Beranda / Romansa / Pelayan Kesayangan CEO Arogan / Bab 20 - Protes Sasmaya Yang Mengejutkan

Share

Bab 20 - Protes Sasmaya Yang Mengejutkan

Penulis: Apple Cherry
last update Tanggal publikasi: 2026-05-23 00:06:58
Sasa hanya bisa terdiam saat mendengar perintah itu.

Permintaan Javendra barusan terasa seperti sengatan listrik yang menyakitkan.

Menemani mereka fitting baju pengantin adalah bentuk siksaan baru yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Namun, mengingat angka di rekeningnya, Sasa hanya mampu mengangguk patuh.

Sesuai instruksi, Sasa mengganti pakaiannya.

Ia memilih mengenakan celana jeans panjang dan jaket yang cukup tebal untuk menutupi tubuhnya, berharap penampilannya tidak menar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (31)
goodnovel comment avatar
Retno jati
sakit hati Sasa melihat kamu dan calon wanita mu javen
goodnovel comment avatar
yesi rahmawati
Clau ego mu tersinggung ya, sampai sama sasa aja gak nyaman
goodnovel comment avatar
yesi rahmawati
Javen emang harus dikasih paham kalau sasa itu punya perasaan dan skaut kalau lihat javen sama clau
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 772 - Menyentuh Ranah yang Salah

    "Tidak begitu, Tuan. Saya hanya ingin memastikan keputusan ini sudah dipertimbangkan." Javendra menutup map di hadapannya. "Perusahaan itu sudah lama berdiri di atas kebohongan. Kalau fondasinya rapuh, biarkan runtuh." Tidak ada seorang pun yang berani menyela. "Mulai hari ini, semua kerja sama strategis dengan Danendra Grup ditinjau ulang. Bekukan negosiasi yang masih berjalan. Tarik dukungan yang tidak memiliki kewajiban kontraktual. Untuk kontrak yang sudah ditandatangani, ikuti jalur hukum dan jangan beri mereka celah untuk menyerang balik." Dia berdiri. "Saya tidak meminta kalian menghancurkan perusahaan orang lain dengan cara ilegal. Saya meminta kalian berhenti melindungi orang-orang yang sudah terbukti melakukan kejahatan." Rapat berakhir tidak lama kemudian. Javendra kembali ke ruangannya. Baru saja dia duduk, Rendra mengirimkan laporan tambahan. [Rendra] Satu orang lagi sudah ditemukan. Dia mantan pengelola keuangan salah satu perusahaan milik Oscar. Dari k

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 771 - Jangan Sentuh Keluarga Javendra

    Dia mendengarkan penjelasan di seberang telepon. Wajahnya perlahan berubah. "Jadi, ada transaksi yang tidak bisa kalian pertanggungjawabkan?" Panggilan itu berakhir tanpa jawaban yang memuaskan. Laura segera menghubungi seseorang yang selama ini membantu mengurus kepentingan keluarganya. Namun, panggilannya tidak dijawab. Dia mencoba nomor lain, kemudian nomor berikutnya. Hasilnya sama. Laura mulai gelisah. Dia akhirnya menghubungi salah satu orang yang terlibat dalam penyebaran foto Sasa. "Angkat teleponmu!" gerutunya. Panggilan ditolak. Beberapa detik kemudian, sebuah pesan masuk. [Nomor tidak dikenal] Jangan hubungi saya lagi. Saya tidak mau ikut terseret masalah ini. Laura membeku. Dia mencoba nomor lainnya, tetapi nomor tersebut sudah tidak aktif. Satu pesan lagi masuk. [Nomor tidak dikenal] Kami sudah memberikan semua informasi yang diminta. Jangan cari kami. Ponsel Laura terlepas dari tangannya. "Mereka meninggalkan aku?" Dia langsung menelepon

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 770 - Pembalasan Javendra

    Pukul dua dini hari, sebuah ruangan di lantai tertinggi gedung milik Javendra masih menyala. Javendra duduk di balik meja kerjanya. Di hadapannya terdapat beberapa lembar dokumen, foto Laura Danendra, serta laporan awal yang dikirimkan Rendra. Ponselnya bergetar. [Rendra] Orang yang mengatur penyebaran foto sudah ditemukan. Dua orang yang menghubungkan Laura dengan akun gosip juga sudah kami amankan. Mereka mulai bicara. Javendra membaca pesan itu tanpa mengubah ekspresi. [Javendra] Siapa lagi? [Rendra] Ada tiga orang dari lingkaran lama Oscar. Mereka bukan sekadar membantu Laura. Mereka juga mengurus aliran dana untuk membiayai operasi ini. Javendra meletakkan ponselnya. Jadi, Laura tidak bergerak sendirian. Perempuan itu masih memanfaatkan jaringan lama ayahnya, meskipun Oscar sekarang berada di balik jeruji besi. Javendra tertawa pendek. "Bagus." Bram yang berdiri di dekat pintu menoleh. "Maaf, Tuan?" "Selama ini mereka pikir masalahnya hanya foto yang dis

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 769 - Touch Her, You Die!

