Beranda / Romansa / Pelukan Hangat Musuh Keluarga / BAB 14. Tidak Ingin Berdamai

Share

BAB 14. Tidak Ingin Berdamai

Penulis: depdep
last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-14 07:00:58

"Aku mendengar saat Alex membicarakan hal itu dengan orang-orangnya, Mama. Meskipun kita membutuhkan kucuran dana, tetap saja berdamai dengan Kensington bukan hal yang kita semua inginkan."

Barbara tentu tau sebesar apa keinginan Alexander untuk menghancurkan Kensington dan membuat keluarga mereka berada diatas puncak kekuasaan di negara ini. Bukan hanya karena sejarah buruk antara kedua keluarga lagi melainkan keinginan pribadi.

Didepan mereka, Patel selalu dianggap setara dengan Ken
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pelukan Hangat Musuh Keluarga   BAB 69. Klaim Kepemilikan

    Tanpa Alisia melarangnya pun sudah pasti Reed tidak akan berhenti. Melakukan itu hanya lah suatu bentuk kebodohan yang tidak akan pernah dia lakukan.Terutama disaat Reed bisa merasakan betapa hangatnya tubuh Alisia sedang melingkupi dirinya saat ini.Bagaimana Alisia meremasnya dan memberikan rangsangan yang memusingkan kepalanya hanya karena gairah yang terus meningkat.Dan betapa nikmatnya penyatuan mereka sekarang yang bisa membuat Reed menggila jika dihentikan secara paksa.Rasanya begitu luar biasa mendebarkan. Alisia mampu mengobrak-abrik benteng pertahanan Reed sejak perempuan itu berada dalam jangkauan tangannya.Reed tidak tau apa alasan yang membuatnya bisa berakhir diantara kedua paha Alisia selain gairah dan ketertarikan fisik. Tapi ada satu hal yang pasti dia ketahui. Bahwa semua yang dia pelajari selama ini seolah tidak berguna setelah dihadapkan pada seorang Alisia Patel.Sejak kecil Reed sudah diberikan pengetahuan tentang seks. Hal itu merupakan salah satu materi pel

  • Pelukan Hangat Musuh Keluarga   BAB 68. Seks Pertama

    Erangan dan juga rengekan Alisia terus terdengar seiring dengan sentuhan Ken di bagian kewanitaannya.Lelaki itu masih mengusap dan mengelusnya dengan ibu jari, juga menjilatnya menggunakan lidah hingga Alisia merasa seperti akan gila dibuatnya.Rasanya seluruh tubuh Alisia seperti mengeluarkan hawa panas. Kepalanya pusing karena gairah. Perutnya pun menegang karena sibuk menahan diri agar tidak membasahi Ken.Alisia pikir dirinya benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya sekarang. Karena rasanya dia tidak mau menghentikan semua ini.Satu hal yang diinginkan Alisia sekarang. Sesuatu yang pasti akan membuatnya menggelepar karena kenikmatan. Dan Ken pasti akan memberikan hal itu padanya beberapa saat lagi jika lelaki itu tidak berhenti.Namun Ken tiba-tiba menarik kepalanya menjauh, membuat Alisia memanggilnya tidak terima. "Ken?"Lagi-lagi Ken berhenti disaat Alisia akan mendapatkan apa yang dia nantikan. Apa yang dilakukan Ken jelas tidak menyenangkan.Namun berhentinya Ken bukan den

  • Pelukan Hangat Musuh Keluarga   BAB 67. Kamu Cantik, Aku Suka

    Tentu saja Alisia sadar bahwa tidak ada untungnya bermain-main dengan ketertarikan dan gairah dari seorang lelaki.Tidak ada gunanya pula menguji sebatas mana pengendalian diri dan batas kesabaran seorang lelaki.Terlebih lelaki itu adalah Ken, yang Alisia tau memiliki ketertarikan secara fisik terhadapnya. Lelaki yang bahkan bisa memanfaatkan situasi disaat Alisia mabuk, apalagi ketika Alisia bertindak dalam kondisi sadar.Dan Alisia pun tentu tau apa yang dilakukannya sekarang bisa membuatnya menyesal beberapa saat lagi. Terutama jika ciuman mereka bisa berlanjut pada kegiatan yang tidak seharusnya terjadi.Tapi bolehkah Alisia menikmatinya untuk sebentar saja? Disaat akal sehatnya masih bisa berjalan dengan baik dan tau kapan waktunya dia harus berhenti.Orang-orang bilang, tidak butuh cinta agar dua orang bisa berhubungan badan. Jangankan rangsangan, hanya dengan kesediaan masing-masing saja, seks bisa terjadi.Tanpa peduli yang melakukannya adalah pasangan yang bersama karena ter

