แชร์

Mendamaikan Kakak dan Adik

ผู้เขียน: Risca Amelia
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-17 19:48:47

Setiba di apartemen, kesunyian masih menyelimuti mereka. Tanpa perlu banyak kata, Dastan dan Moza saling bertukar tatap di depan pintu lift. Tatapan itu sarat akan pengertian—sebuah komunikasi tanpa suara yang mengatakan bahwa mereka harus berbagi tugas.

Moza menggendong Abigail yang masih menyembunyikan wajahnya yang sembab, sementara Dastan mendekap Kayden. Di belakang mereka, Nuri dan Wulan mengikuti dengan kepala tertunduk. Mereka merasa bersalah atas kejadian di restoran tadi.

"Nuri, Wula
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (3)
goodnovel comment avatar
Ikeu Kodila
dan untuk ka thor jangan buat keluarga ini atau dastan sama moza marahan lagi ya, semoga masalah kecil atau besar ga mampu mempengaruhi keluarga cemara ini pokonya
goodnovel comment avatar
Ikeu Kodila
harmonis terus pokonya dan setiap ada masalah semoga mereka bisa nyelesain masing2 dengan sangat baik
goodnovel comment avatar
Ikeu Kodila
suka banget cara mereka talk sama anak2, apalagi cara dastan dan moza talk juga kek ada manis2nya meleleh dah sama keluarga cemara 1 ini
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kekuatan Cinta (THE END)

    Resepsi pernikahan adik-adik Dastan digelar di sebuah restoran taman yang mewah. Usai rangkaian acara dan ramah tamah dengan tamu undangan, musik beralih ke irama yang lebih romantis. Dua pasang pengantin segera maju ke tengah untuk melakukan first dance. Kageo dan Aya berdansa dalam gaya waltz.Meskipun gerakan mereka selaras, Kageo berkali-kali melirik ke arah pintu keluar. Keinginan untuk meninggalkan keramaian sudah berada di ubun-ubun.Kageo mendekatkan wajahnya ke telinga Aya, membisikkan kata-kata dengan suara lirih yang hanya bisa didengar oleh gadis itu. "Aku ingin segera berduaan denganmu, Sayang. Keramaian ini membuatku sesak."Aya hanya bisa tersenyum malu, wajahnya merona merah di balik veil yang sudah disingkap. Detik selanjutnya, Kageo membimbing Aya menuju kursi utama, di mana Tuan Markus dan Dastan sedang duduk mengawasi."Opa, Kak Dastan," Kageo membungkuk hormat, sengaja menunjukkan ekspresi lelah yang dibuat-buat. "Aku dan Aya harus undur diri lebih awal. Tiba-

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Lebih Banyak Tuan Muda

    Hari-hari berikutnya berlalu dengan kesibukan yang luar biasa bagi Dastan. Sebagai kepala keluarga, ia memikul tanggung jawab besar untuk memastikan kebahagiaan seluruh adiknya. Pertama, ia menemani Rezon melamar Izora secara resmi di hadapan ibunya. Sebuah pertemuan penuh haru yang menandai awal perjalanan baru bagi sang dokter bedah.Tak berhenti di situ, Dastan secara khusus mendatangi Tuan Baskoro, ayah kandung Reva. Petinggi partai politik yang berpengaruh itu menerima sang CEO dengan tangan terbuka.Mengingat integritas keluarga Limantara, Tuan Baskoro dengan penuh keyakinan merestui rencana pernikahan Reva dengan Elbara.Di akhir pekan, Dastan mendampingi Elzen menemui Tuan Edward Wangsa, ayah dari Brielle.Dalam perkenalan keluarga tersebut, Dastan memutuskan untuk menanamkan investasi besar pada perusahaan keluarga Wangsa sebagai pengikat hubungan. Melihat nama besar dan kemantapan finansial keluarga Limantara, Tuan Edward tak kuasa untuk menolak calon menantu seperti Elzen

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Merindukan si Kembar

    Suasana di ruang tengah Mansion Limantara masih dilingkupi kesunyian.Moza duduk di sofa dengan jemari yang saling bertautan erat, matanya tak lepas dari arah koridor menuju ruang kerja.Kegelisahan terpancar jelas dari raut wajahnya. Moza tahu betapa dalamnya luka dan dendam yang selama ini membentengi hubungan Dastan dan Kageo.Reva, yang duduk di sampingnya, mengulurkan tangan dan menyentuh bahu Moza dengan lembut. Ia bisa memahami keresahan yang tengah melanda hati sahabatnya."Tenanglah, Moza," bisik Reva memberi dukungan. "Aku yakin suamimu bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik. Dastan adalah pria yang bijaksana, dan kehadiran Dokter Cahaya pasti membawa pengaruh positif bagi mereka semua."Moza mengangguk perlahan, meski napasnya masih terasa pendek. "Aku hanya berharap tidak ada lagi dendam, Reva. Keluarga ini harus bersatu."Tak lama kemudian, kesunyian itu pecah oleh derap langkah kaki yang berirama dari arah koridor. Suaranya terdengar kompak, tidak ada kesan terburu-bu