    Javendra masih menatap layar ponselnya setelah membaca laporan terbaru dari Bram. Seseorang di dalam perusahaan telah menggunakan akun staf administrasi untuk mengakses jadwal pertemuannya dengan Laura. Lebih buruk lagi, orang tersebut sengaja menyiapkan semuanya sebelum foto-foto itu tersebar. Javendra mengunci layar ponselnya dengan kasar. Sialan! Tangannya mengepal begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Namun, bukan hanya rencana itu yang membuatnya marah. Ada sesuatu yang jauh lebih mengganggu pikirannya. Ucapan Sasa. Kalau Mas menginginkan wanita lain dalam hidup Mas, katakan saja. Rahang Javendra mengeras. Bagaimana mungkin istrinya sampai berpikir seperti itu? Selama ini, dia bahkan tidak pernah bisa merasakan ketertarikan terhadap perempuan lain. Keberadaan wanita-wanita di sekitarnya tidak pernah berarti apa pun baginya. Hanya Sasa yang mampu membangkitkan sesuatu yang tidak pernah bisa dia rasakan kepada siapa pun. Lalu sekarang, karena ulah Laura, istrinya

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 768 - Ketakutan Sasa, Kemarahan Javendra

    Bukan karena tidak memahami maksud ucapan istrinya, melainkan karena ia tidak pernah membayangkan Sasa bisa memikirkan hal seperti itu. Ada dorongan untuk langsung membantah dengan nada tinggi. Namun, ketika melihat wajah istrinya yang masih pucat dan tubuhnya yang belum pulih, Javendra segera menahan diri. Ia tidak boleh menjawab kecemasan Sasa dengan kemarahannya. "Kenapa kamu berpikir begitu?" Sasa menunduk lagi. "Aku tidak tahu, Mas. Mungkin karena sekarang aku sedang hamil. Aku juga tidak bisa selalu menemani Mas seperti biasanya. Sedangkan Laura..." "Sayang." Javendra menyela dengan lembut. Ia meraih tangan Sasa, lalu menggenggamnya dengan kedua tangan. "Dengarkan aku." Sasa mengangkat wajah. "Kamu masih ingat bagaimana awal kita bertemu?" Sasa mengangguk kecil. "Aku ingat." "Sejak saat itu, pernahkah aku menjalani kehidupan dengan wanita lain di belakangmu?" Sasa tidak menjawab. Javendra mengusap punggung tangannya. "Aku bahkan tidak pernah tertarik untuk menge

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 767 - Pertanyaan Sasa yang Memilukan

    Malam semakin larut, tetapi Javendra belum beranjak dari sisi ranjang Sasa. Ibu Amara sudah beberapa kali memintanya beristirahat. Namun, pria itu selalu menolak dengan alasan ingin memastikan kondisi istrinya tetap stabil. Sasa sendiri sudah kembali tertidur setelah sempat terbangun beberapa kali. Wajahnya masih pucat, sementara infus di tangannya terus menetes. Javendra mengusap punggung tangan istrinya sebelum mengambil ponsel yang tergeletak di meja kecil. Ada satu pesan dari Bram. (Bram, Tuan Javendra. Saya menemukan perkembangan baru. Ada aktivitas akses terhadap jadwal pertemuan Tuan dengan Laura dari sistem internal perusahaan. Saya sedang menelusuri identitas pengguna dan riwayat komunikasinya.) Javendra membaca pesan itu dua kali. Matanya menyipit. Jadi, seseorang di dalam perusahaan memang mengetahui jadwal pertemuannya. Ia mengetik balasan singkat. (Jangan hubungi orang yang bersangkutan dulu. Periksa seluruh riwayat aksesnya dan cari tahu apakah ada komunikasi

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 5 - Pijatan Plus Plus

    Sasa menarik napas perlahan, mencoba mengumpulkan keberanian. "Tuan Javen, saya—" Tapi begitu Javendra mengangkat pandangannya dan menatapnya lekat, kata-kata Sasa langsung hilang. Ia ragu sejenak, lalu menggeleng pelan. "Tidak jadi, Tuan," katanya cepat, suaranya hampir hilang. Javendra mel

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 4 - Sasa Butuh Dana Cepat

    Sasa bingung sejenak saat Javendra menanyakan soal pijat. Ia tidak langsung menjawab, matanya sedikit melebar karena terkejut. "Eh … bisa, Tuan," jawabnya akhirnya. "Waktu masih tinggal sama ibu dulu, saya pernah diajarin pijat. Ibu saya tukang pijat di kampung, suka urut orang capek dan urut bayi

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 3 - Apa Kamu Bisa Memijat?

    Javendra langsung menutup pintu dengan cepat begitu melihat keadaan Sasa. Sasa buru-buru memakai seragam baru dengan tangan gemetar. Ia benar-benar merasa bodoh sekali. Kenapa aku kelamaan ganti baju? Kenapa pula aku setuju ganti di sini? Tak sampai semenit kemudian, terdengar ketukan di pintu.

  • Pelayan Kesayangan CEO Arogan   Bab 6 - Gunakan Dadamu Yang Seksi Itu

    Sasa meneguk ludah. Kata-kata Javendra terdengar sangat jelas di tengah keheningan kamar yang hanya diisi napas mereka berdua. Ia masih berlutut di ranjang, tangannya yang sudah lelah tergeletak di pangkuannya. "T-Tuan Javen mau saya ngapain, Tuan?" tanyanya hampir berbisik. Suaranya bergeta

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status