مشاركة

39. Perpisahan

مؤلف: Rosa Rasyidin
last update آخر تحديث: 2026-01-11 22:25:40

Pertempuran telah usai, menyisakan keheningan dan bau darah yang terbawa angin. Tubuh Shen Yuan yang tadinya tegar mengundang badai, kini tiba-tiba limbung. Bahunya merosot, dan tangannya mencengkeram dada kirinya yang berdenyut.

"Agh sakitnya!" Darah segar menyembur dari bibirnya, dan menetes ke jubah putih yang sudah kotor. Penggunaan kekuatan es secara berlebihan telah memicu kesakitan pada organ dalamnya yang rapuh.

"Aduh, sirup marjannya keluar juga!" A Ruo lekas berlari dan menghampiri sang pangeran.

Tangannya dengan sigap menarik sapu tangan dan berniat membersihkan noda. Namun, belum sempat A Ruo menyentuhnya, Shen Yuan mundur selangkah.

"Jangan mendekat!" kata Shen Yuan. Ia masih belum bisa menenangkan diri. Hawa dingin yang mematikan masih berada di sekitarnya.

"Aku masih dikuasai amarah, aku bisa melukaimu tanpa sengaja.” Tapi A Ruo tidak peduli pada peringatan itu.

"Kau ini pasien paling rewel yang pernah kutemui.” Alih-alih mundur, ia justru maju dan menerobos hawa dingin
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   39. Perpisahan

    Pertempuran telah usai, menyisakan keheningan dan bau darah yang terbawa angin. Tubuh Shen Yuan yang tadinya tegar mengundang badai, kini tiba-tiba limbung. Bahunya merosot, dan tangannya mencengkeram dada kirinya yang berdenyut."Agh sakitnya!" Darah segar menyembur dari bibirnya, dan menetes ke jubah putih yang sudah kotor. Penggunaan kekuatan es secara berlebihan telah memicu kesakitan pada organ dalamnya yang rapuh."Aduh, sirup marjannya keluar juga!" A Ruo lekas berlari dan menghampiri sang pangeran.Tangannya dengan sigap menarik sapu tangan dan berniat membersihkan noda. Namun, belum sempat A Ruo menyentuhnya, Shen Yuan mundur selangkah."Jangan mendekat!" kata Shen Yuan. Ia masih belum bisa menenangkan diri. Hawa dingin yang mematikan masih berada di sekitarnya."Aku masih dikuasai amarah, aku bisa melukaimu tanpa sengaja.” Tapi A Ruo tidak peduli pada peringatan itu."Kau ini pasien paling rewel yang pernah kutemui.” Alih-alih mundur, ia justru maju dan menerobos hawa dingin

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   38. Bintang Gelap

    “Uhuk, hueeek!”Darah merah gelap menyembur dari mulut A Yue, dan mengotori jubah sutra emasnya yang mewah. Napas wanita itu tersengal-sengal, dadanya naik-turun dengan cepat, dan matanya terbelalak seolah baru saja melihat neraka yang paling mengerikan.Ia baru saja mencoba mengintip garis takdir menjelang kedatangan kedua pangeran ke Ibu Kota. Namun, yang ia temui di alam bawah sadarnya bukanlah benang nasib yang biasa ia mainkan, melainkan bencana alam yang terlihat nyata.A Yue melihat badai salju raksasa yang bergulung-gulung menutupi langit. Dari balik kabut putih yang mematikan itu, muncul sosok serigala putih raksasa. Bulunya setajam es dan matanya yang abu-abu melihat A Yue dengan tatapan membunuh.Belum sempat ia menghindar, lautan api muncul membakar hutan hingga menjadi abu. Suara auman memekakkan telinga terdengar saat seekor naga merah melesat keluar dari kobaran api, sisiknya keras serta runcing, dan taringnya siap mencabik siapa pun yang menghalanginya.Kedua binatang

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   37. Tergantung Tak Bernyawa

    “Lihat, kan? Aku punya bakat terpendam jadi atlet jet ski!” ucap A Ruo sambil membersihkan wajahnya. Namun, tidak ada yang menanggapi candaannya.Senyum di wajah A Ruo perlahan luntur saat ia menyadari suasana di belakangnya berubah jadi mencekam. Shen Yuan mematung, tatapannya tajam menuruni bukit menuju gerbang istananya sendiri.“Ada yang salah.” Yanzuo segera mengeluarkan seberkas api dari tangannya.Di hamparan salju gerbang utama, terlihat puluhan jejak kaki yang tidak beraturan, menandakan istana utara baru saja diserbu oleh segerombolan orang tidak dikenal.“Han Qing, Bai Ju, bukan jalan!” perintah Shen Yuan dan dari bibirnya.Kedua ajudannya segera mendorong gerbang, tapi benda itu dikunci dari dalam. Tanpa menunggu, Shen Yuan mengibaskan kedua tangannya. Pintu gerbang besar itu kemudian terbuka.Pemandangan di balik gerbang membuat darah A Ruo berdesir dan ia merinding sampai bulu kuduknya berdiri.Jembatan yang membentang di atas kolam teratai beku, kini tidak lagi bersih.

