Share

30. Pasar Rakyat

Author: Rosa Rasyidin
last update publish date: 2026-01-06 16:19:20

Shen Yuan menyentuh topeng perak. Jari-jarinya menelusuri ukiran serigala seolah benda itu telah menyatu dengan wajahnya.

"Sampai kapan?" ulang Shen Yuan, lalu pandangannya menerawang ke luar jendela, menembus badai salju yang terus bertiup.

"Sampai es di dalam darahku mencair walau sedikit atau sampai kutukan ini menghilang tanpa sisa."

Shen Yuan berpaling, menutup bukunya dan tak mau menatap A Ruo. Ia pun tak mau hidup di balik topeng, tapi wajahnya terlihat aneh dengan kristal di lapisan kul
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   129. Naluri Dokter

    A Ruo yang berada di dalam Istana Dingin sejak tadi, benar-benar tak tahan untuk mencari tahu apa yang terjadi di luar. Ia membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan menahan gigil di badan. Lalu Selir Agung menarik dirinya agar mendekat ke tungku api.“Jangan pergi, Pangeran Yuan sudah menyuruhmu untuk tinggal,” kata Selir Agung.“Aku akan tetap tinggal. Maksudnya tinggal bilang kalau aku izin keluar sebentar.”Dengan kecepatan sekejap mata saja ia bisa melepaskan pegangan tangan Selir Agung dan berlari sampai ke depan pintu. Karena penasaran dibukanya pintu tersebut dan terlihat ada dinding es tebal dan tinggi sekali di depannya.“Oh maigooood, pasti terjadi sesuatu di luar sana. Panjat bisa tidak ya?” Ia memperhitungkan kemungkinan dirinya menyeberangi gunung es baru jadi itu.“Nona Ruo, Er Ge memintamu tetap di sini.” Shen Li datang menghampiri.“Aku tahu tapi ... apakah Tuan Putri tidak penasaran apa yang terjadi di luar sana?” A Ruo menatap Shen Li dengan penuh harap.“Penasaran,

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   Puncak Kekuatan

    “Da Ge, apa yang terjadi?” Shen Yuan melompat lebih dekat ketika melihat kakak pertama dan istri kakaknya ada di atas atap. Tentu saja tak lupa ia bawa A Ruo.“Aku tidak tahu, aku baru melihatnya.” Yanzuo melirik ke arah gerbang belakang istana.“Ini bahaya yang pernah aku lihat. Kalian berdua yang membawanya, bintang jahat dari Utara!” ketus Ye Lin serius, lalu tatapannya beralih pada A Ruo. “Nona Ruo, kau seharusnya sudah pergi dari sini, kenapa masih tinggal?”“Eh, aku?” A Ruo menunjuk dirinya sendiri. “Aku mana bisa pergi sendiri kalau tidak dibawa Pangeran Kedua.”“Bukan pergi ke Utara maksudku, tapi pergi ke tempat tinggalmu yang seharusnya.” Ye Lin gemetar tubuhnya sampai terlihat berkeringat dingin.“Lin’er, katakan apa yang terjadi? Aku tidak mengerti sama sekali.” Yanzuo menuntut penjelasan.“Tidak ada waktu lagi untuk menjelaskan, habisi makhluk-makhluk itu sebelum membunuh orang yang tidak bersalah. Pangeran Kedua, mohon dengan sangat bawa Nona Ruo pergi ke tempat yang ama

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   127. Mengorbankan

    Badai salju di luar istana tidak mampu memadamkan lautan obor yang dibawa oleh belasan ribu pasukan pemberontak. Derap langkah kuda perang dan suara sepatu besi menyatu menjadi genderang kematian yang memekakkan telinga.Jenderal Zhao duduk di atas kuda perangnya. Ia menatap gerbang kayu raksasa berlapis besi di depannya dengan senyum penuh kemenangan meski belum tentu ia akan menang.Di belakangnya, barisan sarjana, pejabat menteri sayap kiri dan kanan, serta prajurit bayaran berdiri rapat, siap menumpahkan darah demi menggulingkan rezim Ratu Agung.Hanya saja banyak orang yang terkecoh. Sebagai ahli taktik yang licik, Jenderal Zhao tidak sudi menempatkan dirinya di garis depan. Ia tahu Pasukan Phoenix yang menjaga istana bukanlah lawan yang bisa diremehkan.Tentu saja ambisinya menjadi kaisar baru sangat besar melebihi harga diri, apalagi kesadaran dirinya."Pasukan berani mati, maju! Hancurkan gerbang itu! Siapa pun yang berhasil memenggal kepala Pasukan Phoenix lebih dulu akan kub

