Inicio / Romansa / Pelayan Kesayangan CEO Arogan / Bab 657 — Momen Manis 2

Compartir

Bab 657 — Momen Manis 2

Autor: Apple Cherry
last update Fecha de publicación: 2026-10-13 22:23:36

Javendra meraih map kulit berwarna gelap yang tergeletak tepat di atas nakas, map yang sejak kemarin tidak pernah jauh dari jangkauannya. Ia membukanya perlahan, mengeluarkan lembaran kertas hasil cetakan USG hitam putih dari laboratorium rumah sakit.

"Lihat ini," gumam Javendra rendah. Tangannya mengarahkan foto tersebut ke depan Sasa, sementara matanya sendiri terpaku pada titik kecil di dalam gambar tersebut.

"Kemarin sewaktu mendengarkan detak jantungnya, aku benar-benar merasa ada yan
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 748 - Dua Ibu yang Luar Biasa

    Sasa terdiam sebentar sebelum mengangkat wajahnya. Ia menatap Javendra dengan senyum kecil, kemudian mengulurkan tangan untuk menyentuh pipi suaminya. "Aku akan selalu ada selama kamu juga mengizinkanku berada di sisimu, Mas." Javendra tidak langsung menjawab. Ia mendekat dan mengecup kening istrinya sebelum menyentuhkan bibir mereka dalam ciuman singkat. Sasa membalas ciuman itu dengan lembut. Ketika mereka kembali saling menatap, ia mengusap pipi Javendra sekali lagi, lalu tersenyum. Javendra merengkuhnya kembali. Untuk sementara, ia memilih menikmati waktu bersama istrinya tanpa membicarakan pekerjaan. Masalah yang menunggunya di kantor bisa kembali dipikirkan besok pagi. Malam itu, ia hanya ingin berada di dekat Sasa dan memastikan istrinya merasa nyaman. ** Pada waktu yang hampir bersamaan, di ruang perawatan VVIP Rumah Sakit Maheswara, Amara sedang duduk di samping ranjang Bu Andini. Ruangan itu cukup tenang. Cahaya lampu di dekat tempat tidur menerangi wajah Bu An

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 747 - Kamu Menjadi Tempatku Pulang

    Menjelang malam, mansion Maheswara mulai sepi. Para pelayan menyelesaikan pekerjaan mereka, sementara lampu-lampu di sepanjang koridor telah dinyalakan. Setelah memastikan Sasa berada di dalam kamar, Amara berpamitan untuk berangkat ke rumah sakit. Ia berencana menggantikan penjagaan Bu Andini agar orang-orang yang sejak pagi menemaninya bisa beristirahat. Sasa sempat mengantar ibu mertuanya sampai ke ruang depan. Setelah mobil Amara meninggalkan halaman mansion, ia kembali ke kamar untuk melanjutkan kegiatannya. Di dalam kamar tidur utama, beberapa pakaian bayi terhampar di atas ranjang. Sasa duduk bersila sambil melipat satu per satu pakaian tersebut, kemudian menyusunnya berdasarkan ukuran sebelum memasukkannya ke dalam keranjang yang sudah disiapkan. Ia mengambil sebuah baju kecil berwarna putih dan memeriksa jahitannya. Setelah memastikan tidak ada bagian yang mengganggu, ia melipatnya dengan hati-hati lalu meletakkannya bersama pakaian lain. Sasa baru saja mengambil pa

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 746 - Perhatian Ibu Mertua

    Di teras depan mansion Maheswara, Sasa duduk di kursi rotan sambil menikmati udara sore. Sebuah meja kecil berada di hadapannya, dengan segelas air putih yang sesekali ia teguk ketika tenggorokannya terasa kering. Angin bertiup melewati taman, membuat beberapa helai rambut ikalnya bergerak di sekitar wajah. Dari tempat duduknya, Sasa bisa melihat para pelayan yang sedang merapikan tanaman di dekat jalan setapak. Sesekali, ia memperhatikan bunga-bunga yang mulai bermekaran di antara dedaunan. Sejak Dokter Rini menyarankannya untuk mengurangi aktivitas, Sasa memang lebih banyak menghabiskan waktu di dalam mansion. Ia memahami alasan di balik anjuran tersebut, terlebih setelah kejadian kelelahan yang dialaminya kemarin. Meski begitu, sesekali ia masih merindukan kegiatan di luar rumah, terutama menjenguk Bu Andini di rumah sakit. Sasa baru saja mengalihkan pandangan ke arah taman ketika terdengar langkah kaki mendekat dari dalam mansion. "Sasa," panggil Amara. Sasa menoleh dan mend

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 745 - CEO yang Selalu Sibuk (2)

