Share

51. Menerima Invasi

Author: Leva Lorich
last update publish date: 2026-02-09 09:57:32

Tepat saat Dara melenguh panjang dan mengejang hebat mencapai puncak kedua, ia menggenggam tonjolan di balik celana panjang Pram dengan sangat kuat.

Matanya terpejam rapat dengan bibir kembang kempis, mencoba menghirup oksigen yang seolah hilang dari paru-parunya akibat gempuran nikmat yang bertubi-tubi.

“Daraaa! Tolong jangan dicekik itu lehernya. Sakit bangett!“ Pram merintih kesakitan menerima cengkar kuat di bagian tegaknya.

Dara kemudian membuka mata, menatap Pram dengan tatapan yang sang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   534. Merasa Tak Tega

    Gempuran brutal dari arah belakang dalam posisi menungging itu kian bergerak liar mencapai titik kulminasi yang luar biasa erotis. Pram yang berlutut dengan kegagahan fisik tanpa batas terus menghujani lorong labirin Dara menggunakan ketegasan jantannya yang berbentuk tongkat baseball raksasa. Setiap kali pinggul kokoh Pram menyentak maju dengan tenaga penuh, pangkal pahanya berbenturan keras dengan bongkahan belakang Dara yang padat, menciptakan suara hantaman kulit yang sangat basah dan riuh menggema di seluruh penjuru kamar lantai tiga yang sunyi.Crokkk!Crokkk!Hantaman beruntun yang menghujam telaten tepat di mulut rahim dari arah belakang benar-benar membuat Dara berada di ambang kegilaan nafsu yang paling ekstrem. Kedua tangan halusnya mencengkeram erat seprai kasur, sementara punggung moleknya melengkung membentuk busur sempurna dengan pantat semok yang sengaja dimundurkan maksimal untuk menjemput setiap tikaman dalam yang diberikan oleh Pram. Lorong intimnya yang sudah k

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   533. Dentum Riuh

    Gempuran dalam posisi misionaris yang dilancarkan oleh Pram kian bergerak liar dan tak terkendali di atas ranjang berkelambu tipis tersebut. Tubuh tegap Pram yang polos terus bergerak maju mundur bagaikan mesin tumbuk raksasa yang tidak mengenal kata lelah, menghujani lorong labirin Dara dengan belasan kali hentakan cepat yang sangat bertenaga. Setiap kali pinggul kokoh Pram menyentak ke depan, pangkal pahanya berbenturan keras dengan selangkangan Dara, menciptakan suara hantaman kulit yang sangat basah dan riuh memenuhi keheningan kamar lantai tiga yang sepi tersebut.Crokkk!Crokkk!Dara sudah sepenuhnya kehilangan pengendalian diri di bawah kungkungan fisik sang bos besar. Kedua tangan halusnya mencengkeram erat sprei kasur hingga kusut, sementara kepalanya bergerak menggeleng ke kiri dan ke kanan dengan rambut panjang yang berantakan di atas bantal. Lorong intimnya yang sempit dan elastis berulang kali meregang maksimal, membungkus ketat setiap inci urat-urat menonjol di tongk

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   533. Keindahan Berbeda Karakter

    Mereka melanjutkan ciuman dengan lebih liar dan buas.Pagutan bibir yang sempat terputus sejenak itu kembali bertemu dengan intensitas yang jauh lebih menuntut dan kelaparan. Pram melumat habis bibir atas dan bawah Dara secara bergantian, menghisapnya dengan rakus hingga terdengar suara kecapan basah yang begitu erotis menggema di keheningan kamar lantai tiga yang mewah tersebut. Lidah Pram kemudian menerobos masuk, membelit lidah Dara dengan penuh dominasi gagah, sementara Dara hanya bisa melenguh pasrah sembari merapatkan seluruh tubuh moleknya pada dekapan dada bidang Pram yang keras.Tangan Pram pun tak hanya meremas bongkahan bokong tinggi Dara. Tangan kekar itu merayap naik dan memainkan dua gundukan besar di dada Dara dari luar pakaian dalam posisi bibir masih saling menyatu.Dengan sangat lihat Pram kemudian menelusupkan tangannya di bawah celah pakaian atas Dara, menjalar di kulit perut yang lembut dan ramping, menggapai dua buah mengkal Dara yang membusung dibalik ikatan k