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Dendam Telah Berakhir

    Tuan Markus memandang Kageo dan Cahaya dengan sorot hangat, lalu meminta mereka duduk di meja makan. "Thalia, tolong siapkan hidangan lagi untuk Kageo dan istrinya. Mereka pasti lelah setelah menempuh perjalanan jauh," perintah Tuan Markus.Sambil menatap Kageo, sang kepala keluarga itu menambahkan, "Kageo, kau dan istrimu beristirahatlah setelah makan. Besok pagi, kita bicara lagi. Ada banyak hal yang ingin Opa dengar darimu.""Baik, Opa," jawab Kageo patuh.Tuan Markus memberikan isyarat kepada perawatnya untuk mendorong kursi rodanya kembali ke kamar. Begitu pria tua itu berlalu dari ruang makan, ketegangan kembali merayap di antara para pria Limantara. Rezon adalah yang pertama bersuara. "Kageo, apa kau sudah melakukan transfusi darah selama menghilang?""Sudah, Kak. Cahaya yang membantuku dan memastikan aku mendapatkan penanganan yang tepat," jawab Kageo sambil melirik istrinya.“Selama ini, aku bersembunyi di rumah kakekku, di Desa Sentana. Aku juga menikah dengan Cahaya di s

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Aku Sudah Menikah

    Kegembiraan yang nyata memancar dari wajah renta Tuan Markus. Matanya yang semula sayu karena kantuk, mendadak berbinar terang mendengar nama cucu bungsunya.Pria tua itu lantas menepuk sandaran kursi rodanya dengan penuh semangat."Kageo? Kenapa anak itu harus minta izin segala? Bukankah ini adalah rumahnya sendir?” tanya Tuan Markus dengan suara yang lebih bertenaga. “Thalia, cepat suruh Kageo masuk dan bergabung dengan kakak-kakaknya di sini. Jangan biarkan dia menunggu di udara malam!"Mendengar ucapan sang kakek, ekspresi Dastan berubah seketika. Ada ketegangan yang terlihat jelas dari cara ia mengepalkan tangannya di samping tubuh. Baginya, pertemuan ini adalah bom waktu yang bisa meledak kapan saja bila tidak ditangani dengan kepala dingin."Opa, biar aku yang menemui Kageo di depan," ujar Dastan.Moza segera bangkit berdiri untuk mengikuti suaminya. Rezon, Elbara, dan Elzen serentak hendak menemani sang kakak. Akan tetapi, Dastan mengangkat tangannya, memberi isyarat agar m

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kedatangan si Bungsu

    Suara serak milik Tuan Markus memecah keheningan di ruang tengah mansion. Pria tua itu menatap cucu-cucunya dengan binar mata yang lembut."Aku senang melihat kalian semua berkumpul di sini, apalagi dengan membawa pasangan masing-masing," ucap Tuan Markus sambil mengedarkan pandangan. "Sekarang, mari kita makan. Aku tidak mau dua calon cicitku di perut Moza lapar, karena terlalu lama menunggu."Moza tersenyum haru mendengar perhatian sang kakek. "Terima kasih, Opa," jawabnya lembut.Rombongan keluarga besar itu pun beranjak menuju ruang makan yang megah. Di sana, Thalia bersama beberapa pelayan sudah berdiri siaga di samping meja panjang yang dipenuhi hidangan istimewa. Aroma lezat dari berbagai masakan menggoda selera, menciptakan suasana hangat di Mansion Limantara.Mereka mulai menempati kursi masing-masing. Reva, yang masih merasa sedikit asing dengan kemegahan ini, memilih duduk di samping Moza untuk mencari ketenangan. Setelah semua duduk, Tuan Markus memberikan isyarat."Sil

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Membutuhkanmu Setiap Hari

    Mobil berhenti dengan mulus di area parkir privat apartemen. Tanpa membuang waktu, Dastan keluar sambil menggendong Kayden yang masih terlelap dalam tidur. Moza berjalan mengiringi di sampingnya dalam diam. Keheningan lobi dan denting lift yang membawa mereka naik, terasa begitu kontras dengan kega

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-27
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Ingin Selalu Dimanjakan

    Ketika sampai di dalam mobil, Moza meraih botol air mineral dari cup holder dan menyodorkannya pada Dastan. "Minum dulu," ucapnya, masih dengan nada lembut.Dastan menerima botol itu dan meneguk airnya perlahan, berusaha meredakan rasa gatal di tenggorokannya yang terus memicu batuk. Moza memperha

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-27
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pilihan Ada di Tanganmu

    Kaki Moza mendadak terasa lemas di pelukan Dastan. Kehangatan pria itu, kata-katanya yang tulus, semuanya seperti ombak yang mengguncang tembok pertahanan Moza. Namun, naluri untuk melindungi hatinya dari luka bangkit lebih cepat. Sebelum dirinya luluh oleh pesona Dastan, Moza buru-buru berbicara

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-27
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Didukung Para Adik

    Pada akhirnya, Dastan membuka pintu mobilnya dan mengajak Moza masuk.Saat Moza melangkah masuk, ia mendengar suara Dastan yang memang lebih serak dari biasanya, seperti tenggorokannya penuh dengan pasir.Moza menoleh saat Dastan duduk di kursi kemudi, lalu mulai memasang sabuk pengaman. "Kata Elz

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-27
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status