aku nggak perkirakan?" "Iya, tapi dia cuma pelaksana. Kayaknya si Andri ini yang mengintervensi Pak Bondan biar bisa mempengaruhi Bu Daniah dan masuk ke dalam sistem keluarga kalian. Dia pakai rasa sayang Pak Bondan yang berlebihan itu buat jadi tameng," jelas Pram sembari meraih tangan Sinar yang polos di atas meja, mengelus jemarinya untuk memberikan ketenangan. "Uhh, kok aku baru kepikiran sekarang ya? Kamu bener juga, Pram. Paman emang sayang banget sama dia, tapi kalau dipikir-pikir, ide soal pindah domisili dan balik nama itu emang gayanya Andri banget yang mau serba instan," gumam Sinar semb

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   51. Menerima Invasi

    Tepat saat Dara melenguh panjang dan mengejang hebat mencapai puncak kedua, ia menggenggam tonjolan di balik celana panjang Pram dengan sangat kuat. Matanya terpejam rapat dengan bibir kembang kempis, mencoba menghirup oksigen yang seolah hilang dari paru-parunya akibat gempuran nikmat yang bertub

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   44. Lebih Mahir

    Mengingat kondisi Bi Surti yang masih lemas dan tangannya yang terikat selang infus, Pram khawatir wanita itu akan jatuh terjungkal jika terus memaksakan diri dalam posisi berdiri seperti itu. Ia pun memutuskan untuk membuka mata sepenuhnya dan menangkap tangan Bi Surti."Astaga! Mas Pram... a-aku

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   47. Bumbu Dapur

    Pram berdehem, mencoba tidak menatap terlalu lama pada bagian timun suri Dara yang menonjol di balik pakaian tipisnya. "Selain jagain jemuran Intan kalau hujan, mungkin nanti siang aku mau nyempetin jenguk Bi Surti lagi ke rumah sakit, Ra."Dara tersenyum senang. Di balik karakternya yang tegas da

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   40. Gawat!

    Sisil mulai merunduk dan menghisap helm serdadu di ujung meriam Pram dengan lahap, sementara Pram juga membenamkan wajahnya di antara pangkal paha Sisil, menghisap dan menjilat lorong labirin majikannya yang sudah banjir cairan pelicin. Suasana di bibir kolam itu dipenuhi suara kecipak basah yang

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status