Share

15 - Gelisah

Penulis: Shiooki
last update Tanggal publikasi: 2026-03-19 16:02:52
Di sebuah pemakaman gereja, seekor anjing hitam berdiri diam di depan makam dengan batu nisan bertuliskan Sam. Cahaya mentari jatuh tepat di tubuhnya, membuat bulu hitam legam itu berkilau seperti pecahan intan.

Dia adalah Vance. Matanya yang merah menatap batu nisan itu seolah dia benar-benar sedang berziarah, layaknya manusia yang kehilangan seseorang.

Ukuran tubuhnya kini jauh lebih kecil dibanding saat dia berada dalam wujud roh sepenuhnya—hanya setinggi pinggang orang dewasa. Namun, matan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Iblis Yang Mencintaiku    247 - Burung Dengan Cahaya Biru

    'Jaga rumah ini. Apa pun yang terjadi.'Mata Lily memanas, lalu satu tetes air mata meluncur di pipinya."Lily?"Suara Vance membuat tubuhnya tersentak. Banshee itu buru-buru mengusap air mata, lalu menoleh dan memberikan senyuman seolah tidak terjadi apa-apa. Namun, Vance tidak tertipu."Kau baik-baik saja?"Lily mengangguk cepat, kemudian membuka pintu dan segera masuk ke dalam rumah. Sementara Vance hanya berdiri di tempatnya, menatap punggung Lily yang semakin menjauh."Apa aku salah lihat?" Dia menelengkan kepala, tangannya mengusap tengkuk. "Lily ... menangis?"Belum sempat dia mengejar, sesuatu yang bercahaya melintas di sudut matanya. Vance mendongak, dan mendapati seekor burung kecil berwarna biru terang terbang menuju dirinya. Tubuh burung itu terlihat transparan. Cahaya biru membentuk bulu-bulunya, sementara serpihan energi berjatuhan dari sayapnya setiap kali mengepak."Sihir?" Vance mengulurkan tangan, dan bu

  • Iblis Yang Mencintaiku    246 - Pesan Sebelum Perpisahan

    "Hah ...." Yuuscar mengembuskan napas kasar sembari mengusap wajahnya.Yeah. Tentu saja akan seperti ini.Meski Anthony J. Wallenstein merupakan sosok iblis yang konon paling sempurna setelah raja dunia bawah, seluruh kesempurnaan itu seolah menguap begitu dia berhadapan dengan sesuatu yang benar-benar disayanginya.Naif. Bodoh. Dan luar biasa keras kepala.Anthony sudah terlalu lama hidup dalam kegelapan. Ratusan tahun berkubang di tempat yang bahkan tidak mengenal arti cahaya, sampai akhirnya dia menemukan secercah terang dalam wujud seorang manusia bernama Jung Ara. Tentu saja dia menjadi tergila-gila.Masalahnya, kegilaan Anthony tidak pernah mengenal batas. Nyawanya sendiri sampai dia kesampingkan hanya demi menempatkan 'cahaya' yang ditemukannya itu di atas segala-galanya.Yuuscar menggeleng pelan, betapa bodohnya teman iblisnya ini.Benar kata pepatah. Selain membuat buta dan gila, cinta rupanya juga mampu membuat makhluk palin

  • Iblis Yang Mencintaiku    245 - Yang Tidak Termasuk Dalam Perhitungan

    "Jika tubuh iblis sepertimu saja hampir hancur setelah kehilangan semua itu, bagaimana dengan Ara?"Dan sorot mata Anthony berubah."Dia manusia. Manusia, Anthony." Yuuscar menekankan setiap katanya. Keheningan terasa makin berat. "Tubuhnya bahkan tidak diciptakan untuk menampung kekuatan iblis sebesar milikmu. Sekarang kau memberikan pecahan jantungmu, kehidupanmu, bahkan keabadian yang melekat pada keberadaanmu kepadanya."Yuuscar menatap lurus ke mata Anthony. "Apa kau sadar apa yang sudah kau masukkan ke dalam tubuh gadis itu?"Anthony tercenung. Jemarinya perlahan mengepal. Tentu dia sadar. Dia sadar sejak awal. Dia sudah menghitung setiap kemungkinan, setiap risiko, kegagalan, bahkan kemungkinan terburuk sekalipun. Namun, dia tetap melakukannya karena tidak ada pilihan lain yang menurutnya lebih baik."Kau tidak perlu khawatir." Suara Anthony terdengar lirih, tetapi tegas. "Semuanya sudah kuperhitungkan."Yuuscar terdiam, lalu dia meng