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   531. Beban Pikiran

    Untung saja Pram dan Dara saat berangkat dari hotel tadi sudah membawa beberapa pakaian di dalam tas mereka yang ada di dalam bagasi mobil. Mengingat niat awal mereka yang ingin langsung bergerak taktis setelah makan siang, keputusan membawa perbekalan darurat di dalam SUV sewaan terbukti menjadi langkah yang sangat tepat, sehingga mereka tidak perlu membuang waktu bolak-balik ke pusat kota Amsterdam hanya untuk mengambil baju ganti.”Baiklah kalau begitu, Om. Mulai malam ini kami akan tinggal di bangunan ini. Sisa pakaian dan koper besar kami yang tertinggal di hotel akan kami ambil besok saat senggang sekalian mengurus administrasi checkout,” ucap Pram mewakili Dara.Pak Herman tersenyum lega, merasa separuh dari beban berat yang menghimpit pundak tuanya selama berbulan-bulan ini mendadak luruh begitu saja melihat ketegasan sang ahli waris. ”Kalau begitu sekarang silakan kalian naik ke lantai tiga untuk memeriksa seluruh ruangan yang ada di sana sekaligus untuk beristirahat sejenak

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   530. Skala Konflik

    ”Menarik banget ini, Om. Gimana semua itu bisa terjadi?” tanya Pram, yang kini sudah memahami betul dinamika pemegangan saham berkat pengajaran intensif yang diberikan oleh Sisil selama di Indonesia. Pandangan matanya menajam, merefleksikan kecerdasan manajerial yang mengalir di dalam darahnya seiring ia mulai memetakan konspirasi besar yang sedang terjadi di jantung perusahaan peninggalan ayahnya.Pak Herman menghela napas panjang, merapatkan posisi duduknya pada meja kayu sebelum menjabarkan peta kekuatan modal yang menjadi akar dari segala konflik internal tersebut. ”Sahamku, atau lebih tepatnya saham ayahmu yang diatasnamakan aku adalah lima puluh satu persen. Di lain sisi ada pemilik saham lain yakni lima persen, dua puluh persen, dan dua puluh empat persen. Ketiganya adalah orang asli Belanda yang sejak awal ikut menanam modal minoritas di perusahaan kita.””Berjalannya waktu, mereka semakin rakus dan ingin kepemilikan saham mayoritas dari orang Indonesia sepenuhnya lepas. Dala

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   529. Guncangan Internal

    ”Jadi sekarang Dara ini membantu pekerjaan Pram, begitu?” tanya Pak Herman memastikan, mengalihkan pandangannya dari Pram ke arah Dara yang duduk dengan sikap anggun dan santun di sebelah pria tegap itu. Sepasang mata tua yang bijaksana tersebut menatap lekat-lekat, mencoba memahami dinamika hubungan baru yang terjalin di antara generasi penerus para sahabat karibnya.Pram memperbaiki posisi duduknya, menyandarkan punggung bidangnya pada sofa kulit sembari mengulas senyuman tipis yang penuh arti sebelum memberikan penjelasan mendalam.”Jadi begini, Om. Sebelum aku menemukan dokumen warisan dan kotak rahasia itu, seluruh perusahaan domestik dan aset peninggalan keluarga Husodo sudah dilanjutkan pengelolaannya oleh Sisil setelah Pak Cipto wafat. Beruntungnya, takdir membawa jalan yang unik. Aku malah sempat bekerja menjadi pelayan pria di rumah Sisil, sehingga tanpa kami sadari, garis keturunan Husodo dan Cipto sebenarnya tidak pernah terpisah jauh sejak awal,” terang Pram membuka tabi

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   44. Lebih Mahir

    Mengingat kondisi Bi Surti yang masih lemas dan tangannya yang terikat selang infus, Pram khawatir wanita itu akan jatuh terjungkal jika terus memaksakan diri dalam posisi berdiri seperti itu. Ia pun memutuskan untuk membuka mata sepenuhnya dan menangkap tangan Bi Surti."Astaga! Mas Pram... a-aku

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   47. Bumbu Dapur

    Pram berdehem, mencoba tidak menatap terlalu lama pada bagian timun suri Dara yang menonjol di balik pakaian tipisnya. "Selain jagain jemuran Intan kalau hujan, mungkin nanti siang aku mau nyempetin jenguk Bi Surti lagi ke rumah sakit, Ra."Dara tersenyum senang. Di balik karakternya yang tegas da

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   40. Gawat!

    Sisil mulai merunduk dan menghisap helm serdadu di ujung meriam Pram dengan lahap, sementara Pram juga membenamkan wajahnya di antara pangkal paha Sisil, menghisap dan menjilat lorong labirin majikannya yang sudah banjir cairan pelicin. Suasana di bibir kolam itu dipenuhi suara kecipak basah yang

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   42. Perhatian Yang Tulus

    Dara sempat tersentak kecil, namun ia tidak menarik diri. Ia justru menatap Pram dengan pandangan yang sulit diartikan, sementara napasnya sedikit memberat karena sentuhan fisik itu."Maaf, Ra... aku nggak sengaja nyenggol," gumam Pram dengan suara serak, sementara matanya kini terpaku pada belahan

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status