Share

Kebencian Samantha

Author: Aldra_12
last update Last Updated: 2025-08-21 14:20:20

Setelah Samantha pergi. Darren kembali masuk ke kamar dan menatap Elina yang duduk di atas ranjang sambil menundukkan kepala.

Darren melangkahkan kaki mendekat ke arah ranjang saat melihat Elina yang hanya diam. Lalu, langkahnya terhenti, dia melihat mata dan hidung Elina memerah lagi.

Kening Darren berkerut samar. Seperti sebelumnya, setiap Samantha baru saja menemui Elina, Elina pasti tampak begitu buruk. Dan, ini membuat Darren penasaran.

Namun, mendengar apa yang Samantha perintahkan tadi, Darren yakin jika Elina memang susah diatur sehingga Samantha bersikap keras sampai memintanya melaporkan apa pun yang Elina lakukan.

Saat Darren masih diam terpaku di tempatnya, Elina menoleh dengan tatapan sendu tapi tidak ada setetes air mata di pelupuk matanya.

Ketika menyadari tatapan Elina tertuju padanya, Darren bertanya, “Apa Anda membutuhkan sesuatu?” 

Bibir Elina terbungkam dengan tatapan masih tertuju pada Darren, lalu tanpa kata dia membaringkan tubuhnya di ranjang. Menarik selimut setinggi leher, kemudian memiringkan tubuhnya memunggungi Darren.

Kedua alis Darren berkerut sampai saling bertautan. Dia penasaran dengan sikap aneh Elina.

**

Setelah dari rumah sakit. Samantha pergi ke perusahaan untuk menemui suaminya.

Saat sampai di ruangan Jhonny, Samantha meletakkan tasnya di sofa lalu menuang air ke gelas dan menenggaknya dengan cepat.

Sikap Samantha membuat Jhonny berdiri dari duduknya. Dia perlahan menghampiri sang istri yang mendudukkan tubuh di sofa lalu mendengkus kasar.

“Ada apa?” tanya Jhonny saat ikut duduk di dekat Samantha.

Samantha menatap datar pada Jhonny. 

“Wartawan mulai sibuk mencari informasi soal kondisi Elina dan menanyakan masalah kecelakaan yang menimpa Elina,” ucap Samantha dengan ekspresi wajah tak senang.

Belum juga Jhonny bicara, Samantha kembali bicara sambil mencondongkan tubuhnya ke arah Jhonnya.

“Apa kamu tahu? Elina semakin melawanku. Dia berani mengeluarkan banyak kalimat untuk membalas ucapanku!” geram Samantha meluapkan kekesalannya.

Jhonny duduk sambil memijat keningnya. Seperti biasa dia hanya menjadi pendengar keluh kesah sang istri. Membalas sama saja dengan menyiram bensin ke api yang sedang berkobar.

“Aku benar-benar tidak bisa lagi bersabar padanya. Semakin hari, dia seperti semakin ingin melawanku.” Tatapan Samantha penuh kebencian, bahkan dengan segala yang sudah Elina lakukan untuk keluarga Jhonny, itu tak berarti apa pun untuk Samantha.

“Menyingkirkan Elina, sama dengan membuka status Eleanor, apa kamu sudah siap melihat Eleanor menjadi pewaris?” tanya Jhonny.

Mengingat sang putri tercinta, emosi Samantha sedikit reda dan dia menggeleng pelan. “Tidak, kondisi Eleanor belum memungkinkan.”

“Jadi bertahanlah dengan Elian,” balas Jhonny dengan sikap begitu tenang.

Meski tak senang, tapi Samantha tidak bisa mengelak dari fakta itu.

“Berita soal kecelakaan Elina semakin menyebar,” kata Samantha kembali ke topik pembicaraan awal mereka. “Segeralah rilis bukti rekaman CCTV kalau dia memang kecelakaan biar pers diam dan tidak berspekulasi sendiri,” katanya kemudian sambil menahan geram.

Jika Elina tidak pergi sendirian, tidak mungkin ada kejadian kecelakaan dan membuka peluang wartawan mengorek berita dari mereka.

“Ahli IT kita sudah memanipulasi rekaman itu agar kecelakaan yang Elina alami terlihat murni kecelakaan. Jadi kamu tenang saja, aku akan segera meminta orang untuk merilis pernyataan tentang kecelakaan Elina.”

Samantha melirik datar pada Jhonny lalu mendengkus kasar lagi.

