Short
Pembalasan Dendam Sang Penyelamat Dunia

Pembalasan Dendam Sang Penyelamat Dunia

By:  GumihoCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11Chapters
40views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Dalam sebuah misi pembasmian zombi, aku tak sengaja terinfeksi virus zombi saat berusaha melindungi tim. Namun, Kirana Nismara, pacarku yang juga menjabat sebagai kapten tim, berdalih ingin menghindari tuduhan pilih kasih, lalu memberikan satu-satunya obat penawar kepada seorang anggota tim yang kabur diam-diam lalu terinfeksi. Dengan mata memerah, dia meyakinkanku, "Arya, percayalah padaku. Selama tiga hari masa inkubasi virus ini, aku pasti akan mencarikan obat penawar lagi untukmu." Aku menahan rasa sakit yang terasa membakar di dalam tubuh dan mengangguk. Keesokan harinya, dia benar-benar membawa pulang satu dosis obat penawar. Namun, tepat satu detik sebelum obat itu disuntikkan ke pembuluh darahku, anggota tim yang tidak pernah sekalipun keluar dari markas, Juna Baskara, tiba-tiba mengerutkan kening. "Kirana, kepalaku sangat sakit … aku takut jangan-jangan sudah terinfeksi." Di hadapan semua orang, Kirana tanpa ragu memberikan obat penawar itu kepada Juna. "Juna adalah anggota tim kita, kalau terjadi sesuatu padanya, itu berarti aku sudah gagal menjalankan tugas sebagai Kapten." "Arya, kau adalah Wakil Kapten, terlebih lagi, kau adalah pacarku. Aku tidak boleh sampai pilih kasih." Aku melihat kilatan kemenangan yang sekilas muncul di sorot mata Juna serta ekspresi Kirana yang tidak memberi ruang untuk dibantah, aku pun tertawa sinis karena kesal. Tidak boleh pilih kasih? Baiklah. Dia akan segera mengerti tentang sesuatu. Bahwa tanpaku, tim ini sama sekali tidak mungkin bisa bertahan hingga sekarang. Karena aku adalah Evolusioner Sempurna, yang tingkat kemunculannya di dunia pasca-apokaliptik hanya nol koma satu persen.

View More

Chapter 1

Bab 1

Saat Kirana menyerahkan obat penawar itu kepada Juna, dia bahkan tidak melirikku sedikit pun.

"Juna, obat penawar ini untukmu dulu."

Nada bicaranya begitu santai, seolah-olah sedang menyerahkan sebotol air.

Juna menerima botol penawar racun itu, sorot kemenangan yang tak terbendung melintas di sorot matanya.

Kirana kemudian memberikan sebotol kecil cairan bening keruh kepadaku.

Dia mengalihkan pandangannya dariku, dan berkata, "Ini penekan virus, bisa membantumu bertahan lebih lama."

Penekan virus murahan itu, sekali tidak berguna untuk infeksi separah yang kualami.

Suaraku terdengar sangat tenang.

"Kau tahu obat ini tidak berguna bagiku."

Mata Kirana berkedip-kedip, dia mengerutkan kening.

"Arya, jangan ngambek. Juna tubuhnya lemah, kalau dia sampai benar-benar terinfeksi ...."

Aku tertawa sinis dan memotong ucapannya.

"Sejak bergabung dengan tim, dia belum pernah menjalankan misi, dan tidak ada luka di tubuhnya, bagaimana mungkin bisa terinfeksi?"

Suara Kirana meninggi.

"Itu kan hanya yang terlihat!"

"Virus zombi punya masa inkubasi tiga hari, kau tahu itu! Sebagai Kapten, aku harus bertanggung jawab atas setiap anggota tim!"

"Kau itu pacarku, dan juga Wakil Kapten. Kalau aku memberikan obat itu padamu tapi tidak padanya, apa yang akan dipikirkan anggota tim lain tentangku? Bagaimana aku bisa memimpin tim ini? Aku harus menghindari tuduhan pilih kasih!"

Lagi-lagi alasan yang sama.

Garis-garis abu-abu pucat di lengan kananku perlahan mulai merambat ke arah bahu, rasa terbakar di bawah kulit terasa semakin kuat setiap saat.

Aku menatapnya, menarik napas dalam-dalam, lalu berkata.

"Jadi, nyawaku tidak sepenting reputasimu? Kau memberiku penekan virus murahan hanya untuk membodohiku?"

Wajah Kirana berubah.

"Apa maksudmu? Aku berjanji besok akan pergi ke Institut Penelitian yang ada di Zona Kronos, dan pasti akan membawa pulang penawar racunnya!"

"Apa kau bisa percaya padaku sekali lagi?"

Sebelum kiamat melanda, aku dan Kirana adalah pasangan terbaik di akademi militer.

Wanita itu yang memimpin, aku yang menyerang. Dia yang menyusun rencana, aku yang mengeksekusi detailnya.

Semua orang bilang bahwa kami adalah pasangan yang serasi.

Pada hari kelulusan, dia berkata padaku di lapangan latihan.

"Arya, kau bisa sepenuhnya memercayaiku seumur hidupmu."

Setelah kiamat melanda, aku menemaninya membentuk tim penyintas ini dan rela menjadi wakilnya.

Aku menyerahkan semua pujian kepadanya, dan menanggung semua bahaya sendiri.

Tiga tahun berlalu, tim ini berkembang dari yang hanya beranggotakan tujuh orang menjadi lebih dari empat puluh orang. Dia menjadi Kapten Kirana yang dihormati semua orang.

Lalu, apa yang kudapatkan sekarang?

Berkali-kali dia berdalih ingin menghindari tuduhan pilih kasih, dan berkali-kali pula aku diminta menunggu kesempatan berikutnya.

Karena kekuatan khususku lenyap setelah terinfeksi virus, sementara keluar markas hanya akan menjadi santapan zombi, aku sama sekali tidak akan mengandalkannya untuk mencarikanku obat penawar.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
11 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status