Home / Romansa / Pelayan Kesayangan CEO Arogan / Bab 20 - Protes Sasmaya Yang Mengejutkan

Share

Bab 20 - Protes Sasmaya Yang Mengejutkan

Author: Apple Cherry
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-23 00:06:58
Sasa hanya bisa terdiam saat mendengar perintah itu.

Permintaan Javendra barusan terasa seperti sengatan listrik yang menyakitkan.

Menemani mereka fitting baju pengantin adalah bentuk siksaan baru yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Namun, mengingat angka di rekeningnya, Sasa hanya mampu mengangguk patuh.

Sesuai instruksi, Sasa mengganti pakaiannya.

Ia memilih mengenakan celana jeans panjang dan jaket yang cukup tebal untuk menutupi tubuhnya, berharap penampilannya tidak menar
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (30)
goodnovel comment avatar
yesi rahmawati
Clau ego mu tersinggung ya, sampai sama sasa aja gak nyaman
goodnovel comment avatar
yesi rahmawati
Javen emang harus dikasih paham kalau sasa itu punya perasaan dan skaut kalau lihat javen sama clau
goodnovel comment avatar
Shafeeya Humairoh
kamu aslinya yg cemburu javen sasa bersikap sewajarnya kan tapi egomu terluka kamu mau sasa bereaksi seperti apa?
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 650 - Calon Ayah yang Hangat

    Mansion utama Maheswara dibalut ketenangan yang amat sangat setelah deru mesin konvoi kendaraan mewah menderu pelan di pelataran beraspal mulus. Suasana hangat berpendingin udara dipadu dengan aroma lembut kayu cendana menyambut setiap langkah. Karpet beludru tebal yang melapisi lantai marmer meredam setiap jejak kaki, menciptakan ritme langkah yang amat santai dan dipenuhi kebahagiaan mendalam. Sasa melangkah pelan memotong area ruang tengah yang megah. Kedua tangannya memeluk erat map kulit bergaris emas yang berisi cetakan foto hasil pemeriksaan USG pertama calon buah hati mereka. Senyum bahagia tak pernah benar-benar luntur dari bibirnya yang merona alami. Di sampingnya, Javendra berjalan dengan postur tegap yang amat protektif. Setiap kali Sasa hendak melintasi undakan kecil, belokan koridor, atau ambang pintu, jemari tangan Javendra yang lebar, kokoh, dan hangat selalu sigap menopang pinggang istrinya dengan kehati-hatian yang luar biasa. "Mas Javen, aku bisa berjalan sen

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 649 - Hari yang Paling Ku ingat

    "Aku janji, Mas Javen," sahut Sasa mantap dengan senyuman manis. Sasa kemudian mengalihkan pandangannya kembali ke layar monitor USG. "Dokter Rini, apakah hasil gambar USG tadi bisa dicetak untuk kami bawa pulang?" "Tentu saja, Nyonya Sasa. Saya akan mencetak beberapa lembar foto USG untuk album kehamilan Anda," jawab Dokter Rini dengan ramah seraya mencetak lembaran foto hitam putih tersebut. Dokter Rini menyerahkan cetakan foto USG beserta berkas rekam medis dan resep vitamin. Javendra menerima lembaran foto itu dengan jemari yang sedikit gemetar. Pria tegap itu menatap gambar kecil di kertas hasil cetakan tersebut dengan ekspresi lembut, menunjukkan sisi dirinya yang jarang terlihat oleh orang-orang di dunia bisnis Maheswara Group. "Dokter, tolong siapkan juga catatan resep tertulis dan panduan nutrisi harian ini dalam berkas resmi," ujar Javendra dengan sopan. "Aku ingin memastikan tidak ada satu poin pun dari instruksi Dokter yang terlewat saat kusampaikan kepada tim pe

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 648 - Janji?

    "Mengonsumsi biskuit atau kraker gandum kering sebelum bangun dari tempat tidur pada pagi hari bisa membantu mengurangi rasa mual, Tuan Javendra," jawab Dokter Rini dengan sabar. "Menjauhkan makanan dengan aroma terlalu tajam dari Nyonya Sasa juga merupakan langkah yang baik. Untuk porsi makan, gunakan prinsip porsi kecil tetapi lebih sering, misalnya lima sampai enam kali sehari." Sasa segera menyela sambil tertawa kecil, menatap Dokter Rini dengan pandangan memohon. "Dokter, tolong jangan buat aturan yang terlalu ketat, ya. Saya tidak ingin Mas Javen mengubah seluruh rumah kami menjadi seperti dapur rumah sakit yang serba steril cuma karena saya hamil." Dokter Rini terkekeh. "Tentu tidak, Nyonya Sasa. Yang penting adalah kenyamanan ibu." Namun, rasa ingin tahu dan perhatian Javendra belum berhenti sampai di situ. Pria tegap itu kembali condong ke depan. "Bagaimana dengan aktivitas fisiknya, Dokter? Apakah Sasa masih boleh berjalan-jalan di dalam rumah? Bagaimana dengan menaik

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 647 - Suami Super Protektif

