Home / Romansa / Pelukan Hangat Musuh Keluarga / BAB 50. Pelayan Ranjang

Share

BAB 50. Pelayan Ranjang

Author: depdep
last update Last Updated: 2026-01-06 06:16:46

Nathalie menatapnya seolah-olah Alisia sedang bercanda, padahal dia serius. Alisia ingin bekerja sebagai pelayan disini sampai dia meninggalkan rumah Ken.

Dengan begitu Alisia bisa belajar untuk membiasakan dirinya dengan kegiatan yang berbeda dibandingkan sehari-harinya dulu. Sebab setelah meninggalkan rumah Ken nanti, mungkin saja kehidupannya bisa lebih buruk dari sekedar menjadi pelayan. Dengan begitu, Alisia tidak terlalu kaget.

Setidaknya Alisia juga memiliki bekal pengalaman jika memang pada akhirnya dia bekerja sebagai pelayan setelah meninggalkan rumah ini. Karena Alisia tidak bisa berharap mendapatkan pekerjaan yang lebih baik mengingat dirinya tidak memiliki pendidikan yang layak.

"Aku serius, Nath. Aku ingin menjadi pelayan selama aku tinggal disini."

Penekanan itu membuat senyum Nathalie surut, lalu menghilang. Baru sekarang Nathalie menyadari kalau Alisia serius dengan ucapannya.

"Kamu bilang kamu ingin menjadi pelayan di rumahku?"

K
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pelukan Hangat Musuh Keluarga   BAB 52. Pelayan Spesial

    Rasanya seolah sudah memenangkan perdebatan kecil antara dirinya dengan Ken di taman milik Nathalie tadi, ketika Emma memberitahu bahwa Sam datang untuk membicarakan sesuatu.Meski belum mendengar apapun, tapi kedatangan Sam rasanya seolah sudah memberitahu Alisia bawa dia akan mendapatkan apa yang diinginkannya.Sebenarnya permintaan Alisia bukan hal yang sulit jika Ken tidak sibuk memikirkan harga diri.. Meski alasan Ken bisa dipahami, tapi Alisia tidak ingin menghabiskan waktu cukup lama sebagai tamu rumah ini tanpa melakukan apapun.Mungkin memang benar kalau Ken membantunya tanpa mengharapkan sesuatu. Ken pun benar-benar melayani tamunya dengan baik terlepas siapapun yang datang.Namun Alisia lah yang merasa sungkan untuk berdiam diri dan menikmati semua kenyamanan ini begitu saja. Dengan bekerja sebagai pelayan dan melakukan sesuatu yang sangat kecil, anggap sebagai balasan atas bantuan yang dia terima.Dengan begitu nantinya Alisia tidak hanya meninggalkan rumah ini tanpa meras

  • Pelukan Hangat Musuh Keluarga   BAB 51. Ide Nakal

    Bagaimana pun dia mencoba untuk memahami pikiran Alisia dan menerima alasan yang diberikannya, Reed masih tidak mengerti sampai sekarang. Kenapa perempuan itu berpikir untuk menjadi pelayan di rumahnya?Semua yang dia berikan pada Alisia hanya perlu dinikmati oleh perempuan itu. Untuk sekarang memang hanya sebagai tamu dari Reed Kensington, tapi kedepannya jelas sebagai istrinya.Tapi Alisia meminta ijinnya untuk menjadi pelayan daripada bersantai dan menikmati semua yang sudah disediakan untuknya? Apa perempuan itu memang berpikiran sederhana dan terbiasa mengerjakan semua hal sendiri atau nyatanya sedikit bodoh?Entahlah! Tapi ada satu hal dalam pikiran Reed. Mungkinkah ada sesuatu yang mempengaruhi keinginan Alisia seperti tuduhan yang tidak berdasar dilayangkan padanya?Reed tidak bisa meragukan bagaimana sikap pelayannya begitu saja. Sebab tidak mudah bagi mereka agar bisa bekerja disini. Apa yang boleh dan sangat dilarang untuk mereka lakukan, semuanya tau itu.Dan salah satunya

