Home / Romansa / Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa / Membuatmu Jera Menggodaku

Share

Membuatmu Jera Menggodaku

Author: Risca Amelia
last update publish date: 2025-10-23 01:27:18
Mendapat peringatan dari Dastan, Moza terpaksa bungkam. Namun akibat gerakan tak terduga itu, lilin di tangannya langsung padam. Kini, di dalam kamar hanya tersisa cahaya dari ponsel Dastan yang menerangi mereka.

Perlahan, Dastan pun menurunkan jari telunjuknya dari bibir Moza. Ia mendengarkan dengan saksama, menunggu langkah kaki itu semakin mendekat.

Moza sendiri tak kalah cemas.

Saat ini, Dastan memang tidak menyentuh berlebihan, tetapi keberadaannya saja cukup membuat udara terasa padat
Risca Amelia

Akankah Dastan melepaskan Moza, atau justru melakukan hal yang lebih? Ditunggu komen, gems, dan likenya ya.

| 59
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Ognindi Wingky
spt Dastan ini yg bikin Kayden
goodnovel comment avatar
Anisya Kuran
apakah dastan? dih penasaran bgt bisa ga sehari update 5 bab wkwk
goodnovel comment avatar
Puji Lestari
semoga cepet ketauan kasihan keyden
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kehadiran Pria yang Dirindukan

    Elbara menyesuaikan letak jam tangannya. Matanya melirik ke arah pintu, seolah otaknya sudah menyusun peta perjalanan menuju kantor dan mansion."Moza, aku pergi sekarang. Reva, kau mau kujemput jam berapa nanti?"Reva menggeleng pelan, memberikan senyum tipis yang dipaksakan. "Tidak usah, Bara. Aku akan pulang dengan taksi saja. Aku masih ingin menemani Moza."Elbara mengangguk paham. "Hati-hati. Selalu aktifkan ponselmu."Dengan langkah lebar, pengacara muda itu meninggalkan kamar perawatan.Selepas Elbara berlalu, Moza menoleh ke arah Wulan yang masih setia berdiri di sudut ruangan."Wulan, pergilah ke kafetaria di lantai bawah. Beli makanan yang enak untuk dirimu sendiri, kau butuh tenaga.""Tapi Nyonya—""Ada Reva di sini. Pergilah," potong Moza lembut. Wulan akhirnya membungkuk hormat dan melangkah keluar, menutup pintu dengan pelan.Kini hanya ada Moza dan Reva di dalam ruangan. Suasana mendadak menjadi sangat privat. Moza memperbaiki posisi duduknya, menatap sahabatnya itu le

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Menghilang Tanpa Jejak

    Sepanjang malam, Aya tidak dapat tidur dengan tenang. Begitu membuka mata, pikirannya langsung tertuju pada satu nama : Kageo. Tanpa membuang waktu, ia melakukan rutinitas pagi.Sambil merapikan diri di depan cermin, Aya meraih ponsel yang tergeletak di atas nakas. Ia mencoba menepis prasangka buruk yang terus menghantuinya.“Mungkin dia hanya lupa mengisi daya ponselnya,” gumam Aya mencoba berpikir logis.Jemarinya kembali menekan nomor Kageo. Ia menempelkan ponsel ke telinga, menahan napas sambil menunggu nada sambung yang ia harapkan."Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif...."Aya menurunkan ponselnya dengan helaan napas berat. Keadaan masih sama dengan semalam. Berdasarkan analisanya selama ini, Kageo adalah pria yang sangat terorganisir. Membiarkan ponsel mati dalam waktu yang lama bukanlah kebiasaannya.Aya memutuskan untuk mengirim pesan singkat, berharap pesan itu akan segera terbaca begitu Kageo mengaktifkan perangkatnya.[Selamat pagi, Kageo. Saya ingin menjadwalkan ses

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Menunggu Dastan

    Mobil Elbara menderu kencang, membelah jalanan ibu kota di malam hari. Di kursi belakang, Moza memejamkan mata, tangannya masih memegangi perutnya. Di dalam kepalanya, pesan mengancam dari sang penculik terus terngiang-ngiang.Antara nyawa Kayden yang terancam dan keselamatan bayi kembar di kandungannya, Moza merasa jiwanya tercabik-cabik.Sesampainya di rumah sakit, Moza langsung dilarikan ke ruang Instalasi Gawat Darurat.Wajah Moza tampak pucat pasi, bintik-bintik keringat dingin membasahi pelipisnya. Sementara tangannya tidak sedetik pun lepas dari perutnya yang terasa kaku.Seorang dokter jaga pria bergegas menghampiri bersama dua orang perawat.Mereka memindahkan Moza ke ranjang pemeriksaan, kemudian memasang alat pemantau detak jantung janin serta selang infus."Tolong bayi saya... selamatkan mereka," rintih Moza, saat sang dokter mulai meraba perutnya untuk mengecek ketegangan rahim."Tenang, Nyonya. Tarik napas perlahan. Kami akan melakukan yang terbaik," ujar dokter itu den