    Bagi Javendra, selama ini kabar kehamilan Sasa masih terasa seperti mimpi indah yang belum sepenuhnya ia pahami. Namun, saat suara detak jantung kecil itu terdengar jelas di ruang pemeriksaan, ia mulai menyadari betapa nyatanya kehidupan baru yang sedang mereka nantikan. Suara itu menjadi bukti bahwa di dalam rahim wanita yang paling ia cintai, ada kehidupan kecil yang terus berkembang. Anak mereka. "Mas Javendra?" panggil Sasa dengan suara pelan. Javendra tidak menjawab. Matanya yang biasanya menunjukkan ketegasan kini berkaca-kaca. Tenggorokannya terasa tercekat karena terharu. Pria tegap itu mengepalkan jemari tangannya yang bebas, sementara tangan lainnya menggenggam tangan Sasa dengan erat. "Suara yang kita dengar ini adalah detak jantung calon bayi kalian," tutur Dokter Rini dengan lembut, memberi waktu bagi pasangan itu untuk menikmati momen tersebut. "Detak jantungnya terdengar kuat dan teratur." Sasa tersenyum semakin lebar. Air mata kebahagiaan menetes perlahan di

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 646 — Detak Jantung

    Javendra membimbing Sasa untuk duduk di kursi empuk di hadapan meja dokter, sebelum ia sendiri duduk di kursi tepat di samping istrinya dengan posisi tubuh tegap. "Bagaimana kondisinya selama beberapa hari terakhir ini, Nyonya Sasa?" tanya Dokter Rini memulai konsultasi sambil membuka berkas rekam medis di layar komputernya. Sasa meletakkan kedua tangannya di atas paha, lalu tersenyum ramah. "Terkadang saya merasa mual, Dok, terutama di pagi hari. Tubuh juga terasa lebih mudah lelah, dan sesekali saya merasa ingin tidur lebih lama dari biasanya. Tapi secara umum, saya merasa baik-baik saja." Dokter Rini mengangguk memahami, jemarinya mengetik beberapa catatan di papan ketik. "Bagaimana dengan pola makan, waktu tidur, dan aktivitas sehari-hari? Apakah Nyonya Sasa pernah mengalami nyeri hebat di perut bagian bawah, pendarahan, pusing berlebihan, atau keluhan fisik lain yang mengganggu?" Sebelum Sasa sempat membuka mulut untuk menjawab, Javendra sudah memajukan posisi tubuhnya da

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 645 — Pemeriksaan Kehamilan

    "Lantai di luar kamar dingin. Aku juga tidak mau kamu terlalu banyak berjalan sebelum perjalanan dimulai," jawab Javendra santai. Ia membawa Sasa keluar dari kamar. Di sepanjang lorong vila, belasan pengawal pribadi berjas hitam berdiri dengan sikap siap. Mereka menundukkan kepala ketika melihat Javendra berjalan sambil menggendong istrinya. Sasa merasa malu karena diperhatikan banyak orang. Ia akhirnya menyembunyikan wajah di dekat leher Javendra. Dari sana, ia bisa merasakan detak jantung suaminya yang teratur. Entah kenapa, hal sederhana itu justru membuatnya merasa tenang. Begitu tiba di area parkir utama, sebuah MPV mewah berwarna hitam sudah menunggu. Pintu gesernya terbuka. Javendra membawa Sasa masuk ke dalam kabin yang hangat dan nyaman, lalu mendudukkannya di kursi captain seat yang sudah diatur kemiringannya. Javendra memastikan posisi duduk Sasa nyaman. Ia memasangkan sabuk pengaman dengan hati-hati agar tidak menekan perut istrinya. Setelah itu, ia meletakkan ba

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 1 - Salah Pegang Milik Majikan

    "Ahhh Tuan Javen, hentikan, uhh," Sasa mengeluarkan desahan pasrah yang bergetar dari bibirnya, sementara remasan tangan Javendra di dadanya justru semakin kuat. Javendra tidak lagi hanya diam menunggu. Saat Sasa bergerak naik dan turun dengan kaku, Javendra justru menarik pinggang Sasa agar tu

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 7 - Kondisi Yang Mendesak di Tengah Transaksi

    Sasa membeku. Kata-kata Javendra terasa seperti petir yang menyambar tepat di kepalanya. Dadanya naik turun dengan cepat. Wajahnya memanas sampai ke telinga. "Tuan..." suaranya keluar sangat kecil, hampir hilang. "Itu ... itu bukan pijat, Tuan." Javendra tetap tenang. Matanya tidak lepas dari wa

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 6 - Gunakan Dadamu Yang Seksi Itu

    Sasa meneguk ludah. Kata-kata Javendra terdengar sangat jelas di tengah keheningan kamar yang hanya diisi napas mereka berdua. Ia masih berlutut di ranjang, tangannya yang sudah lelah tergeletak di pangkuannya. "T-Tuan Javen mau saya ngapain, Tuan?" tanyanya hampir berbisik. Suaranya bergeta

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 5 - Pijatan Plus Plus

    Sasa menarik napas perlahan, mencoba mengumpulkan keberanian. "Tuan Javen, saya—" Tapi begitu Javendra mengangkat pandangannya dan menatapnya lekat, kata-kata Sasa langsung hilang. Ia ragu sejenak, lalu menggeleng pelan. "Tidak jadi, Tuan," katanya cepat, suaranya hampir hilang. Javendra mel

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status