แชร์

Bab 1400 - Menjadi Buruan

ผู้เขียน: Rianoir
last update วันที่เผยแพร่: 2025-05-21 06:32:12
Jamie Leon bisa melihat keraguan Ryan. Dia tahu lebih baik daripada siapa pun bahwa jika Ryan menukar hidupnya dengan Rick Campbell, tidak mungkin bagi Ryan untuk meninggalkan tempat ini!

Para kultivator top Keluarga Campbell semuanya ada di dekat situ!

"Ryan!" Jamie Leon berteriak, matanya berkaca-kaca. "Jangan menukarku! Mereka akan membunuhmu!"

Jonathan Campbell menekan pedang lebih dekat ke leher Jamie Leon. "Diam, gadis kecil! Ini bukan urusanmu!"

Pedang di tangan Ryan bergetar.

Darah
Rianoir

Pagi Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) ini bab pertama pagi ini selamat membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 69
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4062: Tanah Terlarang Pedang

    "Oh ya, Ryan. Botol giok itu seharusnya berisi Cairan Surgawi Kuno," kata Demon Emperor, seolah baru teringat sesuatu. "Itulah yang membuatku begitu bersemangat tadi. Setetes saja harganya tak ternilai!"Mendengar itu, Ryan segera memasuki Kuburan Pedang. Jika kehebatan Tabib Ilahi Corvus Gray benar seperti cerita Demon Emperor, mungkin ada harapan untuk menyelamatkan Luna, bahkan Selene, tanpa harus menunggu lebih lama. Luna masih belum sadar, sedangkan Selene pun belum terbebas dari bahaya. Ryan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan meminta pertolongan langsung kepada tabib legendaris itu.Ryan berhenti di depan batu nisannya, lalu menangkupkan kedua tinju sebagai penghormatan. "Senior, aku penguasa Kuburan Pedang. Aku berharap Senior bersedia membantu menyelamatkan teman-temanku."Permohonannya belum selesai ketika energi misterius menyembur dari batu nisan. Jarum Emas Kuno terlepas dari genggaman Ryan dan melesat hingga menancap kuat pada permukaan batu. Jarum yang baru dida

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4061: Rahasia Tabib Ilahi Corvus Gray

    Ryan terdiam mendengar saran Demon Emperor. Namun setelah memikirkan segel cincin yang bahkan tidak mampu dibuka gurunya, ia akhirnya menurut.'Lagi-lagi darahku,' gerutunya dalam hati. 'Lama-lama aku harus minta bayaran.'Ryan memaksa setetes saripati darah keluar dari ujung jarinya. Begitu menyentuh cahaya tujuh warna, tetesan itu langsung tersedot ke pusatnya. Ryan mengawasi perubahan itu dengan saksama. Demon Emperor sudah mengerahkan begitu banyak tenaga untuk membuka segelnya, tetapi hanya saripati darahnya yang ternyata dapat memicu reaksi. Sesaat kemudian, kekuatan dahsyat menyembur dari cincin, sementara salah satu nisan pedang di Kuburan Pedang tiba-tiba memancarkan cahaya menyilaukan.Nisan Pedang itu kini bisa diaktifkan!Krak!Cincin penyimpanan pemberian Lana Clark pecah berkeping-keping. Akan tetapi, bukannya lenyap bersama pecahannya, tiga benda justru muncul dan melayang d

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4060: Kunci Cincin Misterius

    Mendengar perkataan Demon Emperor, Ryan langsung bersemangat. Tanpa membuang waktu, ia mengeluarkan cincin penyimpanan yang selama ini disimpannya. Ryan masih ingat cerita Lana Clark ketika menyerahkan cincin tersebut. Gadis kecil itu mengatakan bahwa cincin itu pemberian seorang kakek misterius. Cincin itu konon mampu mengendalikan asal-usul sesuatu, tetapi Lana sendiri tidak mengetahui dengan jelas apa maksudnya. Ryan sejak awal menduga bahwa kegunaan cincin ini tidak sesederhana tempat menyimpan barang. Namun sebelum ia sempat memeriksanya lebih jauh, cincin itu mendadak terangkat dari tangannya dan melayang sendiri di udara, tanpa disentuh siapa pun. Detik berikutnya, rasa nyeri tajam menusuk dahi Ryan hingga ia tersentak. Sesosok bayangan yang terbentuk dari energi iblis kemudian muncul di hadapannya. “Ryan, hanya sedikit hal di dunia ini yang mampu membuatku bersemangat.” “Cincin ini salah satunya,” kata Demon Emperor sambil menatap benda yang melayang tersebut. “Kada