  • Pelukan Hangat Musuh Keluarga   BAB 50. Pelayan Ranjang

    Nathalie menatapnya seolah-olah Alisia sedang bercanda, padahal dia serius. Alisia ingin bekerja sebagai pelayan disini sampai dia meninggalkan rumah Ken. Dengan begitu Alisia bisa belajar untuk membiasakan dirinya dengan kegiatan yang berbeda dibandingkan sehari-harinya dulu. Sebab setelah meninggalkan rumah Ken nanti, mungkin saja kehidupannya bisa lebih buruk dari sekedar menjadi pelayan. Dengan begitu, Alisia tidak terlalu kaget. Setidaknya Alisia juga memiliki bekal pengalaman jika memang pada akhirnya dia bekerja sebagai pelayan setelah meninggalkan rumah ini. Karena Alisia tidak bisa berharap mendapatkan pekerjaan yang lebih baik mengingat dirinya tidak memiliki pendidikan yang layak. "Aku serius, Nath. Aku ingin menjadi pelayan selama aku tinggal disini." Penekanan itu membuat senyum Nathalie surut, lalu menghilang. Baru sekarang Nathalie menyadari kalau Alisia serius dengan ucapannya. "Kamu bilang kamu ingin menjadi pelayan di rumahku?" K

  • Pelukan Hangat Musuh Keluarga   BAB 49. Ingin Menjadi Pelayan

    Menyadari keberadaan Ken, Nathalie lebih dulu menyambut lelaki itu dengan suara yang terdengar antusias. "Oh, kamu sudah pulang ya? Tumben sekali mau mampir kesini dulu?"Alisia mengernyit heran. Pertanyaan Nathalie seakan menunjukkan kalau Ken jarang mengunjungi adiknya. Meski dari suaranya itu tidak ada kekesalan yang terdengar dari Nathalie.Alisia pikir, mungkin karena itu lah Nathalie lebih sering mengunjungi Ken ke rumahnya. Karena lelaki itu memang jarang untuk bisa mampir kesini. Apa karena kesibukan Ken kah? Alisia rasa sepertinya memang begitu."Kenapa? Apa aku tidak boleh mampir ke tempatmu?" tanya Ken sambil menarik salah satu kursi dari dua yang tidak ditempati.Mata Nathalie terus mengikuti pergerakan Ken hingga lelaki itu duduk dan bergabung dengan kegiatan minum tehnya bersama Alisia. "Tentu saja boleh. Tapi tidak biasanya kamu seperti ini. Jangankan tiba-tiba mampir, sengaja diundang saja alasannya selalu sibuk."Ternyata Alisia benar. Kesibukanlah yang menyita waktu

  • Pelukan Hangat Musuh Keluarga   BAB 48. Adu Nasib

    Taman rumah Nathalie benar-benar terlihat indah. Selain bunga-bunga yang tampak terawat dengan baik, rapi dan juga sedang bermekaran, tempat mereka duduk sambil menikmati teh pun terasa nyaman.Hanya sebuah bangunan kecil dimana semua sisinya terbuka, tanpa ada dinding yang menghalangi pandangan. Meski begitu, mampu untuk melindungi mereka dari panasnya matahari dan basahnya hujan jika seandainya tiba-tiba turun.Nathalie memiliki tempat pribadi yang membuat suasana hati berubah menjadi menyenangkan. Atau mungkin karena sejak datang kesini Alisia belum pernah keluar dari rumah Ken sehingga perubahan suasana dan pemandangan mata membuat Alisia merasa senang."Apa kamu menyukai bunga, Nath?" tanya Alisia memperhatikan bagian kanannya. Tepat dimana bunga berwarna merah sedang mekar dengan cantik. "Karena semua yang ku lihat disini benar-benar indah."Nathalie tersenyum sebelum mengangguk. "Aku suka bunga dan tentunya senang setiap kali melihat pemandangan seperti ini. Tapi aku tidak gema

  • Pelukan Hangat Musuh Keluarga   BAB 47. Kepercayaan Diri yang Tinggi

    Kegagalan terbesar yang pernah Alexander dapatkan sepanjang hidupnya adalah saat dimana dia tidak menyadari kalau Reed Kensington berada tepat di bawah atap rumah keluarganya.Dua tahun lamanya salah satu keturunan Kensington itu berada di rumah keluarga Patel. Namun tidak seorang pun yang curiga soal itu terutama Alexander yang sudah mengenal Reed sejak lama. Mereka baru menyadarinya setelah Reed berhasil meninggalkan rumah keluarga Patel.Padahal selama dua tahun itu, Alexander pasti pernah melihat wajah Reed. Mungkin mereka juga pernah berbicara meski hanya saat itu Alexander hanya memberikan perintah dan Reed menurutinya.Namun sepertinya penyamaran yang sempurna membuat Alexander tidak mampu untuk mengenali Reed. Lelaki itu memotong rambut panjangnya dan menutupi luka di wajahnya. Padahal kedua hal itu sejak dulunya seolah dianggap sebagai ciri khas dari seorang Reed Kensington.Entah apa tujuan Reed menyusup ke dalam keluarga mereka saat itu, tidak ada yang ta

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status