“Kalau dia berani berulah lagi, aku akan benar-benar membuat wanita sialan itu menderita,” gerutu Samantha lalu mengambil rokok dan korek dari dalam tasnya.

Tatapan Jhonny berubah saat Samantha membahas ibu kandung Elina. Dia mengulurkan tangan lalu menahan Samantha yang akan menyalakan pemantik api.

“Jangan merokok di sini, alarm kebakaran akan berbunyi begitu ada asap di ruangan ini,” kata Jhonny sambil menggenggam pergelangan tangan Samantha.

Samantha menatap Jhonny yang memandangnya dengan tatapan berbeda. Dia menarik tangannya dari sang suami, lalu memasukkan kembali rokok dan pematiknya ke dalam tas.

“Aku menerima Darren sebagai bodyguard Elina” kata Samantha pada akhirnya. “Dan aku sendiri yang akan mengawasi kerjanya.

Jhonny diam menatap Samantha yang memasang wajah kesal. “Lakukan saja apa yang mau kamu lakukan.”

Aldra_12

Halo semuanya, ini buku terbaru saya. Cerita di buku ini akan berbeda dari buku2 sebelumnya, jadi semoga kalian suka dengan cerita Elina. Terima kasih.

| 5
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Adeena
ini katak'y Jhonny takut sama Samantha....
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pembalasan Sang Putri Pengganti    Akhir Bahagia

    Di ballroom hotel bintang lima.Darren berdiri di depan altar, menunggu pengantinnya muncul dari pintu besar yang sejajar dengan tempatnya berdiri.Berulang kali, Darren mengembuskan napas kasar. Senyum tak luput dari wajahnya.Di depan altar. Claudia dan Marco duduk menunggu acara prosesi berlangsung.Sejak Elina dibawa Darren pulang, Claudia bersikap begitu baik, dia akhirnya mendapatkan menantu yang selama ini didambakannya.“Kenapa putramu begitu gugup?” tanya Claudia saat menoleh pada Marco. Claudia melihat Darren terus meremat jemari.“Wajar kalau gugup, itu artinya dia sangat menantikan momen ini,” balas Marco dengan santainya.Di depan pintu besar luar ballroom. Elina berdiri menunggu pintu di depannya terbuka.Dia ditemani MUA, mendengar suara MC yang bicara di dalam ballroom.Saat Elina begitu gugup, tiba-tiba sebuah tangan menyentuh lengannya, lalu mengarahkan untuk melingkarkan tangannya di lengan pria berjas rapi ini.Elina tersentak, matanya melebar melihat Jhonny ada di

  • Pembalasan Sang Putri Pengganti    Akhir Penderitaan

    Satu minggu kemudian.Elina dan Darren turun dari mobil yang terparkir di depan rumah sakit jiwa.Samantha dinyatakan bersalah dan ditetapkan sebagai tersangka atas semua kejahatan-kejahatan yang dilakukannya. Tapi Samantha tidak diproses secara hukum karena polisi memasukkan surat kesehatan mental palsu atas permintaan Darren.Akhirnya, Samantha ditahan di rumah sakit jiwa, dia akan dikurung di sana dan mendapatkan obat-obatan yang tak seharusnya didapatkannya.“Kamu yakin mau menemuinya?” tanya Darren memastikan saat dia dan Elina sudah turun dari mobil.Elina tersenyum, napasnya begitu ringan ketika dia berkata, “Aku mau melihat, sudah sampai mana penderitaannya di dalam rumah sakit jiwa.”Darren ikut tersenyum melihat Elina begitu ceria sekarang. Dia mengangguk lalu mempersilakan Elina untuk berjalan lebih dulu.Mereka masuk ke bagian terdalam rumah sakit, di lantai atas tempat pasien gangguan jiwa dirawat dengan ketat agar tidak kabur.Elina meminta Samantha ditempatkan di kamar