  • Iblis Yang Mencintaiku    244 - Tubuh yang Melemah

    "Kau yakin tidak membutuhkan apa pun selain kompresan itu? Kau sekarat, Bung."Anthony melirik sekilas ke arah manusia berkulit pucat yang berdiri tak jauh darinya dengan kedua lengan terlipat di depan dada. Tatapan prihatin yang dilayangkan Yuuscar justru membuatnya mendengkus pelan."Aku baik-baik saja." Suaranya serak dan nyaris kehilangan tenaga. "Hanya ... jangan biarkan aku telanjang.""Huh, kau lucu." Yuuscar mendengkus, lalu menyeringai tipis."Terima kasih," sahut Anthony dengan tawa pendek yang segera berubah menjadi embusan napas berat.Bahkan dalam keadaan seperti ini, dia masih bisa merasakan tatapan Yuuscar yang mengarah kepadanya terang-terangan, seolah manusia itu sedang mengamati sekaligus mengevaluasi seberapa parah kerusakan tubuhnya.Jika saja saat ini Anthony berada di tempat lain—bukan di kediaman Yuuscar Vingkimanuel—mungkin tubuhnya sudah habis tak bersisa.Suhu tubuhnya meningkat berkali-kali lipat

  • Iblis Yang Mencintaiku    243 - Titah Terakhir 

    "Mulai hari ini, aku melepaskanmu dari posisi sebagai mata dan tanganku."Tubuh Mikhail seakan membeku, apalagi melihat senyuman di wajah sosok yang dia kagumi."Mikhail Littenheim, kau bebas."Nada suaranya berubah tenang dan tegas. Sebuah titah terakhir dari seorang putra mahkota sudah terucap.Tidak.Kata itu seharusnya terasa seperti hadiah. Selama ratusan tahun, dia mengabdi, mengawasi, melindungi, menjadi tangan yang membunuh atas nama Juslandier, dan mata yang melihat segala sesuatu yang tidak dapat dijangkau sang putra mahkota, kebebasan seharusnya menjadi hadiah.Namun, mengapa rasanya seperti sebuah hukuman?"Yang Mulia ....""Jangan menangis." Anthony tersenyum kecil. "Kau membuatnya terlihat seolah aku akan mati."Mikhail menatapnya. Darah masih tersisa di sudut bibir Anthony, tubuhnya gemetar. Auranya begitu samar hingga nyaris tidak terasa. Namun, pria itu masih tersenyum yang membuat air mata Mikhail kemba

  • Iblis Yang Mencintaiku    242 - Sebelum Kegelapan Pergi

    "Iblis yang mencoba memanusiakan dirinya sendiri. Benar-benar gila, bukan?"Mikhail tidak menjawab, dia hanya mematung dengan kedua tangannya yang mengepal."Jika sekarang ada peluru nyasar menembus tubuhku, mungkin aku benar-benar akan mati kehabisan darah.""Jangan mengatakan hal seperti itu, Yang Mulia. Jika gadis itu bangun dan mendengarnya, dia pasti akan sedih."Suara Mikhail terdengar lebih jelas kali ini. Sedangkan Anthony tertawa atas pemilihan kata yang dipakai oleh Mikhail.Gadis itu, begitulah Mikhail selalu menyebut Ara. Dia tidak pernah memanggil Ara dengan sebutan Nona Jung, atau mungkin Lady Wallenstein sebagai pasangan Anthony J. Wallenstein. Namun, Anthony tahu, di balik sebutan datar tersebut, Mikhail sudah mengakui Ara sebagai seseorang yang penting.Setidaknya, penting bagi dirinya.Meski tidak dapat melihatnya dengan jelas, dia yakin bahwa saat ini Mikhail sedang menelan mentah-mentah gemuruh yang dirasakan

  • Iblis Yang Mencintaiku    6 - Daging dan Peringatan

    Di ruang tamu yang hangat, Jung Ara duduk di sofa dengan secangkir cokelat panas di pangkuannya. Pandangannya mengikuti seorang pelayan wanita yang baru saja meletakkan sepiring roast beef di atas meja. Di sana sudah tersaji berbagai makanan seperti: sandwich, roti tebal dalam keranjang, fish and ch

  • Iblis Yang Mencintaiku    5 - Rumah Baru?

    Kamar mandi berdinding keramik biru dengan ukiran rumit itu menjadi saksi bisu betapa malunya Jung Ara saat Anthony membersihkan setiap inci tubuhnya, termasuk bagian paling intim miliknya. Ara sudah kalang kabut, rasanya ingin menghilang saja ketika suara aneh tanpa sengaja keluar dari mulutnya. P

  • Iblis Yang Mencintaiku    4 - Memandikan Kucing (?)

    Sepertinya Ara harus berpikir dua kali tentang harapannya tentang kebahagiaan dari pria bernama Anthony J. Wallenstein. Baru saja dia turun dari tempat tidur untuk bersiap, Anthony—yang duduk santai sambil menyesap secangkir teh—sudah memerintahkannya membuka pakaian. Kemeja dan celana hitam tampak

  • Iblis Yang Mencintaiku    3 - Sebuah Harapan?

    Ara tidak pernah menginginkan harta berlimpah. Menjalani hidup dengan tenang nan damai seraya meminum teh hangat dan membaca buku favoritnya sudah cukup baginya. Ara bahkan takut sekadar membayangkan kehidupan seperti itu karena dia tahu, hal itu tidak mungkin terjadi. Ya, tidak mungkin terjadi. N

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status