Share

Bab 85

Penulis: Lilia
Sura melempar Wulan ke dalam kereta kuda, lalu memelototi Fani dengan dingin dan juga melemparnya masuk ke kereta kuda. Selanjutnya, dia menyeret kusir turun dari kereta kuda dan menempati posisinya sebelum melajukan kereta kuda itu.

“Putri.” Dalam perjalanan kembali, Torus menghentikan Anggi dan Mina di tengah jalan, lalu berkata, “Pangeran menyuruh Putri untuk langsung kembali ke kamar utama. Malam ini, kalian akan makan di sana.”

Pada saat ini, langit sudah gelap.

“Baik.” Setelah mengiakannya, Anggi memberi perintah pada Mina, “Bahan obat yang ada di Paviliun Pir nggak usah dipindahkan dulu.”

Salep yang diracik Anggi sudah cukup digunakan Luis untuk setengah bulan.

“Baik.  Aku akan segera kembali.” Mina membungkuk, lalu pergi. Sementara itu, Anggi mengikuti Torus berjalan ke kamar utama.

“Pangeran sudah mau makan?” tanya Torus.

Melihat Luis mengangguk, Torus segera pergi menyiapkan makan malam.

Luis mengulurkan tangannya ke arah Anggi dan bertanya, “Semuanya lancar-lancar saja?”

Ang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Tety Juniarwati Sa
Bagus, tapi banyak kata-kata yg diulang-ulang,apalagi bagian mati dan diabaikan keluarga, membosankan,. Sembosankan iklan nya 52detik kali 2 diawal dan akhir cerita bab...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran   Bab 1181

    Luis mengangguk, "Ibumu dulu sebenarnya nggak ingin terkurung di dalam istana dalam ini.""Dia bertahan tinggal di istana demi aku. Karena itu, setelah kamu mampu menopang negeri ini, sebagai ayah, aku akan membawanya pergi melihat indahnya pegunungan dan sungai, melihat dunia yang luas."Zahra mengerutkan kening dan segera menyusul langkah ayahandanya, "Tapi, apa hubungannya itu dengan Paman Aska meninggalkan ibu kota?"Zahra menyukai Aska, lalu perasaan itu diketahui oleh Aska. Aska pergi meninggalkan ibu kota dan bahkan tidak pernah menemuinya lagi. Semua itu telah menjadi beban di dalam hatinya.Luis berkata, "Kali ini, saat kamu memilih pendamping, aku dan ibumu juga hampir mengajukan rencana yang telah kami siapkan selama bertahun-tahun. Paman Aska-mu juga mengatakan ingin meninggalkan ibu kota pada saat yang sama."Zahra terdiam, tidak mampu berkata apa-apa.Mungkin kepergian Aska lebih awal memang sedikit berkaitan dengan Zahra, tetapi itu bukan alasan utamanya. Seperti yang di

  • Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran   Bab 1180

    Ishaq menunggu cukup lama. Dia mengira Keswan masih memiliki pesan lain.Namun, setelah menunggu cukup lama, yang datang justru suara dengkuran Keswan."Guru ...." Ishaq memanggil pelan, tetapi Keswan tidak memberi respons.Dengan penuh hormat, Ishaq memberi salam. Baru saja mengambil beberapa langkah, dia mendengar suara Keswan."Segala hukum lahir karena sebab dan jodoh. Semuanya terikat oleh takdir, hendaknya mengikuti Tao dan alam. Jika di kehidupan lampau ada jodoh, di kehidupan ini akan ada kelanjutannya ...."Ishaq berhenti melangkah, menoleh menatap Keswan, tetapi pria tua itu tetap memejamkan mata.Dalam kebingungan, ketika tangannya baru menyentuh pintu, dia kembali mendengar Keswan dan berkata, "Jangan menyia-nyiakan jodoh sejati.""Maksudnya aku memiliki jodoh sejati?" tanya Ishaq.Keswan memejamkan mata rapat-rapat.Ishaq lanjut bertanya, "Jodoh sejati itu apa?"Keswan menyahut, "Jodoh yang seharusnya menjadi milikmu.""Jodohku?" Ishaq tersenyum. "Aku nggak pernah terpikir

  • Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran   Bab 1179

    Keesokan hari sebelum fajar menyingsing, Pati dan Ishaq menunggang kuda datang. Sepanjang perjalanan, di hati Ishaq timbul firasat buruk.Jika bukan karena urusan besar, bagaimana mungkin Aska menyuruh Pati memanggilnya datang?"Paman."Saat Ishaq melihat Aska, dia sangat terharu. Dia tak bisa menahan diri untuk menyebut Zahra. "Dia mungkin mengira Paman pergi meninggalkan ibu kota lebih awal karena dirinya."Aska berkata, "Aku sudah mengatakan hal itu pada Arya. Dia akan menghibur Zahra. Kepergianku dari ibu kota bukan karena Zahra."Ishaq akhirnya menghela napas lega. "Ya. Terus, Guru memanggilku ke sini untuk apa?"Aska menarik napas dalam-dalam. "Master Cahyo telah mencapai kesempurnaan. Kalau kamu pergi sekarang, mungkin masih bisa bertemu dengannya."Mata Ishaq langsung memerah. Dia berbalik dan segera berjalan ke luar. Pati segera membawanya menuju ruang meditasi Cahyo.Di depan ruang meditasi, biksu muda yang sebelumnya membukakan pintu untuk mereka tampak menguap. Sepertinya s

  • Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran   Bab 1178

    Cahyo menuangkan teh untuknya. "Sepertinya, selama Tuan Aska berada di dunia fana, kondisimu sudah kembali normal."Aska mengangguk, tak sanggup mengucapkan terima kasih. Karena dulu, saat dia memindahkan seluruh serangan balik milik Anggi ke tubuhnya sendiri, yang dia pikirkan adalah menukar satu nyawa demi nasib Zahra dan Ishaq.Namun tak disangka, Cahyo justru menggunakan nasib Ishaq untuk menukar satu nyawanya.Sampai hari ini, meskipun Anggi dan Luis tak pernah mengatakannya, mereka barangkali sama sepertinya, sama-sama merasa hal itu tidak adil bagi Ishaq.Sekalipun Ishaq memilih jalan Tao, dalam kehidupan ini sangat mungkin dia akan menjalani hidup seorang diri. Seperti dirinya, seperti gurunya, juga para leluhurnya."Apakah dalam hidup ini Master masih memiliki penyesalan?" tanya Aska.Cahyo tersenyum. "Nggak." Dia menatap Aska. "Bagaimana kamu bisa terpikir datang ke Kuil Awan?"Aska berkata, "Setelah keluar dari ibu kota, tiba-tiba aku nggak tahu harus pergi ke mana lebih dul

  • Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran   Bab 1177

    Seperti yang dikatakan ayahandanya, dengan latar belakang keluarga Arya, selama dia bersedia, entah berapa banyak keluarga bangsawan berkuasa di ibu kota yang rela menjalin pernikahan dengan Kediaman Jenderal Tantomo."Zahra, percayalah padaku." Suara Arya sedikit serak, rendah hingga terdengar seperti embusan napas.Dia mengira dirinya telah mendapatkan hati Zahra, mengira ke depannya semuanya akan berjalan mulus. Namun hari ini, dia menolak untuk mengumumkan bahwa dirinya telah dipilih sebagai pendamping."Aku percaya padamu."Zahra membalas menggenggam tangan Arya. Ishaq telah mengatakan bahwa Pati juga ikut pergi meninggalkan ibu kota bersama Aska. Pati sudah berjanji kepada Ishaq akan mengirim surat untuk melaporkan keselamatan.Selama Aska aman, apa salahnya jika dia meninggalkan ibu kota untuk mencari jalannya sendiri?....Di Istana Abadi.Setelah Anggi kembali, dia melihat Keswan sudah menunggunya di depan pintu."Guru Keswan," sapa Anggi sambil melangkah mendekat, tanpa perna

  • Pembalasan Dendam Sang Pemeran Figuran   Bab 1176

    "Kita kembali ke istana saja," ucap Anggi kepada Luis sambil tersenyum.Dibandingkan hadiah ulang tahun yang diberikan Aska kepada kedua anak itu, hadiah darinya dan Luis benar-benar tak seberapa nilainya.Baru sekarang Anggi menyadari bahwa semua perkataan Aska tentang menyukai emas itu hanyalah untuk menenangkan dirinya dan Luis.Kini, emas-emas itu kembali ke tangan Zahra dan Zenna dengan cara seperti ini. Aska benar-benar tidak menginginkan apa pun.Luis menarik napas dalam-dalam. "Baik."Dia sampai berharap bisa menghasilkan lebih banyak uang lagi.Pertama, untuk menambah perbendaharaan negara demi Zahra. Kedua, untuk memberi Aska lebih banyak lagi. Selama bertahun-tahun ini, ajaran Tao bangkit di seluruh negeri. Kuil berdiri satu demi satu ....Hanya saja, semua itu sebenarnya hanyalah keinginan sepihak mereka. Luis sangat tahu, dia hanya pura-pura tidak mengerti. Dia paham betul apa yang paling diinginkan Aska.Sayangnya, apa yang diinginkan Aska itu ... ditakdirkan tak akan per

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status