Home / Romansa / Pelayan Kesayangan CEO Arogan / Bab 34 - Permainan Licik

Share

Bab 34 - Permainan Licik

Author: Apple Cherry
last update publish date: 2026-05-24 16:35:31
Sasa membeku dengan tangan yang menutupi mulutnya, jantungnya seperti berhenti berdetak saat melihat botol sabun yang terjatuh di lantai marmer.

Suara benturan itu terasa seperti ledakan di telinganya, menghancurkan kesunyian kamar yang hanya diisi dengan perdebatan dingin antara ibu dan anak.

Sasa memejamkan mata, tubuhnya gemetar hebat, dan ia yakin bahwa detik ini adalah akhir dari segalanya.

Di luar, Amara menoleh tajam ke arah pintu kamar mandi yang tertutup. Kecurigaannya yang semp
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (28)
goodnovel comment avatar
yesi rahmawati
Baru sadar ya sa kalau kamu sekarang udah dikendalikan sama javendra
goodnovel comment avatar
yesi rahmawati
Giliran javendra udah mendapatkan sasa, dia semakin arogan dan kata-katanya menyakitkan
goodnovel comment avatar
Shafeeya Humairoh
tak ada tempat untuk sasa lari, jahat bgt javen, bucin deh kamu aku sumpahi
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 649 - Hari yang Paling Ku ingat

    "Aku janji, Mas Javen," sahut Sasa mantap dengan senyuman manis. Sasa kemudian mengalihkan pandangannya kembali ke layar monitor USG. "Dokter Rini, apakah hasil gambar USG tadi bisa dicetak untuk kami bawa pulang?" "Tentu saja, Nyonya Sasa. Saya akan mencetak beberapa lembar foto USG untuk album kehamilan Anda," jawab Dokter Rini dengan ramah seraya mencetak lembaran foto hitam putih tersebut. Dokter Rini menyerahkan cetakan foto USG beserta berkas rekam medis dan resep vitamin. Javendra menerima lembaran foto itu dengan jemari yang sedikit gemetar. Pria tegap itu menatap gambar kecil di kertas hasil cetakan tersebut dengan ekspresi lembut, menunjukkan sisi dirinya yang jarang terlihat oleh orang-orang di dunia bisnis Maheswara Group. "Dokter, tolong siapkan juga catatan resep tertulis dan panduan nutrisi harian ini dalam berkas resmi," ujar Javendra dengan sopan. "Aku ingin memastikan tidak ada satu poin pun dari instruksi Dokter yang terlewat saat kusampaikan kepada tim pe

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 648 - Janji?

    "Mengonsumsi biskuit atau kraker gandum kering sebelum bangun dari tempat tidur pada pagi hari bisa membantu mengurangi rasa mual, Tuan Javendra," jawab Dokter Rini dengan sabar. "Menjauhkan makanan dengan aroma terlalu tajam dari Nyonya Sasa juga merupakan langkah yang baik. Untuk porsi makan, gunakan prinsip porsi kecil tetapi lebih sering, misalnya lima sampai enam kali sehari." Sasa segera menyela sambil tertawa kecil, menatap Dokter Rini dengan pandangan memohon. "Dokter, tolong jangan buat aturan yang terlalu ketat, ya. Saya tidak ingin Mas Javen mengubah seluruh rumah kami menjadi seperti dapur rumah sakit yang serba steril cuma karena saya hamil." Dokter Rini terkekeh. "Tentu tidak, Nyonya Sasa. Yang penting adalah kenyamanan ibu." Namun, rasa ingin tahu dan perhatian Javendra belum berhenti sampai di situ. Pria tegap itu kembali condong ke depan. "Bagaimana dengan aktivitas fisiknya, Dokter? Apakah Sasa masih boleh berjalan-jalan di dalam rumah? Bagaimana dengan menaik

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 647 - Suami Super Protektif

    Bagi Javendra, selama ini kabar kehamilan Sasa masih terasa seperti mimpi indah yang belum sepenuhnya ia pahami. Namun, saat suara detak jantung kecil itu terdengar jelas di ruang pemeriksaan, ia mulai menyadari betapa nyatanya kehidupan baru yang sedang mereka nantikan. Suara itu menjadi bukti bahwa di dalam rahim wanita yang paling ia cintai, ada kehidupan kecil yang terus berkembang. Anak mereka. "Mas Javendra?" panggil Sasa dengan suara pelan. Javendra tidak menjawab. Matanya yang biasanya menunjukkan ketegasan kini berkaca-kaca. Tenggorokannya terasa tercekat karena terharu. Pria tegap itu mengepalkan jemari tangannya yang bebas, sementara tangan lainnya menggenggam tangan Sasa dengan erat. "Suara yang kita dengar ini adalah detak jantung calon bayi kalian," tutur Dokter Rini dengan lembut, memberi waktu bagi pasangan itu untuk menikmati momen tersebut. "Detak jantungnya terdengar kuat dan teratur." Sasa tersenyum semakin lebar. Air mata kebahagiaan menetes perlahan di