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   36. Jet Ski

    "Lihatlah, Pangeran Pertama, pada akhirnya kau hanyalah abu yang hilang tertiup angin."Suara A Yue bergema di dalam kegelapan. Dalam mimpi, Yanzuo melihat tubuhnya sendiri sedang dibakar api neraka. Kulitnya melepuh, dagingnya menghitam, dan ia berteriak dalam kesunyian tanpa suara.Sementara itu, di kejauhan yang tak terjangkau oleh tangannya, ia melihat Shen Yuan berdiri tegak tanpa topeng. Adiknya tersenyum bahagia, menggenggam tangan A Ruo di bawah hujan kelopak bunga. Mereka tertawa, saling menatap penuh cinta, dan sama sekali tidak menoleh pada Yanzuo yang sedang meregang nyawa karena siksaan."Kau ditakdirkan mati sendirian, Pangeran Api. Kau hanya penonton bagi kebahagiaan mereka.""Diaaaam!" Yanzuo tersentak bangun, napasnya memburu dan keringat mengalir deras di pelipisnya.Matanya yang berwarna merah terbuka lebar. Ia memindai sekitar tempatnya beristirahat. Semuanya sedang terlelap termasuk A Ruo dan Shen Yuan. Hawa panas menguar dari tubuhnya, membuat salju di sekitar te

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   35. Sebuah Perbedaan

    “Kau tahu, Yuan’er, giok pelindung pemberian Ibunda retak begitu saja. Sejak itu firasatku tidak baik. Rasanya seperti ada kabut hitam yang menyelimuti Istana Utama.”“Ibu?” gumam Shen Yuan sambil meletakkan mangkuk.“Ulang tahun Ibunda tidak lama lagi. Meski aku kejam tapi aku masih peduli dengan. Ada sesuatu yang tidak beres di sana, dan aku tidak bisa tenang kalau tidak melihatnya sendiri. Kita harus pulang, Yuan’er. Ibunda membutuhkan kita.”Wajah Shen Yuan yang tadi memerah karena obat kembali pucat. Ia menatap jari-jarinya panjang seperti hantu.“Aku tidak bisa. Da Ge tentu sudah tahu kejadian yang dulu pernah aku lewati. Hanya sedikit emosi dan kepanikan, aku bisa membekukan semua orang. Aku harus tetap bersembunyi di utara.”Yanzuo kesal, ia ingin memaksa adiknya, tapi menahan diri. Sebab paksaan tak akan mengubah ketakutan Shen Yuan.Pangeran Api itu melirik tajam ke arah A Ruo, memberi isyarat dari mata ke mata agar A Ruo mau membujuknya.A Ruo segera menangkap maksud itu.

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   34. Dunia Milik Berdua

    A Ruo sibuk di dekat perapian. Rebusan campuran herbal yang kuat dari jahe yang pedas, pahit ginseng, dan aroma segar yang unik dari Bunga Hati Salju memberi cita rasa yang kuat.A Ruo memasukkan kelopak bunga kristal yang tadi dipetik Shen Yuan ke dalam air yang mendidih. Ajaibnya, kelopak yang seharusnya beku itu tidak layu terkena panas, melainkan meleleh perlahan, mengubah warna air rebusan menjadi biru bening yang berkilauan indah.“Waaah, seumur hidup baru kali ini aku melihat ramuan herbal yang sangat indah dan biru transparan. Aku jadi ingin meminumnya sendiri.” A Ruo mengipas-ngipas uap yang beterbangan di udara dan ia hirup dalam-dalam. Aroma yang terasa sangat segar dan hangat di dada serta melegakan tenggorokan.“Mungkin saat aku kembali ke masa depan, aku bisa kerja sambilan sebagai dokter dan herbalis, hitung-hitung membuka kembali apotek herbal milik kakekku.” Gadis berpipi tembem itu mengecilkan bara api dengan cara mengurainya ke tanah.Ia menuang herbal dan pas sekal

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status