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   126. Sang Naga

    Jelang malam hari, suasana di dalam kediaman utama Ratu Agung justru terasa sangat mencekam dengan cara yang berbeda.Pintu kayu besar di kamar Ratu Agung didobrak hingga terbuka dengan kasar. Seorang komandan Pasukan Phoenix menerobos masuk dengan napas memburu.Ia mengabaikan segala tata krama istana, langsung bersujud dan memberi tahu hal yang sangat penting.“Yang Mulia Ratu Agung, keadaan di luar tak terkendali!" lapor komandan itu dengan suara tertahan."Jenderal Zhao telah menggerakkan pasukan militer besar-besaran. Para sarjana, menteri sayap kiri dan kanan, serta bangsawan terkemuka telah bersekutu di bawah pimpinannya. Mereka membawa ribuan pasukan dan sedang bergerak menuju gerbang utama malam ini juga!"Ratu Agung tidak terlihat panik atau marah, ia justru menyandarkan punggungnya ke singgasana emasnya. Kemudian terdengar tawa nyaring keluar dari bibir merah wanita penguasa itu. Seolah-olah ia adalah penguasa yang tak akan bisa digulingkan oleh titah dewa sekalipun."Merek

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   125. Pasukan Mayat Hidup

    Setelah meninggalkan perjamuan pernikahan yang sangat sepi itu, Shen Yuan dan A Ruo kembali ke Paviliun dengan langkah cepat. Waktu mereka tidak banyak.Ketika sampai di dalam kamar yang mulai dingin, A Ruo sibuk memasukkan beberapa jubah tebal dan perlengkapan medisnya ke dalam buntelan kain, sementara Shen Yuan mengikat pedang panjang di punggungnya.Pintu paviliun terbuka. Shen Li berdiri di depan pintu dengan napas terengah-engah. Putri bungsu Kaisar itu rupanya berlari menyusul mereka setelah diam-diam menjenguk ibunya di Istana Dingin.Tanpa mempedulikan tata krama, gadis belia itu langsung berhambur ke depan dan memeluk erat pinggang Shen Yuan."Da Ge ..." kata Shen Li terisak.Tubuh rampingnya menggigil karena energi dingin dari tubuh Shen Yuan. Namun, ia menolak melepas pelukannya. Tangannya mencengkeram jubah putih Shen Yuan dengan sangat kuat."Li'er," ucap Shen Yuan lembut. Ia menarik napas dalam-dalam agar hawa dinginnya tak menyakiti adiknya. Tangannya yang putih pucat m

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   124. Kebangkitan

    "Malam ini? Badai di luar sedang ganas, dan kau baru saja melihat kakakmu menjadi Putra Mahkota. Kenapa terburu-buru sekali kembali ke tanah buangan yang beku dan dingin itu?"Shen Yuan menoleh ke arah A Ruo, lalu meraih tangan gadis berpipi tembem itu dan menggenggamnya dengan erat. Tindakan itu membuat mata Ye Lin melirik mereka. Ada rasa iri dan haru di hati Ye Lin melihat A Ruo akhirnya menemukan tempat berlindung."Aku sudah terlalu lama berada di sini. Udara ibu kota membuat isi kepalaku tidak tenang," jawab Shen Yuan jujur. "Lagi pula, aku membawa A Ruo bersamaku. Saat di Utara nanti, aku akan menikahinya dan menjadikannya istriku satu-satunya."Yanzuo tertegun. Ia menatap A Ruo dari atas ke bawah, lalu tertawa dengan kerasnya."Seorang pelayan medis? Yuan'er, selera pangeran es sepertimu sungguh tak bisa ditebak!" ucap Yanzuo apa adanya. Namun, ia tidak bermaksud demikian. Hanya ingin memastikan pilihan adiknya agar tidak salah langkah."Ta

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status