    Langkah Javendra terdengar di sepanjang koridor mansion Maheswara. Bram berjalan di belakangnya sambil membawa tablet hitam yang sejak tadi digunakan untuk memeriksa laporan. Keduanya baru saja menyelesaikan pembicaraan singkat sebelum Javendra memutuskan membawa asistennya ke ruang kerja pribadi untuk membahas masalah yang baru dilaporkan. Begitu memasuki ruangan, Javendra berjalan menuju meja kerja marmer hitam di dekat jendela. Ia berhenti di sisinya, lalu berbalik menghadap Bram yang baru saja menutup pintu. "Bram, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Javendra sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada. Bram segera mendekat. Ia membuka layar tabletnya untuk memastikan laporan yang akan disampaikan sudah sesuai dengan data terbaru. "Maaf, Tuan Javendra. Saya baru saja menerima laporan dari tim investigasi finansial dan divisi keamanan siber satu jam lalu, tepat sebelum Anda pulang ke mansion." Javendra mengerutkan kening. Ia baru saja menyelesaikan masalah yang melibatkan

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 744 - CEO yang Selalu Sibuk

    Sasa tersenyum mendengar ucapan itu, tetapi ia bisa merasakan ada sesuatu yang berbeda dari cara suaminya memandangnya. Javendra memang selalu menunjukkan kasih sayang, tetapi kali ini ada kelegaan yang sulit dijelaskan dalam sorot matanya. "Aku tidak tahu apa yang akan terjadi nanti," lanjut Javendra sambil menggenggam tangan istrinya. "Mungkin suatu hari nanti aku tidak lagi bisa mengendalikan semua hal seperti sekarang. Namun, selama aku masih bisa pulang dan menemukanmu di sini, aku akan baik-baik saja." Sasa terdiam sejenak. Ia mengenal Javendra sebagai pria yang selalu percaya diri menghadapi masalah. Suaminya jarang membicarakan kemungkinan kehilangan kekuasaan atau kegagalan, apalagi dengan nada setenang itu. Karena itulah, ucapan Javendra membuatnya bertanya-tanya. Apakah ada sesuatu yang terjadi di kantor? Apakah suaminya sedang menghadapi masalah yang belum sempat diceritakan kepadanya? Sasa ingin bertanya lebih jauh, tetapi ia memilih untuk tidak mendesaknya. Jika

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 743 - Aku Beruntung Memiliki Kamu

    Siap, dialog Javendra akan menggunakan aku-kamu, bukan saya-kamu. Berikut revisi lengkapnya dengan gaya bicara Javendra yang konsisten. Sinar matahari siang menyinari taman depan mansion Maheswara. Udara masih terasa sejuk setelah hujan pagi tadi, sementara aroma tanah basah bercampur dengan wangi bunga yang tumbuh di sepanjang jalan setapak. Di salah satu sudut taman, Sasa duduk di atas alas kecil dengan sebuah pot keramik di hadapannya. Ia mengenakan dress katun longgar berwarna putih gading yang dipadukan dengan cardigan rajut tipis. Kedua tangannya terbungkus sarung tangan kain, sementara sebuah sekop kecil tergeletak di samping pot. Rani berlutut di dekatnya sambil memegang kantong berisi bibit bunga marigold. Sejak tadi, pelayan itu terus memperhatikan setiap gerakan Sasa. Bahkan ketika Sasa hanya menggeser pot sedikit, Rani sudah bersiap membantunya. "Nyonya, biar saya saja yang memasukkan tanahnya," ujar Rani ketika melihat Sasa hendak mengambil sekop. Sasa menggelen

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 5 - Pijatan Plus Plus

    Sasa menarik napas perlahan, mencoba mengumpulkan keberanian. "Tuan Javen, saya—" Tapi begitu Javendra mengangkat pandangannya dan menatapnya lekat, kata-kata Sasa langsung hilang. Ia ragu sejenak, lalu menggeleng pelan. "Tidak jadi, Tuan," katanya cepat, suaranya hampir hilang. Javendra mel

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 4 - Sasa Butuh Dana Cepat

    Sasa bingung sejenak saat Javendra menanyakan soal pijat. Ia tidak langsung menjawab, matanya sedikit melebar karena terkejut. "Eh … bisa, Tuan," jawabnya akhirnya. "Waktu masih tinggal sama ibu dulu, saya pernah diajarin pijat. Ibu saya tukang pijat di kampung, suka urut orang capek dan urut bayi

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 3 - Apa Kamu Bisa Memijat?

    Javendra langsung menutup pintu dengan cepat begitu melihat keadaan Sasa. Sasa buru-buru memakai seragam baru dengan tangan gemetar. Ia benar-benar merasa bodoh sekali. Kenapa aku kelamaan ganti baju? Kenapa pula aku setuju ganti di sini? Tak sampai semenit kemudian, terdengar ketukan di pintu.

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 2 - Kepergok Majikan

    Javendra berdeham keras. Tangan kanannya cepat ditarik dari dada Sasa. "Kamu masih mau sampai kapan menduduki saya?" tanyanya dengan suara rendah dan datar. Sasa langsung tersentak. Wajahnya memerah hebat sampai ke leher. Ia buru-buru bangkit dari pangkuan Javendra, hampir tersandung lagi kar

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status