  • Pelukan Hangat Musuh Keluarga   BAB 66. Ciuman Frustasi

    Ini ciuman yang kasar dan menggebu-gebu. Rasanya seolah bibir Alisia akan dimakan oleh Ken.Gerakannya persis sama seperti pagi tadi, hanya saja Alisia merasa berbeda.Entah pengaruh suasana pembicaraan mereka beberapa saat lalu atau apa, Alisia pikir ciuman kali ini bukan sebagai bentuk gairah Ken yang tiba-tiba bangkit karena dirinya.Melainkan seperti pelampiasan frustasi, meski Alisia tidak tau kenapa Ken harus merasakannya. Tidak ada yang salah dari pembicaraan mereka beberapa saat yang lalu.Alisia tidak bisa membayangkan bagaimana situasi bibirnya kini saat dikuasai oleh Ken. Tarikan, hisapan bahkan gigitan Ken berikan secara bergantian pada kedua bibirnya.Tidak sakit, tapi membuat Alisia merasa takut akan terlena.Ken masih tidak melepaskannya bahkan setelah Alisia berusaha untuk mendorong dadanya menjauh.Cengkraman Ken di kedua lengannya pun bertambah kuat setiap kali Alisia memberikan perlawanan.Ken menggigit bibir bawahnya saat Alisia dengan sengaja menutup rapat kedua b

  • Pelukan Hangat Musuh Keluarga   BAB 65. Burung yang Terbang Bebas

    Dari pintu ruang kerja yang tiba-tiba terbuka, Ken muncul dengan penampilan yang tak serapi pagi tadi. Meski begitu, Ken masih terlihat tampan seperti biasa.Kedatangan Ken tentu saja mengejutkan Alisia dan Emma. Keduanya sudah mengakhiri pelajaran mereka beberapa saat lalu dan hampir selesai merapikan kertas yang berantakan.Sekarang sudah waktunya makan siang. Alisia pikir dia akan bertemu Ken di meja makan. Tapi tak disangka, Ken malah mendatanginya ke ruang kerja.Beberapa menit lalu, pelayan datang dan mengingatkan mereka kalau makan siang sudah siap. Rencananya setelah selesai makan dan istirahat sebentar, keduanya akan lanjut belajar lagi.Itu bisa terlaksana jika Ken tidak membutuhkan sesuatu darinya. Bagaimana pun juga, Alisia adalah pelayan pribadi Ken.Melayani lelaki itu adalah pekerjaan utamanya. Sementara apa yang dia pelajari bersama Emma tadi hanya lah tugas sampingan yang bisa dia lanjutkan saat Ken kembali sibuk di ruang kerjanya.Karena kedatangan Ken, Emma menjauhi

  • Pelukan Hangat Musuh Keluarga   BAB 64. Impian Sederhana

    Mendesah panjang, Alisia menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Kepalanya menengadah agar bisa memperhatikan langit-langit ruang kerja yang akan menjadi milik calon istri Ken di masa depan nanti.Alisia sengaja meminta jeda pada Emma selama sepuluh menit untuk mendinginkan kepalanya.Padahal baru kurang dari dua jam lamanya mereka berada disana untuk mempelajari apa yang perlu Alisia pahami. Namun kepalanya seolah terasa panas karena apa yang diajarkan Emma padanya terasa cukup berat.Dulu saat belajar sendiri dengan membaca buku maupun bersama guru yang datang ke rumah, Alisia pikir dirinya memang cukup pintar. Karena apa yang dilihat dan dia pelajari terasa mudah.Namun sekarang Alisia kembali menyadari kalau apa yang dia pelajari sebelumnya baru sebatas dasar. Belum ada apanya dibandingkan yang dia pelajari hari ini.Jika bisa diibaratkan, pendidikannya dulu hanya sebatas ujung kuku dibandingkan dengan dengan yang sekarang.Rasanya seolah Alisia sedang disadarkan kalau ilmu pe

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status