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pilih Suami atau Anakmu

    Lampu kamar yang berpendar tidak mampu mengusir kegelapan yang menghimpit dada Moza.Di atas nakas, semangkuk sup ayam buatan Bi Isna sama sekali tidak tersentuh. Aroma gurih kaldu yang biasanya membangkitkan selera, kini justru terasa memuakkan bagi Moza.Ia duduk di tepi tempat tidur, jemarinya yang dingin mencengkeram erat sebuah bingkai foto. Di sana, wajah Kayden tampak sangat gembira. Tangan kanannya memegang sebuah piala, setelah berhasil menjuarai lomba mewarnai di kota Sarima.Air mata Moza menetes, jatuh tepat di atas kaca bingkai itu.“Di mana kau sekarang, Kay?” bisik Moza dengan hati yang hancur.Pikirannya mulai berkelana ke tempat-tempat paling gelap. Ia membayangkan Kayden kecilnya sedang disekap di sebuah gudang pengap yang tidak terjangkau sinar matahari. Tangan dan kaki mungil itu terikat kasar oleh tali tambang yang melukai kulit halusnya. Pikiran bahwa Kayden mungkin sedang kelaparan, menangis memanggil namanya tanpa henti, membuat jantung Moza serasa diremas."

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Perdebatan Singkat

    Gema palu hakim yang mengetuk meja tiga kali, menandakan berakhirnya masa skorsing. Ruang sidang yang tadinya lowong, kini kembali penuh. Di meja penggugat, Reva duduk dengan jemari yang saling meremas. Pikirannya bercabang; separuh pada nasib keadilannya, separuh lagi pada kabar mengerikan tentang Kayden. Sementara di sampingnya, Elbara tampak lebih tegang. Fokusnya sebagai pengacara sedang diuji di titik terberat. Saat ini, ia masih harus membela Reva, walaupun hatinya ingin memastikan keamanan sang keponakan."Sidang dilanjutkan," ujar Hakim Ketua dengan suara bariton yang menggema. "Silakan kepada Penasihat Hukum Terdakwa untuk melakukan pemeriksaan silang terhadap saksi korban."Bramantyo bangkit dari kursinya dengan keangkuhan seorang pengacara senior. Ia tidak langsung bertanya, melainkan berjalan perlahan di depan meja.Pria itu sengaja membiarkan bunyi sepatunya menciptakan tekanan psikologis bagi Reva. Ia adalah pengacara yang tahu bahwa untuk meruntuhkan sebuah kasus, ia

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Serigala Berbulu Domba

    Mobil yang dinaiki Kayden meluncur meninggalkan area pinggiran kota, menuju jalur hijau yang terletak di perbatasan. Di kursi belakang, Kageo duduk tegak di samping sang keponakan, tetap menampakkan gestur melindungi. Sementara Kayden yang masih trauma, menyandarkan kepalanya di pelukan Kageo."Kita berangkat ke rumahku," perintah Kageo dengan nada datar.Sang sopir hanya mengangguk melalui spion tengah. Ia mengerti betul bahwa tujuan mereka adalah sebuah properti pribadi, yang namanya tidak pernah terdaftar dalam aset keluarga Limantara.Kayden, yang mulai sedikit tenang, mendongak menatap Kageo dengan mata bulatnya yang masih kemerahan. "Paman... kenapa aku nggak diantar pulang ke apartemen? Mama pasti sedang mencariku."Kageo menoleh, memberikan senyum paling lembut kepada Kayden."Kay, dengar Paman," Kageo merendahkan suaranya agar terdengar seperti sebuah rahasia penting. "Para penjahat tadi sangat licik. Mereka pasti sudah tahu alamat apartemen Papa Dastan. Jika kamu kembali

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kebiasaan Aneh di Malam Hari

    Moza menahan napas. Entah mengapa Kageo malah memintanya untuk kembali besok pagi, padahal dia telah melakukan dua kesalahan beruntun.Meski begitu, ia tidak mau membantah. Lebih baik ia menuruti keinginan Kageo dulu, agar bisa segera keluar dari kamar ini.“Baik Tuan Muda Kageo. Saya permisi.”Tanp

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pegang Tanganku Erat-erat

    Mendengar niat Abigail untuk menelepon Rezon, Moza berusaha untuk mencegah. Namun, gadis kecil itu sudah terlanjur menyuruh pengasuhnya untuk mengambil ponsel.“Bibi Nuri, telepon Paman Rezon sekarang.”Pengasuh itu lekas mengeluarkan ponsel mungil berwarna pink dari dalam tas.Moza ingin protes, t

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Penampilan yang Mengundang

    Moza bergegas keluar dari kamar Dastan, jantungnya masih berdebar tak menentu. Udara malam di koridor lantai dua terasa lebih dingin dari sebelumnya, seakan dinding mansion ini menyimpan rahasia yang hampir terbongkar. Moza bergegas menuju tangga utama untuk kembali ke lantai bawah. Namun, sayup-s

    last updateLast Updated : 2026-03-17
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Permintaan Intim

    “S-saya Moza, pelayan baru” jawab Moza tergagap. “Saya sudah mengetuk pintu, tapi Tuan Muda tidak mendengar.”Pria itu terdiam. Matanya berhenti lama pada wajah Moza, seolah menikmati setiap detik kegugupan yang terpancar darinya.“Moza … seharusnya, kamu tetap menunggu sampai aku membukakan pintu.”

    last updateLast Updated : 2026-03-17
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status