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4059: Segel Artefak Kerajaan Ilahi

    Kesembilan belas murid yang mengepung Ryan mulai gelisah. Serangan mereka sebelumnya sama sekali tidak berhasil melukainya. "Kita tidak bisa menyerangnya sendiri-sendiri!" seru salah seorang peserta. "Benar! Serang bersamaan! Jangan beri dia kesempatan menghindar!" Mereka segera berpencar membentuk kepungan. Cahaya pedang bermunculan dari berbagai arah, lalu melesat menuju Ryan hingga hampir seluruh jalan keluarnya tertutup. Di tribun kehormatan, Walton Crane mulai gelisah. "Anak itu kenapa masih diam?" Lucan Jory meliriknya. "Paman Guru, kau khawatir?" "Omong kosong! Aku hanya tidak ingin muridku terluka!" Walton sudah bersiap turun tangan jika keadaan memburuk. Mendapatkan murid berbakat seperti Ryan bukan perkara mudah. Ia tidak akan membiarkan pemuda itu kehilangan nyawa hanya karena sebuah pertandingan. Namun ketika hujan pedang hampir mengenainya, Ryan justru tersenyum. Esensi Pedang Abadi meledak dari tubuhnya. Pedang kayu dalam genggamannya bergetar, seolah memperol

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4058: Melawan Sembilan Belas Murid Sekaligus

    “Paman Guru Walton, muridmu ternyata pandai menyembunyikan kekuatannya.” Lucan Jory menatap Ryan yang masih berdiri di arena dengan senyum getir. Walton Crane langsung tertawa puas. “Hahaha! Sudah kubilang muridku genius tiada tanding!” Lucan meliriknya. “Paman Guru benar-benar sudah tahu sebelumnya?” Tawa Walton sempat tersendat. “Tentu saja!” Beberapa kepala puncak langsung memalingkan wajah. Tidak seorang pun percaya. Walton sendiri baru mengetahui kekuatan Ryan setelah melihat pertandingan tadi, tetapi mana mungkin ia mengakuinya sekarang? Ia menepuk pahanya. “Sudahlah. Yang penting kalian jangan lupa taruhan kita. Kitab rahasianya siapkan sekarang!” Senyum Lucan langsung kaku. “Paman Guru, bukankah tadi kita hanya bercanda?” “Bercanda?” Walton berdiri. “Ketika yakin muridku akan kalah, kalian semua bersemangat sekali. Sekarang tiba-tiba jadi bercanda?” Salah seorang kepala puncak berdeham. “Saudara Walton, kitab yang kami pertaruhkan bukan barang biasa.” “Justru karena

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 4057: Raja Satu Tebasan

    Ina menyaksikan kemenangan Ryan dari tribun dengan tenang. Senyum kecil bahkan terbit di bibirnya. Ia sudah tahu Ryan bukan Kultivator Ranah Creation biasa. Sebelum mereka tiba di Divine Sword Palace, Ryan pernah menghabisi kultivator pada ranah itu hanya dalam sekejap. Pertandingan berikutnya pun tidak jauh berbeda. Ryan selalu mengakhirinya dengan satu serangan pedang kayu, tanpa gerakan berlebihan. Ada lawan yang terpental dari panggung, ada yang pedangnya terlepas, dan ada pula yang memilih menyerah ketika ujung pedang kayu berhenti sejengkal dari wajahnya. Bagi Ryan, menghadapi murid-murid itu terasa seperti menyaksikan anak kecil bermain. Ia mulai bosan, tetapi tetap menyelesaikan setiap pertandingan sesuai aturan. Bahkan teknik yang digunakan lawan-lawannya belum cukup membuatnya mengeluarkan kekuatan sebenarnya. Di tribun kehormatan, Walton Crane justru semakin bersemangat. Murid barunya sudah memasuki lima puluh besar. Tinggal melewati tiga puluh peringkat lagi

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status