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 646 — Detak Jantung

    Javendra membimbing Sasa untuk duduk di kursi empuk di hadapan meja dokter, sebelum ia sendiri duduk di kursi tepat di samping istrinya dengan posisi tubuh tegap. "Bagaimana kondisinya selama beberapa hari terakhir ini, Nyonya Sasa?" tanya Dokter Rini memulai konsultasi sambil membuka berkas rekam medis di layar komputernya. Sasa meletakkan kedua tangannya di atas paha, lalu tersenyum ramah. "Terkadang saya merasa mual, Dok, terutama di pagi hari. Tubuh juga terasa lebih mudah lelah, dan sesekali saya merasa ingin tidur lebih lama dari biasanya. Tapi secara umum, saya merasa baik-baik saja." Dokter Rini mengangguk memahami, jemarinya mengetik beberapa catatan di papan ketik. "Bagaimana dengan pola makan, waktu tidur, dan aktivitas sehari-hari? Apakah Nyonya Sasa pernah mengalami nyeri hebat di perut bagian bawah, pendarahan, pusing berlebihan, atau keluhan fisik lain yang mengganggu?" Sebelum Sasa sempat membuka mulut untuk menjawab, Javendra sudah memajukan posisi tubuhnya da

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 645 — Pemeriksaan Kehamilan

    "Lantai di luar kamar dingin. Aku juga tidak mau kamu terlalu banyak berjalan sebelum perjalanan dimulai," jawab Javendra santai. Ia membawa Sasa keluar dari kamar. Di sepanjang lorong vila, belasan pengawal pribadi berjas hitam berdiri dengan sikap siap. Mereka menundukkan kepala ketika melihat Javendra berjalan sambil menggendong istrinya. Sasa merasa malu karena diperhatikan banyak orang. Ia akhirnya menyembunyikan wajah di dekat leher Javendra. Dari sana, ia bisa merasakan detak jantung suaminya yang teratur. Entah kenapa, hal sederhana itu justru membuatnya merasa tenang. Begitu tiba di area parkir utama, sebuah MPV mewah berwarna hitam sudah menunggu. Pintu gesernya terbuka. Javendra membawa Sasa masuk ke dalam kabin yang hangat dan nyaman, lalu mendudukkannya di kursi captain seat yang sudah diatur kemiringannya. Javendra memastikan posisi duduk Sasa nyaman. Ia memasangkan sabuk pengaman dengan hati-hati agar tidak menekan perut istrinya. Setelah itu, ia meletakkan ba

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 644 — Calon Bapak Protektif

    "Tetap saja kamu tidak perlu berdiri sendiri tanpa memberitahuku," jawab Javendra. Pria itu berdiri, berjalan menuju meja rias, lalu mengambil tas kecil milik Sasa. Ia membawanya kembali dan meletakkannya di pangkuan istrinya dengan sangat hati-hati. Sasa memperhatikan gerakan suaminya. Ia kemudian menghela napas panjang dan mengusap bahu Javendra yang kembali duduk di sampingnya. "Mas Javen." "Hm?" "Cara Mas menatap dan memperlakukanku dari tadi benar-benar berlebihan." Javendra mengerutkan alis. "Berlebihan bagaimana? Aku hanya memastikan kamu dan anak kita aman." "Aman memang penting, Mas. Tapi Mas memperlakukanku seperti barang porselen mahal yang sedikit tersenggol langsung pecah." Sasa tersenyum sambil menatapnya. "Aku cuma sedang hamil muda. Tubuhku masih sehat. Aku masih bisa berjalan sendiri, mengambil tas sendiri, dan berdiri beberapa menit. Mas jangan terlalu tegang seperti itu. Nanti Mas sendiri yang sakit karena terlalu banyak pikiran." Javendra terdi

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 1 - Salah Pegang Milik Majikan

    "Ahhh Tuan Javen, hentikan, uhh," Sasa mengeluarkan desahan pasrah yang bergetar dari bibirnya, sementara remasan tangan Javendra di dadanya justru semakin kuat. Javendra tidak lagi hanya diam menunggu. Saat Sasa bergerak naik dan turun dengan kaku, Javendra justru menarik pinggang Sasa agar tu

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 7 - Kondisi Yang Mendesak di Tengah Transaksi

    Sasa membeku. Kata-kata Javendra terasa seperti petir yang menyambar tepat di kepalanya. Dadanya naik turun dengan cepat. Wajahnya memanas sampai ke telinga. "Tuan..." suaranya keluar sangat kecil, hampir hilang. "Itu ... itu bukan pijat, Tuan." Javendra tetap tenang. Matanya tidak lepas dari wa

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 3 - Apa Kamu Bisa Memijat?

    Javendra langsung menutup pintu dengan cepat begitu melihat keadaan Sasa. Sasa buru-buru memakai seragam baru dengan tangan gemetar. Ia benar-benar merasa bodoh sekali. Kenapa aku kelamaan ganti baju? Kenapa pula aku setuju ganti di sini? Tak sampai semenit kemudian, terdengar ketukan di pintu.

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 2 - Kepergok Majikan

    Javendra berdeham keras. Tangan kanannya cepat ditarik dari dada Sasa. "Kamu masih mau sampai kapan menduduki saya?" tanyanya dengan suara rendah dan datar. Sasa langsung tersentak. Wajahnya memerah hebat sampai ke leher. Ia buru-buru bangkit dari pangkuan Javendra, hampir tersandung lagi kar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status