  • Pembalasan Sang Putri Pengganti    Semuanya Berakhir

    Setelah kejadian yang terjadi begitu cepat.Berita soal penangkapan Samantha dan kematian Eleanor yang tragis menyebar luas. Bahkan sudah ada pemberitaan soal para pemegang saham yang akhirnya mengambil alih perusahaan Alva, karena tidak ada satu pun keluarga yang mau mengklaim perusahaan itu.Sedangkan Elina. Dia pulang bersama Darren dan Eliz, kembali ke villa membawa kotak peninggalan sang nenek yang sebelumnya ditinggalkan karena kabur dari rumah.“Aku akan membayar pihak polisi untuk memalsukan dokumen kesehatan mental Samantha, agar kita bisa menjebloskannya ke rumah sakit jiwa,” ucap Darren.Eliz menatap miris, sampai dia berkata, “Apa kalian yakin akan melakukannya? Mama sudah mengikhlaskan semua yang dilakukannya dulu, Mama hanya ingin melihat kalian hidup bahagia. Mama tidak mau lagi mengingat soal Samantha.”“Harus, Ma,” balas Elina dengan cepat, dia menatap begitu serius saat Eliz memandangnya. “Samantha harus mendapatkan ganjaran atas semua perbuatannya, pada Mama, padaku

  • Pembalasan Sang Putri Pengganti    Hukuman

    “Ayo! Bunuh aku! Ini yang kamu mau, kan? Kenapa diam? Kamu takut?” teriak Samantha menggila, tatapannya sama sekali tidak menunjukkan rasa takut sama sekali.Elina ingin sekali menghujamkan pisau itu di leher Samantha agar wanita gila ini diam. Namun, bukan ini rencananya.Kematian hanya hukuman kecil untuk Samantha, wanita ini tidak akan merasakan apa yang namanya penderitaan jika mati begitu mudah.Menarik tangannya yang memegang pisau agar terlepas dari cengkraman Samantha, pisau yang ada di tangan Elina kini menggores telapak tangan Samantha.Samantha memekik kesakitan masih dalam posisi terbaring di lantai, dia melihat tangannya yang terluka.Elina berdiri dengan cepat, tatapannya begitu tajam pada Samantha, ketika dia berkata, “Kamu tidak akan mati dengan mudah. Kamu harus merasakan, apa yang namanya penderitaan.”Tangan kiri Samantha memegang tangan kanannya yang terluka, lalu dia tertawa keras, suaranya menggema di ruangan itu.“Kamu pengecut. Kamu seperti ibumu yang sangat le

  • Pembalasan Sang Putri Pengganti    Elina VS Samantha

    Samantha menatap penuh amarah saat melihat Elina duduk dengan santai di depan foto putrinya.“Beraninya kamu muncul di sini, hah? Kamu ingin menghina kematian putriku!” hardik Samantha sambil menunjuk ke arah Elina.Elina menatap dingin mendengar ucapan Samantha, satu kaki yang sejak tadi disilangkan, kini diturunkan. Dia berdiri dari duduknya, masih dengan tatapan tertuju pada Samantha.“Menghina? Itu hanya pikiranmu saja,” balas Elina dengan santai.Samantha semakin geram melihat Elina baik-baik saja dan secara terang-terangan seperti menantang dirinya. Baru saja dia akan bicara, Elina sudah kembali berkata, “Bagaimana? Bukankah menyakitkan melihat orang yang kamu sayangi menderita lalu sekarang tiada?”Samantha terkesiap mendengar ucapan Elina, hingga matanya menyipit curiga.“Jadi benar, kamu yang sudah membunuh Eleanor, kan?” tuduh Samantha.“Kamu tidak punya bukti, jangan asal menuduh,” balas Elina begitu santai. “Aku datang ke sini hanya untuk melihat, sampai mana kamu menderit

  • Pembalasan Sang Putri Pengganti    Semua Hancur

    Samantha kembali duduk setelah ditenangkan para pelayan. Dia kembali memandangi peti jenazah putrinya dengan tatapan kosong.Para pelayat satu persatu pulang, ada juga yang masih bertahan di sana.Ketika keheningan begitu menyelimuti suasana ruang tengah rumah mewah itu, kedatangan Jhonny di sana membuat semua orang terkejut, termasuk para pelayan.Jhonny mendapat kabar soal kematian Eleanor dari kabar berita salah satu stasiun televisi. Samantha terancam kehilangan Alva Group, sekarang Samantha malah kehilangan Eleanor lebih dulu.Berhenti di dekat peti mati Eleanor, Jhonny memberi penghormatan terakhir dengan meletakkan bunga putih di samping peti.“Istirahatlah dengan tenang,” ucap Jhonny sambil menatap wajah Eleanor.Saat melihat kedatangan Jhonny, Samantha kembali berdiri dari duduknya dengan langkah gontai, dia langsung mencengkram kedua lengan Jhonny, membuat pria itu menghadap ke arahnya.“Ele sudah pergi, Jhonny. Apa kamu juga akan meninggalkanku?” rengek Samantha dengan tata

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status